Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perencanaan produksi menggunakan model integrasi dari model perencanaan kebutuhan mesin dan model perencanaan produksi agregat di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LISAYANI, ANNA

Pada Tugas Akhir di perusahaan benang PT.”X” akan dibahas bagaimana mengoptimalkan perencanaan produksi karena fluktuasi permintaan tidak dapat dihindarkan. Untuk mengatasi fluktuasi tersebut diperlukan perencanaan produksi yang dapat memenuhi permintaan yang ada dengan biaya sekecil mungkin. Machine Requirement Plaming (MRP) disebut juga model atau perencanaan kebutuhan mesin digunakan untuk menentukan jumlah mesin atau peralatan kerja yang optimal untuk dapat memenuhi jumlah permintaan tiap periode yang direncanakan. Perencanaan produksi aggregat atau Aggregate production Planning (APP) bertujuan untuk menentukan tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang optimal untuk dapat memenuhi permintaan Model integrasi dari kedua model APP dan MRP sangat berguna untuk menentukan tingkat produksi optimal, jumlah mesin dan tenaga kerja yang diperlukan pada tiap periode produksi dengan mempertimbangkan adanya hubungan pada setiap variabel yang terlibat. Hasil dari perhitungan yang ada menunjukkan bahwa model integrasi memang memberikan kontribusi biaya yang minimal bagi sebuah perencanaan produksi yang pasti.

Keyword : production planning, machine requrement planning, aggregate production planning, integrated of mrp and app

Perencanaan produksi di perusahaan “XXX”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : S, CHARLES

Perencanaan produksi merupakan suatu masalah yang penting bagi suatu perusahaan. Dengan adanya banyak permintaan yang berfluktuatif maka diperlukan perencanaan produksi yang baik. Perencanaan produksi itu banyak dipengaruhi oleh faktor permintaan, kapasitas sumber daya baik itu kapasitas mesin maupun tenaga kerja, serta biaya yang berhubungan dengan pembuatan produk. Berdasarkan permintaan masa lalu maka dilakukan peramalan untuk memprediksi tingkat permintaan pada periode mendatang terhitung September 2002 sampai Desember 2002. Dari hasil peramalan maka dilakukan perencanaan produksi dengan memperhatikan kapasitas produksi yang tersedia dengan tujuan meminimasi total biaya produksi. Metode yang dipakai dalam menyelesaikan masalah perencanaan produksi secara agregat adalah metode Programa Linier dengan menggunakan program microsoft Excel. Hasil dari perencanaan agregat kemudian didisagregasi guna mendapatkan berapa item yang akan dibuat. Dari hasil-hasil perencanaan ini menunjukkan bahwa perusahaan harus melakukan produksi reguler dan subkontrak. Sub kontrak dipandang penting karena kapasitas produksi yang tersedia di perusahaan tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh permintaan.

Keyword : production planning, forecasting, aggregate production planning, disaggregate production planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1667/

Perencanaan produksi aggregate dan bahan baku dengan goal programming di PT Alas Petala Makmur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SULISTIO, DARSONO

Perencanaan produksi merupakan kegiatan yang sangat penting dari seluruh kegiatan produksi suatu perusahaan. Untuk perusahaan yang memproduksi banyak item produk, maka perencanaan akan menjadi lebih rumit. Untuk itu dibuat suatu perencanaan produksi aggregate. Dalam berproduksi perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai, dimana tujuan-tujuan tersebut sering tidak sejalan antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu perlu dibuat suatu perencanaan produksi yang dapat mengakomodasikan tujuan-tujuan tersebut dengan baik. Model goal programming dapat digunakan untuk membuat rencana produksi aggregate yang mengakomodasi lebih dari satu tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan. Peramalan permintaan produk merupakan input untuk perencanaan produksi aggregate. Dari perencanaan aggregate kemudian dilanjutkan ke rencana bahan baku. Rencana bahan baku dibuat dalam bentuk ukuran lot pembelian yang ekonomis. Penerapan model goal programming di PT Alas Petala Makmur dengan tujuan memeksimumkan profit, meminimumkan jumlah produk subkontrak, meminimumkan biaya overtime tenaga kerja dan meminimumkan jumlah inventory. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa model goal programming dapat mengakomodasi tiga tujuan yang ingin dicapai perusahaan sedangkan tujuan untuk meminimumkan jumlah inventory produk jadi tidak terpenuhi. Perbandingan antara rencana dan realisasi menunjukan bahwa rencana produksi aggregate dengan model goal programming dapat mengurangi biaya overtime tenaga kerja sebesar 45% dari biaya yang digunakan realisasi. Untuk perencanaan bahan baku dilakukan berdasarkan metode wagner whitin (WW) .

Keyword : planning, aggregate production planning, goal programming, lot sizing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2761/

Create a free website or blog at WordPress.com.