Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Siklus drying wetting pada campuran fly ash dengan tanah liat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIEWIBOWO;, BIMO

Perubahan cuaca yang terjadi, terutama di negara yang memiliki 2 musim seperti di Indonesia, akan menimbulkan dampak terutama dalam segi konstruksi. Terutama pada suatu gedung atau bangunan yang dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil akan banyak menimbulkan masalah. Selain itu, banyaknya jumlah dari limbah batu bara yaitu fly ash akan memberikan ide pada beberapa kalangan untuk dapat memanfaatkannya, terutama dalam bidang konstruksi. Banyak penelitian yang menggunakan fly ash ini, tetapi disini bahan tersebut akan digunakan sebagai bahan utama. Dengan melalui percobaan pengeringan (drying) dan pembasahan (wetting), dengan sampel disturbed di laboratorium, diharapkan akan dapat dipelajari perilaku sudut geser dan kohesi dari campuran tanah liat dengan fly ash, yaitu yang berhubungan dengan tegangan air pori negatif. Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi drying, tanah mengalami peningkatan sudut geser yang lebih besar dibandingkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, sudut geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (o ) dari sample tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai o dari sample tanah yang dibasahi.

Keyword : drying, wetting, fly ash, clay, angle of friction , cohesi, sunction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3438/

Variasi sudut geser tanah akibat siklus drying wetting pada tanah pasir kelempungan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HENSA, RANTO

Perubahan cuaca dari hujan ke panas maupun sebaliknya mengakibatkan tanah pasir kelempungan menjadi tidak stabil karena mengalami kekeringan yang menyebabkan retak – retak (shrinkage) atau basah hingga mengakibatkan pengembangan (swelling) yang cukup besar. Apabila suatu gedung atau bangunan dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil tersebut, maka akan timbul masalah. Melalui percobaan pengeringan dan pembasahan dengan sampel disturbed di laboratorium, akan dapat dipelajari perilaku tegangan geser tanah dari berbagai macam kondisi tanah pasir kelempungan, untuk dapat mendekati perilaku tanah pasir kelempungan sesungguhnya di lapangan. Dari percobaan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dalam kondisi drying tanah mengalami peningkatan tegangan geser yang lebih besar dibandingkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, tegangan geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (?) dari sample tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai ? dari sample tanah yang dibasahi.

Keyword : soil, wetting, drying, clay sand, shear stress, angle of friction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4583/

Create a free website or blog at WordPress.com.