Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan dan pembuatan sistem informasi penjualan tiket dan laporan rugi laba di CV. Citra Studio Jaya Film

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO, IVANA

Sistem informasi penjualan tiket dan laporan rugi laba yang selama ini diterapkan di CV. Citra Studio Jaya Film masih menggunakan sistem manual dan komputer yang sederhana. Hal ini terlihat dari penjualan tiket yang masih menggunakan karcis dan penyimpanan data karyawan, data film serta penghitungan laporan rugi laba yang masih menggunakan aplikasi Microsoft Excel karena manajemen tidak memiliki aplikasi database sehingga menyebabkan besarnya resiko kesalahan. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh CV. Citra Studio Jaya Film maka dirancang suatu aplikasi perancangan dan pembuatan sistem informasi penjualan tiket dan laporan rugi laba dengan menggunakan Borland Delphi 7 dan Microsoft SQL Server 2000 sebagai databasenya. Hasil dari program aplikasi ini adalah komputerisasi jadual pemutaran film, penjualan tiket, pemesanan tiket, pengambilan pesanan tiket dan pembuatan laporan rugi laba. Laporan rugi laba diperoleh dari pendapatan dikurangi pengeluaran. Pendapatan perusahaan berasal dari penyewaan stand dan iklan serta penjualan tiket. Pengeluaran perusahaan dipengaruhi oleh pembayaran gaji karyawan, gaji petugas kebersihan, pembayaran sewa film, pajak dan pengeluaran untuk operasional lainnya. Selain itu program aplikasi ini dapat diakses oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan sehingga memiliki integritas data yang tinggi karena semua user bekerja dengan informasi yang sama, dan adanya fasilitas untuk mengawasi kegiatan pemakai dalam menjalankan program aplikasi ini. Diharapkan pihak manajemen perusahaan juga dapat melihat laporan yang dikehendaki secara lebih cepat sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan.

Keyword : citra, studio, jaya, film, ticket selling, income statement, data transmission, database, management, information

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4097/

Apology strategies used by Sarah and Tom as the major characters in the film “Just Married”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FRANSISCA, MARIA

This study is the study of apology strategies used by Sarah and Tom, as the major characters, in the film “Just Married”. In this study, the writer observes whether gender does affect someone in asking for apology. Other factors, such as age, culture, social distance, etc, are excluded. The research questions to be answered in this study are: (1) What types of apology strategies are used in “Just Married” produced by Sarah to male and female interlocutors?; (2) What types of apology strategies are used in “Just Married” produced by Tom to male and female interlocutors?; (3) What are the differences between Sarah and Tom in their use of apology strategies?. By using the theory of Apology Strategies written by Trosborg (1987) and Olshtain and Cohen (1983, cited in Wolfson, 1989), the writer does her study. The result of the study reveals that there are differences between Sarah and Tom in asking for apology. The most affecting factor that makes the differences is gender factor. Sarah is found to be more polite in asking an apology than Tom. Besides, gender stereotype also affects Sarah?s and Tom?s way of apologizing. One thing that is surprising is that Sarah uses rejection strategy the most frequently of all. This result is quite surprising because women, who usually tend to speak formally and politely to other people, use rejection strategy most frequently and it is even the most often used strategy among all. There is other factor besides gender factor that affects the result, that is age factor. The writer does not deny the fact that there are other factors that also affect the way people asking for apology, but in this study, the writer takes gender factor as the only one concern of the thesis. It is suggested that further investigation can be conducted to determine whether this also counts for other strategies.

