Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi perencanaan SUTM 20 KV dengan sistem radial interkoneksi di pulau Bawean PT. PLN (persero) UPJ area Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , HIELK

Sistem distribusi Pulau Bawean yang ada sekarang ini menggunakan sistem radial dan belum bisa melayani konsumsi listrik seluruh daerah di Pulau Bawean yang sumber listriknya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Untuk mengatasi hal ini dan untuk mendapatkan jaringan listrik yang berkualitas dan kontinyu maka diperlukan suatu perencanaan sistem distribusi SUTM 20 KV dengan sistem radial interkoneksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengainatan langsung di lapangan serta penjelasan beberapa staf PT. PLN (PERSERO) UPJ area Gresik. Dari data-data tersebut dilakukan perhitungan untuk menganalisa data-data yang telah dikumpulkan. Dari hasil analisa yang telah dilakukan maka sistem distribusi yang digunakan sekarang ini cukup baik Sedangkan perencanaan yang dilakukan untuk memenuhi seluruh daerah di Pulau Bawean memakai sistem radial interkoneksi dapat meningkatkan kontinuitas pendistribusian listrik. Dan dengan dibuatnya 3 penyulang maka voltage drop yang terjadi pada Penyulang Sangkapura dari 2.3262 % menjadi 0,9539 % Penyulang Tambak dari 4,7398 % menjadi 1.2532 % dan Penyulang Tambahan voltage drop yang terjadi sebesar 1,2832 %.

Keyword : electric, power, distribution, tranmission, transformer, radial interkoneksi, bawean, gresik

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1306/

Studi penentuan service area penyulang-penyulang dari GI Rungkut dengan batasan sistim radial interkoneksi menggunakan peta digital dengan autocad 2002 pada PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PEBRIYANTI, GRACE

Daerah pelayanan jaringan Gardu Induk Rungkut adalah daerah yang terdiri dari perumahan, industri, pertokoan dan bangunan untuk fasilitas umum, jadi daerah ini adalah daerah berkembang yang penggunaan listriknya pun akan terus meningkat. GI Rungkut memiliki penyulang-penyulang untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah ini. Dengan peta jaringan distribusi penyulang-penyulang 20 kV dalam bentuk digital dengan menggunakan Autocad 2002 akan mempermudah operasional pelayanan dan penentuan service area penyulang-penyulang dengan batasan sistim radial interkoneksinya. Penentuan service area penyulang-penyulang menggunakan analisa voltage drop maksimum 5%.

Keyword : electric power, distribution, transformer, service area feeder, digital map

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3951/

Analisa kepuasan pelanggan pengguna kartu seluler Star One di Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AGUSTE, MAC

Masalah jumlah pelanggan sangat berhubungan dengan kepuasan pelanggan. Untuk itu Star One Indosat perlu melakukan strategi pemasaran yang jitu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan dari kartu seluler Star One di Petra. Strategi pemasaran tersebut meliputi strategi tentang harga produk, kualitas produk, promosi produk dan distribusi produk. Pengukuran kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan melihat pengaruh antara harga produk, kualitas produk, promosi produk dan distribusi produk terhadap kepuasan pelanggan serta dengan melihat seberapa besar kepuasan pelanggan terhadap kartu seluler Star One di Petra.

Keyword : customer satisfaction, price, product, promotion, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1607/

Studi analisa gangguan Gardu Trafo Tiang (GTT) distribusi 20kV di PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJOANDA, RONALD

Gardu Trafo Tiang (GTT) merupakan peralatan yang vital dalam sistem distribusi tenaga listrik dikarenakan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada GTT akan mengakibatkan dampak kerugian bagi pihak pelanggan maupun PLN. Penyebab gangguan pada GTT dikelompokan menjadi gangguan akibat hubung singkat / overload, kegagalan minyak trafo, bushing pecah, loss contact pada terminal bushing, sambaran petir dan gangguan yang sumber gangguannya tidak diketahui. Gangguan GTT yang paling banyak terjadi di Surabaya Selatan adalah gangguan GTT akibat hubung singkat / overload, yaitu sebanyak 184 gangguan (92%) pada tahun 2002 dan 168 gangguan (87,56%) pada tahun 2003.

