Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisis pengendalian biaya kualitas di dalam membantu pengambilan keputusan tentang peningkatan kualitas dan pengaruhnya terhadap profitabilitas PT.”X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PANGESTU, JIMMY

Dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis, perusahaan tersebut khususnya PT. “X”, yang bergerak dibidang perakitan dan pembuatan rangka sepeda, dituntut untuk lebih kompetitif agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya. Untuk i tu, perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya melalui informasi yang diperoleh baik secara formal maupun informal yang cepat, tepat, akurat dan relevan serta berdaya guna untuk digunakan dalam pengambilan putusan dan peningkatan kinerja. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah meningkatkan daya saing harga dan kualitas, yang dimulai dari pengendalian biaya. Pengendalian biaya yang baik harus ditunjang dengan perencanaan yang baik pula, yang berdampak pada peningkatan keakuratan yang tinggi ini akan menyebabkan perusaham mampu melakukan pengendalian lebih mendalam atas biaya-biaya tersebut, yang pada akhirnya akan mencegah pada Total Quality Control Dalam menciptakan produk berkualitas yang harus dilakukan adalah melaksanakan proses produksi dengan benar sejak pertama kali. Hal ini akan mengakibatkan pengehematan penggunaan sumber daya, yang berarti biaya produksi lebih rendah sehingga harga produk dapat bersaing dan profitabilitas perusahaan meningkatkan. Keadaan ini dapat dicapai melalui pengeluaran sejumlah biaya yang disebut biaya kualitas. besarnya biaya tersebut perlu dikendalikan dan pengeluarannya diarahkan pada usaha pencegahan terbadap terjadinya produk cacat, melalui pelaksanaan program pengendalian biaya kualitas. agar pelaksanaan program tersebut dapat mengklasifikasikan, pengukuran dan penyusunan laporan biaya kualitas secara akurat dan konsisten. Informasi yang diperoleh melalui laporan biaya kualitas dapat digunakan sebagai masukan dalam proses pengembalian putusan peningkatan kualitas dan dapat memotivasi pihak manajemen untuk mengendalikan biaya kualitas. Dari hasil penelitian, perusahan sudah melaksanakan pengendalian biaya kualitas tetapi masih digabung dengan pengendalian biaya produksi sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat melaksanakan pengukuran dan pengendalian biaya kualitas dengan baik, yang pelaksanaannya diarahkan untuk mencapai target 2,5 % dari defect. Pada saat itu, biaya kualitas yang terjadi hanya prevention cost dan appraisal cost karena zero defect berarti meniadakan failure cost meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Keyword : cost, accounting, profitabilitas

Advertisements

Penerapan target kaizen costing untuk mengurangi biaya produksi pada perusahaan manufaktur pt. “x” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , VIVIYEN

Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, setiap badan usaha dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing agar dapat tetap bertahan dan memenangkan persaingan. Ada dua pilihan penting yang menjadi pertimbangan badan usaha dalam kaitannya dengan strategi penetapan harga, yaitu tetap mempertahankan tingkat harga yang berlaku dengan meningkatkan kualitas dan kegunaannya, atau menurunkan harga pokok produk untuk merebut pasar dengan tetap mempertahankan standar kualitas tingkat kegunaan produk dengan cara memangkas biaya-biaya non-value added. Filosofi target costing mensyaratkan bahwa manajemen biaya yang agresif terjadi pada tahap perencanaan, tahap desain produk, dan tahap produksi. Target costing didorong oleh analisis pasar dan analisis pesaing. Dengan merancang biaya yang lebih rendah pada sebuah produk, perusahaan akan mendapatkan penghematan biaya. Sedangkan filosofi kaizen costing mensyaratkan adanya perbaikan terus menerus (continuous improvement) yang merupakan metode sekaligus sarana untuk mendukung proses pengurangan biaya di tahap-tahap produksi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa selama ini badan usaha menggunakan standard costing untuk mengendalikan biayanya, sehingga investigasi dan respon diberikan apabila standar tidak dapat dicapai. Sedangkan kaizen costing menuntut adanya continuous improvement yang berkelanjutan, dan respon diberikan apabila target kaizen tidak tercapai. Kaizen costing bertujuan untuk mengurangi biaya aktual di bawah biaya standar, sedangkan standard costing hanya bertujuan untuk mendorong memenuhi standar biaya yang ditetapkan.

Keyword : cost, accounting, kaizen costing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2253/

Analisa non-value added activity dengan menggunakan activity based management untuk mencapai efisiensi biaya pada hotel “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ROSALINA, FEBE

Penulisan skripsi ini dilakukan pada Hotel “X” di Surabaya. Hotel “X” adalah sebuah hotel berbintang lima yang memberikan jasa layanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial. Karena persaingan di bidang industri jasa semakin meningkat, maka Hotel “X” harus dapat meningkatkan proses dan aktivitas mereka, memperhatikan kualitas dan mencapai efisiensi biaya agar dapat mencapai keunggulan dalam bersaing. Efisiensi biaya ini dapat dicapai melalui pengelolaan aktivitas yang disebut dengan metode Activity Based Management. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu dengan menganalisa semua aktivitas yang dilakukan pada divisi room kemudian diklasifikasikan menjadi aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tak bernilai tambah. Aktivitas tak bernilai tambah inilah yang akan dikurangi ataupun dihilangkan agar dapat mengurangi biaya tak bernilai tambah sehingga pada akhirnya dapat tercapai efisiensi biaya. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif berupa gambaran umum perusahaan, struktur organisasi, beberapa kebijakan perusahaan dan data kuantitatif berupa laporan biaya pada divisi room hotel tahun 2002. Hasil analisa membuktikan bahwa melalui penerapan metode Activity Based Management dapat diperoleh pengurangan biaya tak bernilai tambah sebesar Rp.148,254,523 atau 11.90% dari total biaya. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode Activity Based Management dapat membantu Hotel “X” dalam mencapai efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas jasa yang diterima oleh pelanggan.

Keyword : activity based management, cost, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4895/

Penerapan business process analysis dalam rangka meningkatkan efisiensi biaya pada proses pemasaran PT. SS Utama di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARISONA, CHESY

Business Process Analysis sebagai kunci pertama dari Total Cost Manajemen merupakan teknik dasar dalam memahami, menganalisis, dan meningkatkan kinerja badan usaha yang tidak memandang badan usaha sebagai kumpulan fungsi yang terpisah, melainkan sebagai kumpulan proses. Teknik ini selain berorientasi terhadap kepuasan konsumen, juga berorientasi pada penurunan siklus waktu dan upaya meminimalkan biaya. Analisis yang dilakukan dimulai dengan mengembangkan business process model lalu mengembangkan definisi aktivitasnya kemudian melakukan process value analysis serta mengembang- kan rencana perbaikan. Sehubungan dengan hal tersebut maka permasalahan yang diangkat adalah ?bagaimana menerapkan business process analysis pada proses pemasaran PT. SS Utama sebagai upaya meningkatkan efisiensi biaya pemasarannya. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian deskriptif berupa studi kasus dengan objek penelitian PT. SS Utama. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara dan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dan tidak langsung (telepon), observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian adalah kepala bagian pemasaran dan karyawan bagian pemasaran. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif serta mengikuti langkah-langkah dalam business process analysis. Dan hasil penelitian ditemukan adanya beberapa masalah dalam aktivitas- aktivitas yang dilakukan yang merupakan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (non value added activity) yaitu gaps, innefficiency dan waste yang harus dikurangi agar biaya menjadi efisien. Setelah dilakukan reduksi terhadap aktivitas yang mengandung masalah-masalah tersebut maka efisiensi terhadap biaya pemasaran PT. SS Utama dapat terlaksana.

Keyword : cost, accounting, business process analysis, marketing

Rekayasa ulang proses penjualan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasi pada PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJIE, TAN

Latar belakang yang diajukan berkaitan dengan pengambilan judul penelitian yang diutarakan tersebut mengacu pada masih terbukanya peluang untuk dilakukan rekayasa ulang terhadap proses penjualan pada PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas operasional. Alasan lain yang juga tidak dapat dikesampingkan bahwa melalui proses rekayasa ulang yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional penjualan akan memungkinkan mampu meningkatkan daya saing perusahaan dalam lingkungan persaingan. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah penelitian tanpa hipotesis. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian studi kasus yaitu berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi oleh PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan sehubungan dengan usaha untuk melakukan efisiensi dan biaya operasi perusahaan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data kualitatif (sejarah perusahaan, struktur organisasi, jam kerja bagian penjualan, dan alur dokumen dalam proses penjualan) dan data kuantitatif (data laporan keuangan, data gaji, data harga pokok produksi, data penyusutan, dan biaya penjualan perusahaan). Sedang sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder (mengutip data yang telah ada dalam perusahaan). Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah melakukan dokumentasi pada data perusahaan. Unit analisis dari penelitian yang dilakukan yaitu proses penjualan PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan. Berdasarkan proses penjualan perusahaan, , output yang berhasil dicapai selama periode tahun 2002 adalah 19.583 dokumen, dan setelah dilakukan rekayasa ulang proses, output mengalami peningkatan menjadi 23.614 dokumen. Jika dikalkulasikan dalam bentuk nominal, maka penghematan yang mampu diraih oleh PT Standardmegah Steelindotama Industries di Pasuruan ini per dokumen adalah sebesar Rp 7.825. Dan jika diukur dari jumlah dokumen, maka dengan rekayasa ulang mampu meningkatkan output sebesar 4.031 dokumen (23.614 – 19.583) dalam satu tahun. Sehingga rekaya ulang proses penjualan mampu menghemat biaya dan akhirnya mampu meningkatkan volume output dalam satu tahun. Peningkatan volume output tersebut akhirnya diikuti dengan penghematan biaya tetap. Adapun penghematan biaya tetap dalam satu tahun adalah sebesar: Rp 45.833 (tarif proses lama) x 4.031 dokumen = Rp 184.752.853,90,-

Keyword : cost, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2311/

Penerapan just in time pada PT X di Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SELVIA

Penelitian ini dilakukan di PT X yang memproduksi metal furniture. Sistem produksinya sesuai dengan pesanan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah meminimalkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi waktu untuk mencapai ketepatan waktu pengiriman. Sistem produksi JIT ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan waktu dan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan.

Keyword : accounting, just in time, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4948/

Simulasi heuristic algorithm dan MIP untuk meminimumkan biaya holding dan tardiness pada penjadwalan flowshop

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN, FERA

Penjadwalan produksi merupakan komponen yang sangat penting dalam sebuah proses produksi. Masalah penjadwalan sering kali ditemui dalam lantai produksi baik dalam hal permesinan, job serta sumber daya alam ataupun manusia yang terdapat dalam lingkungan produksi. Pada pembuatan tugas akhir ini diperkenakan metode heuristic algorithm oleh Candrasekharan Rajendran dan Hans Ziegler yang bertujuan untuk meminimumkan total weighted flowtime dan weighted tardiness pada penjadwalan flowshop, Pada tugas akhir ini juga diteliti seberapa baik performance heurustic algorithm terhadap nilai optimalnya, sehingga dibuat model mixed integer programming untuk kondisi jobs yang memiliki biaya yang sama. dan model non linear programming untuk kondisi jobs yang memiliki biaya berbeda-beda. Permasalahan ini dilakukan dengan cara melakukan simulasi 5, 10, 15 job dengan 5, 10, 15, 20, 25 mesin. Pada simulasi yang dilakukan dalam tugas akhir ini ternyata metode heuristic algorithm mempunyai performance yang sangat baik untuk permasalahan jumlah job yang kecil yaitu 5 job dimana sebagian besar hasil dari heuristic algorithm sama dengan hasil dari model mixed integer programming, bahkan hasil heuristic algorithm dapat lebih baik jika dibandingkan dengan model non linear programming, Untuk permasalahan jumlah job lebih besar dari 10 job simulasi model mixed integer programming dan non linear programming membutuhkan waktu yang sangat lama, yaitu lebih dari 6 jam. Sedangkan simulasi metode heuristic algorithm untuk permasalahan 5, 10, 15 job hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 detik.

Keyword : scheduling, management, simulasi heuristic algorithm, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/877/

“Cost and benefit analysis” pada perencanaan perancangan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi di pt.alnan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YULIANI, EVI

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang “cost and benefit analysis” pada perencanaan perancangan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi di PT. Alnan. Sebelum merancang sistem informasi akuntansi terkomputerisasi, perlu mempertimbangkan faktor biaya dan manfaat untuk memastikan apakah perusahaan akan menerima keuntungan atau kerugian. Karena masalah keuntungan atau kerugian akan mengakibatkan dampak yang fatal dan dapat berakhir pada kepailitan perusahaan maka perlunya dilakukan pengukuran studi kelayakan yang salah satunya adalah cost and benefit analysis dengan tepat dan benar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data biaya dan manfaat sebelum dan mengidentifikasikan serta mengukur data biaya dan manfaat setelah sistem informasi akuntansi terkomputerisasi diterapkan sehingga dapat memastikan apakah sistem informasi akuntansi terkomputerisasi dapat diterapkan atau tidak. Jenis data yang dikumpulkan merupakan data kuantitatif, yang dikumpulkan dengan dua metode pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan general manager, karyawan perusahaan bagian administrasi, dan pihak software house. Dan dokumentasi diperoleh dengan mengumpulkan brosur dan mencatat.Teknik yang dipakai dalam menganalisis data adalah analisis kuantitatif dimana data berupa angka yang terkumpul akan diolah dan diukur dengan menggunakan teknik pengukuran analisa kelayakan . Penulis melakukan perhitungan cost and benefit analysis dengan menggunakan tiga metode analisa. Dengan payback analysis dan net present value diketahui bahwa penerapan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi akan memberikan manfaat pada tahun kedua bulan kesembilan dan sebesar Rp196.677.636,7. Dengan return on investment diketahui bahwa tingkat pengembalian modal yang ditanamkan dalam perancangan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi adalah 76,4% pada tahun ke enam atau 12,7% selama satu tahun. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perusahaan dapat menerapkan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi.

Keyword : cost, benefit, analysis of cost, analysis of benefit

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2328/

Pengukuran produktivitas pekerja sebagai dasar perhitungan upah kerja pada anggaran biaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RUSTAN;, RUDY

Biaya upah kerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam proyek konstruksi. Untuk mengetahui biaya upah kerja diperlukan suatu pengukuran produktivitas tenaga kerja. Data produktivitas inilah yang nantinya akan membantu kontraktor dalam perbaikan perencanaan proyek yang merup akan salah satu langkah untuk mendapatkan anggaran biaya. Suatu studi penelitian telah dilakukan pada proyek Ruko untuk mendapatkan hasil produktivitas dari berbagai jenis pekerjaan. Hasil dari Produktivitas masing-masing pekerjaan tersebut dihitung dengan bantuan Microsoft Excel untuk mendapatkan regresi linier dan korelasi. Hasil tersebut dapat digunakan u n t u k menentukan perkiraan biaya upah kerja pada tiap jenis pekerjaan Hasil analisa data berupa tabel hasil produktivitas dan upah kerja, dan persamaan hasil regresi linier. Kesimpulan yang didapatkan adalah nilai rata-rata prodiiktivitas, nilai rata- rata upah kerja, dan persamaan hasil regresi linier untuk setiap jenis pekerjaan yang diamati Kata kunci: upah kerja, produktivitas, Miccosoft Excel, regresi linier dan korelasi

Keyword : construction, industry, management, labor, cost, productivity

Sumber : http://repository.petra.ac.id/941/

Pengaruh brand image, prestise, status akreditasi, biaya dan kelompok referensi terhadap pembentukan sikap siswa smu-smu katolik di Surabaya dalam memilih UK Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , AGUSTINA

Pada Skripsi ini akan dibahas tentang sebuahUniversitas yaitu Universitas Kristen Petra. Universitas Kristen Petra merupakan Perguruan Tinggi Swasta Nasional di Jawa Timur dan sudah berdiri sejak tahun 1961. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk medeskripsikan bagaimana brand image, prestise, status akreditasi, biaya dan kelompok referensi dalam membentuk sikap siswa SMU-SMU Katolik di Surabaya. Untuk mendeskripsikan hal tersebut digunakan riset deskriptif dan metode fishbein extended. Dengan menggunakan riset deskriptif dan metode fishbein extended tersebut, disimpulkan bahwa Universitas Kristen Petra mempunyai brand image, prestise, dan status akreditasi yang baik dipersepsi konsumen akan tetapi biaya kuliah di UK.Petra adalah mahal.

Keyword : brand image, prestise, acreditation, cost, reference group, attitude

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2333/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.