Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi kemungkinan tiresoil sebagai solusi untuk perbaikan stabilitas lereng

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEHARTONO;, SIGIT

Salah satu masalah yang sering dihadapi di dalam dunia teknik sipil adalah masalah tentang kestabilan lereng. Untuk mengatasi masalah ini biasanya dibangun dinding penahan tanah. Dengan melakukan penelitian ini merupakan suatu keuntungan karena dapat membuktikan dan menemukan jawaban yang tepat dimana kegunaan tiresoil dapat menjadi salah satu kemungkinan sebagai struktur yang bisa memperbaiki stabilitas dari sebuah lereng. Tanah pasir kelempungan yang digunakan untuk penelitian ini merupakan campuran dari tanah pasir 80 % + tanah lempung 20 %. Peralatan laboratorim yang dapat digunakan untuk membantu penelitian ini antara lain: Proctor Test, Direct Shear, Casagrande. Dan juga menggunakan program Plaxis. Ada 2 penelitian yang dilakukan dimana untuk membuktikan Tiresoil dapat menjadi struktur yang dapat memperbaiki kestabilan sebuah lereng. Penelitian pertama merupakan percobaan penghujanan buatan terhadap model lereng yang tidak menggunakan tiresoil, penelitian kedua merupakan percobaan penghujanan buatan terhadap model lereng yang menggunakan tiresoil. Berdasarkan hasil percobaan, model lereng yang memakai Tiresoil mempunyai ketahanan terhadap keruntuhan yang lebih lama dibandingkan model lereng yang tidak menggunakan Tiresoil.

Keyword : tiresoil, clay sand, slope stability

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3450/

Studi perkuatan embankment dengan tiresoil untuk menahan erosi dan kelongsoran embankment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JONATHAN, JOEY

Embankment di dalam dunia teknik sipil dapat menimbulkan permasalahan tersendiri, banyak cara untuk menanggulanginya, salah satu alternatifnya adalah dibangun dinding penahan tanah. Dengan adanya penelitian ini merupakan suatu keuntungan tersendiri karena dapat membuktikan dan menemukan jawaban yang tepat, dimana kegunaan dari tiresoil dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sebagai struktur yang dapat mencegah erosi dan kelongsoran pada embankment. Tanah pasir kelempungan yang digunakan untuk penelitian ini adalah campuran dari tanah pasir 80% dan tanah lempung 20%. Pengujian di laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu penelitian ini antara lain: Standard Proctor Test, Direct Shear Test dan program Plaxis. Ada dua jenis penelitian yang dilakukan untuk membuktikan tiresoil dapat menjadi struktur yang dapat mencegah erosi dari embankment. Penelitian pertama merupakan percobaan hujan buatan terhadap model embankment yang tidak menggunakan tiresoil, penelitian kedua merupakan percobaan hujan buatan terhadap model embankment yang menggunakan tiresoil, dimana tiresoil tersebut dipasang sampai batas bidang keruntuhan. Hasil-hasil percobaan yang telah dilakukan, menyerupai dengan hasil yang ditunjukkan oleh program perhitungan Plaxis. Model embankment yang memakai tiresoil mempunyai ketahanan terhadap keruntuhan dibandingkan model lereng yang tidak menggunakan tiresoil, selain itu tiresoil yang dipasang sampai batas bidang keruntuhan lebih efektif untuk mencegah bahaya erosi dan kelongsoran.

Keyword : tiresoil, clay sand, embankment, erotion

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3677/

Variasi sudut geser tanah akibat siklus drying wetting pada tanah pasir kelempungan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HENSA, RANTO

Perubahan cuaca dari hujan ke panas maupun sebaliknya mengakibatkan tanah pasir kelempungan menjadi tidak stabil karena mengalami kekeringan yang menyebabkan retak – retak (shrinkage) atau basah hingga mengakibatkan pengembangan (swelling) yang cukup besar. Apabila suatu gedung atau bangunan dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil tersebut, maka akan timbul masalah. Melalui percobaan pengeringan dan pembasahan dengan sampel disturbed di laboratorium, akan dapat dipelajari perilaku tegangan geser tanah dari berbagai macam kondisi tanah pasir kelempungan, untuk dapat mendekati perilaku tanah pasir kelempungan sesungguhnya di lapangan. Dari percobaan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dalam kondisi drying tanah mengalami peningkatan tegangan geser yang lebih besar dibandingkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, tegangan geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (?) dari sample tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai ? dari sample tanah yang dibasahi.

Keyword : soil, wetting, drying, clay sand, shear stress, angle of friction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4583/

Variasi tegangan geser tanah saat mengalami drying-wetting pada tanah pasir kelempungan kondisi inisial Kadara Air Optimum (OMC)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRAMANA;, TEDDY

Perubahan cuaca dari hujan ke panas maupun sebaliknya mengakibatkan tanah pasir kelempungan menjadi tidak stabil karena mengalami kekeringanyang menyebabkan retak-retak (shrinkage) atau basah sehingga mengakibatkan pengembangan (swelling) yang cukup besar. Apabila suatu gedung atau bangunan dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil tersebut, maka akan timbul masalah. Melalui percobaan pengeringan dan pembasahan dengan sampel disturbed di laboratorium, akan dapat dipelajari perilaku tegangan geser tanah dari berbagai macam kondisi tanah pasir kelempungan, dimana tanah tersebut pada penelitian ini adalah biasa dipakai untuk embankment. Dari percobaan yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa dalam kondisi drying tanah mengalami peningkatan tegangan geser yang lebih besar dibandigkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, tegangan geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (?) dari sampel tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai ?dari sampel tanah yang dibasahi.

Keyword : wetting, drying, clay sand, shear stress, angel of friction, soil

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4626/

Create a free website or blog at WordPress.com.