Keyword : apology strategies, gender, film

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4328/

Film dan poligami: gambaran poligami dalam film “Berbagi Suami”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WICAKSONO, AGUNG

Film “Berbagi Suami” adalah sebuah film yang mengangkat tema poligami dari sudut pandang perempuan Indonesia. Film yang bercerita tentang poligami ini berpusat pada tiga perempuan dari latar belakang kelas sosial, status ekonomi, dan etnis yang berbeda. Menggunakan metode semiotika televisi John Fiske dengan level ideologi dan unit analisis setting, karakter, dialog dan konflik, peneliti ingin mengetahui bagaimana poligami digambarkan dalam film “Berbagi Suami”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa poligami dapat terjadi pada perempuan manapun dengan latar belakang dan status sosial ekonomi yang beragam. Karakter perempuan, peran dan kedudukan perempuan, seksualitas menggambarkan bahwa poligami adalah praktik pernikahan dimana laki-laki adalah yang `mendominasi?, `berkuasa?, dan “harus dipuaskan”, sementara perempuan sebaliknya. Pada akhirnya perempuan terpaksa menerima praktik poligami, terutama ketika diatasnamakan agama. Poligami merupakan bentuk praktik ideologi patriarki yang terdapat dimasyarakat. Patriarki menyentuh pada seluruh praktik kehidupan manusia tanpa membedakan agama, etnis, status sosial ekonomi dan pendidikan. Patriarki yang terbentuk dalam masyarakat bermula dari pola pendidikan dalam ruang lingkup masyarakat terkecil yaitu keluarga, yang pada akhirnya memposisikan perempuan sebagai subordinat dan laki-laki sebagai superior.

Keyword : film, women, portrayal, polygamy, patriarchy

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5232/

Film dan partisipasi politik: representasi partisipasi politik komunitas Tionghoa dalam film “Gie”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DIAH, TJATURRINI

Film merupakan salah satu media massa dari komunikasi massa, maka peran dan fungsi film sendiri sama dengan peran dan fungsi dari komunikasi massa, yaitu dapat digunakan sebagai sarana penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian dalam lingkungan, baik diluar maupun di dalam masyarakat. Partisipasi Politik Komunitas Tionghoa merupakan suatu bentuk keikutsertaan warga Negara Tionghoa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut dan mempengaruhi kebijakan pemerintah yang tertangkap dalam sebuah film. Film yang dimaksud adalah film “Gie”. Dalam film ini keberadaan Partisipasi Politik Komunitas Tionghoa direpresentasikan melalui ekspresi, konflik, dialog dan setting. Melalui keempat kode televisi inilah Partisipasi Politik Komunitas Tionghoa direpresentasikan dalam lima hal. Yang pertama faktor yang mempengaruhi partisipasi politik, siapa saja yang ikut dalam partisipasi politik, dampak partisipasi politik, media yang digunakan, praktek partisipasi politik.

Keyword : representation, politic participation, chinese community, film

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5283/

Representasi disfungsi keluarga dalam film “Virgin”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRISCILLA, RUTH

Film Virgin adalah sebuah film yang mengangkat tema persahabatan di era globalisasi yang sarat dengan pengaruh budaya asing. Disfungsi keluarga menjadi salah satu penyebab gaya hidup negatif remaja. Menggunakan metode semiotika televisi John Fiske dengan unit analisis paradigma dan sintagma level realitas, level representasi, dan level ideologi, peneliti ingin mengetahui bagaimana representasi disfungsi keluarga dalam film Virgin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi disfungsi keluarga dapat dirujuk dari karakter dan gaya hidup remaja. Disfungsi keluarga yang terjadi dalam hal yang berbeda-beda pada setiap latar keluarga remaja yang berbeda-beda pula. Pada akhirnya, penelitian ini dapat memberikan wacana tersendiri bagi keluarga Indonesia mengenai pentingnya keberfungsian sebuah keluarga.

