Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh pencampuran abu sekam padi dan kapur terhadap kestabilan tanah pada tanah ekspansif

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TERISNA, AGUS

Stabilisasi adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi sifat kembang susut pada tanah ekspansif. Beberapa usaha stabilisasi tanah expansif yang telah dilakukan antara lain adalah mencampur tanah asli dengan semen, kapur, Geosta, dan lain-lain, atau mengganti tanah expansif dengan tanah yang lebih stabil. Pada penelitian ini dicoba pemakaian abu sekam padi yang merupakan waste product dan kapur untuk menstabilisasi tanah expansif yang diambil dari kawasan Surabaya Barat. Dalam penelitian ini 60% sampai dengan 80% prosentase Kapur diganti dengan Abu Sekam Padi. Percobaan laboratorium yang dilakukan meliputi karakteristik tanah asli, perilaku swelling, dan strength tanah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa campuran abu sekam padi dan kapur dapat menurunkan nilai Free Swell sehingga secara otomatis dapat menurunkan pula Swelling Pressurenya Hasil percobaan ini juga menunjukkan adanya peningkatan kekuatan tanah (strength) yang ditandai dengan peningkatan nilai UCS (Uncofined Compressive Strength). Dari hubungan antara nilai UCS dan lamanya perawatan (curing) tanah campuran didapat bahwa kekuatan tanah mencapai optimum setelah dilakukan curing 14 hari. Sedangkan swelling optimum dicapai setelah curing 7 hari. Berdasarkan hasil tersebut maka abu sekam padi sebagai waste product dapat digunakan untuk mereduksi penggunaan kapur sebagai stabilisasi tanah ekspansif, sehingga biaya untuk menstabilisasi tanah ekspansive akan lebih murah. Kata kunci : stabilisasi, tanah ekspansif, swelling, curing, optimum, strength.

Keyword : soil, stabilzation, mechanics, swelling, curing, optimum, strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/933/

Use of two factor design for making concrete paving block with fly ash

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANDOKO;, HALIM

A research has been carried out in Concrete and Construction Laboratory of Petra Christian University in Surabaya. The purpose of this research is to obtain information about the effect of paving stone type (fly ash/cement ratio) and curing period on paving stone strength using two Factorial Design Analysis. From the research, paving block type 0 (0% fly ash and 100% cement) gives the highest mean strength, 377.93 kg/cm 2 after 90 days of curing. The lowest mean strength, 155.05 kg/cm 2 given by paving block type 3 (30% fly ash and 70% cement), after 28 days of curing. Two factor design analysis gives result that paving stone type gives greater effect to compressive strength than curing period and there is no significant interaction between paving stone type and curing period.

Keyword : paving, compressive strength, two factor design, curing, fly ash, cement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4598/

Blog at WordPress.com.