Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisa kinerja unit rawat jalan RS “X” Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , JULIANI

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan menganalisa kinerja Unit Rawat Jalan RS “X” dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Dari hasil analisa kinerja ini diberikan usulan perbaikan yang memungkinkan untuk diimplementasikan guna memperbaiki kinerja . Data yang diperlukan diperoleh dari dokumentasi RS, wawancara, dan kuisioner yang selanjutnya dianalisa dengan Balanced Scorecard. Data perspektif konsumen dianalisa dengan Quality Function Deployment yang menghasilkan matriks House of Quality yang membantu RS “X” dalam memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen. Dasar penilaian untuk Balanced Scorecard adalah 1,00-1,40 yang berarti kinerjanya buruk, 1,41-2,00 yang berarti kinerjanya baik. Hasil penilaian keseluruhan adalah 1,75 yang berarti kinerja Unit Rawat Jalan RS “X” adalah baik. Hanya saja untuk perspektif konsumen menunjukkan hasil penilaian 1,15 yang berarti kinerjanya masih kurang baik, karena itu perlu ditingkatkan.

Keyword : performance measurement, balanced scorecard, quality function deployment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1013/

Pengukuran kinerja berdasarkan konsep balanced scorecard sebagai informasi bagi manajemen pada PT. Harrisma

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NUGROHO, INGGRID

Menjelang era globalisasi saat ini, setiap perusahaan menghadapi persaingan yang semakin berat. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pengukuran kinerja yang benar-benar dapat membantu perusahaan melakukan perbaikan secara kontinu. Sedangkan, sistem pengukuran kinerja tradisional yang hanya mengukur perspektif finansial dianggap tidak lagi bisa menjawab permasalahan riil yang ada. Beberapa praktisi dan kalangan akademis berpendapat bahwa diperlukan model model baru dalam pengukuran kinerja yang juga mengukur perspektif non-finansial, seperti Integrated Performance Measurement System, Cambridge Model, Balanced Scorecard, dsb. Dari model – model tersebut, penulis memilih salah satu model yang dijadikan obyek penelitian, yaitu Balanced Scorecard yang diperkenalkan oleh Kaplan and Norton pada tahun 1996. Perancangan sistem pengukuran kinerja dengan model ini dilakukan dengan menurunkan serta menerjemahkan visi, misi dan strategi perusahaan ke dalam ukuran-ukuran taktis dan kuantitatif. Dari sini, dilakukan pembobotan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan scoring untuk masing -masing KPI sehingga perusahaan dapat mengetahui dengan tepat prioritas perbaikan yang harus dilakukan.

Keyword : balanced scorecard, performance measurement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1132/

Pengukuran dan analisa kinerja dengan menggunakan metode balanced scorecard di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OCTAVIA, RENNY

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard di PT”X”. Penelitian ini dilakukan karena pengukuran yang ada selama ini hanya menggunakan pengukuran dari sudut pandang finansial. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membangun sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard (sistem pengukuran yang menggunakan pengukuran dari 4 perpective, yaitu financial, customer, Internal business process, dan learning and growth per (pective) dan menganalisa kinerja PT”X” untuk mengetahui faktor utama yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuatitatif bagian keuangan, penjua1an, produksi, personalia; wawancara dan metode pengamatan di bagian produksi dan manajemen. Penelitian dimulai dengan mentranslasikan visi dan strategi perusahaan kedalam setiap tujuan yang akan dicapai pada 4 pespective sehingga terbentuk sistem pengukuran yang terintegrasi, kemudian dilakukan perencanaan strategi untuk masing-masing perspective. Setelah itu dilakukan pembobotan pada masing-masing ukuran yang sudah ditetapkan, untuk membangun sjstem pengukuran kinerja. Berdasarkan pada hasil perancangan kinerja tersebut, dilakukan penilaian kinerja di PT”X” untuk tahun 1999 dan 2000, sehingga dapat diketahui kinerja untuk masing-masing ukuran maupun kinerja secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kinerja yang meningkat untuk financial, customer dan learning and growth perspective, sedangkan untuk internal busines~. process perspective menunjukkan kinerja yang tetap berada di level yang buruk. Berdasarkan analisa, faktor utama yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan adalah pada penyelesaian order tepat waktu untuk produk ekspor, perbaikan proses kualitas yang dipengaruhi oleh peningkatan %pemenuhan target produksi.

Keyword : production, planning, work, balanced scorecard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1298/

Pengukuran kinerja perusahaan distributor kabel menggunakan metode balanced scorecard

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUSTININGRUM, WAHYUNI

PT `X? adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian kael. Fakta yang terjadi dalam perusahaan yaitu angka penjualan tidak mencapai target yang ditetapkan. Selama ini pengukuran dilakukan berdasarkan masalah finansial saja, oleh karena itu digunakan Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja secara terintegrasi. Balanced Scorecard merupakan metode pengukuran kinerja yang mengintegrasikan antara aspek finansial dan non-finansial, selain itu metode ini juga sangat mudah untuk dipahami dan diimplementasikan. Balanced Scorecard menghubungkan antara visi, misi dengan strategi dan objektif perusahaan dalam hubungan sebab akibat sehingga dapat diketahui kelemahan kinerja perusahaan. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan secara keseluruhan berada dalam kondisi yang sedang. Namun, berdasarkan perhitungan tampak bahwa pada tahun 2003 terjadi ketidakseimbangan antara perpektif keuangan dan pelanggan dengan perspektif bisnis internal dan belajar bertumbuh. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar biaya digunakan untuk inventory perusahaan.

Keyword : balanced scorecard, performance measure, cable distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1471/

Pengukuran kinerja Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JULIANI, THERESIA

Masalah yang dibahas adalah belum adanya penilaian terhadap kinerja BAKA dan belum ada sistem manajemen strategi yang dapat digunakan BAKA untuk mengukur kinerja secara kontinyu. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah mengukur kinerja organisasi BAKA di lingkungan Universitas Kristen Petra menggunakan metode Balanced Scorecard dan memberi bahan pertimbangan bagi BAKA mengenai sistem manajemen strategi untuk mencapai visi BAKA serta memberikan usulan-usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerja BAKA. Pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard dalam suatu organisasi. Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi berdasarkan 4 perspektif yaitu: keuangan, konsumen, proses bisnis/intern, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Service Quality berfungsi untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Service Quality menilai kualitas layanan berdasarkan 5 dimensi yaitu: Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Hasil dari penelitian ini pengukuran kinerja BAKA secara keseluruhan masih kurang dan hasil dari Service Quality untuk mengukur kepuasan konsumen juga masih kurang. Oleh karena itu penulis memberikan beberapa usulan perbaikan untuk peningkatan kinerja BAKA.

Keyword : balanced scorecard, service quality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1587/

Menerapkan balanced scorecard pada CV. Sepindo Limpah Anugerah

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LOK, LIAUW

CV. Sepindo Limpah Anugerah adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis sandal. Saat ini perusahaan mengalami kesulitan karena berpindah pasar dan mulai melakukan pemasaran pada daerah local. Untuk mencapai tujuan perusahaan dan membangun strategi kompetitif perusahaan maka menggunakan Balanced Scorecard sebagai inti manegement strategi.

Keyword : balanced scorecard, competitive strategy, a company goal

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2650/

Peningkatan kinerja melalui implementasi rekomendasi peda PT. XYZ dengan metode balanced scorecard.

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GOZALI;, RUDY

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kancing. Kinerja PT. XYZ hingga saat ini belum terukur dan ada dugaan kinerja tidak begitu bagus. Faktanya peningkatan penjualan tidak diikuti dengan kelancaran aliran kas karena tiap departemen tidak berjalan secara harmonis sesuai dengan visi dan misi PT. XYZ. Pengukuran kinerja pada PT. XYZ menggunakan metode Balanced Scorecard karena pengukuran kinerja saat ini berdasarkan pada finansial. Setelah dilakukan pengukuran dan diketahui kelemahannya maka dilakukan perbaikan dengan implementasi rekomendasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kemudian dilakukan pengukuran ulang kinerja perusahaan untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan menurun atau meningkat. Kinerja perusahaan mengalami peningkatan yaitu 1,508 sebelum dilakukan implementasi rekomendasi menjadi 2,247 setelah dilakukan implementasi rekomendasi.

Keyword : performance measurement, balanced scorecard, recommended, implementation, increase performance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2651/

Pengukuran kinerja Pusat Komputer Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUTANTO, CHANDRA

Tujuan Tugas Akhir ini adalah mengukur kinerja organisasi dan mengukur tingkat kepuasan konsumen. Pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard dalam suatu industri jasa. Balanced Scorecard mengukur kinerja suatu organisasi berdasarkan 4 perspektif yaitu: keuangan,konsumen, proses bisnis/inter, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Service Quality berfungsi untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Service Quality menilai kualitas layanan berdasarkan 5 dimensi yaitu: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil akhir yang didapat adalah kinerja Pusat Komputer nilainya sedang. Kepuasan konsumennya mendapat nilai sedang juga.

Keyword : balanced scorecard, service quality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2686/

Pengukuran dan analisa kinerja PT “X” dengan metode balanced scorecard

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , DICKY

PT “X” adalah perusahaan yang bergerak dalam pernbuatan sparepart kendaraan berrnotor. Selama ini, perusahaan hanya menggunakan tolak ukur kinerja keuangan saja untuk menilai kinerjanya. Padahal kita mengetahui bahwa pengukuran kinerja dengan hanya melihat tolak ukur kinerja keuangan saja sudah tidak relevan terutama menghadapi perubahan lingkungan bisnis yaug semakin cepat di rnasa depan. Berangkat dari hal itu, dikembangkan konsep Balanced Scorecard yang menilai kinerja perusahaan dari empat perspektif, yang tidak hanya menilai kinerja dari perspektif finansial saja tetapi juga dari perspektif non-finansial. Permasalahan yang ada adalah bagairnana rnengukur dan menganalisa kinerja PT “X” dengan metode Balanced Scorecard sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan di rnasa datang. Proses pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard (BSC) didasarkan atas langkah-langkah (framework) dari BSC, yaitu: penetapan visi, misi, dan strategi perusahaan, penentuan tujuan strategis (strategic objectives) dari masing-masing perspektif (finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan), penentuan ukuran hasil, dan ukuran pemacu kinerja, dan penentuan target serta inisiatif, kernudian dilakukan perancangan pengukuran kinerja BSC, yang dilanjutkan dengan analisa kinerja tiap perspektif dan kinerja perusahaan secara keseluruhan dengan periode pengukuran tahun 2000 dan tahun 2001. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja PT “X” pada periode pengukuran tahun 2000 dan tahun 2001 didapatkan bahwa kinerja untuk perspektif finansial mengalami penurunan kinerja dari cukup baik rnenjadi buruk, perspektif pelanggan mengalami peningkatan kinerja dari buruk menjadi cukup baik, sedangkan perspektif proses bisnis internal dan pembelajaran dan pertuinbuhan mengalami kestabilan kinerja pada level kinerja cukup baik. Berdasar analisa didapatkan bahwa untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan penjualan yang ada lebih besar daripada peningkatan biaya, dan adanya usaha pengembangan produk.

Keyword : performance measurement, balanced scorecard

Penerapan balanced scorecard sebagai upaya peningkatan pengelolaan modal kerja pada perusahaan krupuk udang Laksana Jaya di Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : VERONICA, LANNY

Persaingan menuntut semua perusahaan untuk melakukan evaluasi terhadap segala sumber daya yang dimilikinya untuk bisa tetap bertahan dan memenangkan persaingan. PT Laksana Jaya adalah perusahaan yang memproduksi krupuk yang terdiri dari krupuk Palembang dan krupuk udang. Perubahan situasi ekonomi serta perubahan teknologi yang mempengaruhi PT Laksana Jaya memaksa perusahaan harus menyesuaikan diri terhadap perubahan. Pengukuran kinerja perusahaan yang mulai banyak mendapat perhatian dari pelaku bisnis adalah Balanced Scorecard (BSC). BSC merupakan suatu sistem pengukuran kinerja yang pertama kali dikembangkan oleh Robert Kaplan dan David Norton. BSC menyediakan kerangka kerja untuk pengukuran strategi dan sistem manajemen ke dalam empat perspektif yaitu: perspektif financial, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang kemudian dipilah-pilah menjadi beberapa tolak ukur. Pada penelitian ini, tolak ukur untuk perspektif financial adalah Return On Invesment dan Cash to Cash Cycle. Perspektif pelanggan ukuran yang digunakan adalah presentase retur penjualan dan jumlah Customer Acquisition, sedangkan untuk perspektif bisnis internal pengukuran dilakukan pada persentase produk cacat, Manufacturing Cost Effectiveness serta persentase produk baru dan produk cacat. Terakhir pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, tolak ukur yang dipakai adalah tingkat turnover karyawan dan banyaknya saran yang diberikan dibandingkan dengan banyaknya saran yang diimplementasikan. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kinerja perusahaan cukup baik yang ditinjau dari 4 perspektif financial, customer, internal business process, serta learning and growth sesuai konsep balance scorecard.

Keyword : balanced scorecard, return on invesment, cash to cash cycle

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3625/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.