Keyword : distribution, transformer, electric power, distribution, control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3952/

Perancangan dan pembuatan sistem informasi produksi, distribusi, dan stok pada PT.Arnica Gemilang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , CHARTZEEN

PT Arnica Gemilang merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi pakaian jadi, baik pakaian wanita, maupun pria. Selama ini, PT Arnica Gemilang masih menggunakan sistem pencatatan manual di dalam kegiatan produksi, distribusi, maupun stok barang. Oleh karena itu, perlu dibuat suatu sistem baru yang berbasis komputer agar pencatatan dan penyimpanan data dapat berjalan dengan lebih baik dan efisien. Perancangan sistem informasi yang baru ini mengacu pada kegiatankegiatan perusahaan yang meliputi: pembelian bahan baku, produksi barang, distribusi dan retur barang. Pembuatan program aplikasi yang menggunakan software Borland Delphi 7 dan Microsoft Access 2003 sebagai database-nya ini dimulai dari analisis sistem, desain sistem, desain interface, implementasi sistem, sampai pengujian sistem. Sistem yang baru dapat menyimpan transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan produksi, distribusi, dan stok barang. Program juga dapat menghasilkan beberapa laporan yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan, contohnya laporan bahan baku, laporan barang, laporan pembelian, laporan penjualan, serta laporan hutang.

Keyword : production, distribution, supplies, information system, clothes

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1646/

Studi perencanaan sistem operasi penyulang 20 kv akibat penambahan tiga GIS baru di PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO, YUDI

Dengan penambahan tiga GIS baru menyebabkan sistem operasi penyulang berubah, karena penyulang yang semulanya panjang dipotong menjadi pendek. Hal ini menyebabkan voltage drop semakin kecil demikian juga losses-nya, karena jarak antar penyulang semakin pendek. Tiga GIS baru yang ditambahkan adalah GIS Wonokromo, GIS Simpang, GIS Kupang. Dengan penambahan tersebut maka voltage drop rata-rata turun dari 5,6% menjadi 3,75% dan losses rata-rata turun dari 1,97% menjadi 1,26%. Dengan Voltage Drop yang lebih kecil pada jaringan Penyulang, maka kontinuitas pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani lebih baik.

Keyword : 20 kV feeder, substation, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3953/

Penerapan distribution requirement planning pada distributor “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MELYANI, NOVA

Perencanaan pendistribusian barang merupakan hal yang mutlak diperlukan bagi setiap perusahaan seperti pada distributor, retailer, maupun toko. Bila perusahaan ingin memenuhi permintaan customer dengan tepat waktu, dan ingin meningkatkan daya saing terhadap perusahaan lain yang sejenis, maka perencanaan distribusi sangatlah diperlukan. Melalui penelitian ini, penulis melakukan perencanaan distribusi barang di distributor, retailer, dan toko sebagai rangkaian supply chain produk elektronik dengan cara meramalkan permintaan 3 bulan kedepan dari data permintaan selama 18 bulan sebelumnya. Kemudian hasil peramalan tersebut direncanakan dengan menggunakan metode Wagner-Within untuk mendapatkan order quantity optimal. Selain itu juga dihitung safety stock sebagai cadangan persediaan selama lead time. Selanjutnya dibuat DRP (Distribution Requirement Planning) untuk merencanakan pendistribusian barang. Besarnya kebutuhan distributor dipengaruhi oleh banyaknya permintaan pada level dibawahnya yaitu retailer, begitu pula kebutuhan retailer tergantung pada permintaan toko. Sehingga perencanaan pendistribusian barang pada supply chain produk elektronik ini merupakan perencanaan persediaan multi echelon. Melalui hasil dan analisa yang diperoleh, maka dengan menerapkan DRP dapat menekan biaya persediaan pada distributor sebesar 83% dan pada retailer rata-rata sebesar 38%.

