Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi perbandingan produk direct chill casting dengan permanent mold casting

Author : SAN, JOHN

Dalam pemilihan proses produksi, metode yang akan digunakan biasanya bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Metode yang dipakai akan berpengaruh terhadap struktur mikro yang terbentuk dan sifat mekanisnya. Dari penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat mekanis dan struktur mikro antara direct chill casting dan permanent mold casting, metode apa yang akan dipilih jika akan memproduksi silinder pejal. Pemilihan jenis metode didasarkan pada kualitas hasil cor untuk menghasilkan silinder pejal. Kualitas produk cor silinder pejal tersebut diteliti struktur mikro, kekerasan, serta kekuatan tariknya, apakah dipengaruhi oleh metode yang digunakan dan temperature tuangnya. Variasi temperature yang digunakan adalah 750 o C, 775 o C, 800 o C. Kualitas produk silinder pejal yang telah diteliti struktur mikro, kekerasan serta kekuatan tarik dipengaruhi oleh metode yang digunakan dan temperature tuang yang digunakan serta posisi. Dari kedua metode diatas, memiliki sifat mekanis yang hampir sama dan struktur mikro yang sama pula namun berbeda dalam hal ukuran. Dari hasil percobaan kedua metode tersebut secara garis besar metode Direct Chill Casting mempunyai hasil yang baik ditinjau dari kekerasan dan kekuatan tariknya.

Keyword : direct chill casting, permanent mold casting, micro structure, tensile strength, hardness rockwell b, manufacture, engineering

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4819/

Analisa pengaruh variasi kecepatan turun dan temperatur tuang pada proses direct chill casting terhadap sifat mekanik round

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RACHMADI, SILVESTER

Direct chill casting merupakan proses pengecoran dengan pembekuan cepat yang dipengaruhi oleh faktor temperatur tuang dan kecepatan turun bottom block . Pembekuan cepat akan mempengaruhi sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sejauh mana pengaruh temperatur tuang dan kecepatan turun bottom block terhadap sifat mekanik produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kecepatan turun bottom block sebesar 57 mm/menit dan 67 mm/menit dengan temperatur tuang sebesar 750 0 C, 775 0 C dan 800 0 C. Analisa sifat mekanik yang dilakukan meliputi pengujian kekerasan dan kekuatan tarik. Nilai kekerasan dan kekuatan tarik yang didapat akan dibandingkan satu dengan yang lain untuk mengetahui variasi mana yang dapat menghasilkan produk cor yang paling tinggi nilai kekerasan dan kekuatan tariknya. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kekerasan yang cenderung tidak seragam pada potongan melintang yaitu dari posisi tepi ke pusat dan pada potongan membujur dari bagian bawah ke atas. Nilai kekerasan dan kekuatan tarik yang paling tinggi ini didapatkan pada variasi kecepatan turun bottom block sebesar 57 mm/menit dan temperatur tuang sebesar 775 0 C.

Keyword : chill, casting, mechanical properties, hardness, tensile strength, aluminium

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4821/

Penelitian awal penggunaan sodium silicate Be 34 R 3,3 dalam meningkatkan mutu beberapa properties campuran mortar

Author : BUDI, GUNAWAN

Penambahan sodium silicate bertujuan untuk meningkatkan beberapa propertis dari campuran mortar antara lain compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorpiion, density, dan initial surface absorption. Penelitian ini menggunakan metode taguchi ‘s fractional factorial design untuk membuat 4 variasi mix dengan perbandingan semen: pasir dan kadar sodium silicate yang berbeda. Dari hasil percobaan, didapatkan nilai compressive strength terbesar 7,87 MPa dan terkecil 3,60 MPa, tensile strength terbesar 2,02 MPa dan terkecil 0,30 MPa, linear shrinkage terkecil 0,02 mm dan terbesar 0,10 mm, water absorption terkecii 4,78 % dan terbesar 8,14 %, density terbesar 2,09 gr/cm 3 dan terkecil 1,92 gr/cm 3 , initial surface absorption terkecil 4,53 ml/m 2 s dan terbesar 16,19 ml/m 2 s. Nilai propertis dari 4 macam mix tersebut kemudian dibandingkan terhadap mortar normal. Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa penambahan sodium silicate dapat meningkatkan compressive strength sampai 28 %, tensile strength sampai 80 %, linear shrinkage sampai 79 %, water absorption sampai 30 %, dan initial surface absorption sampai 51 %. Sedangkan untuk density penambahan sodium silicate tidak memberikan manfaat yang berarti. Mix design dengan komposisi semen : pasir = 5:17 dan kadar sodium silicate 2,50 % menghasilkan mortar dengan mutu propertis paling baik.

Keyword : sodium silicate, compressive strength, tensile strength, linear shnnkage, water absorption, density, initial surface absorption

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1571/

Penelitian mengenai pengaruh polypropylene fibre pada self compacting concrete terhadap kuat tekan dan kuat tarik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, JEFRY

Self Compacting Concrete ( SCC ) merupakan campuran beton yang mampu memadat sendiri tanpa menggunakan vibrator. SCC memerlukan mineral admixtures berupa fly ash serta chemical admixture berupa viscocrete yang berviskositas tinggi agar flowable. Beton juga memiliki kekurangan dalam penggunaannya yaitu kuat tarik yang rendah. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini digunakan polypropylene fibre sehingga dapat meningkatkan kuat tarik pada beton. Pada penelitian ini, syarat-syarat SCC harus diperiksa. Pengujian filling ability dilakukan dengan menggunakan slump cone, sedangkan passing ability dengan L ? shaped box. Polypropylene fibre yang diberikan dalam campuran beton sebesar 0.6 kg/m 3 dari total volume beton. Untuk komposisi semen dengan fly ash dipakai 8 : 2 dan 7 : 3 yang masing – masing komposisi diberi dosis viscocrete 1.5% dan 2% dari berat total binder. Untuk test kuat tekan dan kuat tarik dilakukan pada umur 7, 14, 28 dan 56 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa komposisi fly ash dan dosis viscocrete optimal untuk menghasilkan kuat tekan yang tinggi adalah komposisi fly ash 30% dan dosis viscocrete 1.5%. Sedangkan untuk kuat tarik yang tinggi dihasilkan dari komposisi fly ash 20% dengan dosis viscocrete 2%. Penambahan polypropylene fibre pada SCC tidak memperlihatkan kenaikan kuat tarik sedangkan untuk kuat tekannya lebih rendah.

Keyword : self compacting concrete, fly ash, polypropylene fibre, viscocrete, flowability, compressive strength, tensile strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2843/

Penelitian awal mortar yang menggunakan admixture berupa superplasticizer, polypropylene fiber dan styrenne butadienne rubber

Author : CHANDRA;, ADITYA

Penelitian awal mortar yang menggunakan admixture berupa superplasticizer, polypropylene fiber dan styrenne butadienne rubber dilakukan untuk meningkatkan ketahanan mortar terhadap retak pada bangunan yang menggunakan dinding batu bata dan plesteran. Penelitian tentang properties mortar yang baik di Indonesia masih terbatas, padahal banyak terjadi masalah keretakan pada bangunan yang menggunakan batu bata dan plesteran. Penelitian ini menggunakan Fractional Factorial Design dari Taguchi?s Array Orthogonal Method. Untuk menunjang penelitian di laboratorium dibuat Initial Surface Absorption Test Apparatus, kemudian dilakukan beberapa tes pada umur 28 hari untuk mengetahui properties dari mortar seperti compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorption dan initial surface absorption. Dari hasil analisa data yang dilakukan diketahui beberapa properties, seperti compressive strength, yang terkecil 5.78 MPa, sedangkan yang terbesar 17.19 Mpa, tensile strength yang terkecil 0.392 MPa, sedangkan yang terbesar 1.871 MPa, shrinkage yang terkecil 0.34 mm, sedangkan yang terbesar 0.83 mm, density yang terkecil 1.75 gr/cm? sedangkan yang terbesar 1.99 gr/cm?, water absorption yang terkecil 6.264 %, sedangkan yang terbesar 9.883 %, initial surface absorption-nya pada waktu 30 detik pertama, yang terkecil adalah 3.75ml/m?.s, sedangkan yang terbesar 17.25 ml/m?.s. Mix dengan komposisi paling baik adalah mix dengan komposisi semen : pasir = 1:5, superplasticizer 0.4%, pp fiber 0.025 %, latex 0.5%.

Keyword : crack, composition, mortar, compressive strength, tensile strength, initial surface absorption test, absorption, shrinkage, superplasticizer, polypropylene fiber, styrenne butadienne rubber

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4568/

Perencanaan model mesin uji tarik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : REKSO, ARYO

Mesin uji tarik adalah mesin yang digunakan untuk mengamati perilaku material terhadap beban tarik. Dalam perencanaan ini melakukan survey mesin uji tarik di BLKI dan di Laboratorium ITS. Mesin uji tarik berhasil dirancang dengan menggunakan sistem rangka dua kolom, sistem pencekam dipilih tipe collet dan sistem penarik menggunakan hidrolik. Kapasitas mesin uji tarik yang dirancang adalah 514,8 kg dengan spesimen spesifikasi maksimum 90 Kgf/mm 2 berbentuk bulat berdiameter 1-2,7 mm. Sumber tenaga pada mesin uji tarik berasal dari sistem hidrolik dengan media fluida oli dengan standard DIN 51524 dan 51525.

Keyword : colet, tensile strength, hydraulic, yield point

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5487/

The Silver is the New Black Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers