Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penggunaaan material fly ash untuk pembuatan ceramic paving brick

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HARTONO;, ALEXANDER

Fly Ash yang merupakan material sisa limbah industri, umumnya sekarang banyak dipakai untuk campuran beton readymix, namun pemanfaatan/7y ash sebagai salah satu material alternative yang mempunyai harga murah masih belum maksimal, melihat kenyataan penghasilan fly ash dari limbah industri masih lebih banyak daripada pendayagunaan fly ash. Melalui penelitian ini, kemungkinan penggunaan material fly ash untuk membuat produk bahan bangunan seperti ceramic paving brick dipelajari. Fly ash yang diambil dari Pabrik Tjiwi Kimia, Mojokerto dicampur dengan tanah liat Mojokerton digunakan untuk membuat ceramic paving brick. Penelitian ini menggunakan komposisi kadar fly ash dan tanah liat, dengan variasi suhu pembakaran dan lama pembakaran untuk menguji compressive strength, water absorption, dan shrinkage. Analisa yang digunakan yaitu percobaan 2 faktorial desain, dengan level terendah dan tertinggi berturut-turut 5%/15% kadar fly ash, 400?C/600?C suhu pembakaran, dan 60 menit/120 menit lama pembakaran. Hasil peneJitian menunjukkarj bahwa untuk level tertinggi dengan kadar fly ash 15% dibakar pada suhu 600?C selama 120 menit, rata-rata mempunyai compressive strength 188.63 kg/cm 2 .

Keyword : ceramic paving brick, clay, fly ash

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2269/

Siklus drying wetting pada campuran fly ash dengan tanah liat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIEWIBOWO;, BIMO

Perubahan cuaca yang terjadi, terutama di negara yang memiliki 2 musim seperti di Indonesia, akan menimbulkan dampak terutama dalam segi konstruksi. Terutama pada suatu gedung atau bangunan yang dibangun di atas tanah lempung yang tidak stabil akan banyak menimbulkan masalah. Selain itu, banyaknya jumlah dari limbah batu bara yaitu fly ash akan memberikan ide pada beberapa kalangan untuk dapat memanfaatkannya, terutama dalam bidang konstruksi. Banyak penelitian yang menggunakan fly ash ini, tetapi disini bahan tersebut akan digunakan sebagai bahan utama. Dengan melalui percobaan pengeringan (drying) dan pembasahan (wetting), dengan sampel disturbed di laboratorium, diharapkan akan dapat dipelajari perilaku sudut geser dan kohesi dari campuran tanah liat dengan fly ash, yaitu yang berhubungan dengan tegangan air pori negatif. Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi drying, tanah mengalami peningkatan sudut geser yang lebih besar dibandingkan tanah dalam keadaan wetting. Dimana semakin besar kadar air (Wc) yang dikandung oleh tanah, sudut geser tanah tersebut semakin kecil. Hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai sudut geser (o ) dari sample tanah yang dikeringkan lebih besar dibandingkan dengan nilai o dari sample tanah yang dibasahi.

Keyword : drying, wetting, fly ash, clay, angle of friction , cohesi, sunction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3438/

Penggunaan single bulb dan double bulb sebagai pondasi dangkal pada tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WICAKSANA;, CITRA

Bangunan yang didirikan di atas lapisan tanah liat lunak memiliki masalah daya dukung rendah dan penurunan yang besar. Pada umumnya, masalah ini diatasi dengan menggunakan pondasi dalam atau perbaikan tanah yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Suatu alternatif yang diteliti pada penelitian ini adalah penggunaan preloaded bulb (single bulb dan double bulb) sebagai pondasi dangkal. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan loading test pada model yang berada di atas tanah liat lunak. Rangka kayu dengan empat kolom diletakkan di atas empat preloaded bulb yang dibentuk dengan gaya tekan tertentu. Plat baja digunakan sebagai beban untuk loading test yang dilakukan hingga terjadi keruntuhan. Tanah liat yang digunakan sangat lunak hingga tidak dapat memikul berat sendiri rangka (14 kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimate dari single bulb dan double bulb masing-masing adalah 225% dan 175% dari jumlah gaya tekan saat pembuatan bulb. Selain itu didapatkan pula bahwa pada beban kerja (50% dari gaya tekan pembentukan bulb), penurunan yang terjadi pada pondasi single bulb lebih besar dari penurunan yang terjadi pada pondasi double bulb.

Keyword : shallow foundations, single bulb, double bulb, ultimate capacity, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4605/

Pengaruh pencampuran serat polypropilene terhadap kekuatan tanah liat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LUKITO;, ANDY

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari penambahan serat polypropylene terhadap kekuatan tanah liat dengan melihat pengaruh dari panjang serat, jumlah lapisan serat (layer), komposisi penambahan dan orientasi layer terhadap arah pengetesan. Hasil dari tes UCS menunjukkan bahwa sampel dengan penambahan fiber secara acak memberikan kekuatan yang terbesar. Penambahan fiber sebesar 3% memberikan pengaruh terhadap kekuatan tanah liat yang optimum. Pengaruh dari panjang fiber terhadap kekuatan tanah menunjukkan bahwa fiber dengan panjang 4,7 cm memberikan kekuatan yang lebih besar daripada fiber dengan panjang 1,4 cm. Berdasarkan orientasi layer terhadap arah pengetesan menunjukkan bahwa sampel dengan horisontal layer memiliki kekuatan yang lebih besar daripada sampel dengan vertikal layer. Dan juga menunjukkan bahwa sampel dengan dua layer fiber lebih kuat dibandingkan sampel dengan satu layer fiber. Hasil dari tes CBR menunjukkan bahwa sampel yang dibuat secara acak dengan penambahan 3% dan panjang fiber sebesar 1,4 cm memberikan nilai CBR yang terbesar. Penambahan persentase fiber dari 3% menjadi 5% tidak berpengaruh terhadap nilai CBR, bahkan mengurangi nilai CBR.

Keyword : soil, mechanics, polypropilene, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4607/

Korelasi nilai CBR tanah kelempengan dengan kokoh geser undrained

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGONDO, HENDRA

Perilaku material tanah urug dari tanah liat merupakan suatu permasalahan bagi para sarjana teknik sipil yang bekerja di bidang perencanaan jalan dan konstruksi. Sedikit saja peningkatan kadar air dari material tanah urug dapat menyebabkan kehilangan kekuatan geser yang besar. Ini membawa dampak yang serius pada pengaspalan jalan dimana kehilangan kekuatan ini mempengaruhi lapisan atas dari material subgrade. Berbagai percobaan proctor, CBR dan undrained shear strength dilakukan pada sampel-sampel tanah untuk mengetahui perilaku tanah urug dari tanah liat. Penelitian tentang penurunan kekuatan dari tanah urug seiring dengan peningkatan kadar air dilakukan. Angka korelasi antara nilai CBR dan kokoh geser undrained dicari.

Keyword : undrained shear, clay, soil, cbr

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4608/

Studi penelitian tentang pengaruh campuran fiber dan kapur bubuk hidup pada tanah lempung

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GOSAL;, FREDRECK

Serangkaian percobaan Unconfined Compression Test dan California Bearing Ratio Test dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh campuran kapur bubuk hidup dan fiber polypropylene pada tanah lempung. Campuran lempung dan kapur dipersiapkan dengan kandungan kapur 7% dari berat tanah kering, karena dari percobaan yang telah dilakukan sebelumnya kandungan kapur 7% adalah campuran yang paling efektif. Benda uji dicuring selama 7, 14, dan 28 hari. Fiber yang digunakan adalah jenis polypropylene dengan panjang 3.7 cm, dengan kandungan 3% dan 5% dari berat tanah kering. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa penambahan kapur meningkatkan nilai qu, dan nilai CBR. Sedangkan penambahan fiber juga akan meningkatkan nilai qu dan nilai CBRnya. Dari hasil percobaan ini didapatkan bahwa campuran yang paling efektif didapat pada campuran tanah lempung dengan 7% kapur, dan 3% fiber, dimana nilai qu nya meningkat sebesar 1927,96%. Sedangkan nilai CBRnya menigkat 5862.37% untuk kedalaman 0.1″, dan 5237.63% untuk 0.2″.

Keyword : soil, testing, california bearing ratio, unconfined compression, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4620/

Peningkatan daya dukung pondasi tiang dengan ujung bulb pada tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INO, SUDARMAJI;

Untuk menghindari penurunan jangka panjang pada lapisan tanah liat lunak yang sangat dalam umumnya digunakan pondasi tiang yang sangat dalam yang tentunya sangat mahal. Untuk mengatasi masalah ini suatu jenis pondasi tiang dengan pembentukan bulb diujung bawahnya diteliti didalam suatu penelitian tugas akhir. Pembentukan bulb ini dibuat dengan proses tekanan sehingga daya dukungnya dapat diketahui langsung dan dimensinya dibuat setebal 3-5 diameter pondasi tiang seperti yang diperlukan. Dengan kata lain, lapisan pendukung dibawah ujung tiang dalam penelitian ini sengaja dibentuk dengan dimensi dan daya dukung yang diperlukan. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan loading test pada model pondasi tiang yang berada di atas tanah liat lunak. Plat baja (timbel) digunakan sebagai beban untuk loading test yang dilakukan hingga terjadi keruntuhan dimana tanah liat yang digunakan sangat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukung ultimate dari pondasi tiang dengan ujung bulb mencapai 300% dari gaya tekan yang digunakan saat pembuatan bulb. Selain itu didapatkan pula penurunan jangka panjang yang terjadi dapat dinetralisir oleh bulb yang dibuat dengan gaya tekan yang dikehendaki sehingga kecepatan penurunan yang terjadi mendekati atau sama dengan nol.

Keyword : pile foundations, bulb, ultimate capacity, settlement velocity, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4622/

Peningkatan daya dukung tanah kelempungan saturated wl 60,80,100% yang diperkuat dengan tire soil

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANDRIAN, AGUSTINUS

Tanah kelempungan seringkali memerlukan usaha-usaha perbaikan dikarenakan tanah ini dianggap kurang sanggup memikul beban konstruksi di atasnya yang ditunjukkan dengan tanda-tanda terjadinya kelongsoran serta penurunan pada tanah ini . Salah satu altematif perbaikannya dengan penggunaan tire soil yang memanfaatkan ban-ban bekas untuk meningkatkan daya dukung tanah sebagai pendukung pondasi dangkal pada rumah-ramah sederhana. Dalam studi ini dilakukan penelitian dari tanah lempung dengan liquid limit (WL) yang bervariasi yaitu WL 59,84,97.4%, yang diperkuat dengan tire soil satu lapis. Dalam penelitian ini tanah yang digunakan dalam kondisi saturated, kondisi yang dianggap paling buruk bagi tanah lempung dalam menerima beban. Pembebanan yang akan terjadi di lapangan dapat dianggap sebagai beban cepat, sehingga tanah lempung yang menerima beban tidak sempat berkonsolidasi terlebih dahulu. Dalam percobaan laboratorium digunakan model yang semirip mungkin dengan kondisi asli di lapangan, dengan ukuran, bentuk pondasi dan tire soil yang di skala sedemikian rupa menurut apa yang akan dibuat di lapangan nantinya. Selain menggunakan pengamatan hasil percobaan dengan model pembebanan, daya dukung tanah beserta dengan penurunannya dihitung juga menurut landasan teoritis dari para pakar mekanika tanah yang telah melakukan penelitian sebelumnya dan dipakai juga program komputer mekanika tanah PLAXIS sebagai pembanding hasil percobaan. Pada akhirnya nanti akan disadari bahwa semua perencanaan di lapangan sangat memerlukan keamanan, kenyamanan, kemudahan pelaksanaan dan biaya yang relatif ekonomis, oleh sebab itu dalam menarik kesimpulan, dari antara hasil pengamatan, hasil perumusan teoritis maupun hasil output PLAXIS, akan diambil nilai yang paling aman dalam hal daya dukung tanah ini, yaitu diambil dari nilai daya dukung yang paling kecil dari masing-masing ketiga jenis tanah lempung yang kami uji (WL 59 %, 84 %, 97.4 %), sehingga benar-benar semaksimal mungkin memenuhi syarat kondisi praktek perencanaan di lapangan.

Keyword : clay, tire soil, liquid limit, saturated, ultimate strength

Pengaruh waktu pembebanan dalam pengunaan metode pra-pembebanan untuk memperbaiki kondisi suatu tanah liat lunak

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NYOTO;, GERY

Pra pembebanan (preloading) umumnya direncanakan untuk mempercepat proses penurunan pada suatu lapisan tanah liat lunak dan tidak ada penelitian yang menyelidiki pengaruh waktu pembebanan yang digunakan sebagai surcharge terhadap daya dukung tanah liat lunak. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan melakukan pembebanan pada suatu model bangunan berupa papan kayu yang disanggah oleh 4 kolom di tiap sisinya yang diletakkan di atas suatu lapisan tanah liat lunak. Beban untuk pra pembebanan diberikan di atas papan dengan periode waktu tertentu. Model bangunan yang telah diberi pra pembebanan dengan suatu periode waktu ini kemudian dibebani terus sampai runtuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan periode waktu pra pembebanan yang berbeda – beda, akan mengakibatkan perubahan pada daya dukung tanahnya walaupun dengan beban yang tetap. Semakin lama periode waktu pra pembebanan, maka daya dukung tanah akan meningkat. Hubungan yang terjadi antara periode waktu pra pembebanan dengan daya dukung tanah cenderung linier. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin besar periode waktu preloading, maka semakin kecil rate of settlement yang terjadi.

Keyword : preloading, time, ultimate strength, settlement, soil, clay

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4624/

Perbandingan konsolidasi tanah liat pada beban langsung dan bertahap

Author : STEPHANUS;, ROY

Serangkaian percobaan Test Konsolidasi dilakukan untuk mengevaluasi penurunan yang terjadi antara penggunaan metode pembebanan langsung dan metode pembebanan bertahap, terhadap tanah liat yang sama jenisnya. Contoh jenis tanah liat yang digunakan dalam percobaan adalah tanah liat jenis lempung dengan batas cair tinggi, lanau dengan batas cair tinggi dan lempung dengan batas cair rendah. Masing-masing jenis tanah liat diambil 6 buah contoh, 3 contoh untuk pembebanan langsung dan 3 contoh lainnya untuk pembebanan bertahap. Setiap pembebanan dilakukan selama 5 hari. Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa penurunan yang dihasilkan dengan kedua metode pembebanan pada tiap jenis tanah liat relatif sama. Dari hasil analisa data hasil percobaan didapatkan kecepatan penurunan (cv) masing-masing jenis contoh tanah liat tersebut relatif sama untuk penurunan terakhir, tetapi indeks pemampatan sekundernya berbeda untuk kedua metode.

Keyword : clay, consolidation, instant loading method, incremental loading method, coefficient of consolidation, secondary compression index

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1414/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.