Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Brand alternatives: learning from the case of Honda Jazz and Toyota Yaris

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUMARGO;, ELLEN

The domination of Honda Jazz?s market share and sales in mini MPV market has been defeated by Toyota Yaris after its launching, and this has been continuing for three months repetitively. Facing this unwanted situation, Honda should be aware to understand why the market can be snatched easily by Toyota. The writers conducted survey, which is addressed to Honda Jazz and Toyota Yaris? target market, in order to identify what factor has become the competitive advantage of Toyota Yaris based on the potential target market?s point of view. As a result, the writers found out that Toyota Yaris is famous for its after sales service and resale value. This is can be due to the brand equity of Toyota itself. Besides, according to the information gained from some car magazines, Toyota Yaris is better than Honda Jazz since it provides better braking system, safety tools, features, and also better body quality. The Research found out shows that Toyota Yaris is preferred due to its resale value, after sales service, and price factors. These three factors should be considered as a benchmark for Honda to increase Honda Jazz?s market share. Honda should also understand the consumer needs and wants.

Keyword : brand alternatives, competitive advantage, innovation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2716/

Analisis biaya dengan menggunakan analisis value chain cost driver sebagai alat pengendali biaya dalam rangka menciptakan competitive advantage PT. “X” di Malang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OCTAVIA, FELIANA

Dalam lingkungan kompetisi bisnis yang semakin ketat sangat sulit ditemukan suatu badan usaha yang terus-menerus bertahan di posisi atas. Ketatnya persaingan dan dalam menghadapi perdagangan bebas nanti membuat setiap badan usaha berusaha mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi. Ditambah lagi dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal ini menyebabkan Semua badan usaha mengalami kesulitan untuk dapat survive atau bertahan hidup. Oleh karena itu suatu badan usaha harus mampu mencapai efisiensi biaya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. PT “X” adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan keramik dengan berbagai macam model seperti piring, gelas, potry dan yang utama adalah vas bunga. Selma ini PT “X” dalam menganalisis biaya berdasarkan pada biaya tetap, biaya variabel dan biaya manufaktur, sedangkan pengevaluasian kinerja hanya dilakukan dengan membandingkan penerimaan dan pengelwan saja Pengalokasian biaya tersebut belum dapat memberikan informasi mengenai competitive advantage badan usaha. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis biaya dengan menggunakan analisis value chain yaitu dengan mengelompokkan biaya-biaya dan aktiva tetap di sepanjang jalur value chain berdasarkan pada aktivitas nilai, dimana biaya-biaya ditetapkan pada aktivitas-aktivitas yang memerlukannya, sedangkan aktiva tetap ditetapkan pada aktivitas yang menggunakannya dan ditetapkan berdasarkan nilai buku. Setelah itu diterapkan analisis cost driver secara kualitatif sebagai alat pengendali biaya. Dengan menerapkan analisis value chain dan analisis cost driver secara tepat diharapkan PT `”X ” dapat menekan biaya-biaya yang dikeluarkan dan meniadakan biaya yang tidak memberikan nilai tambah.

Keyword : value, analysis, cost, control, accounting, competitive advantage

The Corporate gift market: how to market corporate gift to companies in the Netherlands

Author : AGUSTIN, YUANITA

The Management of Australian Homemade is interested on finding other source of profits from the sales of its chocolate product as corporate gift to companies. This dissertation is intended to find out about the strategies that should be implemented to successfully obtain extra profit by using this alternative. The research methodologies used are secondary (intensive desk research) and primary research (interviews). It begins with corporate gift market analysis in the Netherlands, followed by the company?s analysis. The results will then be analyzed as references in the process of formulation the strategic marketing plan in the framework of 4Ps for the targeted market segment. As the conclusion, CG market for AH has a promising prospect. However, in the face of growing competition, AH should not enter the market without a clear understanding of the market and solutions for problems that might occur.

Keyword : service, buying situation, corporate gifts, business to business, business marketing, competitive advantage, competitive pricing, decision making process, decision making unit, derived demand, marketing mix, segmentation, targeting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1092/

Analisa teori value chain terhadap kompetensi pada perusahaan kontraktor kelas A di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIGNYO, HARTONO

Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia membawa dampak terhadap pertumbuhan perusahaan konstruksi, terutama perusahaan kontraktor yang lebih berperan aktif untuk melakukan suatu pembangunan. Pertumbuhan perusahaan kontraktor tersebut mengakibatkan terciptanya persaingan yang ketat untuk memperebutkan para konsumen.. Didalam persaingan yang terjadi dalam bidang usaha kontruksi ini sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan pendatang baru. Karena itu dicoba ditelusuri urutan prioritas dari faktor-faktor pada teori value chain, agar memiliki nilai lebih dibandingkan dengan perusahaan yang lain sehingga mampu bertahan dan bersaing. Teori value chain adalah salah satu teori yang digunakan untuk menganalisa keuntungan dalam suatu persaingan (competitive advantage) dari suatu perusahaan. Di dalam value chain terdapat 2 jenis aktivitas utama yaitu primary activities dan support activities, dimana primary activities terdiri dari inbound logistic, operation, outbound logistic, marketing and sales, dan service, sedangkan support activities terdiri dari firm infrastructure, human resource management, technology developmemt, dan procurement. Tujuan mendasar dari penelitian untuk mencari urutan prioritas faktor-faktor yang ada pada teori value chain dalam perusahaan kontraktor untuk berkompetisi. Dari penelitian ini dihasilkan sebuah analisa yang menunjukkan bahwa inbound logistic menempati prioritas pertama yang kemudian diikuti oleh human resource management, service, firm infrastructure, technology development, operation, marketing and sales, serta procurement. Walaupun perlu dicatat bahwa urutan prioritas tersebut tidak menunjukkan faktor yang satu lebih penting dari yang lain, tetapi lebih cenderung mengarah pada adanya suatu perhatian yang lebih pada faktor prioritas awal. Dapat disimpulkan bahwa peranan sumber daya manusia baik dalam hubungan internal perusahaan maupun hubungan eksternal dengan owner maupun supplier sangat berpengaruh terhadap kompetensi perusahaan kontraktor.

Keyword : competition, priority, value chain, competitive advantage, primary activity, support activity, technology

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1832/

Penerapan analisis value chain guna mendukung tercapainya cost reduction untuk menciptakan keunggulan bersaing pada pt. “x” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , GIYARTO

Dalam mencapai keunggulan bersaing, menurut porter dapat dilakukan dengan menggunakan analisis value chain yaitu dengan menguraikan aktivitas-aktivitas yang berjalan dalam perusahaan. Aktivitas tersebut digolongkan pada sembilan aktivitas yaitu logistik kedalam, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan, pelayanan, pembelian, pengembangan teknologi, manajemen sumber daya manusia dan infrastruktur perusahaan. Untuk mencapai keunggulan bersaing tersebut PT “X” harus dapat melakukan cost reduction guna memperoleh posisi biaya rendah. Untuk dapat melakukan cost reduction dilakukan dengan menerapkan analisis value chain untuk memperoleh gambaran aktivitas perusahaan secara lebih mendalam, sehingga distribusi biaya dapat diketahui dengan jelas agar aktivitas yang menimbulkan biaya tetapi tidak memuat value added dapat diketahui dan direduksi.

Keyword : competitive advantage, value chain analysis

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2322/

Blog at WordPress.com.