Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Diagnosa dan evaluasi kerusakan gedung Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Kepanjen, Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JUWONO;, GUNAWAN

Diagnosa dan evaluasi kerusakan pada gedung gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Jl. Kepanjen 4-6, Surabaya dilakukan dalam rangka usaha konservasi. Gereja ini merupakan salah satu monumen arsitektural yang berusia lebih dari 100 tahun. Gedung yang terbuat dari batu bata sebagai komponen strukturalnya itu kini mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat usianya yang cukup tua dan cuaca. Dalam penelitian ini dibahas mengenai macam dan jumlah kerusakan yang terjadi, dilakukan beberapa tes untuk mengetahui properties batu bata yang digunakan seperti water absurption, density, dan compressive strength, juga mengetahui komposisi mortar pengikat batu bata tersebut. Dari hasil analisa yang dilakukan diketahui bahwa batu bata yang digunakan mempunyai variasi yang besar dalam propertiesnya, seperti pada water absorption-nya, terkecil adalah 11.96 %, sedangkan yang terbesar adalah 25.63 %, untuk density, yang terkecil 1.47 g/cm, sedang yang terbesar adalah 1.87 g/cm3, juga pada compressive strength, yang terkecil senilai 0.68 MPa dan yang terbesar adalah 3.93 MPa . Diketahui pula bahwa kerusakan yang terjadi tidak banyak berpengaruh pada properties batu bata tersebut.

Keyword : deterioration, bricks. water absorption, density, compressive strength, mortar

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1081/

Standar tingkat pelayanan selasar di Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIONS;, LINDAWATI

Untuk merencanakan lebar selasar dari suatu gedung atau jalan, diperlukan studi yang mempelajari karakteristik dari pejalan kaki, untuk nantinya dapat dibuat suatu standar tingkat pelayanan seperti yang dikehendaki. Oleh karena itu, dilakukan suatu penelitian melalui survey yang bertujuan untuk mendapat hubungan antar karakteristik pengguna selasar, dalam hal ini kecepatan, kepadatan, arus, dan modul area. Dari hasil penelitian, dapat ditentukan suatu standar tingkat pelayanan selasar. Survey dilakukan di sembilan lokasi yang berbeda. Hasil survey dianalisa dengan metode-metode statistik, seperti korelasi Pearson dan regresi, yang selanjutnya dimasukkan dalam rumus-rumus umum pejalan kaki, untuk didapat persamaan yang menggambarkan hubungan antar karakteristik yang paling berpengaruh dalam penentuan standar tingkat pelayanan.. Hasil analisa menunjukkan bahwa sebagian besar selasar di area Universitas Kristen Petra masih berada pada tingkat pelayanan B, kecuali untuk selasar di depan wartel gedung P yang memiliki tingkat pelayanan D dengan jumlah arus maksimum sebesar 2288 orang/jam. Karakteristik yang paling erat hubungannya adalah arus dan kepadatan. Persamaan yang didapat dengan metode korelasi Pearson dan regresi adalah: q = 67.2 k – 10.5 k2, dimana q adalah arus , dan k adalah kepadatan dari pengguna selasar.

Keyword : level of service standards, walkways, density, rate of flow

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1525/

Penelitian awal penggunaan sodium silicate Be 34 R 3,3 dalam meningkatkan mutu beberapa properties campuran mortar

Author : BUDI, GUNAWAN

Penambahan sodium silicate bertujuan untuk meningkatkan beberapa propertis dari campuran mortar antara lain compressive strength, tensile strength, linear shrinkage, water absorpiion, density, dan initial surface absorption. Penelitian ini menggunakan metode taguchi ‘s fractional factorial design untuk membuat 4 variasi mix dengan perbandingan semen: pasir dan kadar sodium silicate yang berbeda. Dari hasil percobaan, didapatkan nilai compressive strength terbesar 7,87 MPa dan terkecil 3,60 MPa, tensile strength terbesar 2,02 MPa dan terkecil 0,30 MPa, linear shrinkage terkecil 0,02 mm dan terbesar 0,10 mm, water absorption terkecii 4,78 % dan terbesar 8,14 %, density terbesar 2,09 gr/cm 3 dan terkecil 1,92 gr/cm 3 , initial surface absorption terkecil 4,53 ml/m 2 s dan terbesar 16,19 ml/m 2 s. Nilai propertis dari 4 macam mix tersebut kemudian dibandingkan terhadap mortar normal. Dari hasil analisa yang dilakukan dapat diketahui bahwa penambahan sodium silicate dapat meningkatkan compressive strength sampai 28 %, tensile strength sampai 80 %, linear shrinkage sampai 79 %, water absorption sampai 30 %, dan initial surface absorption sampai 51 %. Sedangkan untuk density penambahan sodium silicate tidak memberikan manfaat yang berarti. Mix design dengan komposisi semen : pasir = 5:17 dan kadar sodium silicate 2,50 % menghasilkan mortar dengan mutu propertis paling baik.

Keyword : sodium silicate, compressive strength, tensile strength, linear shnnkage, water absorption, density, initial surface absorption

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1571/

Create a free website or blog at WordPress.com.