Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perencanaan bangunan bertingkat dengan struktur beton bertulang di daerah rawan gempa berdasarkan SKSNI T-15-1991-03

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TETELEPTA;, JULIUS

Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung atau lebih di kenal dengan SKSNI T-15-1991-03, telah menyempurnakan kekurangan pada Peraturan Beton Indonesia 1971 dalam prinsip perencanaan struktur suatu bangunan. Didalam Tugas Akhir ini, diuraikan dengan jelas perencanaan struktur bangunan Rumah Toko 4 lantai di kotamadya Ambon. Berdasarkan SKSNI T-15-1991-03, jenis bangunan yang dipakai dalam perencanaan ini adalah bangunan Type [D] dengan menggunakan prinsip dan konsep Desain Kapasitas [ Capacity Design] yang menggunakan Daktilitas Penuh [ tingkat 3 ] Konsep Disain kapasitas ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jelas tentang tata cara perhitungan struktur bangunan rumah dan gedung sekaligus dapat mengantisipasi pengaruh gempa terhadap suatu bangunan. Pengecekan tata letak struktur merupakan hal yang penting dalam perencanaan dimana bagi seorang perencana dapat mengetahui serta menentukan dengan jelas denah dan jenis struktur yang akan di rencanakan sehingga ada kepastian dalam pemilihannya. Dengan demikian untuk mendukung pemerataan penggunaan peraturan ini dianjurkan kiranya mempelajari secara seksama kriteria dan ketentuan-ketentuan dalam perencanaan struktur serta batasan perencanaan pada SKSNI T-15-1991-03.

Keyword : buildings, earthquakes, earthquake effects

Museum sejarah dan budaya tiga kerajaan Jawa Timur di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CENDIYAWATI, YENI

Penulisan laporan perancangan Tugas Akhir ini merupakanpertanggung- jawaban atas proses perancangan proyek tugas akhir berjudul Museum Sejarah dan Budaya Tiga Kerajaan Jawa Timur di Surabaya yang dikerjakan selama 1 (satu) semester. Museum ini merupakan fasilitas pendidikan dan rekreasi yang memberikan infomasi mengenai kebudayaan dan sejarah yang ada di Jawa Timur. Tujuan penulisan laporan perancangan adalah memberikan laporan lengkap tentang bagaimana penulis menyelesaikan tahap-tahap perancangan yang dituangkan dalam bab Pendahuluan, Perancangan Tapak, dan Perancangan Bangunan. Konsep dasar yang digunakan adalah ?Arsitektur Jawa? dengan mengambil bentuk bangunan dan atap dari arsitektur tradisional candi di Jawa Timur. Dan konsep dasar tersebut dipresentasikan ke dalam bentukan arsitektur, penataan massa, pengaturan ruang, penampilan bangunan, dan lain-lain.

Keyword : museum, buildings, design, culture, east java, surabaya, empire

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1009/

Rumah retret “griya hening jalan menuju emaus” di Jonggo, Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEBJANTO, DANNY

Rumah Retret “Griya Hening Jalan Menuju Emaus” di Jonggo Jawa Timur ini merupakan proyek milik yayasan swasta yang bergerak di bidang Keagamaan. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang kantor, ruang rapat, ruang perpustakaan, ruang pameran, auditorium, penginapan, kapel, gua doa dan area camp. Kini semakin banyak tuntutan yang dihadapi masyarakat kota. Hal ini menyebabkan berkurangnya waktu untuk berkomunikasi antara manusia dengan Tuhannya. Oleh sebab itu muncul suatu ide untuk merancang suatu tempat retret bagi pemeluk agama Katholik pada khususnya dan pemeluk agama lain pada umumnya untuk dapat lebih mendekatkan diri pada Tuhan yang ditunjang fasilitas-fasilitas, keheningan dan keindahan alam yang masih alami.

Keyword : retrets, buildings, jonggo, facilities, landscape, griya hening jalan menuju emaus

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4428/

Perilaku seismik struktur rangka beton bertulang yang didesain dengan perencanaan pseudo elastis untuk wilayah gempa 1 dan 4 Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : STEPHEN;, WIDJAJA

Pemakaian cara kapasitas di dalam perencanaan suatu struktur dengan beban gravitasi sebagai beban utama (gravity Ioad dominated structure) di mana momen negatif balok akibat dari beban gravitasi jauh lebih besar dari momen negatif akibat beban gempa, keadaan ini akan mengakibatkan kekuatan kolom yang berlebihan. Kelemahan lain dari konsep kapasitas ini adalah perencanaan kolom baru dapat dilakukan setelah perencanaan balok selesai dilakukan, di mana dalam praktek hal ini dapat menghambat kelancaran perencanaan karena sering kali perlu dilakukan penentuan penulangan kolom sebelun penulangan balok. Penelitian ini mengemukakan suatu studi mengenai cara perencanaan untuk gravity load dominated structure dengan menggunakan prosedur perencanaan Pseudo Elastis, dimana perencanaan kolom-kolom terlepas dari perencanaan balok. Kolom-kolom tepi (eksterior) direncanakan secara elastis terhadap beban gempa besar sedangkan kolom-kolom dalam (interior) direncanakan dengan cara biasa. Untuk menguji prosedur perencanaan tersebut secara keseluruhan ditinjau 12 buah portal, yang terdiri dari portal 4 lantai dengan 4, 5, 6 dan 7 bentang serta portal 5 dan 6 lantai dengan 4 bentang, dengan tinjauan wilayah 1 dan 4. Untuk tiap wilayah portal tersebut direncanakan dengan kekuatan kolom tepi yang berbeda. Portal-portal tersebut dibebani dengan gempa buatan yaitu gempa Pacoima Dam 1971 S16E yang disesuaikan dengan spektrum gempa Indonesia periode ulang 200 tahun untuk wilayah 1 dan 4 (Pacima Dam 1971 S16E Modifikasi). Pengujian ini menunjukkan perencanaan Pseudo Elastis mempunyai perilaku yang baik untuk portal di bawah 7 bentang terhadap gempa 200 tahun.

Keyword : buildings, earthquakes

Perencanaan struktur beton bertulang tahan gempa, bangunan perkuliahan berdasarkan SK SNI T-15-1991-03

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : R.R.HUTUBESSY;, VICTOR

Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Gedung atau tebih dikenal dengan SK SKNI T-15-1991-03, telah melengkapi kekurangan pada Peraturan Beton Indonesia 1971 dalam prinsip perencanaan suatu bangunan. Didalam tugas akhir ini, diuraikan dengan jelas cara perencanaan struktur bangunan gedung perkuliahan 4 lantai di kotamadya Ambon berdasarkan SK SKN! T-15-1991-03 dengan menggunakan prinsip dan konsep Desain Kapasitas (Capacity Design) yang menggunakan daktilitas penuh (tingkat daktilitas 3). Konsep kapasitas ini dimaksudkan untuk rnengetahui lebih jelas tentang tata cara perhitungan struktur bangunan rumah dan gedung sekaligus dapat mengantisipasi pengaruh gempa pada suatu bangunan. Pemilihan serta pengecekan tata letak struktur merupakan hal yang hakiki pada perencanaan dimana bagi seorang perencana dapat mengetahui serta menentukan dengan jelas denah dan jenis struktur yang akan direncanakan. Dengan demikian untuk mendukung pemerataan penggunaan paraturan im dianjurkan kiranya dapat mempelajari secara seksama kriteria dan ketentuan-ketentuan perencanaan elemen struktur serta batasan perencanaan pada SKSNIT-15-1991-03.

Keyword : buildings, earthquake effects

Blog at WordPress.com.