Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penerapan standard costing dalam rangka mengukur efisiensi biaya produksi pada PT. “X” di Kediri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDAH, ARIANTI

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi biaya produksi, sehingga dapat memberikan pedoman kepada manajemen berapa biaya produksi yang seharusnya boleh terjadi dalam melaksanakan produksi dengan menerapkan standard costing sebagai perhitungan biayanya. Dengan melakukan perhitungan standard costing, maka akan diketahui apakah efisiensi atas biaya produksi sudah tercapai atau belum. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan standard costing dalam mengendalikan biaya produksi, efisiensi terhadap biaya produksi dapat tercapai sebesar Rp.4.633.548. Penelitian ini membuktikan bahwa standard costing sangat berperan dalam pengendalian biaya produksi, sehingga diharapkan dengan menggunakan standard costing, manajemen dapat mengendalikan biaya produksi yang terjadi di perusahaan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengoptimalkan laba perusahaan.

Keyword : cost, accounting, standard costing, cost efficiency

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2401/

Analisis biaya dengan menggunakan analisis value chain cost driver sebagai alat pengendali biaya dalam rangka menciptakan competitive advantage PT. “X” di Malang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OCTAVIA, FELIANA

Dalam lingkungan kompetisi bisnis yang semakin ketat sangat sulit ditemukan suatu badan usaha yang terus-menerus bertahan di posisi atas. Ketatnya persaingan dan dalam menghadapi perdagangan bebas nanti membuat setiap badan usaha berusaha mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi. Ditambah lagi dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, hal ini menyebabkan Semua badan usaha mengalami kesulitan untuk dapat survive atau bertahan hidup. Oleh karena itu suatu badan usaha harus mampu mencapai efisiensi biaya dan menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. PT “X” adalah badan usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan keramik dengan berbagai macam model seperti piring, gelas, potry dan yang utama adalah vas bunga. Selma ini PT “X” dalam menganalisis biaya berdasarkan pada biaya tetap, biaya variabel dan biaya manufaktur, sedangkan pengevaluasian kinerja hanya dilakukan dengan membandingkan penerimaan dan pengelwan saja Pengalokasian biaya tersebut belum dapat memberikan informasi mengenai competitive advantage badan usaha. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis biaya dengan menggunakan analisis value chain yaitu dengan mengelompokkan biaya-biaya dan aktiva tetap di sepanjang jalur value chain berdasarkan pada aktivitas nilai, dimana biaya-biaya ditetapkan pada aktivitas-aktivitas yang memerlukannya, sedangkan aktiva tetap ditetapkan pada aktivitas yang menggunakannya dan ditetapkan berdasarkan nilai buku. Setelah itu diterapkan analisis cost driver secara kualitatif sebagai alat pengendali biaya. Dengan menerapkan analisis value chain dan analisis cost driver secara tepat diharapkan PT `”X ” dapat menekan biaya-biaya yang dikeluarkan dan meniadakan biaya yang tidak memberikan nilai tambah.

Keyword : value, analysis, cost, control, accounting, competitive advantage

Penerapan metode pengalokasian biaya bersama di UPPK U.K. Petra (dalam rangka menentukan metode pengalokasian biaya yang relatif tepat di UPPK U.K. Petra)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANNY, ALVIN;

Penelitian berikut membahas tentang pengalokasian biaya bersama di UPPK (Unit Pemeliharaan dan Pelayanan Kampus) Universitas Kristen Petra, dengan menggunakan lima macam metode, yaitu Metode Langsung, Metode Bertahap, Metode Resiprokal, Metode Tarif Ganda, dan Activity-based Costing. Umumnya pengalokasian biaya dilakukan di departemen produksi, tetapi dalam penelitian ini, pengalokasian biaya akan berusaha diterapkan di departernen jasa. Dari hasil simulasi dan pengolahan data serta adanya keterbatasan data, maka metode yang relatif paling tepat untuk diterapkan di UPPK Universitas Kristen Petra adalah metode langsung.

Keyword : management, accounting, corporation, finance, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1594/

Estimasi willingness to pay menggunakan travel cost masyarakat Surabaya yang berkunjung Ke Taman Safari II Jatiarjo Prigen Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : VERONIKA;, LANNY

Saat ini beberapa spesies yang ada di Indonesia sudah mendekati kepunahan, dimana menurut penelitian dalam 26 mamalia yang ada, 24 didalamnya adalah spesies terawat dan 2 yang lain dalam kondisi baik. Dari 23% jenis reptil yang ada, 5 % yang masih dalam keaadan stabil, 11 % kulitnya diperdagangkan, sedangkan sisanya dalam perawatan. Maka dari itu usaha manusia untuk menanggulangi bencana besar itu adalah dengan mendirikan taman perlindungan. Salah satu wujudnya adalah berdirinya Taman Safari II Prigen Jawa Timur. Pendirian Taman Safari II ini memerlukan dukungan dana. Dana tersebut dapat berasal dari kontribusi masyarakat. Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi kerelaan membayar (Willingness To Pay) konsumen Surabaya yang berkunjung ke Taman Safari II berdasarkan CVM. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang diduga akan mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) ternyata tidak memiliki pengaruh. Nilai Willingness To Pay yang diperoleh adalah Rp. 12.250.

Keyword : pay, extinction, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3616/

Penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , SONYA

Menurut Michael Porter, Value Chain merupakan suatu alat analisis biaya yang dapat digunakan untuk menganalisis sumber keunggulan bersaing perusahaan yaitu dengan menguraikan aktivitas yang terjadi dalam perusahaan ke dalam aktivitas-aktivitas nilai secara strategis. Dengan analisis value chain akan dilakukan pemisahan biaya dan aktiva tetap pada masing-masing aktivitas nilai. Kemudian dilakukan activity analysis untuk mengetahui aktivitas mana yang merupakan value added activities atau non value added activities. Melalui cara ini perusahaan dapat mengetahui distribusi biaya pada tiap-tiap aktivitas nilai dan dapat mengetahui aktivitas-aktivitas yang dapat menambah nilai (value added) dan yang tidak menambah nilai (nonvalue added). Sehingga dapat dilakukan koordinasi dan optimasi untuk melakukan cost reduction yang pada akhirnya dapat menciptakan keunggulan bersaing. Oleh karena itu permasalahan yang akan dibahas adalah bagaimana penerapan analisis value chain sebagai alat analisa untuk mendukung cost reduction dalam menciptakan keunggulan bersaing di PT. X Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif berupa studi kasus dengan obyek penelitian PT. X yang bergerak dalam industri kapas kesehatan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu berupa wawancara, observasi langsung ke perusahaan, dan studi kepustakaan. Dari hasil analisis, penulis menyimpulkan bahwa pada PT. X terdapat aktivitas yang merupakan nonvalue added yaitu aktivitas moving dan penyimpanan baik bahan baku maupun barang jadi, set up mesin, pemeliharaan. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak menambah nilai bagi produk maka aktivitas ini harus direduksi atau dihilangkan.

Keyword : accounting, value, analysis, cost, control, managerial, reduction

Perancangan prototype sistem komputerisasi perhitungan biaya aktivitas plate making berdasarkan metode activity based costing

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUWIGNYOO, EKA

PT ABC masih menerapkan Traditional Costing dalam menghitung biaya produk, padahal metode Activity Based Costing (ABC ) lebih akurat dan jelas dalam mengidentifikasi maupun mengukur biaya sebuah produk daripada metode tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas yang terjadi dalam proses produksi PT ABC, mengetahui cara perhitungan biaya aktivitas, khususnya dalam Plate Making, berdasarkan metode ABC, dan membuat sebuah prototype sistem perhitungan biayanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif aplikatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data perhitungan biaya perusahaan dianalisa, kemudian sistem ABC diterapkan, dan prototype sistem perhitungannya dirancang, meliputi desain database, output, input dan prosesnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas yang terlibat antara lain : Production Planning and Inventory Control (PPIC), Plate Making, Assembling, Storing R Maintaining, Machining, Setup, Quality Inspection, dan Material Handling. Cara menghitung biaya aktivitas Plate Making adalah dengan mendapatkan total akumulasi biaya . overhead yang dikonsumsi berdasarkan standar perhitungan komposisi pemakaian aktivitas terhadap biaya overhead yang timbul (alokasi_1). Hasil akumulasi ini akan dialokasikan kepada setiap produk yang dihasilkan berdasarkan jumlah production. run yang dilakukannya (alokasi_2). Perancangan prototype sistem perhitungan ini menggunakan Visual Basic versi 6.0 dengan database Microsoft Access.

Keyword : cost, accounting, data, prcessing, computer, programm, method, activity, based, visual basic, plate making

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1986/

Analisa biaya penggunaan ice storage pada sistem pengkondisian udara

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YOEHANNES, SETEVE

Sistem pengkondisian udara telah menjadi kebutuhan utama di tempat-tempat bisnis. Untuk pemasangan sistem yang baik membutuhkan biaya investasi dan pengoperasian yang besar. Oleh karena itu dalam perancangannya dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menghemat dalam biaya investasi atau pengoperasiannya. Sistem pengkondisian udara menggunakan ice storage memiliki keuntungan daripada sistem pengkondisian udara konvensional.. Keuntungan itu adalah mengurangi kapasitas chiller, biaya listrik, dan dapat menggeser waktu beban puncak ke luar waktu beban puncak. Dengan menganalisa sistem pengkondisian udara konvensional dan sistem ice storage apabila digunakan di sebuah pertokoan di Surabaya dalam segi teknik dan ekonomis. Membandingkan sistem mana yang paling menguntungkan dari tiap-tiap sistem. Sistem pengkondisian udara dengan menggunakan ice storage sistem partial storage untuk letak tangki dekat dengan ruang chiller investasinya sebanyak Rp. 4.389.556.921,00 dan pay back periodnya sebanyak 5 tahun, 1 bulan dan 16 hari. Sistem time of day gabungan untuk letak tangki dekat dengan ruang chiller investasinya sebanyak Rp. 5.547.523.489,00 dan pay back periodnya sebanyak 11 tahun, 1 bulan dan 4 hari.

Keyword : air conditioning system, cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3766/

Analisis pengendalian biaya kualitas di dalam membantu pengambilan keputusan tentang peningkatan kualitas dan pengaruhnya terhadap profitabilitas PT.”X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PANGESTU, JIMMY

Dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis, perusahaan tersebut khususnya PT. “X”, yang bergerak dibidang perakitan dan pembuatan rangka sepeda, dituntut untuk lebih kompetitif agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya. Untuk i tu, perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya melalui informasi yang diperoleh baik secara formal maupun informal yang cepat, tepat, akurat dan relevan serta berdaya guna untuk digunakan dalam pengambilan putusan dan peningkatan kinerja. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah meningkatkan daya saing harga dan kualitas, yang dimulai dari pengendalian biaya. Pengendalian biaya yang baik harus ditunjang dengan perencanaan yang baik pula, yang berdampak pada peningkatan keakuratan yang tinggi ini akan menyebabkan perusaham mampu melakukan pengendalian lebih mendalam atas biaya-biaya tersebut, yang pada akhirnya akan mencegah pada Total Quality Control Dalam menciptakan produk berkualitas yang harus dilakukan adalah melaksanakan proses produksi dengan benar sejak pertama kali. Hal ini akan mengakibatkan pengehematan penggunaan sumber daya, yang berarti biaya produksi lebih rendah sehingga harga produk dapat bersaing dan profitabilitas perusahaan meningkatkan. Keadaan ini dapat dicapai melalui pengeluaran sejumlah biaya yang disebut biaya kualitas. besarnya biaya tersebut perlu dikendalikan dan pengeluarannya diarahkan pada usaha pencegahan terbadap terjadinya produk cacat, melalui pelaksanaan program pengendalian biaya kualitas. agar pelaksanaan program tersebut dapat mengklasifikasikan, pengukuran dan penyusunan laporan biaya kualitas secara akurat dan konsisten. Informasi yang diperoleh melalui laporan biaya kualitas dapat digunakan sebagai masukan dalam proses pengembalian putusan peningkatan kualitas dan dapat memotivasi pihak manajemen untuk mengendalikan biaya kualitas. Dari hasil penelitian, perusahan sudah melaksanakan pengendalian biaya kualitas tetapi masih digabung dengan pengendalian biaya produksi sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat melaksanakan pengukuran dan pengendalian biaya kualitas dengan baik, yang pelaksanaannya diarahkan untuk mencapai target 2,5 % dari defect. Pada saat itu, biaya kualitas yang terjadi hanya prevention cost dan appraisal cost karena zero defect berarti meniadakan failure cost meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Keyword : cost, accounting, profitabilitas

Penerapan target kaizen costing untuk mengurangi biaya produksi pada perusahaan manufaktur pt. “x” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , VIVIYEN

Dalam kondisi persaingan yang semakin kompetitif, setiap badan usaha dituntut untuk memiliki keunggulan bersaing agar dapat tetap bertahan dan memenangkan persaingan. Ada dua pilihan penting yang menjadi pertimbangan badan usaha dalam kaitannya dengan strategi penetapan harga, yaitu tetap mempertahankan tingkat harga yang berlaku dengan meningkatkan kualitas dan kegunaannya, atau menurunkan harga pokok produk untuk merebut pasar dengan tetap mempertahankan standar kualitas tingkat kegunaan produk dengan cara memangkas biaya-biaya non-value added. Filosofi target costing mensyaratkan bahwa manajemen biaya yang agresif terjadi pada tahap perencanaan, tahap desain produk, dan tahap produksi. Target costing didorong oleh analisis pasar dan analisis pesaing. Dengan merancang biaya yang lebih rendah pada sebuah produk, perusahaan akan mendapatkan penghematan biaya. Sedangkan filosofi kaizen costing mensyaratkan adanya perbaikan terus menerus (continuous improvement) yang merupakan metode sekaligus sarana untuk mendukung proses pengurangan biaya di tahap-tahap produksi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa selama ini badan usaha menggunakan standard costing untuk mengendalikan biayanya, sehingga investigasi dan respon diberikan apabila standar tidak dapat dicapai. Sedangkan kaizen costing menuntut adanya continuous improvement yang berkelanjutan, dan respon diberikan apabila target kaizen tidak tercapai. Kaizen costing bertujuan untuk mengurangi biaya aktual di bawah biaya standar, sedangkan standard costing hanya bertujuan untuk mendorong memenuhi standar biaya yang ditetapkan.

Keyword : cost, accounting, kaizen costing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2253/

Analisa non-value added activity dengan menggunakan activity based management untuk mencapai efisiensi biaya pada hotel “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ROSALINA, FEBE

Penulisan skripsi ini dilakukan pada Hotel “X” di Surabaya. Hotel “X” adalah sebuah hotel berbintang lima yang memberikan jasa layanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial. Karena persaingan di bidang industri jasa semakin meningkat, maka Hotel “X” harus dapat meningkatkan proses dan aktivitas mereka, memperhatikan kualitas dan mencapai efisiensi biaya agar dapat mencapai keunggulan dalam bersaing. Efisiensi biaya ini dapat dicapai melalui pengelolaan aktivitas yang disebut dengan metode Activity Based Management. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu dengan menganalisa semua aktivitas yang dilakukan pada divisi room kemudian diklasifikasikan menjadi aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tak bernilai tambah. Aktivitas tak bernilai tambah inilah yang akan dikurangi ataupun dihilangkan agar dapat mengurangi biaya tak bernilai tambah sehingga pada akhirnya dapat tercapai efisiensi biaya. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kualitatif berupa gambaran umum perusahaan, struktur organisasi, beberapa kebijakan perusahaan dan data kuantitatif berupa laporan biaya pada divisi room hotel tahun 2002. Hasil analisa membuktikan bahwa melalui penerapan metode Activity Based Management dapat diperoleh pengurangan biaya tak bernilai tambah sebesar Rp.148,254,523 atau 11.90% dari total biaya. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode Activity Based Management dapat membantu Hotel “X” dalam mencapai efisiensi biaya tanpa mengurangi kualitas jasa yang diterima oleh pelanggan.

Keyword : activity based management, cost, accounting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4895/

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.