Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Estimasi willingness to pay menggunakan travel cost masyarakat Surabaya yang berkunjung Ke Taman Safari II Jatiarjo Prigen Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : VERONIKA;, LANNY

Saat ini beberapa spesies yang ada di Indonesia sudah mendekati kepunahan, dimana menurut penelitian dalam 26 mamalia yang ada, 24 didalamnya adalah spesies terawat dan 2 yang lain dalam kondisi baik. Dari 23% jenis reptil yang ada, 5 % yang masih dalam keaadan stabil, 11 % kulitnya diperdagangkan, sedangkan sisanya dalam perawatan. Maka dari itu usaha manusia untuk menanggulangi bencana besar itu adalah dengan mendirikan taman perlindungan. Salah satu wujudnya adalah berdirinya Taman Safari II Prigen Jawa Timur. Pendirian Taman Safari II ini memerlukan dukungan dana. Dana tersebut dapat berasal dari kontribusi masyarakat. Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi kerelaan membayar (Willingness To Pay) konsumen Surabaya yang berkunjung ke Taman Safari II berdasarkan CVM. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang diduga akan mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) ternyata tidak memiliki pengaruh. Nilai Willingness To Pay yang diperoleh adalah Rp. 12.250.

Keyword : pay, extinction, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3616/

Advertisements

Penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SONYA

Menurut Michael Porter, Value Chain merupakan suatu alat analisis biaya yang dapat digunakan untuk menganalisis sumber keunggulan bersaing perusahaan yaitu dengan menguraikan aktivitas yang terjadi dalam perusahaan ke dalam aktivitas-aktivitas nilai secara strategis. Dengan analisis value chain akan dilakukan pemisahan biaya dan aktiva tetap pada masing-masing aktivitas nilai. Kemudian dilakukan activity analysis untuk mengetahui aktivitas mana yang merupakan value added activities atau non value added activities. Melalui cara ini perusahaan dapat mengetahui distribusi biaya pada tiap-tiap aktivitas nilai dan dapat mengetahui aktivitas-aktivitas yang dapat menambah nilai (value added) dan yang tidak menambah nilai (nonvalue added). Sehingga dapat dilakukan koordinasi dan optimasi untuk melakukan cost reduction yang pada akhirnya dapat menciptakan keunggulan bersaing. Oleh karena itu permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT. X Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif berupa studi kasus dengan obyek penelitian PT. X yang bergerak dalam industri kapas kesehatan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa wawancara, observasi langsung ke perusahaan, dan studi kepustakaan. Dari hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa pada PT. X terdapat aktivitas yang merupakan nonvalue added yaitu aktivitas moving dan penyimpanan baik bahan baku maupun barang jadi, set up mesin, pemeliharaan. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak menambah nilai bagi produk maka aktivitas ini harus direduksi atau dihilangkan.

Keyword : accounting, value, analysis, cost, control, managerial, reduction

Perancangan prototype sistem komputerisasi perhitungan biaya aktivitas plate making berdasarkan metode activity based costing

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUWIGNYOO, EKA

PT ABC masih menerapkan Traditional Costing dalam menghitung biaya produk, padahal metode Activity Based Costing (ABC ) lebih akurat dan jelas dalam mengidentifikasi maupun mengukur biaya sebuah produk daripada metode tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas yang terjadi dalam proses produksi PT ABC, mengetahui cara perhitungan biaya aktivitas, khususnya dalam Plate Making, berdasarkan metode ABC, dan membuat sebuah prototype sistem perhitungan biayanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif aplikatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data perhitungan biaya perusahaan dianalisa, kemudian sistem ABC diterapkan, dan prototype sistem perhitungannya dirancang, meliputi desain database, output, input dan prosesnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas yang terlibat antara lain : Production Planning and Inventory Control (PPIC), Plate Making, Assembling, Storing R Maintaining, Machining, Setup, Quality Inspection, dan Material Handling. Cara menghitung biaya aktivitas Plate Making adalah dengan mendapatkan total akumulasi biaya . overhead yang dikonsumsi berdasarkan standar perhitungan komposisi pemakaian aktivitas terhadap biaya overhead yang timbul (alokasi_1). Hasil akumulasi ini akan dialokasikan kepada setiap produk yang dihasilkan berdasarkan jumlah production. run yang dilakukannya (alokasi_2). Perancangan prototype sistem perhitungan ini menggunakan Visual Basic versi 6.0 dengan database Microsoft Access.

Keyword : cost, accounting, data, prcessing, computer, programm, method, activity, based, visual basic, plate making

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1986/

Analisa biaya penggunaan ice storage pada sistem pengkondisian udara

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YOEHANNES, SETEVE

Sistem pengkondisian udara telah menjadi kebutuhan utama di tempat-tempat bisnis. Untuk pemasangan sistem yang baik membutuhkan biaya investasi dan pengoperasian yang besar. Oleh karena itu dalam perancangannya dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menghemat dalam biaya investasi atau pengoperasiannya. Sistem pengkondisian udara menggunakan ice storage memiliki keuntungan daripada sistem pengkondisian udara konvensional.. Keuntungan itu adalah mengurangi kapasitas chiller, biaya listrik, dan dapat menggeser waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak. Dengan menganalisa sistem pengkondisian udara konvensional dan sistem ice storage apabila digunakan di sebuah pertokoan di Surabaya dalam segi teknik dan ekonomis. Membandingkan sistem mana yang paling menguntungkan dari tiap-tiap sistem. Sistem pengkondisian udara dengan menggunakan ice storage sistem partial storage untuk letak tangki dekat dengan ruang chiller investasinya sebanyak Rp. 4.389.556.921,00 dan pay back periodnya sebanyak 5 tahun, 1 bulan dan 16 hari. Sistem time of day gabungan untuk letak tangki dekat dengan ruang chiller investasinya sebanyak Rp. 5.547.523.489,00 dan pay back periodnya sebanyak 11 tahun, 1 bulan dan 4 hari.

Keyword : air conditioning system, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3766/

Analisis pengendalian biaya kualitas di dalam membantu pengambilan keputusan tentang peningkatan kualitas dan pengaruhnya terhadap profitabilitas PT.”X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PANGESTU, JIMMY

Dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis, perusahaan tersebut khususnya PT. “X”, yang bergerak dibidang perakitan dan pembuatan rangka sepeda, dituntut untuk lebih kompetitif agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya. Untuk i tu, perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya melalui informasi yang diperoleh baik secara formal maupun informal yang cepat, tepat, akurat dan relevan serta berdaya guna untuk digunakan dalam pengambilan putusan dan peningkatan kinerja. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah meningkatkan daya saing harga dan kualitas, yang dimulai dari pengendalian biaya. Pengendalian biaya yang baik harus ditunjang dengan perencanaan yang baik pula, yang berdampak pada peningkatan keakuratan yang tinggi ini akan menyebabkan perusaham mampu melakukan pengendalian lebih mendalam atas biaya-biaya tersebut, yang pada akhirnya akan mencegah pada Total Quality Control Dalam menciptakan produk berkualitas yang harus dilakukan adalah melaksanakan proses produksi dengan benar sejak pertama kali. Hal ini akan mengakibatkan pengehematan penggunaan sumber daya, yang berarti biaya produksi lebih rendah sehingga harga produk dapat bersaing dan profitabilitas perusahaan meningkatkan. Keadaan ini dapat dicapai melalui pengeluaran sejumlah biaya yang disebut biaya kualitas. besarnya biaya tersebut perlu dikendalikan dan pengeluarannya diarahkan pada usaha pencegahan terbadap terjadinya produk cacat, melalui pelaksanaan program pengendalian biaya kualitas. agar pelaksanaan program tersebut dapat mengklasifikasikan, pengukuran dan penyusunan laporan biaya kualitas secara akurat dan konsisten. Informasi yang diperoleh melalui laporan biaya kualitas dapat digunakan sebagai masukan dalam proses pengembalian putusan peningkatan kualitas dan dapat memotivasi pihak manajemen untuk mengendalikan biaya kualitas. Dari hasil penelitian, perusahan sudah melaksanakan pengendalian biaya kualitas tetapi masih digabung dengan pengendalian biaya produksi sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat melaksanakan pengukuran dan pengendalian biaya kualitas dengan baik, yang pelaksanaannya diarahkan untuk mencapai target 2,5 % dari defect. Pada saat itu, biaya kualitas yang terjadi hanya prevention cost dan appraisal cost karena zero defect berarti meniadakan failure cost meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Keyword : cost, accounting, profitabilitas

Penerapan target kaizen costing untuk mengurangi biaya produksi pada perusahaan manufaktur pt. “x” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , VIVIYEN

Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, setiap badan usaha dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing agar dapat tetap bertahan dan memenangkan persaingan. Ada dua pilihan penting yang menjadi pertimbangan badan usaha dalam kaitannya dengan strategi penetapan harga, yaitu tetap mempertahankan tingkat harga yang berlaku dengan meningkatkan kualitas dan kegunaannya, atau menurunkan harga pokok produk untuk merebut pasar dengan tetap mempertahankan standar kualitas tingkat kegunaan produk dengan cara memangkas biaya-biaya non-value added. Filosofi target costing mensyaratkan bahwa manajemen biaya yang agresif terjadi pada tahap perencanaan, tahap desain produk, dan tahap produksi. Target costing didorong oleh analisis pasar dan analisis pesaing. Dengan merancang biaya yang lebih rendah pada sebuah produk, perusahaan akan mendapatkan penghematan biaya. Sedangkan filosofi kaizen costing mensyaratkan adanya perbaikan terus menerus (continuous improvement) yang merupakan metode sekaligus sarana untuk mendukung proses pengurangan biaya di tahap-tahap produksi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa selama ini badan usaha menggunakan standard costing untuk mengendalikan biayanya, sehingga investigasi dan respon diberikan apabila standar tidak dapat dicapai. Sedangkan kaizen costing menuntut adanya continuous improvement yang berkelanjutan, dan respon diberikan apabila target kaizen tidak tercapai. Kaizen costing bertujuan untuk mengurangi biaya aktual di bawah biaya standar, sedangkan standard costing hanya bertujuan untuk mendorong memenuhi standar biaya yang ditetapkan.

Keyword : cost, accounting, kaizen costing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2253/

Analisa non-value added activity dengan menggunakan activity based management untuk mencapai efisiensi biaya pada hotel “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ROSALINA, FEBE

Penulisan skripsi ini dilakukan pada Hotel “X” di Surabaya. Hotel “X” adalah sebuah hotel berbintang lima yang memberikan jasa layanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial. Karena persaingan di bidang industri jasa semakin meningkat, maka Hotel “X” harus dapat meningkatkan proses dan aktivitas mereka, memperhatikan kualitas dan mencapai efisiensi biaya agar dapat mencapai keunggulan dalam bersaing. Efisiensi biaya ini dapat dicapai melalui pengelolaan aktivitas yang disebut dengan metode Activity Based Management. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu dengan menganalisa semua aktivitas yang dilakukan pada divisi room kemudian diklasifikasikan menjadi aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tak bernilai tambah. Aktivitas tak bernilai tambah inilah yang akan dikurangi ataupun dihilangkan agar dapat mengurangi biaya tak bernilai tambah sehingga pada akhirnya dapat tercapai efisiensi biaya. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif berupa gambaran umum perusahaan, struktur organisasi, beberapa kebijakan perusahaan dan data kuantitatif berupa laporan biaya pada divisi room hotel tahun 2002. Hasil analisa membuktikan bahwa melalui penerapan metode Activity Based Management dapat diperoleh pengurangan biaya tak bernilai tambah sebesar Rp.148,254,523 atau 11.90% dari total biaya. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode Activity Based Management dapat membantu Hotel “X” dalam mencapai efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas jasa yang diterima oleh pelanggan.

Keyword : activity based management, cost, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4895/

Penerapan business process analysis dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya pada proses pemasaran PT. SS Utama di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARISONA, CHESY

Business Process Analysis sebagai kunci pertama dari Total Cost Manajemen merupakan teknik dasar dalam memahami, menganalisis, dan meningkatkan kinerja badan usaha yang tidak memandang badan usaha sebagai kumpulan fungsi yang terpisah, melainkan sebagai kumpulan proses. Teknik ini selain berorientasi terhadap kepuasan konsumen, juga berorientasi pada penurunan siklus waktu dan upaya meminimalkan biaya. Analisis yang dilakukan dimulai dengan mengembangkan business process model lalu mengembangkan definisi aktivitasnya kemudian melakukan process value analysis serta mengembang- kan rencana perbaikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah ?bagaimana menerapkan business process analysis pada proses pemasaran PT. SS Utama sebagai upaya meningkatkan efisiensi biaya pemasarannya. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif berupa studi kasus dengan objek penelitian PT. SS Utama. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara dan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan tidak langsung (telepon), observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian adalah kepala bagian pemasaran dan karyawan bagian pemasaran. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif serta mengikuti langkah-langkah dalam business process analysis. Dan hasil penelitian ditemukan adanya beberapa masalah dalam aktivitas- aktivitas yang dilakukan yang merupakan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (non value added activity) yaitu gaps, innefficiency dan waste yang harus dikurangi agar biaya menjadi efisien. Setelah dilakukan reduksi terhadap aktivitas yang mengandung masalah-masalah tersebut maka efisiensi terhadap biaya pemasaran PT. SS Utama dapat terlaksana.

Keyword : cost, accounting, business process analysis, marketing

Rekayasa ulang proses penjualan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasi pada PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJIE, TAN

Latar belakang yang diajukan berkaitan dengan pengambilan judul penelitian yang diutarakan tersebut mengacu pada masih terbukanya peluang untuk dilakukan rekayasa ulang terhadap proses penjualan pada PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas operasional. Alasan lain yang juga tidak dapat dikesampingkan bahwa melalui proses rekayasa ulang yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional penjualan akan memungkinkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan dalam lingkungan persaingan. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tanpa hipotesis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus yaitu berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan sehubungan dengan usaha untuk melakukan efisiensi dan biaya operasi perusahaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data kualitatif (sejarah perusahaan, struktur organisasi, jam kerja bagian penjualan, dan alur dokumen dalam proses penjualan) dan data kuantitatif (data laporan keuangan, data gaji, data harga pokok produksi, data penyusutan, dan biaya penjualan perusahaan). Sedang sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder (mengutip data yang telah ada dalam perusahaan). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah melakukan dokumentasi pada data perusahaan. Unit analisis dari penelitian yang dilakukan yaitu proses penjualan PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan. Berdasarkan proses penjualan perusahaan, , output yang berhasil dicapai selama periode tahun 2002 adalah 19.583 dokumen, dan setelah dilakukan rekayasa ulang proses, output mengalami peningkatan menjadi 23.614 dokumen. Jika dikalkulasikan dalam bentuk nominal, maka penghematan yang mampu diraih oleh PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan ini per dokumen adalah sebesar Rp 7.825. Dan jika diukur dari jumlah dokumen, maka dengan rekayasa ulang mampu meningkatkan output sebesar 4.031 dokumen (23.614 – 19.583) dalam satu tahun. Sehingga rekaya ulang proses penjualan mampu menghemat biaya dan akhirnya mampu meningkatkan volume output dalam satu tahun. Peningkatan volume output tersebut akhirnya diikuti dengan penghematan biaya tetap. Adapun penghematan biaya tetap dalam satu tahun adalah sebesar: Rp 45.833 (tarif proses lama) x 4.031 dokumen = Rp 184.752.853,90,-

Keyword : cost, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2311/

Penerapan just in time pada PT X di Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SELVIA

Penelitian ini dilakukan di PT X yang memproduksi metal furniture. Sistem produksinya sesuai dengan pesanan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah meminimalkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi waktu untuk mencapai ketepatan waktu pengiriman. Sistem produksi JIT ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan waktu dan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan.

Keyword : accounting, just in time, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4948/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.