Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk memilih tinggal di Novotel hotel and suite Surabaya sebagai tempat bermalam

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YOUNG;, ELLIS

Hidup di kota besar seperti Surabaya dengan berbagai macam hal yang terjadi di dalamnya dapat memicu munculnya perasaan tertekan dan stress. Berbagai upaya dilakukan seseorang untuk melepaskan diri dari segala ketegangan dan tekanan yang ada. Salah satu caranya adalah dengan berlibur. Untuk mendapatkan kembali kesegaran fisik dan mentalnya, salah satu pilihan adalah dengan berlibur ke luar kota. Namun bagi yang enggan untuk bepergian ke luar kota, berlibur di dalam kota bisa menjadi alternatif, misalnya dengan bermalam di hotel yang menawarkan suasana lain dari rutinitas kehidupan sehari-hari. Novotel Surabaya adalah salah satu alternatif hotel yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur di dalam kota. Dari penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa mereka yang bermalam di Novotel dipengaruhi oleh faktor usia dan tahap daur hidup, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, dan faktor kelompok referensi. Sedangkan motivator utama yang mempengaruhi keputusan pelanggan untuk bermalam di Novotel adalah faktor pelayanan dan fasilitas.

Keyword : hotel, management, marketing, novotel hotel and suite

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1841/

Analisa pengaruh perforance, features, reliability, conformance, dan perceived quality terhadap frekuensi pembelian produk Caffe Latte pada konsumen di Starbucks Coffee TP4 Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BARDON, KAREN;

Dimensi kualitas mempengaruhi alasan pemilihan konsumen terhadap suatu produk. Karena itu kualitas suatu produk sangat menetukan dalam frekuensi pembelian konsumen terhadap produk tersebut. Dimensi kulitas produk ini meliputi : performance, features, reliability, conformance dan perceived quality. Faktor-faktor performance, features, reliability, conformance dan perceived quality terbukti berpengaruh terhadap frekuensi pembelian caffe latte di Starbucks Coffee TP4 Surabaya. Caffe latte sangat diminati kawula muda dengan rentan usia 15-25 tahun dan berprofesi mahasiswa / pelajar. Analisa deskriptif memaparkan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan itensitas pembelian dan analisis regresi linier berganda membuktikan akan adanya hubungan dan pengaruh dimensi kualitas produk terhadap frekuensi pembelian. Hasil uji menunjukkan nilai F hitung = 16,203 jauh dari F table = 2,30. dan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Conformance (X4) mempunyai nilai thitung terbesar = 6,65 menandakan faktor conformance terbukti secara signifikan menjadi faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap frekuensi pembelian. Sehingga Starbucks Coffee harus tetap konsisten terhadap kesesuaian apa yang dijanjikan dengan hasil kenyataan yang diterima oleh konsumen.

Keyword : hotel, management, starbuck coffe, caffe latte, perforance, features, reliability, conformance, perceived quality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2218/

Perancangan interior Hotel Resort Westin Nusa Dua di Bali

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ISWANTO, SIANTY

Hotel Resort Westin Nusa Dua ini merupakan proyek milik dari pihak Hotel Westin yang bergerak dalam jaringan bisnis perhotelan dunia. Fasilitas ruang yang akan direncanakan meliputi ruang tamu utama atau lobi, ruang coffee shop dan ruang bar. Sesuai dengan lokasi yang berada di Pulau Bali maka konsep perancangannya mengacu pada tema yang diilhami dari kebudayaan daerah terutama semua unsur kebudayaan yang masih alami dan tetap dilestarikan. Oleh karena itu dalam perancangannya direncanakan ruangan yang bertemakan alami mulai dari penataan layout sampai pemakaian bahan untuk semua desain ruang dalam.

Keyword : resort, hotel, interior design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/931/

Hotel apung yang bergerak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUYOTO, DHENNY

Hotel Apung yang Bergerak merupakan proyek baru dalam dunia kepariwisataan, khususnya di Indonesia. Hotel ini direncanakan dapat melayari seluruh kepulauan di Indonesia, guna memperkenalkan tempat-tempat eksotik yang ada di Indonesia, serta memberikan nuansa baru dalam dunia pariwisata di Indonesia. Bentuk dari hotel ini streamline, mengacu pada angin maupun ombak, hal ini diakibatkan karena bangunan ini berada dilaut sehingga penting untuk memperhatikan hal-hal tersebut. Maka dari itu konsep perancanganya lebih mengacu kepada bentukan serta lebih menonjolkan struktur bangunan.

Keyword : movable, resort, hotel, tavern

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3557/

Internal communication tools at brasserie barbizon in Golden Tulip Hotel, Schiphol

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WONGKAR;, MARTIN

The purpose of the writers report is to suggest to the employers and employees at Brasserie Barbizon about maximizing the function of the internal communication tools, which are being used there, and also to accomplish the final part of the writers study in Hotel Management. The report starts with an overview of Golden Tulip Hotel, Schiphol . Golden Tulip Schiphol originates from 1975. In 1984 the management was taken over by Golden Tulip International from Sheraton Schiphol Inn. Over the years the hotel has been rebuilt and refurbished. Currently it has 419 executive rooms including 4 suites and one room for the handicapped. All rooms are equipped with private bath and shower, hairdryer, radio, color television and in-house movie, direct dial telephone, coffee and tea making facilities, Robobar and wake-up service. Guest service includes fitness center, gift shop and 24-hour room service. For dining and entertainment the hotel offers the cocktail bar “The Point”, “Brasserie Barbizon” and “Meeting Point”. There is currently a growing interest from the direct surroundings of the hotel for meetings and seminar facilities, due to the increasing number of companies in the region of the Haarlemmermeer. The next chapter is about communication, both in general and in an organization. Communication is a process that involves both sender and receiver. Although the process is never without problem, the writers still have a need to communicate. Communication helps the writers both as an organization and individuals, to survive. Without communication the writers would never be able to share the writers opinion and ideas. Communication may have more than one purpose, at the same time.

Keyword : communication, internal, management, hotel, golden tulip hotel, schipol

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1937/

Analisa pengaruh hygiene factors dan satisfier factors terhadap kepuasan karyawan hotel Mirama Balikpapan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status pernikahan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDRIANI, CLARA

Industri pariwisata dianggap mempunyai prospek yang cerah di masa yang akan datang, sedangkan hotel adalah salah satu penunjang paling penting di industri ini. Persaingan di bidang perhotelan semakin lama juga semakin ketat. Untuk itu diperlukan usaha-usaha tertentu dari pihak pengelola hotel agar tingkat turnover karyawan dapat ditekan. Untuk tetap dapat bersaing, Hotel Mirama Balikpapan berusaha untuk meningkatkan kepuasan karyawan mereka. Menurut Herzberg (1959), kepuasan karyawan dapat dibagi menjadi kepuasan dari terpenuhinya hygiene factors dan kepuasan dari terpenuhinya satisfier factors. Kepuasan karyawan akan faktor-faktor ini akan mendorong motivasi kerja, yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas pelayanan yang baik (Richard Sihite:2000). Model analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Dari hasil analisis dan pengujian hipotesis, diketahui Fhitung sebesar 103,464 dan lebih besar dari Ftabel yaitu 3,074. Hal ini menunjukkan bahwa hygiene factors dan satisfier factors memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Sedangkan nilai thitung hygiene factors sebesar 9,245 (lebih besar dari thitung satisfier factors yang sebesar 5,490) menunjukkan bahwa hygiene factors memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kepuasan karyawan dibandingkan dengan satisfier factors. Nilai rata-rata tingkat kepuasan karyawan terhadap hygiene factors dan satisfier factors yang diatas angka 3,5 menunjukkan bahwa karyawan sudah cukup puas dengan faktor-faktor tersebut.

Keyword : hotel, management, personnel, mirama balikpapan, hygiene factors, satisfier factors

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2219/

Analisa perbandingan tingkat kepuasan mahasiswa Manajemen Perhotelan dalam perkuliahan yang disampaikan oleh dosen praktisi dan dosen non praktisi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA;, NONIK

Dengan semakin berkembangnya dunia pariwisata, maka semakin banyak orang yang berminat untuk mempelajari dunia pariwisata dan hospitality. Manajemen perhotelan Universitas Kristen Petra sendiri dibuka pada tahun 1996, dimana jurusan ini sudah berjalan delapan angkatan. Cukup banyak tenaga pengajar di Manajemen Perhotelan yang juga atau pernah memiliki profesi selain pengajar di bidang yang diajarkan lebih dari dua tahun, yang didefinisikan sebagai Dosen Praktisi di penelitian ini. Selain itu juga terdapat Dosen Non Praktisi yang didefinisikan sebagai tenaga pengajar pada perguruan tinggi yang tidak atau tidak pernah memiliki profesi selain pengajar di bidang yang diajarkan atau memiliki profesi selain pengajar di bidang yang diajarkan kurang dari dua tahun. Proses perkuliahan diukur dari lima dimensi kualitas layanan yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Sedangkan kepuasan diukur dari tiga indikator yaitu profil pengajar, cara mengajar, dan cara evaluasi. Hasilnya didapat bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan mahasiswa yang signifikan dalam menerima perkuliahan dari Dosen Praktisi dan Dosen Non Praktisi. Selain itu didapat juga bahwa ada pengaruh yang signifikan secara serempak variabel bebas terhadap variabel tergantung, namun secara partial hanya variabel Tangibles, Assurance, dan Empathy yang berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan mahasiswa dalam menerima perkuliahan baik dari Dosen Praktisi maupun dari Dosen Non Praktisi.

Keyword : education, hotel, student satisfaction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/945/

Hotel resor lepas pantai di Tanjung Karang Sulawesi Tengah

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARYA, KRESNAWATI

Hotel Resor Lepas Pantai di Tanjung Karang, Sulawesi Tengah merupakan proyek milik swasta yang bergerak di bidang pariwisata. Fasilitas ini direncanakan meliputi hotel lepas pantai, cottage, ballroom, ruang pertemuan, restoran, fasilitas olah raga air dan restoran bawah air. Bangunan utama pada proyek ini adalah hotel lepas pantai yang menggunakan struktur Template. Struktur ini merupakan struktur yang sering digunakan pada bangunan lepas pantai.

Keyword : offshore resort hotel, template structure, hotel, tanjung karang

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3724/

Analisa perbedaan faktor-faktor ekstrinsik dan faktor-faktor intrinsik dalam motivasi karyawan berstatus kontrak dan apprentice di departemen housekeeping hotel Westin Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WANGSA;, LISIANA

Hotel adalah salah satu industri jasa yang berkembang sangat pesat pada masa sekarang ini. Secara abstrak hotel adalah suatu tempat yang menyediakan akomodasi secara lengkap. Salah satu faktor penting dalam industri perhotelan adalah sumber daya manusia, hal ini dikarenakan pelaku dari jasa itu sendiri adalah manusia. Faktor motivasi karyawan sangat penting dalam industri perhotelan, karena karyawan dituntut untuk dapat melayani tamu dengan ramah dan hangat. Apabila karyawan memiliki motivasi (yang sejalan dengan tujuan perusahaan) dalam bekerja, maka kepuasan bagi para tamu melalui karyawan-karyawan tersebut dapat diwujudkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada-tidaknya perbedaan faktor-faktor ekstrinsik (gaji, bonus, tunjangan, promosi dan penghargaan perorangan) dan faktor-faktor intrinsik (completion, autonomy, achievement dan perkembangan pribadi) yang signifikan antara karyawan kontrak dengan karyawan apprentice. Karyawan kontrak disini berarti karyawan yang direkrut dari statusnya sebagai apprentice, sedangkan karyawan apprentice adalah karyawan yang direkrut dari statusnya sebagai casual (karyawan yang dipekerjakan pada saat tingkat hunian hotel sedang tinggi). Adapun analisa dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan sembilan variabel yang turut membedakan motivasi antara karyawan kontrak dengan apprentice; yaitu : gaji, bonus, tunjangan, promosi dan penghargaan perorangan (faktor-faktor ekstrinsik) serta completion, achievement, autonomy dan perkembangan pribadi (faktor-faktor intrinsik). Skala yang dipergunakan adalah Semantic Differential Scale untuk mengukur sikap seseorang terhadap suatu objek, subjek atau kejadian, berpedoman pada kata-kata yang bersifat bipolar. Sedangkan jenis ukuran varibel yang digunakan adalah ordinal yaitu suatu ukuran yang hanya menyatakan ranking dan tidak menyatakan nilai absolut. Alat statistik yang dipergunakan adalah uji U Mann-Whitney dengan memakai program SPSS Windows Version 7.5 untuk menguji beda mean dari 2 sampel (karyawan kontrak dan apprentice). Hasil uji U untuk kesembilan faktor tersebut adalah : faktor-faktor ekstrinsik yang terdiri dari gaji = 0,000 < 0,05 ; bonus = 0,006 0,05; penghargaan perorangan = 0,340 > 0,05; promosi = 0,007 < 0,05; juga faktor-faktor intrinsik yang terdiri dan completion = 0,000 < 0,05; achievement = 0,046 0,05; perkembangan pribadi = 0,488 > 0,05. Lima variabel yang terdiri dari gaji, bonus, promosi, completion dan achievement memiliki probabilitas yang lebih kecil dari a = 0,05 (5%), yang berarti bahwa kelima variabel tersebutlah yang membuat motivasi karyawan kontrak dan apprentice menjadi berbeda, dengan kata lain Hi diterima; yaitu ada perbedaan motivasi antara karyawan kontrak dan upprent ice dalam departemen Housekeeping di hotel The West in Surabaya yang disebabkan oleh faktor-faktor ekstrinsik (gaji, bonus dan promosi) dan faktor-faktor intrinsik (completion dan achievement).

Keyword : hotel, management, personnel, apprentice, housekeeping, westin, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1961/

The Tendency of consumer behaviour of choosing Parkheuvel menu

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO, SAIMEN

This report is going to discuss about consumer behaviour in Parkheuvel restaurant. It is very necessary to put the matter into the surface because if we run service industry especially in Horeca ( Hotel, restaurant, andcafe ) we have to know exactly our customers in order to stay and survive in rail of competition. Many things have been done to attrack customers, for example: maintaining the quality of the products, offering various menus at reasonable prices, designing the restaurants in a comfortable atmosphere, and maybe also with promotion. Parkheuvel restaurant stresses in its various menu. There is a phenomenon that all of the set menus in Parkheuvel constantly are being modified in certain periods of time, but still there is a tendency of people choosing Parkheuvel menu. The problem statement of the research is: Why the guests tend to choose Parkheuvel menu? Some research questions have been made to find an answer to this problem statement. The methodologies that will be used are literatur study which needed to find out what other authors had to say about consumer behaviour, interviewing, and observing. By doing all the methodology, it will arrive to answers all the answers of the research questions and problem statement.

Keyword : consumer behaviour, restaurant, service industry, hotel, menu

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2458/

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers