Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penerapan analisis cost-volume-profit dalam menetapkan volume penjualan atas target laba CV. Timor Agung

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SONBAIT, PRISCILLA

Laba dipandang oleh perusahaan sebagai suatu ukuran kesuksesean manajemen dalam mengelola perusahaan. Laba dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu harga jual, biaya produksi, dan volume penjualan. Analisis Cost-Volume-Profit ( CVP ) yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dapat digunakan untuk menentukan volume penjualan yang dapat mendukung target laba yang ingin dicapai karena analisis CVP melibatkan harga jual, laba dan biaya. Selain itu, dengan analisis CVP pihak manajemen perusahaan juga dapat mengetahui volume penjualan yang harus terjual agar mencapai keadaan impas dan mengetahui produk mana yang mendatangkan keuntungan terbesar dan terkecil. Oleh karena itu penulis memberikan alternatif pemecahan masalah dengan menyarankan penerapan analisis CVP. Studi ini menunjukkan dengan penerapan analisis CVP, CV. Timor Agung memperoleh informasi yang berguna dalam menentukan volume penjualan agar target laba yang telah ditetapkan tercapai.

Keyword : cost, volume, profit

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1203/

Advertisements

Penerapan departmental costing sebagai salah satu alat untuk menghitung biaya produksi pada PT. Multi Duta Utari di Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KRISTINAWATI, CHANDRA

Pada masa sekarang, pentingnya informasi biaya yang akurat juga dirasakan oleh perusahaan dalam kompetisi yang semakin tinggi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Departmental Costing yang dipergunakan untuk mengetahui besar biaya produksi per unit di setiap jenis pembalut pada PT. Multi Duta Utari di Gresik. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah studi kasus dengan menggunakan data produksi tahun 2002 yang meliputi total biaya produksi selama tahun 2002 yang terdiri dari biaya bahan baku yang dipergunakan, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik tahun 2002 yang timbul dalam proses pembuatan pembalut pada PT. Multi Duta Utari. Yang menjadi unit analisisnya adalah biaya produksi pada PT. Multi Duta Utari tahun 2002. PT. Multi Duta Utari selama ini mengalokasikan biaya departemen pendukung ke departemen produksi berdasarkan jam tenaga kerja langsung, oleh karena itu departemen yang jam tenaga kerjanya paling besar akan menanggung biaya yang paling banyak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode alokasi biaya Departmental Costing penempatan biaya atau pengalokasian biaya yang tidak perlu/tidak tepat ke departemen/unit tertentu dapat dikurangi atau dihindari, dan juga terjadinya overcosting dan undercosting dapat dieliminasi.

Keyword : cost, accounting, departmental costing, manufacturing cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2376/

Pengaruh perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan (RandD) terhadap penyajian laporan keuangan pada PT HM Sampoerna Tbk di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANI, ANNI

PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan besar di Surabaya yang bergerak di bidang industri rokok. Sebagai perusahaan yang sudah go public, PT HM Sampoerna Tbk selalu melakukan terobosan baru untuk menghasilkan produk-produk yang lebih unggul. Oleh karena itu kegiatan riset dan pengembangan dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan penjualan produknya. Biaya Riset dan Pengembangan yang dikeluarkan PT HM Sampoerna Tbk sangat besar jumlahnya. Perusahaan selama ini membebankan seluruh pengeluaran riset dan pengembangan sebagai biaya pada periode terjadinya dengan alasan kepraktisan. Perusahaan tidak menggolongkan biaya riset dan biaya pengembangan secara terpisah dan tidak memperhatikan masa manfaat yang diterima dari kegiatan riset dan pengembangan tersebut. Hal itu tidak sesuai dengan PSAK No.20 yang mengakui biaya pengembangan sebagai aktiva apabila dipenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria-kriteria tersebut adalah: Produk atau proses didefinisikan dengan jelas dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada produk atau proses dapat diidentifikasi secara terpisah dan diukur secara andal; kelayakan teknis dari produk atau proses dapat ditunjukkan; perusahaan bermaksud untuk memproduksi dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut, adanya pasar untuk produk atau proses tersebut, atau jika akan digunakan sendiri, kegunaannya untuk perusahaan dapat ditunjukkan; terdapat sumber daya yang cukup, atau ketersediannya dapat ditunjukkan, untuk menyelesaikan proyek dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa biaya-biaya untuk pengembangan produk memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. Dampak penerapan perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan menurut PSAK No.20 pada perusahaan ialah laba pada tahun 1999 meningkat sebesar Rp 9.3 52.000.000,00. Meskipun jumlah penghematan tersebut tidak cukup material jika dibandingkan dengan total aktiva perusahaan namun penghematan tersebut sejalan dengan program ?cost saving? yang dicanangkan oleh perusahaan sejak tahun 1998.

Keyword : accounting, financial, report, cost, riset, hm sampoerna, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1227/

Penerapan activity analysis untuk meminimumkan biaya produksi pada PT. ‘X’

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSANA, YUMI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisa aktivitas itu diterapkan oleh perusahaan dalam rangka meminimumkan biaya produksi dengan mengetahui faktor biaya tidak bernilai tambah terhadap biaya produksi yang memungkinkan untuk dikurangi. Sumber penelitian ini diperoleh dari catatan laporan keuangan dan hasil wawancara. Untuk memenuhi tujuan penelitian, dilakukan dengan membagikan kuesioner sebagai poling untuk dapat mengetahui aktivitas mana yang bernilai tambah maupun yang tidak tidak bernilai tambah yang dianggap berhubungan dengan biaya produksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas tidak bernilai tambah yang bisa dihindari oleh perusahaan, bisa dilakukan pengurangan aktivitas sedangkan untuk aktivitas tidak bernilai tambah yang tidak bisa dihindari, perusahaan juga bisa dilakukan pengurangan aktivitas sampai pada batas maksimalnya sehingga tercapai efisiensi biaya, yang pada akhirnya perusahaan bisa mencapai cost reduction.

Keyword : cost, accounting, dominance cost factor for lost, application of activity analysis

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2400/

Analisis biaya kualitas di PT. Nusantara Plywood

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RIJADI, NATANNAEL

Pemenuhan tuntutan terhadap kualitas yang tinggi memerlukan adanya penanganan dan perhatian yang serius terhadap biaya kualitas yang terbesar yang pada akhirnya akan dapat menurunkan biaya produksi. Biaya produksi yang rendah akan memberikan dampak pada penurunan harga jual sehingga pada akhirnya perusahaan dapat menguasai pangsa pasar dari produk yang dihasilkan. PT. Nusantara Plywood adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu yang sangat peduli terhadap kualitas produk Namun dalam pelaksanaan proses produlisinya masih terdapat kesalahan-kesalahan yang berakibat terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Sampai saat ini perusahaan belum melakukan perhitungan yang detail dari biaya-biaya yang ada, khususnya penerapan biaya kualitas. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menghitung dan menganalisa biaya kualitas yang terjadi di PT. Nusantara Plywood. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya kualitas terbesar disebabkan rata-rata biaya kegagalan internal sebesar 94,65 % dari total biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rata-rata biaya scrap yang besar yaitu 74,73 % dari total biaya kegagalan internal. Rata-rata perbandingan antara total biaya kualitas terhadap total penjualan sebesar 50,54 % menunjukkan tingginya biaya kualitas yang terjadi di PT. Nusantara Plywood yang jauh melebihi standar, yaitu 9,20 % dari total penjualan.

Keyword : nusantara, plywood, quality, control, cost, management, industry

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1278/

Penerapan standard costing dalam rangka mengukur efisiensi biaya produksi pada PT. “X” di Kediri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDAH, ARIANTI

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi biaya produksi, sehingga dapat memberikan pedoman kepada manajemen berapa biaya produksi yang seharusnya boleh terjadi dalam melaksanakan produksi dengan menerapkan standard costing sebagai perhitungan biayanya. Dengan melakukan perhitungan standard costing, maka akan diketahui apakah efisiensi atas biaya produksi sudah tercapai atau belum. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan standard costing dalam mengendalikan biaya produksi, efisiensi terhadap biaya produksi dapat tercapai sebesar Rp.4.633.548. Penelitian ini membuktikan bahwa standard costing sangat berperan dalam pengendalian biaya produksi, sehingga diharapkan dengan menggunakan standard costing, manajemen dapat mengendalikan biaya produksi yang terjadi di perusahaan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan laba perusahaan.

Keyword : cost, accounting, standard costing, cost efficiency

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2401/

Analisis biaya dengan menggunakan analisis value chain cost driver sebagai alat pengendali biaya dalam rangka menciptakan competitive advantage PT. “X” di Malang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OCTAVIA, FELIANA

Dalam lingkungan kompetisi bisnis yang semakin ketat sangat sulit ditemukan suatu badan usaha yang terus-menerus bertahan di posisi atas. Ketatnya persaingan dan dalam menghadapi perdagangan bebas nanti membuat setiap badan usaha berusaha mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi. Ditambah lagi dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal ini menyebabkan Semua badan usaha mengalami kesulitan untuk dapat survive atau bertahan hidup. Oleh karena itu suatu badan usaha harus mampu mencapai efisiensi biaya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. PT “X” adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan keramik dengan berbagai macam model seperti piring, gelas, potry dan yang utama adalah vas bunga. Selma ini PT “X” dalam menganalisis biaya berdasarkan pada biaya tetap, biaya variabel dan biaya manufaktur, sedangkan pengevaluasian kinerja hanya dilakukan dengan membandingkan penerimaan dan pengelwan saja Pengalokasian biaya tersebut belum dapat memberikan informasi mengenai competitive advantage badan usaha. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis biaya dengan menggunakan analisis value chain yaitu dengan mengelompokkan biaya-biaya dan aktiva tetap di sepanjang jalur value chain berdasarkan pada aktivitas nilai, dimana biaya-biaya ditetapkan pada aktivitas-aktivitas yang memerlukannya, sedangkan aktiva tetap ditetapkan pada aktivitas yang menggunakannya dan ditetapkan berdasarkan nilai buku. Setelah itu diterapkan analisis cost driver secara kualitatif sebagai alat pengendali biaya. Dengan menerapkan analisis value chain dan analisis cost driver secara tepat diharapkan PT `”X ” dapat menekan biaya-biaya yang dikeluarkan dan meniadakan biaya yang tidak memberikan nilai tambah.

Keyword : value, analysis, cost, control, accounting, competitive advantage

Penerapan metode pengalokasian biaya bersama di UPPK U.K. Petra (dalam rangka menentukan metode pengalokasian biaya yang relatif tepat di UPPK U.K. Petra)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANNY, ALVIN;

Penelitian berikut membahas tentang pengalokasian biaya bersama di UPPK (Unit Pemeliharaan dan Pelayanan Kampus) Universitas Kristen Petra, dengan menggunakan lima macam metode, yaitu Metode Langsung, Metode Bertahap, Metode Resiprokal, Metode Tarif Ganda, dan Activity-based Costing. Umumnya pengalokasian biaya dilakukan di departemen produksi, tetapi dalam penelitian ini, pengalokasian biaya akan berusaha diterapkan di departernen jasa. Dari hasil simulasi dan pengolahan data serta adanya keterbatasan data, maka metode yang relatif paling tepat untuk diterapkan di UPPK Universitas Kristen Petra adalah metode langsung.

Keyword : management, accounting, corporation, finance, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1594/

Estimasi willingness to pay menggunakan travel cost masyarakat Surabaya yang berkunjung Ke Taman Safari II Jatiarjo Prigen Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : VERONIKA;, LANNY

Saat ini beberapa spesies yang ada di Indonesia sudah mendekati kepunahan, dimana menurut penelitian dalam 26 mamalia yang ada, 24 didalamnya adalah spesies terawat dan 2 yang lain dalam kondisi baik. Dari 23% jenis reptil yang ada, 5 % yang masih dalam keaadan stabil, 11 % kulitnya diperdagangkan, sedangkan sisanya dalam perawatan. Maka dari itu usaha manusia untuk menanggulangi bencana besar itu adalah dengan mendirikan taman perlindungan. Salah satu wujudnya adalah berdirinya Taman Safari II Prigen Jawa Timur. Pendirian Taman Safari II ini memerlukan dukungan dana. Dana tersebut dapat berasal dari kontribusi masyarakat. Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi kerelaan membayar (Willingness To Pay) konsumen Surabaya yang berkunjung ke Taman Safari II berdasarkan CVM. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang diduga akan mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) ternyata tidak memiliki pengaruh. Nilai Willingness To Pay yang diperoleh adalah Rp. 12.250.

Keyword : pay, extinction, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3616/

Penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SONYA

Menurut Michael Porter, Value Chain merupakan suatu alat analisis biaya yang dapat digunakan untuk menganalisis sumber keunggulan bersaing perusahaan yaitu dengan menguraikan aktivitas yang terjadi dalam perusahaan ke dalam aktivitas-aktivitas nilai secara strategis. Dengan analisis value chain akan dilakukan pemisahan biaya dan aktiva tetap pada masing-masing aktivitas nilai. Kemudian dilakukan activity analysis untuk mengetahui aktivitas mana yang merupakan value added activities atau non value added activities. Melalui cara ini perusahaan dapat mengetahui distribusi biaya pada tiap-tiap aktivitas nilai dan dapat mengetahui aktivitas-aktivitas yang dapat menambah nilai (value added) dan yang tidak menambah nilai (nonvalue added). Sehingga dapat dilakukan koordinasi dan optimasi untuk melakukan cost reduction yang pada akhirnya dapat menciptakan keunggulan bersaing. Oleh karena itu permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT. X Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif berupa studi kasus dengan obyek penelitian PT. X yang bergerak dalam industri kapas kesehatan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa wawancara, observasi langsung ke perusahaan, dan studi kepustakaan. Dari hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa pada PT. X terdapat aktivitas yang merupakan nonvalue added yaitu aktivitas moving dan penyimpanan baik bahan baku maupun barang jadi, set up mesin, pemeliharaan. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak menambah nilai bagi produk maka aktivitas ini harus direduksi atau dihilangkan.

Keyword : accounting, value, analysis, cost, control, managerial, reduction

Older Posts »

Blog at WordPress.com.