Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisa loss produk dan pengendalian kualitas di PT Sinar Sosro

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RATNANINGRUM, IDA

PT Sinar Sosro merupakan suatu perusahaan minuman yang ingin mengetahui dimana titik potensial terjadinya loss pada lantai produksi serta bagaimana pengendalian kualitas dan kecacatan utama yang terjadi pada proses produksi. Pengambilan data didapatkan melalui observasi pada lantai produksi dan data perusahaan.Dari analisa diketahui titik-titik potensial terjadinya loss adalah botol pecah yang terisi teh cair manis, tetesan mesin filler, dan tetesan dari pencucian bag filter. Untuk proses produksi, PT Sinar Sosro telah melakukan pengendalian kualitas dengan baik dan dari pareto diagram berdasarkan prinsip 80-20, didapatkan 5 kecacatan utama, yaitu TBS kosong tertutup, TBS tutup miring, TBS benda asing dan isi berkerak, TBS volume kurang, dan TBS botol pecah isi. Dengan menggunakan fishbone diketahui penyebab untuk loss dan kecacatan yang terjadi, dimana sebagian besar disebabkan karena kesalahan setting mesin dan umur peralatan yang sudah tua. Berdasarkan dari hasil analisa yang diperoleh penulis memberikan usulan perbaikan berupa training karyawan dan maintenance dengan lebih detail.

Keyword : loss, quality control, main defect

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1541/

Analisa fluktuasi denier benang di PT. X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SULISTIO, WIMPI

Proses produksi yang dilakukan di PT. X menyangkut pembuatan benang. Adanya permasalahan dalam proses pembuatan benang yaitu fluktuasi denier benang yang cukup tinggi, menyebabkan perusahaan harus melakukan bermacam-macam percobaan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Percobaan-percobaan yang dilakukan antara lain pengambilan data setting mesin, pembandingan denier secara horizontal dan secara vertikal, analisa hasil test benang, pembuktian hubungan die lips mesin dengan tebal film yang dihasilkan.

Keyword : tape denier, experiment, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2709/

Persiapn ISO 9001:2000 di PT Subur Alam Sembada

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MEGAWATI, SILVIA

ISO 9001:2000 merupakan standar sistem manajemen kualitas yang mengatur hubungan antara pemasok, perusahaan dan pelanggan yang dikembangkan oleh sebuah organisasi ISO (International Organization for Standardization). Organisasi ISO ini berpusat di Geneva, Switzerland dimana anggotanya terdiri dari badan standarisasi nasional yang meliputi berbagai negara. Aplikasi prinsip-prinsip sistem manajemen mutu tidak hanya menghasilkan keuntungan langsung tetapi juga memberikan kontribusi kepada biaya dan resiko bisnis. Perhitungan keuntungan, biaya dan resiko adalah mutlak bagi perusahaan, pelanggan dan para pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, PT Subur Alam Sembada mulai mempersiapkan untuk menerapkan ISO 9001:2000. Pada tahap evaluasi awal, didapatkan hasil bahwa prosentase kesesuaian PT Subur Alam Sembada terhadap persyaratan ISO 9001:2000 sebesar 54.94%. Setelah dilakukan perancangan sistem manajemen mutu, didapatkan hasil bahwa PT Subur Alam Sembada telah memenuhi persyaratan ISO 9001:2000 sebesar 83.33%.

Keyword : quality control, iso 9001:200, subur alam sembada, quality management system

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2899/

Perhitungan kapasitas mesin dan perancangan pengendalian kualitas di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EMMANUEL, OLEN

PT X merupakan industri yang bergerak di bidang pemotongan plastik. Untuk meningkatkan produktivitasnya, maka perusahaan dituntut untuk mengoptimalkan kapasitas dari mesin-mesin tersebut. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan kapasitas aktual dari mesin sehingga dapat dibandingkan dengan kapasitas target. Perbedaan antara kapasitas aktual dengan kapasitas target ini disebut selisih kapasitas. Perhitungan kapasitas aktual mesin dilakukan dengan melakukan pengurangan waktu kerja atas waktu baku operasi-operasi yang ada. Usaha mengoptimalkan kapasitas mesin yang ada harus diimbangi dengan perbaikan proses pengendalian kualitas. Hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko terkirimnya produk cacat ke customer. Oleh karena itu, dilakukan perancangan pengendalian kualitas dengan menggunakan Military Standard 105E.

Keyword : actual capacity, capacity difference, quality control, military standard 105E

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1542/

Penurunan tingkat kecacatan dengan perancangan eksperimen di PT. Panca Duta Foam industry Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YULIANTI, MARIA

PT. Panca Duta Foam Industry memiliki permasalahan dalam hal banyaknya jumlah cacat yang dihasilkan dalam memproduksi produk spon. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan tingkat kecacatan melalui desain eksperimen. Tingkat kecacatan yang pada awalnya sebesar 9.877% mengalami penurunan yang signifikan menjadi 5.967%, setelah dilakukan implementasi dengan mengatur faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembuatan spon. Penurunan tingkat kecacatan sebesar 3.909% dapat dicapai ketika kondisi-kondisiberikut dapat dipenuhi, yaitu level metode penuangan yang digunakan adalah secara melingkar, lama pengadukan bahan baku kelompok 3 adalah 45 detik, lama pengadukan bahan baku kelompok 4 adalah 30 detik dan lama T9 berada diruang terbuka adalah 20 menit.

Keyword : quality control, taguchi experiment design, operations research

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2828/

Penurunan tingkat kecacatan mold di PT Ilufak Plaskaging

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FRANCISCA, MARIA

PT ILUFAK Plaskaging merupakan perusahaan swasta yang memproduksi produk plastik. Pada PT ILUFAK Plaskaging terdapat divisi moldshop yang bertugas untuk membuat, mempersiapkan serta merawat semua mold yang ada. Namun masalah yang sering terjadi adalah mold yang telah dipersiapkan oleh divisi moldshop tersebut harus sering diperbaiki pada saat digunakan dalam proses produksi. Untuk itu perlu dilakukan analisa dan upaya untuk menurunkan tingkat kecacatan mold. Sistem pengendalian kualitas tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan check sheet, diagram pareto dan fishbone diagram. Perbaikan sistem pada divisi moldshop dilakukan dengan membuat prosedur kerja sebelum mold digunakan pada proses produksi dan memperbaiki data mengenai standart ukuran bagian-bagian mold untuk setiap mold. Implementasi perbaikan dilakukan untuk mengatasi masalah cutting slave, hasil flash dan nomor cavity. Setelah dilakukan imple mentasi perbaikan sistem, ternyata masalah cutting slave, hasil flash dan nomor cavity mengalami penurunan yang cukup besar.

Keyword : defect degrees, improvement of quality control system, ilufak, plaskaging, quality control, management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2930/

Exporting ginger to Japan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARIANNE, EVELINE

Actually Indonesia has supported nature condition moreover with the numerous of labor, Indonesia should can compete with another country. However, the large number of workers is not followed with the high skills. Almost all the local farmers are less educated. Furthermore, the unstable economic and political condition make even worse. It will difficult t o meet the quality and the requirements that asked by Japanese market, Besides that Indonesia should be careful with the high competition market. In analyzing data for this Final Assignment Report, the writer mostly uses secondary data. T hrough this analyzing the writer identify the importance of quality control, from the plantation to the shipment. This process will determine the quality of the products. For entering the Japanese market, an exporter or producer will be better having quality assurance certificates, like IS0 or HACCP. Japan is very restricted on the imported food. Japanese are very care on the sanitation and health. So, PT. Java Agritech should have those certificates in order to guarantee its product quality and safety. Through applying quality assurance certificate, PT. Java Agritech can guarantee the product, because all of the processing points can be controlled.

Keyword : indonesia ginger, export to japan, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1672/

Analisa biaya kualitas di PT. Tumbuh Jaya Mandiri

Author : TEDJA, ANDREAS

PT Tumbuh Jaya Mandiri memiliki permasalahan ingin meningkatkan laba perusahaan supaya dapat bersaing dengan perusahaan sejenis. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membantu menghitung dan menganalisa biaya kualitas yang terjadi di PT Tumbuh Jaya Mandiri kemudian mencari biaya yang terbesar dan memberi usulan perbaikan untuk meningkatkan laba perusahaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa komponen biaya kualitas terbesar disebabkan oleh biaya kegagalan internal yaitu sebesar 52% dari total biaya kualitas. Sebagian besar penyebab kegagalan internal adalah karena faktor manusia, oleh karena itu usulan yang diberikan berhubungan dengan manusia, salah satunya yaitu pemberian bonus. Pemberian insentif bonus ini dapat menghemat pengeluaran biaya produksi sebesar Rp. 346.363,77 setiap periodenya.

Keyword : quality control, management, prevention costs, appraisal costs, internal failure costs, external failure costs, percentage of quality costs relative to sales, analysis of quality costs, quality improvements and costs reduction, cost minimisation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2846/

Penurunan prosentase cacat produk di PT.X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, HENKY

PT X adalah perusahaan yang memproduksi spring bed yang terdiri dari tiga bagian yaitu sandaran, divan dan kasur. Selama ini prosentase cacat yang terjadi pada ketiga produk tersebut masih cukup tinggi. Hal ini disebabkan tidak diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab cacat yang terjadi karena perusahaan belum mempunyai metode pengendalian kualitas yang baik Dengan adanya masalah tersebut diperlukan usaha pengendalian kualitas dengan menggunakan suatu metode yang cocok. Untuk mengendalikan jumlah cacat yang terjadi dilakukan dengan menggunakan alat-alat kualitas, seperti diagram Pareto untuk menentukan prioritas jenis cacat yang akan dikendalikan, peta kendali, pembuatan diagram sebab-akibat masing-masing jenis cacat untuk merancang perbaikan yang akan dilaksanakan. Hasil rancangan perbaikan kemudian diimplementasikan. Karakteristik cacat yang terjadi yaitu karakteristik cacat atribut untuk semua jenis cacat pada setiap produk yang diamati. Dari hasil analisis awal didapatkan bahwa peta kontrol p untuk jenis cacat ukuran kasur tidak standar (A1), cacat ukuran divan tidak standar (B 2), dan cacat sandaran melengkung (C1) sudah dalam keadaan terkendali. Pada peta kontrol u untuk jenis cacat kasur bergelombang (A2), cacat kasur gembos (A 3), cacat divan menjamur (B 1) dan cacat kain cover sandaran berkerut (C2) juga sudah dalam keadaan terkendali. Setelah dilakukan usaha perbaikan (implementasi) sesuai dengan usulan perbaikan yang dirancang, dari analisis hasil yang diperoleh menunjukkan adanya penurunan prosentase cacat pada produk kasur, divan full per, dan sandaran. Untuk produk kasur dengan jenis cacat ukuran kasur tidak standar yaitu dari 23% menjadi 10%, cacat kasur bergelombang yaitu dari 34% menjadi 13%, dan cacat kasur gembos yaitu dari 35% menjadi 15%. Untuk produk divan full per dengan jenis cacat divan menjamur yaitu dari 28% menjadi 4% dan cacat ukuran divan tidak standar yaitu dari 28% menjadi 9%. Sedangkan untuk produk sandaran dengan jenis cacat sandaran melengkung yaitu dari 19% menjadi 3% dan cacat kain cover sandaran berkerut yaitu dari 19% menjadi 6%. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil dari implementasi perbaikan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas proses produksi spring bed dapat dikatakan cukup berhasil, dimana prosentase cacat yang tinggi telah dapat diturunkan.

Keyword : decreasing, defect percentage, quality tools, quality control, management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2937/

Analisa quality control di PT Ispatindo – Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DARMAWAN, ERIC

Perkembangan teknologi industri manufaktur di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat, demikian pula yang dilakukan oleh PT Ispatindo – Sidoarjo sebagai perusahaan manufaktur baja ( pengecoran dan wire drawing ) yang terus mengembangkan teknologi proses mulai dari melting process, moulding billet, billet drawing sampai dengan quality control terhadap wire rod.Dalam pelaksanaan Tugas Akhir yang dilaksanakan di PT Ispatindo – Sidoarjo meliputi studi literatur proses produksi, quality control inspection pada setiap section serta observasi di lapangan. Dalam pengamatan di lapangan dipelajari proses produksi mengenai cara-cara proses membuat wire rod mulai dari bahan baku berbentuk besi tua, baja cair, billet hingga menjadi wire rod. Sedangkan dalam quality control dipelajari proses quality inspection pada heat number di setiap section QC dengan berpedoman pada company JIS standard.

Keyword : melting process, moulding billet, billet drawing, wire rod, quality control, heat number, JIS standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1730/

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 46 other followers