Keyword : film, semiotics, representation, family, family disfunction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4920/

A Study on word-formation processes of slang expressions by the characters in the film “ada apa dengan cinta”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MELANIE, EWALDINE

Slang is considered as a result of the rapid growth of the new words that is happening as a creative expression from people to make words more efficient and simpler to be uttered. The spreading of slangs is very fast, especially among young people because the influences of medias. As well as mere words, slangs also undergo some processes in its formation. Thus, the writer is interested in conducting a study of word-formation processes of slang expressions in the film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), as the source of data of this study, in which this film represents teenage daily life today. Besides the slangs and their meanings, the writer also wants to analyze the word-formation processes that the slangs undergo and the most frequently used process in forming the slangs. The writer finds slangs that are used by the characters in the film. After identifying the meanings, the writer then analyzes the word-formation processes of those slangs. The writer uses eleven word-formation processes from the theory of George Yule in The Study Of Language; they are coinage, borrowing, compounding, blending, clipping, back-formation, conversion, acronym, derivation, multiple processes, prefixes and suffixes. The writer concludes that there are 52 slang expressions that are found in the film AADC. The types of word-formation processes applied are coinage, borrowing, blending, clipping, acronym, derivation and multiple processes. The most frequent word-formation process that the slangs undergo is borrowing. It produces 22 slangs (42%). The second word-formation process, which is commonly used, is the process of coinage that produces 17 slangs (32%). Then, the process of clipping and multiple processes, which produce 5 slangs (10%), and the lasts are the processes of blending, acronym and derivation, in which each of them produces one slang (2%).

Keyword : word-formation, word-formation processes, slang, indonesian language, ada apa dengan cinta, film

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2197/

A Syntactical analysis of the main characters in “101 Dalmatians” animated cartoon film

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHUCIARDI, CAROLINA

This study is conducted in order to find out the sentence patterns used by the main characters in “101 Dalmatians” animated cartoon films. There are three main problems of the study: (1) What are the sentence patterns found in Pongo?s and Cruella?s dialogues? (2) What is the most dominant sentence pattern in Pongo?s and Cruella?s dialogues? (3) Are there any differences in their sentence patterns? The syntax theory used in this study is Stageberg?s Basic Sentence Patterns theory. It is supported by theory of Noun and Verb Phrases and also by the theory of part of speech. The dialogues of the two main characters, Pongo and Cruella are collected as the data and analyzed based on the theories above. From the analysis, it can be seen that not all the sentence patterns found in the dialogues, like pattern 8 and 9. The dialogues of Pongo are dominated by pattern 4 while Cruella?s are dominated by pattern 5 . Pattern 4 is Noun Phrase + Infnitive, pattern 5 is Noun Phrase + Transitive Verb + Noun Phrase. The writer found that although there is a difference in their sentence patterns, but the difference is not really significant since pattern 5 is the second predominant sentence pattern in Pongo?s and pattern 4 is the second predominant sentence pattern in Cruella?s As the result by doing this study, the sentence patterns of the main characters of “101 Dalmatians” animated cartoon film can be described.

Keyword : english, language, grammar, syntax, dalmatian, film, character

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3084/

Analisa alokasi penggunaan uang saku untuk konsumsi entertaiment mahasiswa Universitas Kristen Petra di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJAJA, HAJATI

Alokasi uang saku mahasiswa memberikan gambaran mengenai manajemen keuangan mahasiswa khususnya mengenai upaya untuk mengelola terhadap keuangan mahasiswa. Melalui analisa ini memberikan masukan kepada pihak universitas mengenai upaya untuk bisa mengarahkan mahasiswa agar pengalokasian uang saku bisa mendukung terhadap proses belajar mengajar di universitas. Alokasi uang saku mahasiswa Universitas Kristen Petra dikelompokkan pada lima kebutuhan yaitu education, apparel, food, refreshing, dan entertainment. Faktor pendorong pemenuhan kebutuhan entertainment film untuk menghilangkan stres Faktor pendorong pemenuhan kebutuhan entertainment musik adalah stres, waktu luang, dan hobi. Faktor pendorong pemenuhan kebutuhan entertainment clubbing karena adanya waktu luang. Tidak terdapat faktor pendorong yang dominan bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan entertainment sport.

Keyword : pocket money, entertainment, film, music, clubbing, sport, non fiction, chatting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3787/

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers