Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi penelitian campuran tanah liat lunak dengan garam dan semen

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PUTRA, MADE

Tanah liat lunak merupakan jenis tanah yang memiliki daya dukung dan kekuatan yang rendah. Agar tanah liat lunak dapat memikul beban konstruksi diatasnya maka tanah ini perlu diperbaiki terlebih dahulu. Salah satu cara perbaikannya adalah dengan mencampur tanah liat lunak dengan garam dan semen. Pada penelitian ini dicoba pemakaian campuran garam dan semen untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik dan kekuatan tanah liat lunak yang diambil dari kawasan Margomulyo.. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan garam dan semen pada tanah liat lunak menyebabkan tanah menjadi lebih plastis, dimana nilai PI (Plasticity Index) tanah campuran lebih tinggi dibanding nilai Pl tanah asli. Selain itu terjadi peningkatan kekuatan tanah dari hasil Unconfined Compression Strength Test (UCS).

Keyword : soft clay, salt, cement, sodium chloride

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1510/

Studi tentang kedip tegangan di PT. Semen Kupang dengan daya 5 MVA dan tegangan 380 V

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FLANTINE, YOANNE

PT. Semen Kupang merupakan salah satu industri yang didirikan untuk melayani kebutuhan pasar berupa semen. Dalam proses produksi, PT. Semen Kupang mendapat suplai listrik langsung dari PLN dengan kapasitas daya yang dipakai yaitu 5 MVA. Untuk memenuhi kebutuhan pasar maka suplai listrik tidak boleh berhenti atau terputus. Tetapi dalam kenyataannya banyak hal-hal yang tidak diperkirakan dapat terjadi, misalkan terlambatnya daya yang dikirim dari PLN (PLN hanya menyuplai listrik ke PT. Semen Kupang mulai jam 06.00 sampai jam 17.00), terjadi kerusakan pada motor atau karena gangguan-gangguan lain baik intern maupun ekstern. Dalam Tugas AJkhir ini akan dibahas mengenai kedip tegangan yang terjadi di PT, Semen Kupang, yang disebabkan oleh karena adanya gangguan dari luar dari jaringan transmisi PLN. Dari data-data yang diperoleh akan dianalisa mengenai persentase kedip tegangan yang berhubungan dengan asutan motor, juga dianalisa penyebab kedip tegangan yang disebabkan karena gangguan dari jaringan transmisi PLN yang berpengaruh terhadap PT. Semen Kupang. Dari hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan standard dari fluktuasi tegangan yang berhubungan dengan kedip tegangan. Dari hasil analisa terhadap asutan motorl 1000 KW didapatkan bahwa perubahan tegangan pada waktu start sebesar 32,08%, untuk motor2 460 KW didapatkan nilai sebesar 20,43 %, untuk motor3 460 KW sebesar 23%-Analisa gangguan dari jaringan transmisi diperoleh nilai perubahan tegangan sebesar 5,07%. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedip tegangan yang terjadi pada PT. Semen Kupang dapat diakibatkan oleh karena asutan motor dan juga karena gangguan dari luar.

Keyword : electric power, electric supply, voltage sags, cement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1962/

Penggunaan fly ash untuk pembuatan paving block

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KRISTANTO;, ANTON

Dalam penelitian ini kami mencoba mempelajari pengaruh pemakaian fly ash dalam membuat paving block karena belum ada penelitian tentang hal ini. Kami mengambil contoh fly ash yang berasal dari Tjiwi Kimia sebagai contoh material yang digunakan untuk pembuatan paving block. Dalam penelitian ini formula dasar kami peroleh dari literature dan perusahaan paving. Komposisi awal dari penelitian ini menggunakan perbandingan sebagai berikut: Semen : pasir : kerikil = 1 : 2,11 : 2,63. Formula dasar ini kami kembangkan dengan menambahkan beberapa variasi komposisi fly ash sebagai pengganti pasir untuk memperoleh hasil yang maksimal dari penggunaan fly ash. Pengembangan penelitian selanjutnya dilakukan variasi komposisi paving dengan perbandingan semen : pasir : kerikil : fly ash = 1 : 1,3 : 2,6 : 0,8 dan kami pelajari pengaruh masing-masing faktor terhadap kuat tekan dengan menggunakan metode Fraksional faktorial desain. Hasil penelitian yang diperoleh mengambarkan bahwa fly ash dapat digunakan sebagai pengganti komponen pasir, dengan hasil tes kuat tekan rata-rata yang lebih baik sebesar 11,52 %. Komposisi fly ash yang paling efektif dalam menggantikan pasir adalah 40 %, dan peningkatan kekuatan yang dihasilkan sebesar 43,09 %. Faktor yang memiliki pengaruh terbesar bagi penyerapan air dan kuat tekan pada semua sampel paving adalah interaksi antara faktor Semen-Pasir-Kerikil. Komposisi terbaik dalam penelitian kami terdapat pada formula 12, dengan perbandingan semen : pasir : kerikil : fly ash = 0,9 : 1,2 : 2,8 : 0,76; dengan kuat tekan yang dihasilkan sebesar 617,40 kg/cm 2 . Pada umur 28 hari, kuat tekan paving masa curing 28 hari lebih besar 14,30% dibandingkan masa curing 7 hari. Pada masa curing yang sama (28 hari), kuat tekan paving umur 60 hari meningkat sebesar 32,58 % dibandingkan kuat tekan paving umur 28 hari.

Keyword : fly ash, paving block, cement, sand, aggregates

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4572/

Use of two factor design for making concrete paving block with fly ash

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANDOKO;, HALIM

A research has been carried out in Concrete and Construction Laboratory of Petra Christian University in Surabaya. The purpose of this research is to obtain information about the effect of paving stone type (fly ash/cement ratio) and curing period on paving stone strength using two Factorial Design Analysis. From the research, paving block type 0 (0% fly ash and 100% cement) gives the highest mean strength, 377.93 kg/cm 2 after 90 days of curing. The lowest mean strength, 155.05 kg/cm 2 given by paving block type 3 (30% fly ash and 70% cement), after 28 days of curing. Two factor design analysis gives result that paving stone type gives greater effect to compressive strength than curing period and there is no significant interaction between paving stone type and curing period.

Keyword : paving, compressive strength, two factor design, curing, fly ash, cement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4598/

Create a free website or blog at WordPress.com.