Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Kontrol material pada proyek konstruksi perumahan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUSUMA;, ADE

Sumber daya material dalam suatu proyek dapat mencapai 40% – 60% dari biaya proyek. Pemakaian material yang tidak terkontrol akan membuat biaya proyek membengkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses manajemen kontrol material dilakukan oleh kontraktor yang bergerak dalam bidang real estate. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada kontraktor-kontraktor yang bergerak dalam bidang real estate di kawasan Surabaya Timur. Di samping itu dalam penelitian ini juga dipakai sebuah proyek sebagai studi kasus, dimana penelitian dilakukan pada proyek Regency 21. Analisa kuesioner dilakukan dengan menggunakan analisa distribusi frekuensi, sedangkan untuk studi kasus analisa dilakukan dengan cara menggunakan analisa dua faktor. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa proses manajemen kontrol material tidak sepenuhnya diterapkan dalam proyek real estate. Kontrol material lebih diarahkan pada kontrol kuantitas, skedul dan biaya, sedangkan untuk kontrol kualitas dalam pelaksanaannya kurang diperhatikan.

Keyword : control, material, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/997/

Analisa pelaksanaan time management proyek konstruksi pada perusahaan kontraktor di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARGONO;, BUDI

Time management termasuk ke dalam proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian suatu proyek. Sistem time management berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan proyek. Dimana dalam perencanaan dan penjadwalan tersebut telah disediakan pedoman yang spesifik untuk menyelesaikan aktivitas proyek dengan lebih cepat dan efisien. Studi ini membahas secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan time management proyek konstruksi pada perusahaan kontraktor di Surabaya. Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada 3 perusahaan kontraktor klasifikasi besar menunjukkan bahwa pelaksanaan time management yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor di Surabaya belum sepenuhnya mampu melaksanakan secara ideal. Monitoring merupakan salah satu aspek tersulit untuk dilakukan secara akurat dan teliti dikarenakan harus adanya korelasi yang kuat antara level executive management dengan para pelaksana yang ada di lapangan. Hal ini sangat penting untuk dilaksanakan sebab tidak digunakan sistem time management khususnya bagi pelaksana dilapangan adalah terdapatnya miss comunication, ketidakmengertian secara benar pelaksanaan schedule dalam sistem time management itu sendiri. Hambatan yang juga dihadapi oleh kontraktor di Surabaya adalah biaya yang sangat besar bila melakukan semua aspek sistem time management yang baik terutama bagi skala atau ukuran proyek yang besar, selain itu juga dikarenakan faktor pengalaman yang dimiliki sebagai kontraktor besar dianggap sebagai pegangan utama dalam membangun sebuah proyek konstruksi sehingga dalam prakteknya dilapangan tidak selalu melakukan semua aspek kegiatan dalam sistem time management yang ideal.

Keyword : time management, construction project, construction, company

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4588/

A Study of transitional construction and sequence in constructing present simple yes/no and wh- interrogative sentence

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HADI, AGUS

Sequence of acquisition indicates several stages which are passed by every second language learner until they reach the target-like version. In another word, before a learner reaches the target-like version, they will construct some types of errors, called Transitional Construction. Moreover, beside a level for grammatical or abstract rule learning, teenagers are also a level where their cognitive, perceptual, thinking and body are developed. Therefore, the writer is interested to analyze whether along with their development, they can get to the high stage of developmental process in constructing interrogative construction. Hence, the writer uses Henning Wode?s research of some major stages in the L2 developmental sequence for Wh- and Yes/No question construction in order to identify in which stage his respondents are. Besides, the write also uses a theory of errors in order to follow some steps in analyzing errors and a theory of grammatical categories in order to analyze some grammatical errors on the writer?s data. Furthermore, to get the data, the writer chooses some young teenagers at three courses; they are PPB, UNI, and MEC. In order to control the criteria of respondents, the writer uses self- checklist, which identifies respondent?s characteristic. Moreover, the writer also uses worksheet in order to get the data. There are thirty worksheets, which are analyzed. From the analysis, the writer identifies some respondents construct some different types of transitional construction in Yes/No and Wh- question construction which are not stated in the Wode?s research. Moreover, there are also some grammatical errors; these kinds of errors are not also described in Wode?s research. Due to the fact that some respondents construct different types of transitional construction from Wode?s research, the writer argues Wode?s research should be added by his findings. Furthermore, the results of analysis show the dominant stage in Yes/No question construction is at stage 2, and the dominant stage in Wh-question construction is also at stage 2.

Keyword : transitional, construction, sequence, interrogative sentence

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2229/

Contoh aplikasi desain struktur rangka beton bertulang berdasarkan konsep berbasis kinerja

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LOKOSASMITO;, FEBYANA

Perencanaan struktur terhadap beban gempa yang umum digunakan di Indonesia adalah strength based design dengan konsep capacity design. Desain ini mengutamakan kekuatan struktur tetapi kurang memperhatikan kontrol terhadap kerusakan yang terjadi akibat gempa. Oleh karena itu dikembangkan konsep baru yang memperhatikan tingkat kinerja struktur pasca gempa, seperti kontrol terhadap tingkat kerusakan bangapunan (damage control), yang dikenal sebagai performance based design. Untuk wilayah Asia ada suatu standar yang menjadi acuan bagi standar masing – masing negara yaitu Asian Concrete Model Code (ACMC). ACMC mengatur tentang pemeriksaan performance suatu struktur ditinjau dari tingkat kerusakan serta drift yang terjadi. Standar ACMC ini dalam pengaplikasiannya disesuaikan dengan kondisi dan peraturan yang berlaku di masing ? masing negara Asia. Studi ini membahas tentang pemeriksaan kinerja struktur rangka beton bertulang 10 lantai berdasarkan performance based design sesuai ACMC dengan meninjau dua jenis struktur yaitu struktur dengan daktilitas penuh dan struktur dengan daktilitas terbatas. Kedua jenis struktur, baik struktur dengan daktilitas penuh maupun struktur dengan daktilitas terbatas, didesain sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia menurut Badan Standardisasi Nasional tentang ?Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung? (Badan Standardisasi Nasional, 2002). Analisa perilaku struktur yang digunakan adalah Analisa Statik Non-Linier Pushover dan Analisa Dinamik Non-Linier Riwayat Waktu. Tingkat kinerja bangunan diukur dari drift dan tingkat kerusakan yang terjadi. Dari hasil pemeriksaan kinerja struktur rangka beton bertulang untuk ke-2 jenis struktur yaitu daktilitas penuh dan daktilitas terbatas, terlihat bahwa tingkat kinerja (drift dan tingkat kerusakan yang terjadi) tidak jauh berbeda. Dalam studi ini juga terlihat bahwa struktur rangka beton bertulang dengan daktilitas penuh menggunakan jumlah tulangan yang lebih sedikit bila dibandingkan struktur rangka beton bertulang dengan daktilitas terbatas.

Keyword : building, earthquake, concrete, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4595/

A study on the construction of the meaning of the sea and meanings of the land in Rudyard Kipling’s captains courageous

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ROSDIANA, ERLYN

Rudyard Kipling who is known for his skillful ability of writing most successfully for children and also for his great British Nationalism wrote a simple novel, Captains Courageous which conveys the America?s atmosphere and characters. Yet, I see Captains Courageous is not simply a children classic as it has significant underlying meanings projected in the two settings of the novel, the sea and the land. Adhering to this fact, my analysis upon this novel focuses in finding out the construction of meanings of the sea and the meanings of the land as I see them portrayed throughout the story. In doing so, I apply the use of semiotics, the study of signs, in which I perceive these two settings, the sea and the land, as signs that possess certain signified meanings in each of them. Besides the application of semiotics in my analysis, I will also apply other supporting theories such as certain theories of sociolinguistics and Alfred Adler?s theory of superiority complex. These theories are very helpful for me in revealing and proving analytically that the construction of the meanings of the sea and the meanings of the land displayed in binary oppositions are: the sea/the land being unsophisticated/sophisticated, genuine/pretentious, intimate/distant, and broad minded/narrow-minded. The binary oppositions performed in this analysis, exposing the contrast between its two constituents, show that the emphasis is put on the meanings of the sea rather than those of the land. Still, although the qualities of the sea seemingly towers above the qualities of the land, it is worth observing that actually the emphasis is put more on the meanings of the land than those of the sea.

Keyword : english, fiction, kipling, rudyard, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2718/

Program komputer untuk penentuan tebal, pelapisan tambahan dan konstruksi bertahap pada perkerasan lentur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIARTO;, AGUS

Penentuan tebal perkerasan jalan baru, pelapisan tambahan dan konstruksi bertahap pada perkerasan lentur menggunakan banyak tabel dan nomogram sehingga proses perhitungan memerlukan waktu cukup lama dan diperlukannya ketelitian pembacaan nomogram. Penggunaan komputer untuk perhitungan tebal perkerasan jalan baru, pelapisan tambahan dan kostruksi bertahap memberikan beberapa keuntungan yaitu mempercepat proses perhitungan, memperkecil kesalahan perhitungan, memudahkan perhitungan ulang, dan dapat dengan cepat memperoleh beberapa alternatif susunan lapisan perkerasan untuk kondisi lalu lintas dan pelayanan yang sama. Hasil perhitungan dengan menggunakan program Flexi-Man memiliki ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan perhitungan secara manual. Hal ini dikarenakan dalam proses perhitungan ITP, Flexi-Man menggunakan persamaan matematika, sedangkan pada perhitungan manual melalui pembacaan nomogram. Perbedaan ketelitian ini memberikan hasil ITP yang memiliki perbedaan ? 1%.

Keyword : construction, overlaying, staging construction, flexible pavement, pavement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4671/

Sistem pertahanan keselamatan kerja pada proyek konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HARTAWAN;, ROY

Kecelakaan kerja dapat terjadi bila bahaya yang timbul tidak dapat diantisipasi karena kegagalan Sistem Pertahanan Keselamatan Kerja (SPKK) yang terdiri dari jenis hard dan soft. Dengan demikian, untuk mencegah kecelakaan kerja di konstruksi harus dimulai dengan membentuk SPKK yang baik. Namun, studi mengenai hal ini masih jarang di konstruksi. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pandangan mengenai perlunya SPKK, dan juga untuk mengetahui faktor diantara kondisi laten dan perilaku pekerja yang lebih berpeluang merusak sistem pertahanan tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukan penyebaran kuesioner di lapangan yang selanjutnya dianalisa secara statistik dengan menggunakan analisa deskriptif dan T-Test. Tiga ratus dua puluh satu set kuesioner berhasil dikumpulkan dan dianalisa. Hasil analisa menunjukkan bahwa hampir semua komponen SPKK diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja. Disimpulkan bahwa SPKK komponen hard lebih diperlukan daripada komponen soft. Pada proyek besar SPKK berjalan dengan baik, sedangkan kegagalan SPKK pada proyek sedang baik komponen hard maupun soft lebih disebabkan oleh faktor kondisi laten.

Keyword : safety, construction, defenses, latent condition, worker behavior

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2819/

Studi tentang inovasi teknologi alat berat dalam industri konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WANTIGO;, YUNG

Teknologi semakin berkembang pesat sekarang ini, apalagi dengan mulainya memasuki era globalisasi. Perkembangan inovasi teknologi itu juga terlihat pada alat-alat berat yang dipakai dalam proyek konstruksi. Perusahaan konstruksi untuk bersaing dengan perusahaan lain perlu menghasilkan suatu hasil pekerjaan yang murah dari segi biaya dan baik dari segi kualitas. Salah satu caranya untuk mendapatkan hal tersebut adalah dengan mengikuti perkembangan inovasi teknologi alat-alat berat. Untuk itulah dilakukan studi tentang inovasi teknologi alat berat dalam industri konstruksi. Ada berbagai macam penyebab timbulnya inovasi teknologi seperti kebutuhan akan pengurangan biaya dan waktu, kebutuhan akan peningkatan mutu, dan keunggulan bersaing (competitive advantage). Dalam penelitian ini, data-data yang diperoleh berupa data hasil kuesioner, hasil studi literatur dan data teknis spesifikasi alat berat. Selanjutnya data hasil kuesioner akan diolah dengan analisa frekuensi dan data teknis spesifikasi alat berat diolah dengan memperbandingkan perkembangan inovasi teknologi tiap tipe alat berat. Dari hasil penelitian di lapangan dengan kuesioner didapatkan bahwa tujuan munculnya inovasi teknologi alat berat yaitu untuk mengurangi biaya, dari responden kontraktor alat dan kontraktor umum hanya 4 responden yang mengatakan sering dan selalu. Untuk tujuan inovasi alat berat yaitu mengurangi waktu, dari responden distributor alat berat sebanyak 3 responden yang mengatakan sering dan selalu, dari kontraktor alat berat hanya 3 responden mengatakan sering, sedangkan dari kontraktor umum hanya 1 responden mengatakan sering. Untuk tujuan inovasi alat yaitu meningkatkan mutu, dari sisi distributor alat berat hanya 2 responden mengatakan sering dan selalu, dari sisi kontraktor alat berat 8 mengatakan sering dan selalu, sedangkan dari sisi kontraktor umum 3 responden mengatakan sering dan selalu. Untuk tujuan inovasi mencapai keunggulan bersaing, dari sisi distributor alat berat 2 responden mengatakan sering, dari kontraktor alat berat hanya 1 responden mengatakan sering, sedangkan dari sisi kontraktor umum 5 responden mengatakan sering dan selalu. Dari segi pemasaran alat berat oleh distributor alat berat di Surabaya dapat diketahui, jumlah alat berat dengan inovasi teknologi baru yang terserap di Surabaya sedikit jika dibandingkan dengan jumlah yang dipasarkan oleh distributor tersebut.

Keyword : technology innovation, heavy equipment, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4745/

Peranan manajer proyek sebagai pemimpin dalam membangun kepercayaan pada proyek konstruksi di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO;, HERRY

Permasalahan yang umum terjadi di bidang konstruksi adalah kurangnya hubungan antara sumber daya manusia yang terlibat. Kepemimpinan dan kepercayaan yang tepat akan mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan manajer proyek sebagai pemimpin dalam membangun kepercayaan tim kerja pada suatu proyek konstruksi dan membuat model hubungan kepercayaan dengan kepemimpinan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para staff atau bawahan dari manajer proyek pada proyek konstruksi di Surabaya. Sebanyak 61 responden dari 9 proyek berpartisipasi. Hasil analisa data secara umum didapatkan tingkat kepemimpinan dan kepercayaan yang terbentuk dalam tim pada umumnya adalah tingkat sedang. Hasil analisa regresi, dengan menggunakan satu variabel tak bebas (yaitu kepercayaan) dan tiga variabel bebas (yaitu achieving results, acting with integrity, dan demonstrating concern) menunjukkan hubungan yang signifikan antara variabel kepercayaan dengan variabel kepemimpinan. Model yang didapat diuji dengan BLUE dan uji validasi. Hasilnya menunjukkan bahwa model dapat digunakan.

Keyword : leadership, trust, construction, project manager

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2836/

Program p3-tc untuk perhitungan waktu efektif penggunaan tower crane pada konstruksi bangunan bertingkat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA;, BUDI

Di dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat, Tower Crane (TC) sering digunakan sebagai alat bantu pemindahan material secara vertikal dan horisontal. Untuk efisiensi biaya proyek, perkiraan jadwal dan waktu penggunaan TC perlu dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi. Perkiraan penggunaan TC yang mencakup gerakan vertikal (hoist), horisontal (trolley) dan berputar (swing) dapat dihitung secara matematis untuk setiap jenis pekerjaan TC beserta beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain: faktor kondisi alat, kondisi pekerjaan, dan kondisi manajemen proyek. Jenis pekerjaan TC memiliki karakteristik teknis yang berbeda-beda, misalnya untuk: pekerjaan pengecoran kolom, dinding geser, pengangkatan tulangan, scaffolding, batu bata, dan lain-lain. Banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukan TC maka dibutuhkan program yang dapat menghitung produktivitas TC. Dengan mempelajari karakteristik dan spesifikasi TC beserta observasi di lapangan, di proyek Darmo Trade Centre (DTC) yang berlokasi di jalan Raya Wonokromo Surabaya, maka dibuatlah program P3-TC (Program Perhitungan Penggunaan Tower Crane). P3-TC adalah sebuah program yang dapat membantu kontraktor dalam mendapatkan durasi dari setiap pekerjaan TC. Hasil dari program ini dapat dipakai dalam perencanaan skedul harian dan dapat dipakai sebagai informasi utilitas TC, yaitu perbandingan waktu penggunaan TC terhadap waktu pelaksanaan proyek secara keseluruhan.

Keyword : tower, crane, hoist, trolley, swing, construction, management, material

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4755/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.