Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Desain sistem scada untuk pengontrolan pompa distribusi air

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TIEK, JOHN

Sistem pendistribusian air di kota Surabaya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan debit air yang diterima antara zona yang satu dengan zona yang lain tidak merata. Selain debit yang tidak merata, masalah kebocoran yang timbul juga kian serius sehingga hal ini memerlukan penanganan sesegera mungkin. Oleh karena banyaknya parameter yang perlu dikontrol seperti : putaran pompa, pengaturan valve dan pendeteksian kebocoran maka otomatisasi dalam sistem pendistribusian air diharapkan dapat membantu agar sistem pendistribusian dapat lebih optimal. Otomatisasi sistem pendistribusian air dilakukan dengan menerapkan teknologi SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Dalam sistem SCADA ini pengontrolan difokuskan pada pengaturan putaran pompa untuk mengontrol debit dari pompa, selain itu ada fasilitas tambahan yaitu sebagai pendeteksian kebocoran pada pipa distribusi. Pengontrolan dengan SCADA dilakukan dengan memanfaatkan Software Intouch 7.1 dari Wonderware yang dapat menghubiuigkan komputer dengan PLC. Dengan mempergunakan SCADA kita dapat mengontrol pompa dan valve yang kita pergunakan dalam system pendistribusian air walaupun kita tidak berada pada lokasi pompa dan valve. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan PLC dan Komputer sebagai perantara antara manusia dan alat yang akan dikendalikan. Dengan memanfaatkan SCADA maka perolehan debit air pada masing-masing Subzona Simohilir yang terdiri dari 3 meter induk dapat lebih merata. Sebelurn menggunakan SCADA debit pada masing-masing Subzona adalah: 6.566,26 m3/hari ; 1.059,8 m3/hari ; dan 286,8 m3/hari. Setelah mempergunakan SCADA didapat debit rata-rata sebesar 2.637,62 m3/hari pada masing-masing Subzona. Selain itu kebocoran yang semula mencapai 40 % dapat ditekan menjadi 20 % sehingga dapat meningkatkan pelayanan PDAM terhadap pelanggan. Penambahan booster pump mungkin diperlukan agar tekanan di meter induk dapat ditingkatkan dari 2,8 meter kolom air menjadi 3,6 meter kolom air sehingga penduduk di lokasi terjauh dari meter induk memperoleh tekanan sebesar 1 meter kolom air sesuai dengan standar PDAM.

Keyword : scada, water pump

Desain miniatur distribusi air minum dengan menggunakan scada

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WINTAREJA, ALAN

Pada saat ini, penggunaan Software SCADA Wonderware sebagai salah satu software yang bersifat real-time sangat dibutuhkan, terutama sebagai monitoring suatu sistem yang membutuhkan kecermatan dalam mengatasi berbagai kondisi yang mungkin dapat terjadi sewaktu-waktu yang sulit diatasi oleh manusia. Pada Tugas Akhir ini penggunaan Software SCADA Wonderware diaplikasikan pada sistem distribusi air minum. Sistem distribusi air minum ini memiliki berbagai kondisi yang mungkin terjadi tanpa disadari oleh manusia, salah satu contohnya adalah adanya kebocoran pada pipa. Oleh sebab itu dengan menggunakan software SCADA Wonderware kita dapat mengatasi kekompleksan suatu sistem yang ingin kita kontrol sehingga sistem tersebut dapat bekerja dengan baik. Pengaplikasian software SCADA Wonderware ini sangat tepat untuk digunakan pada sistem distribusi air minum. Desain Miniatur Distribusi Air ini terdiri dari tiga bagian utama yaitu: control system yaitu PLC LG GLOFA GM7 beserta Analog I/O Module, papan display miniatur distribusi air dan software SCADA Wonderware sebagai monitoring sistem distribusi air. Komunikasi antara PLC LG GLOFA GM-7 dan software SCADA Wonderware dengan protocol RS-232 memiliki kecepatan pengiriman 1 Oms apabila menggunakan baud rate 57600 dan word length 1. Penempatan flow sensor penting untuk mengatasi kebocoran air minum. Penempatan flow sensor pada ujung-ujung pipa distribusi. Flow sensor harus ditambahkan apabila terdapat percabangan pipa. Penempatan flow sensor pada sub zona harus memperhatikan debit air minum pelanggan dan percabangan pipa. Desain untuk sub zona Raya Simohilir membutuhkan 47 flow sensor dengan 24 ADC Module (8 PLC LG GLOFA GM-7).

Keyword : scada, automatic control, computer programs, software, supervisor, control, data, acquiaition, water

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1466/

Implementasi wonderware suitevoyager 2.5 untuk scada berbasis web pada plc omron cpmi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AUDHIE, RONALD

Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan mengimplementasikan Wonderware SuiteVoyager 2.5 untuk membuat Man Machine Interface yang berbasis Web Internet, sehingga dapat di akses dari jarak jauh. PLC di hubungkan dengan PC Server menggunakan kabel serial RS-232. Plant berupa sebuah miniatur rumah sederhana. Plant di kontrol PLC OMRON CPM1 dengan menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui software Sysmac-CPT v1.12. Program yang digunakan adalah Wonderware InTouch 9.0, Wonderware InSQL 8.0, Wonderware SuiteVoyager 2.5, OMRON Host Link. Dari hasil pengujian, sistem ini dapat melakukan fungsi controlling dan monitoring pada plant, sistem ini dapat menyimpan status ke dalam database dan menampilkan isi database ke dalam web portal. Konsumsi daya total adalah 2,7337 Watt. Respon waktu yang diperlukan pada jaringan intranet sebesar 0,77 detik untuk menyalakan lampu, sebesar 1,21 detik untuk menyalakan fan, dan sebesar 1,87 detik untuk menyalakan dimmer. Respon waktu yang diperlukan pada jaringan internet sebesar 1,16 detik untuk menyalakan lampu, sebesar 1,34 detik untuk menyalakan fan, dan sebesar 1,95 detik untuk menyalakan dimmer.

Keyword : scada, plc omron, wonderware, server, omron host link

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3325/

Aplikasi mobile SCADA System menggunakan PDA berbasis WiFi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NYOMAN, VICTOR

Dengan perkembangan teknologi perindustrian saat ini, Industri yang sebelumnya masih manual, mulai beralih ke teknologi automasi dengan melibatkan fitur SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Lebih lanjut SCADA berkembang dengan menggunakan sebuah jaringan wireless. Dengan adanya teknologi ini, maka terbuka kemungkinan untuk membangun sebuah aplikasi SCADA yang terintegrasi penuh pada mobile devices. Sehingga aplikasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan bisnisnya secara mobile. Plant yang digunakan merupakan sebuah plant sederhana yaitu sebuah lampu, kipas angin (keduanya tegangan AC), sensor suhu, dan sensor cahaya. Plant dikontrol melalui sebuah PLC OMRON CPM1 yang diprogram dengan ladder diagram dari program Syswin 3.0. Sedangkan untuk server PC dan PDA menggunakan program Visual Basic .NET. Server PC terhubung oleh PLC menggunakan kabel RS-232 dan PDA terhubung dengan server PC menggunakan jaringan WiFi. Untuk menyimpan database dari plant menggunakan SQL Server 2005 Express Edition yang sekaligus sebagai jembatan penghubung antara PDA dengan Server PC. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi dapat melakukan monitoring, controlling, dan data acquisition terhadap plant dengan waktu koneksi sekitar 40 detik dan pengontrolan selama 0,63 hingga 1,63 detik.

Keyword : scada, pda, wifi, wireless, remote monitoring and controlling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3360/

Studi perencanaan KWH meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV di PLN UPJ Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , TONNY

Perencanaan KWH Meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV ini dipilih pada PLN UPJ area pelayanan Gresik, dimana terdapat GI Segoromadu, GI Petrokimia, GI Manyar, GI Cerme, GI Altaprima, dan GI Lamongan yang sebagian besar mencatu kecamatan KIG (Kawasan Industri Gresik) dan KIM (Kawasan Industri Maspion Manyar) serta kawasan industri tersebar di Segoromadu-Kebomas. Untuk meningkatkan keakuratan pembacaan KWH meter sehingga timbul costumer satisfaction, maka direncanakan penggunaan KWH meter elektronik berbasis SCADA, yang merupakan AMR (Automatic Meter reading). Perencanaan KWH Meter elektronik ya ng merupakan Automatic Meter Reading diperuntukkan memantau pelanggan potensial sebanyak 23 pelanggan dengan daya antara 1110 KVA sampai dengan 14230 KVA, dimana kesemuanya termasuk dalam pelanggan industri (I3 dan I4) dan bisnis (B3).

Keyword : electronic, kwh meter, scada, computer program, electric meter

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3929/

Pembuatan program scada berbasis web internet untuk PLC omron CPMI

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LESMANA, MEIRUDY

Perkembangan teknologi yang cukup pesat, menyebabkan banyak industri yang menggunakan teknologi automasi. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan membuat Man Machine Interface yang berbasis Web Internet, sehingga dapat diakses dari jarak jauh. PLC dihubungkan dengan PC menggunakan kabel serial RS-232. Plant berupa sebuah miniatur rumah sederhana, yang terdiri dari 3 buah lampu LED, sebuah fan, dan sebuah lampu dimmer. Plant dikontrol PLC OMRON CPM1 yang diprogram menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui software Syswin 3.0. Program yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0, PHP, dan MySQL. Microsoft Visual Basic 6.0 berfungsi untuk menghubungkan PLC dengan PC. PHP berfungsi untuk menampilkan dalam bentuk web. MySQL berfungsi untuk menyimpan kondisi plant ke dalam suatu database. Sistem ini juga dilengkapi dengan sekuriti, sehingga pengguna harus melakukan “login” terlebih dahulu untuk dapat mengendalikan plant. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini dapat mengetahui apabila plant dinyalakan secara manual dengan switch. Sistem ini juga dapat digunakan oleh beberapa client dalam waktu bersamaan. Konsumsi daya total adalah 2,738 Watt.

Keyword : human machine interface, scada, plc, internet

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4297/

Pembuatan program man machine interface dengan simple database untuk plc omron

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJAHYONO, RUDY

Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk membuat Man Machine Interface yang ber database dari suatu plan sederhana yang dikontrol oleh PLC dari vendor OMRON dengan menggunakan kabel serial RS-232 sebagai media komunikasi antara PC dengan PLC. Plant dibuat dalam bentuk miniatur rumah yang sederhana. Plan ini dikontrol oleh sebuah PLC OMRON CPM1 dan proses kerjanya ditampilkan pada sebuah software SCADA yang memakai Microsoft Visual Basic 6.0. Program PLC menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui software Syswin 3.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini sudah dapat menyalakan 3 LED, sebuah fan dan sebuah lampu dimmer dan juga mampu memonitor apabila dinyalakan dengan tombol dari luar. Adapun konsumsi daya total adalah 2.744 Watt. Kerusakan pada hardware di luar PLC tidak akan terdeteksi dikarenakan software hanya akan membaca kondisi PLC.

Keyword : automation, plc, scada

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4465/

The Silver is the New Black Theme. Get a free blog at WordPress.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers