Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penelitian beton geopolymer dengan fly ash untuk beton struktural

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUTANTO;, ERICK

Beton geopolymer merupakan suatu varian beton yang cukup baru dalam dunia konstruksi di Indonesia pada khususnya. Beton geopolymer merupakan suatu produk beton yang secara total tidak menggunakan semen. Sebagai pengganti semen digunakan fly ash. Dalam penelitian ini digunakan 18 buah komposisi campuran beton yang terbagi menjadi 2 bagian besar yaitu tanpa penambahan sodium silikat dan sodium hidroksida serta dengan penambahan sodium silikat dan sodium hidroksida. Penambahan sodium silikat dan sodium hidroksida ini diberikan dengan dosis 5% dan 10%. Selain itu juga digunakan komposisi dengan perbandingan binder yang berbeda yaitu sebesar 50% : 50% dan 75% : 25%. Sifat-sifat beton geopolymer didapatkan dengan pengujian absorpsi dan pengujian kuat tekan dari sample beton geopolymer. Pengujian absorpsi dilakukan pada saat umur beton 28 hari. Pengujian absorpsi pada penelitian ini berdasarkan ASTM. Sedangkan pengujian kuat tekan dilakukan pada saat umur beton 7, 14, 28 dan 56 hari. Dari hasil pengujian absorpsi, beton geopolymer tergolong dalam kategori absorpsi rendah. Sedangkan dari hasil tes kuat tekan, beton geopolymer dapat mencapai 25 MPa dan dengan biaya produksi yang kompetitif terhadap beton konvensional.

Keyword : geopolymer, binder, fly ash, absorption test, compression test, ASTM, sodium silicate, sodium hydroxide.

Sumber : http://repository.petra.ac.id/925/

Penelitian awal penggunaan sodium silicate Be 34 R 3,3 dalam meningkatkan mutu beberapa properties campuran mortar

Author : BUDI, GUNAWAN

Penambahan sodium silicate bertujuan untuk meningkatkan beberapa propertis dari campuran mortar antara lain compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorpiion, density, dan initial surface absorption. Penelitian ini menggunakan metode taguchi ‘s fractional factorial design untuk membuat 4 variasi mix dengan perbandingan semen: pasir dan kadar sodium silicate yang berbeda. Dari hasil percobaan, didapatkan nilai compressive strength terbesar 7,87 MPa dan terkecil 3,60 MPa, tensile strength terbesar 2,02 MPa dan terkecil 0,30 MPa, linear shrinkage terkecil 0,02 mm dan terbesar 0,10 mm, water absorption terkecii 4,78 % dan terbesar 8,14 %, density terbesar 2,09 gr/cm 3 dan terkecil 1,92 gr/cm 3 , initial surface absorption terkecil 4,53 ml/m 2 s dan terbesar 16,19 ml/m 2 s. Nilai propertis dari 4 macam mix tersebut kemudian dibandingkan terhadap mortar normal. Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa penambahan sodium silicate dapat meningkatkan compressive strength sampai 28 %, tensile strength sampai 80 %, linear shrinkage sampai 79 %, water absorption sampai 30 %, dan initial surface absorption sampai 51 %. Sedangkan untuk density penambahan sodium silicate tidak memberikan manfaat yang berarti. Mix design dengan komposisi semen : pasir = 5:17 dan kadar sodium silicate 2,50 % menghasilkan mortar dengan mutu propertis paling baik.

Keyword : sodium silicate, compressive strength, tensile strength, linear shnnkage, water absorption, density, initial surface absorption

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1571/

Komposisi alkaline aktivator dan fly ash untuk beton geopolimer mutu tinggi

Author : YUWONO, CALVIN

Beton geopolymer atau beton dengan bahan dasar 100% fly ash ini merupakan salah satu alternatif pengganti beton yang pada umumnya menggunakan semen sebagai bahan dasar. Fly ash sendiri tidak dapat mengeras seperti halnya semen, maka dibutuhkan alkaline aktivator untuk mengikat fly ash. Beton geopolymer merupakan suatu material baru dan cukup potensial untuk digunakan di dalam dunia konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari komposisi mix design beton geopolymer mutu tinggi. Di dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah perbandingan sodium silikat dan sodium hidroksida, konsentrasi sodium hidroksida, penggunaan superplasticiser, persiapan alkaline aktivator yang digunakan, faktor air-fly ash, kekuatan beton berdasarkan umur, perbandingan fly ash dan pasir, dan pengamatan terhadap pola keruntuhan yang terjadi. Hasilnya menunjukan bahwa perbandingan sodium silikat : sodium hidroksida yang paling efektif adalah 2.5. Konsentrasi sodium hidroksida yang menghasilkan kuat tekan beton tertinggi dalam penelitian ini adalah 8 Molar. Kuat tekan beton geopolymer yang dihasilkan paling optimum dalam penelitian ini adalah 75.77 MPa.

Keyword : geopolymer concrete, alkaline activator, compressive strength, fly ash, sodium silicate, sodium hydroxide, superplasticiser

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2858/

The Silver is the New Black Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 44 other followers