Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Peningkatan kualitas melalui implementasi filosofi six sigma di CV. X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANITASARI;, SUSAN

Tingkat Siqma Quality Level (SQL) perusahaan saat ini umumnya berada pada level 3-4s. Tingkat mutu kelas dunia menghendaki level kualitas 6s. Peningkatan level kualitas ke arah 6s di CV. X dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik kualitas kritis (CTQ) konsumen terhadap produk speaker, melalui quality function deployment. CTQ ini diperbaiki dengan meminimalkan kecacatan tertinggi yang terkait, yang dicari dengan bantuan pareto diagram. Usaha perbaikan dilakukan terhadap faktor penyebab dominan yang dinyatakan dalam fishbone diagram. Indikator keberhasilan yang dipakai antara lain DPMO, SQL, Cpk, yield dan analisa biaya kualitas, yang diukur sebelum dan sesudah implementasi perbaikan. Perbandingan indikator keberhasilan menyatakan peningkatan kualitas proses produksi speaker CV. X. Saran yang diberikan, termasuk perbaikan sistem pengendalian kualitas, diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan level kualitas perusahaan, dimana keinginan dan harapan pelanggan dapat senantiasa dipenuhi sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Proyek peningkatan kualitas harus dijalankan secara kontinu sehingga dapat mencapai level kualitas yang lebih tinggi di waktu mendatang.

Keyword : quality function deployment, ctq, pareto diagram, fishbone diagram, dpmo, sql, cpk, yield, quality costing, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2017/

Pengukuran dan upaya peningkatan kualitas layanan rumah makan Cianjur di Surabaya dengan metode servqual

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , LINAWATI

Perkembangan bisnis rumah makan yang pesat di Surabaya telah menimbulkan persaingan yang sangat ketat, dimana pelaku bisnis dituntut untuk dapat memberikan yang terbaik bagi konsumen. Pemenuhan harapan konsumen akan mendatangkan kepuasan konsumen dan keuntungan bagi pelaku bisnis. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kepuasan dan harapan konsumen serta kesenjangan (gap) kualitas layanan yang terjadi pada ketiga cabang rumah makan Cianjur di Surabaya dengan menggunakan metode Servqual yang terdiri dari lima dimensi kualitas yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pada ketiga cabang Cianjur di Surabaya terjadi kesenjangan (gap) antara tingkat kepuasan dan tingkat harapan konsumen. Kesenjangan (gap) terjadi pada dimensi tangible dan responsiveness. Kesenjangan (gap) yang terjadi disebabkan karena standar kualitas layanan yang kurang baik dan bersifat informal.

Keyword : restorant, quality control, statistic, consumer?s satisfaction, gaps, servqual method

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2848/

Perancangan sistem pengendalian kualitas di PT Satriagraha Sempurna dengan output quality plan

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, PETER

PT Satriagraha Sempurna baru-baru ini memperoleh ISO 9001:2000 mengenai sistem manajemen mutu. Hal yang mendasari perusahaan tersebut untuk mendapatkan ISO 9001:2000 adalah kualitas menjadi dasar kepuasan konsumen dalam memilih produk dan pada saat ini masyarakat semakin kritis di dalam memilih kualitas produk, sehingga mau tidak mau perusahaan harus memperhatikan kualitas mereka agar produk mereka tetap eksis di pasaran dan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis. Akan tetapi sistem pengendalian kualitas yang berjalan masih memerlukan peningkatan-peningkatan. Oleh karena itu melalui tugas akhir ini penulis akan menyusun sebuah sistem pengendalian kualitas yang baru yang lebih terstruktur dengan baik dan terperinci dengan output quality plan untuk PT Satriagraha Sempurna. Perancangan ini meliputi penentuan karakteristik kualitas, standar penerimaan, jenis dan criteria kecacatan, dan aktivitas kritis. Data yang diambil didasarkan pada quality plan yang telah dibuat dan untuk memudahkan pengambilan datanya maka digunakan check sheet. Untuk mengolah data maka dibuatlah peta kendali. Data kemudian dianalisa dengan pembuatan diagram pareto untuk mengetahui jumlah kecacatan dari yang besar sampai yang kecil, sehingga dapat dibuat cause and effect diagram. Setelah dilakukan analisa dari quality plan diperoleh proses kritis yang harus mendapatkan perhatian yang lebih lagi sehingga pada proses tersebut dapat ditekan seminimum mungkin prosentase kecacatannya. Proses kritis tersebut yaitu pada proses corrugating, printing, stitching, dan lilin.

Keyword : quality plan, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3741/

Analisa penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SILVANA, CAROLINE

Analisa Penggunaan Absorber Pada Speaker Ukuran 15 ” Iron Chip (IRC) adalah jenis kecacatan yang sering terjadi di lini produksi dimana speaker kemasukan benda asing yang dapat terpengaruh oleh medan magnet. Maka dari itu, penulis mencari cara untuk mengurangi angka cacat IRC tersebut. Dalam melakukan penelitiannya, penulis melakukan beberapa langkah. Langkah pertama adalah menguji sampel menggunakan uji proporsi. Sampel yang dipakai ialah speaker ukuran 15″ dan speaker ukuran 12″ . Hasil yang didapatkan ialah persentase kerusakan jenis IRC pada speaker ukuran 15″ lebih besar daripada persentase kerusakan jenis IRC pada speaker ukuran 12″ . Hal ini terjadi karena ada perbedaan perlakuan dimana speaker ukuran 12″ melewati proses absorber sedangkan speaker ukuran 15″ tidak melewati proses absorber. Absorber adalah mesin untuk mengurangi IRC. Setelah itu penulis mengusulkan penggunaan absorber untuk speaker ukuran 15″ dengan harapan agar kecacatan jenis IRC dapat dikurangi sehingga ada pengurangan biaya yang dikeluarkan. Langkah selanjutnya adalah membandingkan biaya untuk memproduksi speaker ukuran 15″ dengan menggunakan absorber dan speaker ukuran 15″ tanpa menggunakan absorber. Perhitungan biaya ini menunjukkan bahwa melalui penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″ mampu menghemat biaya sebesar 5.09 %. Kesimpulannya ialah penggunaan absorber pada speaker ukuran 15″ mampu mengurangi kecacatan IRC sehingga mampu pengurangan biaya.

Keyword : quality control, irc defect, speaker, absorber, cost reducement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2542/

Penurunan tingkat kecacatan produk briquette arang dengan menggunakan eksperimen desain di UD. Ramtera

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, OSCAR

UD. Ramtera merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam memproduksi arang sawdust briquette charcoal sebagai produk utamanya. Perusahaan ini umumnya menghasilkan produk dengan perbandingan sebagai berikut: 70% produk dengan grade A, 20% grade B dan 5% grade C, sedangkan sisa 5% lainnya remuk (wastages). Penelitian pada Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengurangi jumlah kecacatan sehingga produksi arang dengan grade A dapat ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan eksperimen desain dengan metode 2 k-p Fractional Factorial Design untuk menentukan kombinasi terbaik pada tiap level dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan untuk memenuhi tujuan awal penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa kombinasi komposisi bahan baku serbuk sawmill : serbuk moulding : serbuk ukuran 4 mm adalah 60% : 20% : 20%, tekanan pada mesin press yang digunakan adalah 65 ton/m 2 , lama pembakaran dalam oven adalah 16 hari, suhu pembakaran dalam oven adalah 700 0 C, jumlah arang dalam tungku adalah 475 ikat adalah kombinasi yang terbaik untuk mengurangi kecacatan yang ditemui pada produk akhir.

Keyword : quality control, sawdust briquette charcoal, ramtera

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2861/

Analisis sistem manajemen lingkungan ISO (14000) dan kemungkinan implementasinya oleh para kontraktor kelas A di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJONNI, CHRISTIAN;

IS0 14000 merupakan salah satu wahana untuk menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan (SML) Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum seberapa jauh para kontrakor kelas A di Surabaya mengetahui informasi, elemen, dan keuntungan IS0 14000 serta bagaimana menganalisa SML tersebut. Dalam penelitian ini akan dijelaskan landasan teori IS0 14000 dan tahapan tahapan sistem manajemen lingkungan (SML). Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dan survey dengan 34 responden dan untuk analisa data digunakan analisa mean dan frekuensi. Dari analisa data, didapatkan hasil 64,7 I % responden mengetahui informasi tentang IS0 14000 dari seminar, internet, literatur, dan sistem manajemen mutu. Sedangkan untuk SML didapatkan hasil bahwa isu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan merupakan isu yang menjadi kecenderungan terbesar (85,29 %) dan mendapat tanggapan staf tertinggi (mean rank 5,21). Untuk tahap evaluasi dampak isu didapatkan bahwa dampak terhadap limbah dan bahan-bahan berbahaya merupakan dampak terbesar (mean rank 4,79). Untuk tahap pengembangan posisi, faktor terbesar adalah faktor tuntutan pasar (mean rank 5,06). Untuk tahap pengembangan strategi, proaktif merupakan strategi yang banyak dipilih. Untuk tahap implementasi (pengembangan taktik), didapatkan bahwa melakukan penempatan bangunan yang tepat sesuai dengan pengaturan tata letak wilayah bangunan yang ada dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi ( 100 %) merupakan pengembangan taktik yang paling banyak dipilih dari seluruh alternatif pengembangan taktik yang ada, sedangkan untuk tahap evaluasi didapatkan bahwa hambatan terbesar untuk tahap implementasi adalah teknologi yang belum memadai ( 100 YO ). Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa bagi kontraktor, isu keselamatan dan kesehatan kerja karyawan serta isu penggunaan bahan / material merupakan isu yang menjadi perhatian mereka dan diharapkan dapat menerapkan sistem manajemen lingkungan (ISO 14000) dalam perusahaannya.

Keyword : quality control, environmental protection

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4456/

Upaya peningkatan pencapaian target produksi di PT. Samador Intiperoksida

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSILAWATI, LINGGA

Target produksi merupakan sesuatu hal yang diharapkan dapat dicapai oleh suatu industri manufaktur, khususnya industri yang terfokus pada kegiatan memproduksi suatu produk jadi dan proses produksi yang ada bersifat kontinyu. Contohnya saja di industri kimia yang memproduksi Hidrogen Peroksida, yang dalam hal ini diwakili oleh PT. Samator Intiperoksida. Seringkali target produksi tidak tercapai secara optimal, hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Faktor-faktor tersebut merupakan suatu integrasi yang saling terkait dari beberapa pihak yaitu pihak supplier, divisi-divisi intern perusahaan seperti divisi Produksi, PPIC dan Marketing yang mana masing-masing pihak terkadang mempunyai visi dan misi yang berbeda. Faktor-faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya target produksi secara optimal adalah frekuensi shut down produksi yang cukup tinggi, metode peramalan permintaan yang kurang tepat, sistem perencanaan material yang kurang tepat dan seringnya terjadi revisi dalam kebijakan penetapan target dari pihak marketing perusahaan. Didalam laporan ini berusaha mendapatkan suatu solusi pemecahan yang dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam upaya peningkatan pencapaian target produksi secara optimal di PT. Samator Intiperoksida. Untuk membantu dalam pembahasan masalah, digunakan alat bantu diagram fishbone untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang terkait dalam permasalahan, diagram pareto untuk menetukan prioritas pembahasan masalah, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan software Expert Choisce untuk pemilihan alternatif yang sesuai dengan perusahaan, teori perhitungan mengenai keandalan mesin dalam membuat jadwal maintenance mesin yang memiliki total biaya yang minimum, metode multiplicative winter untuk peramalan permintaan yang sesuai, teori Fixed Order Quantity (FOQ) serta Material Requirement Planning (MRP) dalam membuat sistem perencanaan material yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Solusi yang diusulkan dalam upaya peningkatan pencapaian target produksi di PT. Samator Intiperoksida adalah memperbarui komitmen antara pihak perusahaan dengan pihak supplier (dalam hal ini adalah supply hidrogen), membuat jadwal preventive maintenance mesin dengan total biaya minimum, memilih metode peramalan yang sesuai (Multiplicative Winter) serta membuat sistem perencanaan material (MRP) dengan FOQ.

Keyword : industrial, quality control, samator intiperoksida

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2544/

Penentuan standar parameter welding pada mesin R1 baru di PT. Spindo unit 1

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TANUHARDJO, LEO

PT. SPINDO merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang produksi pipa baja yang menghasilkan banyak varian. Pada umumnya perusahaan ini memproduksi pipa berjenis pipa hitam, galvanized pipe, pipa perabot dan juga pipa stainless steel. Penelitian yang dilakukan pada magang Tugas Akhir ini bertujuan untuk menentukan usulan standar parameter welding pada mesin pipa R1 baru yang belum mempunyai standar parameter. Dimana standar parameter ini akan menjadi pedoman kerja bagi para operator mesin R1 baru. Penelitian ini melakukan pengolahan data hasil pengamatan dimana hasilnya sangat dipengaruhi oleh efektifitas dari faktor kerja yang ada yaitu Speed mesin, jam kerja mesin dan produk yang dihasilkan (OEE). Dimana nilai total efektifitasnya akan digunakan untuk memenuhi tujuan awal dari penelitian ini. Selain itu pengolahan juga dilakukan untuk meghitung nilai efisiensi energi yang digunakan. Pada akhir dari penelitian dihasilkan standar parameter yang telah ditentukan berdasar pada total efektifitas faktor-faktor kerja serta dari nilai efisiensi energi yang digunakan. Masalah-masalah yang sering terjadi pada mesin R1 baru juga menjadi suatu data masukan bagi pihak perusahaan untuk menentukan langkah perbaikan yang diinginkan. Hal ini akhirnya akan berpengaruh juga pada total efektifitas mesin R1 baru.

Keyword : quality control, total effectiveness, energy efficiency, parameter standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2862/

Pengukuran kerja, penerapan pengendalian kualitas dan peningkatan kapasitas produksi di PT. Golden Footwear Indotama

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARGARETTA;, MARTA

PT. Golden Footwear Indotama adalah sebuah perusahaan dengan bidang usaha alas kaki khusus sepatu injection. Adapun brand yang di produksi di PT. Golden Footwear Indotama adalah New Era dan Start. Pengukuran kerja adalah metode penetapan keseimbangan antara jalur manusia yang dikontribusikan dengan unit keluaran yang dihasilkan. Hasil pengukuran yang dilakukan akan menghasilkan waktu baku yang dapat dijadikan sebagai waktu standard bagi semua pekerja. Elemen dasar dari pengukuran kerja adalah pemikiran usaha pencapaian efisiensi kerja dan pemikiran untuk mempertimbangkan perilaku manusia. Pengendalian kualitas merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan sepatu yang berkualitas. Dimana tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk meminimalkan kecacatan. Karena adanya kecacatan membuat perusahaan harus melakukan rework kembali. Produktivitas sangat penting untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut produktif atau tidak. Dengan nilai produktivitas akan diketahui apakah proses produksi telah difungsikan secara tepat untuk menghasilkan output yang optimal juga untuk mengetahui apakah input dipakai secara efisien.

Keyword : work measure, quality control, productivity

Analisa pengendalian kualitas bagian giling dan gunting di PT HM Sampoerna Tbk

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , MELVINA

Keyword : quality control, quality cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5593/

Older Posts »

The Silver is the New Black Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers