Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi perbandingan penggunaan 3CT dan 2CT pada kwh meter 3 fasa di pelanggan tegangan menegah 20 kV PLN distribusi Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANDOKO, EDDY

Jawa Timur merupakan salah satu pusat perdagangan, perindustrian, pariwisata yang sedang berkembang. Dalam pengembangannya diperlukan adanya sarana pendukung, salah satunya adalah sumber energi listrik yang kebutuhannya diprediksi dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur energi listrik diperlukan alat yang dinamakan KWh meter. Dalam industri besar terutama untuk Pelanggan Tegangan Menegah (TM) 20 kV memakai KWh meter 3 fasa yang sistemnya didukung dengan keberadaan CT dan PT. CT terpasang seri sedangkan PT terpasang paralel. Ada 2 metode yang dipakai yaitu sistem 3 kawat (2 CT dan 3 PT) dan sistem 4 kawat (3CT dan 3PT). Dari kedua metode inilah akan dibandingkan penggunaannya baik dari kondisi normal maupun abnormal. Dalam kondisi yang normal, kedua metode tersebut memberikan hasil perhitungan yang sama, tetapi dalam kondisi abnormal dalam arti salah satu CT mengalami gangguan, sistem 3 kawat memberikan resiko kerugian energi yang lebih besar bila dibandingkan dengan sistem 4 kawat.

Keyword : kwh meter, current transformer, potential transformer, electric meter, watt meter

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3948/

Sistem pembacaan kwh meter dengan metode bluetooth

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUWITO, HERU

Saat ini pencatatan pemakaian listrik yang dilakukan oleh petugas PLN dilakukan secara manual yaitu dengan cara melihat langsung di kWh meter. Cara manual tersebut memiliki resiko terjadinya kesalahan penulisan (human error). Untuk mengatasi keadaan tersebut dibuat microcontroller dengan teknologi wireless. Dalam tugas akhir ini yang dibahas adalah teknologi bluetooth. Dengan cara ini petugas lapangan PLN dapat melakukan pencatatan dengan mudah. Selain itu penggunaan bluetooth lebih efektif, tidak membutuhkan media penulisan (buku tulis) dan dapat menghemat waktu. Pada hardware terdapat kWh meter type 2CMA180894R1000 yang diproduksi oleh DeltaPlus milik ABB. Pulse dari kWh meter diterima oleh microcontroller AT89C2051, kemudian disimpan dalam memori AT24C01A. Setelah diterima dan disimpan, kemudian dikelola oleh microcontroller AT89S51. Data yang diterima dari microcontroller AT89C2051 akan ditampilkan pada LCD. Pada microcontroller AT89S51 terdapat bluetooth module yang dapat langsung dihubungkan ke microcontroller yaitu EmbeddedBlue TM 500. Melalui Bluetooth module ini digunakan sebagai penghubung antara microcontroller AT89S51 dengan komputer. Untuk menampilkan pada komputer dibuat sebuah software dengan bahasa pemograman Borland Delphi 7. Hasil yang telah dikirim oleh microcontroller akan ditampilkan pada komputer . Ada 2 macam pengujian dalam tugas akhir ini. Pengujian pertama menggunakan rangkaian clock yang difungsikan sebagai pengganti kWh meter. Sedangkan pengujian kedua memakai kWh meter digital merek ABB. Jarak komunikasi EmbeddedBlue TM 500 dan USB Bluetooth Dongle pada hardware dapat berkomunikasi sampai jarak ?20 meter. Selain itu, komunikasi bluetooth sulit dilakukan apabila ada penghalang beberapa tembok. Sebab bluetooth mempunyai Frekwensi yang sangat rendah.

Keyword : kwh meter, bluetooth, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3344/

Studi perencanaan KWH meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV di PLN UPJ Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , TONNY

Perencanaan KWH Meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV ini dipilih pada PLN UPJ area pelayanan Gresik, dimana terdapat GI Segoromadu, GI Petrokimia, GI Manyar, GI Cerme, GI Altaprima, dan GI Lamongan yang sebagian besar mencatu kecamatan KIG (Kawasan Industri Gresik) dan KIM (Kawasan Industri Maspion Manyar) serta kawasan industri tersebar di Segoromadu-Kebomas. Untuk meningkatkan keakuratan pembacaan KWH meter sehingga timbul costumer satisfaction, maka direncanakan penggunaan KWH meter elektronik berbasis SCADA, yang merupakan AMR (Automatic Meter reading). Perencanaan KWH Meter elektronik ya ng merupakan Automatic Meter Reading diperuntukkan memantau pelanggan potensial sebanyak 23 pelanggan dengan daya antara 1110 KVA sampai dengan 14230 KVA, dimana kesemuanya termasuk dalam pelanggan industri (I3 dan I4) dan bisnis (B3).

Keyword : electronic, kwh meter, scada, computer program, electric meter

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3929/

The Silver is the New Black Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers