Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisis pengaruh stock split terhadap earning pada perusahaan yang listing di PT. Bursa Efek Jakarta

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDRIANTI, FONY

Keputusan investasi dan pembelanjaan jangka panjang serta keputusan untuk menentukan berapa banyak deviden yang harus dibagikan kepada para pemegang saham merupakan suatu masalah penting yang sering dihadapi oleh perusahaan yang go-publik. Keputusan-keputusan diatas mempengaruhi nilai perusahaan dimata para investor, yang dicerminkan dengan harga saham perusahaan tersebut. Harga pasar suatu saham mencerminkan nilai dari perusahaan. Semakin tinggi harga saham, maka makin tinggi pula nilai perusahaan, demikian pula sebaliknya, semakin rendah harga saham maka makin rendah pula nilai perusahaan tersebut dimata investor. Selain itu harga saham juga mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran terhadap saham tersebut. Oleh karena itu, suatu perusahaan yang menerbitkan saham akan memperhatikan tingkat harga sahamnya. Harga saham yang terlalu rendah sering kali diartikan dengan kinerja perusahaan yang kurang baik. Tetapi disisi lain, bila harga saham terlalu tinggi akan dapat mengurangi kemampuan investor untuk membeli sehingga akibatnya akan sulit bagi perusahaan untuk meningkatkan harga sahamnya lagi.

Keyword : portfolio, management, investment analysis, bursa efek jakarta, stock split, earning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/822/

Pengaruh tingkat kemahalan harga saham dan kinerja keuangan perusahaan terhadap keputusan stock split pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TIONO;, FENNY

Stock split sangat popular dalam beberapa waktu terakhir ini, karena stock split dapat berfungsi sebagai kosmetik untuk strategi perusahaan dalam merestrukturisasi saham perusahaan di pasaran. Ada dua ?competing theories? dalam stock split yaitu trading range theory dan signaling theory. Kedua teori ini difungsikan sebagai penjelasan dari stock split tersebut. Menurut trading range theory , stock split dapat meningkatkatkan likuiditas dan membuat saham menjadi lebih menarik bagi investor. Signaling theory menjelaskan bahwa stock split dapat menjadi sinyal atas sebuah informasi dari manajemen untuk menunjukkan performa yang baik dari perusahaan dimasa mendatang. Tujuan dari penelitian ini adalah agar kita dapat memperoleh bukti-bukti empiris, serta untuk menguji faktor-faktor yang memiliki efek dalam pengambilan keputusan stock split dari perusahaan terdaftar di JSX dari tahun 2000 hingga 2003, termasuk pengaruh stock split terhadap frekuensi dari perdagangan saham di pasar.

Keyword : stock split, liquidity, trading range theory, signaling theory

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1533/

Pengaruh informasi pengumuman stock split two for one terhadap abnormal return saham perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta periode 1996-2001

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FRANKLIN, CHARLES

Secara sederhana, stock split berarti memecah saham menjadi n lembar saham. Stock split mengakibatkan bertambahnya lembar saham yang beredar tanpa transaksi jual beli yang mengubah besarnya modal. Harga per lembar saham baru setelah pemecahan saham adalah sebesar 1/n dari harga sebelum pemecahan saham. Stock split merupakan fenomena dalam literatur ekonomi keuangan perusahaan yang membingungkan. Meskipun secara teoritis stock split tidak berpengaruh pada proposi kepemilikan, tetapi banyak peristiwa stock split di pasar modal memberikan indikasi bahwa stock split merupakan alat yang penting dalam praktik pasar modal. Pada pengujian terhadap mean abnormal return selama dua hari sebelum pengumuman stock split sampai dua hari sesudah pengumuman stock split, terdapat positive mean abnormal return yang signifikan baik dengan menggunakan IHSG maupun indeks LQ 45 sebagai expected return. Pada pengujian terhadap mean abnormal return selama satu tahun sesudah pengumuman stock split terdapat negative mean abnormal return yang signifikan dengan menggunakan IHSG sebagai expected return sedangkan dengan menggunakan indeks LQ 45 sebagai expected return terdapat negative mean abnormal return yang tidak signifikan.

Keyword : stock split, abnormal return, market capitalization, stock price

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3547/

The Silver is the New Black Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 46 other followers