Keyword : distribution, requirement planning multi echelon, marketing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2615/

Evaluasi perancangan auxiliary equipment pada PLTU 25 MW di PT Adiprima Suraprinta Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DARMAWAN, SETIADI

Pada masa sekarang ini banyak industri yang mempertimbangkan untuk membangun pembangkit listrik sendiri sebagai alternatif sumber tenaga listrik selain PLN. Salah satu jenis pembangkit tenaga listrik yang banyak digunakan adalah pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Peralatan yang terdapat didalam PLTU ada peralatan utama dan peralatan bantu. Peralatan utama terdiri dari boiler, turbin, dan generator. Dan peralatan bantunya berupa pompa-pompa dan fan-fan yang mendukung peralatan utama. Peralatan-peralatan itu semua biasa disebut dengan auxiliary equipments. Auxiliary equipments yang digunakan pada PLTU PT. Adiprima Suraprinta Gresik membutuhkan daya sebesar 2.36 MW yaitu 10 % dari kapasitas output genarator sebesar 25 MW. Dengan daya auxiliary equipments 10 % dari 25 MW maka PLTU itu termasuk effisien. Dengan adanya PLTU ini diharapkan akan mengurangi jumlah listrik yang dibeli oleh PT. Adiprima Suraprinta Gresik.

Keyword : auxiliary equipment, efficiency, electric power, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3968/

Implementasi module sales and distribution (sd) enterprice resource planning (erp) dengan mfg pro ver eb2 (qad) di unit cabang Jakarta 1 dan service station Jakarta 1 PT. Akari Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSANA, YENI

Untuk mengetahui kondisi nyata perusahaan, maka diperlukan suatu sistem terintegrasi dari semua unit kerja dan fungsi di dalam sebuah perusahaan dengan memakai sumber data yang sama (single data resource). Dengan menggunakan single data resource diperlukan sebuah sistem komputer tunggal yang dapat memberikan informasi secara spesifik yang didiferensiasikan untuk kebutuhan departemen-departemen terkait. Sistem yang sesuai adalah mengimplementasikan Enterprice Resource Planning (ERP) pada perusahaan.

Keyword : production, management, sales, distribution, enterprice resource planning, mfg pro ver eb2, akari

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2952/

Studi penerapan Demand Side Management (DSM) dengan lampu hemat energi pada pemakaian waktu beban puncak PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIESTYA, WILLY

Demand Side Management merupakan kegiatan mengelola pemakaian energi listrik di sisi pelanggan agar menggunakan listrik secara efisien sehingga dapat memberikan manfaat bagi pelanggan dan PLN. Penerapan Demand Side Management sangat tepat bagi pelanggan PLN terutama pelanggan rumah tangga khususnya golongan R1 yang mempunyai efisiensi yang sangat besar. Sebagian besar golongan R1 memakai lampu pijar yang mempunyai efisiensi yang sangat rendah, oleh karena itu perlu disosialisasikan lampu hemat energi. Penghematan yang terjadi bila lampu pijar diganti dengan lampu hemat energi pada tahun 2002 sebesar 52,5 MW atau 9,6 % dari beban puncak Surabaya Selatan tahun 2002. Penghematan yang terjadi bila lampu pijar diganti dengan lampu hemat energi pada tahun 2003 sebesar 54,2 MW atau 13,3 % dari beban puncak Surabaya Selatan tahun 2003. Penghematan yang terjadi bila lampu pijar diganti dengan lampu hemat energi pada tahun 2004 sebesar 55,9 MW atau 11,8 % dari beban puncak Surabaya Selatan tahun 2004. Penghematan yang terjadi pada tahun 2003 sebesar Rp. 6.231.645.000 atau setara dengan penundaan pembangunan pembangkit berkapasitas ? 6 MW (asumsi biaya investasi tiap 1 MW sebesar 1 juta US$) Pada range 2002-2004 efisiensi yang dihasilkan per tahunnya sebesar kurang lebih 60 MW. Ini setara dengan 6 pembangkit dengan kapasitas 10 MW dan lama pembangunan 2 tahun per unitnya dengan nilai investasi mencapai 10 milyar rupiah.

Keyword : demand side management, lamp, electric power, tranmission, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3973/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.