Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan sistem pengendalian kualitas di PT Satriagraha Sempurna dengan output quality plan

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, PETER

PT Satriagraha Sempurna baru-baru ini memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. Hal yang mendasari perusahaan tersebut untuk mendapatkan ISO 9001:2000 adalah kualitas menjadi dasar kepuasan konsumen dalam memilih produk dan pada saat ini masyarakat semakin kritis di dalam memilih kualitas produk, sehingga mau tidak mau perusahaan harus memperhatikan kualitas mereka agar produk mereka tetap eksis di pasaran dan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Akan tetapi sistem pengendalian kualitas yang berjalan masih memerlukan peningkatan-peningkatan. Oleh karena itu melalui tugas akhir ini penulis akan menyusun sebuah sistem pengendalian kualitas yang baru yang lebih terstruktur dengan baik dan terperinci dengan output quality plan untuk PT Satriagraha Sempurna. Perancangan ini meliputi penentuan karakteristik kualitas, standar penerimaan, jenis dan criteria kecacatan, dan aktivitas kritis. Data yang diambil didasarkan pada quality plan yang telah dibuat dan untuk memudahkan pengambilan datanya maka digunakan check sheet. Untuk mengolah data maka dibuatlah peta kendali. Data kemudian dianalisa dengan pembuatan diagram pareto untuk mengetahui jumlah kecacatan dari yang besar sampai yang kecil, sehingga dapat dibuat cause and effect diagram. Setelah dilakukan analisa dari quality plan diperoleh proses kritis yang harus mendapatkan perhatian yang lebih lagi sehingga pada proses tersebut dapat ditekan seminimum mungkin prosentase kecacatannya. Proses kritis tersebut yaitu pada proses corrugating, printing, stitching, dan lilin.

Keyword : quality plan, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3741/

Analisa penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SILVANA, CAROLINE

Analisa Penggunaan Absorber Pada Speaker Ukuran 15 ” Iron Chip (IRC) adalah jenis kecacatan yang sering terjadi di lini produksi dimana speaker kemasukan benda asing yang dapat terpengaruh oleh medan magnet. Maka dari itu, penulis mencari cara untuk mengurangi angka cacat IRC tersebut. Dalam melakukan penelitiannya, penulis melakukan beberapa langkah. Langkah pertama adalah menguji sampel menggunakan uji proporsi. Sampel yang dipakai ialah speaker ukuran 15″ dan speaker ukuran 12″ . Hasil yang didapatkan ialah persentase kerusakan jenis IRC pada speaker ukuran 15″ lebih besar daripada persentase kerusakan jenis IRC pada speaker ukuran 12″ . Hal ini terjadi karena ada perbedaan perlakuan dimana speaker ukuran 12″ melewati proses absorber sedangkan speaker ukuran 15″ tidak melewati proses absorber. Absorber adalah mesin untuk mengurangi IRC. Setelah itu penulis mengusulkan penggunaan absorber untuk speaker ukuran 15″ dengan harapan agar kecacatan jenis IRC dapat dikurangi sehingga ada pengurangan biaya yang dikeluarkan. Langkah selanjutnya adalah membandingkan biaya untuk memproduksi speaker ukuran 15″ dengan menggunakan absorber dan speaker ukuran 15″ tanpa menggunakan absorber. Perhitungan biaya ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″ mampu menghemat biaya sebesar 5.09 %. Kesimpulannya ialah penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″ mampu mengurangi kecacatan IRC sehingga mampu pengurangan biaya.

Keyword : quality control, irc defect, speaker, absorber, cost reducement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2542/

Penurunan tingkat kecacatan produk briquette arang dengan menggunakan eksperimen desain di UD. Ramtera

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, OSCAR

UD. Ramtera merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam memproduksi arang sawdust briquette charcoal sebagai produk utamanya. Perusahaan ini umumnya menghasilkan produk dengan perbandingan sebagai berikut: 70% produk dengan grade A, 20% grade B dan 5% grade C, sedangkan sisa 5% lainnya remuk (wastages). Penelitian pada Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kecacatan sehingga produksi arang dengan grade A dapat ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan eksperimen desain dengan metode 2 k-p Fractional Factorial Design untuk menentukan kombinasi terbaik pada tiap level dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan untuk memenuhi tujuan awal penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa kombinasi komposisi bahan baku serbuk sawmill : serbuk moulding : serbuk ukuran 4 mm adalah 60% : 20% : 20%, tekanan pada mesin press yang digunakan adalah 65 ton/m 2 , lama pembakaran dalam oven adalah 16 hari, suhu pembakaran dalam oven adalah 700 0 C, jumlah arang dalam tungku adalah 475 ikat adalah kombinasi yang terbaik untuk mengurangi kecacatan yang ditemui pada produk akhir.

Keyword : quality control, sawdust briquette charcoal, ramtera

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2861/

Analisis sistem manajemen lingkungan ISO (14000) dan kemungkinan implementasinya oleh para kontraktor kelas A di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJONNI, CHRISTIAN;

IS0 14000 merupakan salah satu wahana untuk menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan (SML) Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum seberapa jauh para kontrakor kelas A di Surabaya mengetahui informasi, elemen, dan keuntungan IS0 14000 serta bagaimana menganalisa SML tersebut. Dalam penelitian ini akan dijelaskan landasan teori IS0 14000 dan tahapan tahapan sistem manajemen lingkungan (SML). Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dan survey dengan 34 responden dan untuk analisa data digunakan analisa mean dan frekuensi. Dari analisa data, didapatkan hasil 64,7 I % responden mengetahui informasi tentang IS0 14000 dari seminar, internet, literatur, dan sistem manajemen mutu. Sedangkan untuk SML didapatkan hasil bahwa isu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan merupakan isu yang menjadi kecenderungan terbesar (85,29 %) dan mendapat tanggapan staf tertinggi (mean rank 5,21). Untuk tahap evaluasi dampak isu didapatkan bahwa dampak terhadap limbah dan bahan-bahan berbahaya merupakan dampak terbesar (mean rank 4,79). Untuk tahap pengembangan posisi, faktor terbesar adalah faktor tuntutan pasar (mean rank 5,06). Untuk tahap pengembangan strategi, proaktif merupakan strategi yang banyak dipilih. Untuk tahap implementasi (pengembangan taktik), didapatkan bahwa melakukan penempatan bangunan yang tepat sesuai dengan pengaturan tata letak wilayah bangunan yang ada dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi ( 100 %) merupakan pengembangan taktik yang paling banyak dipilih dari seluruh alternatif pengembangan taktik yang ada, sedangkan untuk tahap evaluasi didapatkan bahwa hambatan terbesar untuk tahap implementasi adalah teknologi yang belum memadai ( 100 YO ). Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa bagi kontraktor, isu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan serta isu penggunaan bahan / material merupakan isu yang menjadi perhatian mereka dan diharapkan dapat menerapkan sistem manajemen lingkungan (ISO 14000) dalam perusahaannya.

Keyword : quality control, environmental protection

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4456/

Upaya peningkatan pencapaian target produksi di PT. Samador Intiperoksida

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSILAWATI, LINGGA

Target produksi merupakan sesuatu hal yang diharapkan dapat dicapai oleh suatu industri manufaktur, khususnya industri yang terfokus pada kegiatan memproduksi suatu produk jadi dan proses produksi yang ada bersifat kontinyu. Contohnya saja di industri kimia yang memproduksi Hidrogen Peroksida, yang dalam hal ini diwakili oleh PT. Samator Intiperoksida. Seringkali target produksi tidak tercapai secara optimal, hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut merupakan suatu integrasi yang saling terkait dari beberapa pihak yaitu pihak supplier, divisi-divisi intern perusahaan seperti divisi Produksi, PPIC dan Marketing yang mana masing-masing pihak terkadang mempunyai visi dan misi yang berbeda. Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target produksi secara optimal adalah frekuensi shut down produksi yang cukup tinggi, metode peramalan permintaan yang kurang tepat, sistem perencanaan material yang kurang tepat dan seringnya terjadi revisi dalam kebijakan penetapan target dari pihak marketing perusahaan. Didalam laporan ini berusaha mendapatkan suatu solusi pemecahan yang dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam upaya peningkatan pencapaian target produksi secara optimal di PT. Samator Intiperoksida. Untuk membantu dalam pembahasan masalah, digunakan alat bantu diagram fishbone untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang terkait dalam permasalahan, diagram pareto untuk menetukan prioritas pembahasan masalah, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan software Expert Choisce untuk pemilihan alternatif yang sesuai dengan perusahaan, teori perhitungan mengenai keandalan mesin dalam membuat jadwal maintenance mesin yang memiliki total biaya yang minimum, metode multiplicative winter untuk peramalan permintaan yang sesuai, teori Fixed Order Quantity (FOQ) serta Material Requirement Planning (MRP) dalam membuat sistem perencanaan material yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Solusi yang diusulkan dalam upaya peningkatan pencapaian target produksi di PT. Samator Intiperoksida adalah memperbarui komitmen antara pihak perusahaan dengan pihak supplier (dalam hal ini adalah supply hidrogen), membuat jadwal preventive maintenance mesin dengan total biaya minimum, memilih metode peramalan yang sesuai (Multiplicative Winter) serta membuat sistem perencanaan material (MRP) dengan FOQ.

Keyword : industrial, quality control, samator intiperoksida

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2544/

Penentuan standar parameter welding pada mesin R1 baru di PT. Spindo unit 1

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TANUHARDJO, LEO

PT. SPINDO merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi pipa baja yang menghasilkan banyak varian. Pada umumnya perusahaan ini memproduksi pipa berjenis pipa hitam, galvanized pipe, pipa perabot dan juga pipa stainless steel. Penelitian yang dilakukan pada magang Tugas Akhir ini bertujuan untuk menentukan usulan standar parameter welding pada mesin pipa R1 baru yang belum mempunyai standar parameter. Dimana standar parameter ini akan menjadi pedoman kerja bagi para operator mesin R1 baru. Penelitian ini melakukan pengolahan data hasil pengamatan dimana hasilnya sangat dipengaruhi oleh efektifitas dari faktor kerja yang ada yaitu Speed mesin, jam kerja mesin dan produk yang dihasilkan (OEE). Dimana nilai total efektifitasnya akan digunakan untuk memenuhi tujuan awal dari penelitian ini. Selain itu pengolahan juga dilakukan untuk meghitung nilai efisiensi energi yang digunakan. Pada akhir dari penelitian dihasilkan standar parameter yang telah ditentukan berdasar pada total efektifitas faktor-faktor kerja serta dari nilai efisiensi energi yang digunakan. Masalah-masalah yang sering terjadi pada mesin R1 baru juga menjadi suatu data masukan bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah perbaikan yang diinginkan. Hal ini akhirnya akan berpengaruh juga pada total efektifitas mesin R1 baru.

Keyword : quality control, total effectiveness, energy efficiency, parameter standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2862/

Pengukuran kerja, penerapan pengendalian kualitas dan peningkatan kapasitas produksi di PT. Golden Footwear Indotama

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARGARETTA;, MARTA

PT. Golden Footwear Indotama adalah sebuah perusahaan dengan bidang usaha alas kaki khusus sepatu injection. Adapun brand yang di produksi di PT. Golden Footwear Indotama adalah New Era dan Start. Pengukuran kerja adalah metode penetapan keseimbangan antara jalur manusia yang dikontribusikan dengan unit keluaran yang dihasilkan. Hasil pengukuran yang dilakukan akan menghasilkan waktu baku yang dapat dijadikan sebagai waktu standard bagi semua pekerja. Elemen dasar dari pengukuran kerja adalah pemikiran usaha pencapaian efisiensi kerja dan pemikiran untuk mempertimbangkan perilaku manusia. Pengendalian kualitas merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan sepatu yang berkualitas. Dimana tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk meminimalkan kecacatan. Karena adanya kecacatan membuat perusahaan harus melakukan rework kembali. Produktivitas sangat penting untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut produktif atau tidak. Dengan nilai produktivitas akan diketahui apakah proses produksi telah difungsikan secara tepat untuk menghasilkan output yang optimal juga untuk mengetahui apakah input dipakai secara efisien.

Keyword : work measure, quality control, productivity

Analisa pengendalian kualitas bagian giling dan gunting di PT HM Sampoerna Tbk

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , MELVINA

Keyword : quality control, quality cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5593/

Aplikasi quality function deployment dalam upaya peningkatan kepuasan pelanggan di PT. Preshion Engineering Plastec

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WINARTA, IRENE

PT. Preshion Engineering Plastec merupakan perusahaan plastic injection molding multi-nasional yang khusus untuk pembuatan komponen elektronik. Adanya komplain dari konsumen tentang kualitas produk yang kurang baik, masalah pengiriman yang tidak tepat waktu, serta banyaknya persaingan yang ketat antara perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, menyebabkan perusahaan harus berusaha untuk dapat menguasai pasar dan mempertahankan pelanggannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu hasil tentang keinginan dan kebutuhan konsumen dalam hal kualitas produk plastic injection molding, serta untuk mengetahui harapan dan persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan PT. Preshion Engineering Plastec. Untuk dapat memenuhi tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan dua metode yang berbeda, yaitu: metode Quality Function Deployment (QFD) untuk meneliti tentang kualitas produk yang diinginkan oleh konsumen dan metode Analisa Gap untuk meneliti tentang kualitas layanan yang diterima oleh konsumen. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa hal yang paling penting bagi konsumen dalam hal kualitas produk adalah penampilan fisik dari produk, antara lain: hasil pengecatan yang baik, ukuran dan bentuk produk yang sesuai pesanan serta tidak adanya kecacatan pada produk. Sedangkan hal yang paling penting bagi konsumen dalam hal kualitas layanan, adalah keandalan dari kualitas layanan, antara lain: on time delivery, order yang ditangani dengan cepat dan komplain yang segera diperhatikan oleh pihak perusahaan.

Keyword : consumer, satisfaction, quality control, quality function deployment, gap analysis

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2571/

Penentuan komposisi bahan baku yang optimal untuk produk kecap Semar Merah dengan metode Taguchi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGIANTO, DONNY

Akhir-akhir ini terjadi penurunan penjualan kecap Semar Merah. Hal ini diduga karena kualitas kecap Semar Merah yang kurang dapat bersaing dengan kecap lain yang sejenis. Tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi bahan baku kecap yang disukai konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Taguchi. Uji organoleptik pertama dilakukan untuk mengetahui respon konsumen terhadap rasa, warna dan kekentalan kecap Semar Merah terhadap kecap lain yang sejenis. Hasil uji organoleptik pertama digunakan sebagai acuan dalam pre eksperimen. Setelah pre eksperimen dilakukan, ditentukan faktor dan level yang digunakan dalam eksperimen. Hasil eksperimen dianalisa dengan menggunakan SNR, Mean, dan Anova. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kecap dengan komposisi 23332233 adalah kecap yang paling disukai konsumen. Selanjutnya kecap rancangan usulan tersebut di uji organoleptik akhir untuk mengetahui kesukaan konsumen dan posisi kecap hasil rancangan usulan terhadap kecap lain yang sejenis. Hasil uji organoleptik akhir menunjukkan bahwa 65,4 % responden menyukai kecap hasil rancangan usulan. Untuk rasa dan kekentalan kecap hasil rancangan usulan sudah lebih disukai oleh konsumen dibandingkan dengan kecap lain yang sejenis. Sedangkan warna kecap hasil rancangan usulan belum dapat memenuhi keinginan konsumen.

Keyword : production control, quality control, taguchi method, taste, color, viscosity, sensory evaluation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2883/

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 46 other followers