Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Prosedur penjualan dan distribusi produk bahan bangunan pada CV. Surindo Jaya di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIARTO, YOUWONO

Prosedur penjualan dan distribusi dalam setiap perusahaan memiliki peranan yang sangat penting. Setiap perusahaan memiliki Prosedur penjualan dan distribusi yang bermacam-macam. Prosedur tersebut meliputi beberapa aktivitas sebagai berikut: Proses penjualan, penyiapan barang, administrasi, pengiriman, dan purna jual. Dan, pada setiap aktivitas tersebut terbagi atas beberapa departemen yang ada dalam perusahaan, antara lain: Departemen penjualan, departemen administrasi, departemen persediaan, departemen pengiriman, dan departemen penagihan. Departemen-departemen tersebut melakukan tugasnya berdasarkan perintah dari pemilik perusahaan. Pada tiap departemen dalam perusahaan terdapat gap informasi, yang jika tidak dapat ditangani akan menyebabkan penurunan kinerja pada departemen yang bersangkutan serta pada departemen lainnya. Oleh karena itu perlu adanya turun tangan dari pihak perusahaan untuk mengamati dan menyelesaikan permasalahan gap informasi pada tiap departemennya, agar didapat keseluruhan kinerja departemen yang memuaskan. Dan pada akhirnya akan membuat konsumen puas serta menjadi fokus utama perusahaan dalam meningkatkan penjualan.

Keyword : selling, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3470/

Advertisements

Studi perencanaan Gardu Induk Baru New Rungkut (Sedati) 150 kV PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HERMAWAN, DAVID

Analisa peramalan pertumbuhan daya listrik menurut kelompok pelanggan perumahan, industri, sosial dan bisnis di kota Surabaya Khususnya Surabaya Selatan, dan menganalisa pertumbuhan ekonomi (PDRB) dan pertumbuhan penduduk Surabaya Selatan. Hasil peramalan daya listrik 2003 sampai dengan 2012 diperlukan pembangunan GI baru yaitu New Rungkut 150 kV berlokasi di daerah Sedati dekat bandara internasional Juanda pada tahun 2006 sebesar minimal 60 MVA, dan pada tahun 2011 perlu penambahan daya pada Gardu Induk Baru New Rungkut dari 60 MVA menjadi 120 MVA . Dan GI New Rungkut direncanakan kapasitasnya total sebesar 240 MVA. Tugas akhir ini merencanakan Gardu Induk baru New Rungkut kapasitas satu trafo 60 MVA 150/20 kV. Dengan pembangunan Gardu Induk Baru New Rungkut maka keandalan distribusi listrik ke bandara internasional Juanda lebih terjamin dan konsumen PLN didaerah sekitar Sedati lebih terlayani dengan baik.

Keyword : substation, load forecast, electric power, distribution, tranmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3988/

Studi perencanaan setting ATS (Automatic Transfer Switch) penyulang 1 dan penyulang 2 terhadap optimalisasi pembebanan pelanggan potensial di PLN distribusi Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AGUSTIN, HENDY

Dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 %, Jawa Timur memerlukan pertumbuhan listrik sebesar 2 x 5 % = 10 %. Dengan semakin meningkatnya kawasan – kawasan Industri yang ada di Propinsi Jawa Timur maka dituntut suatu keandalan didalam supply akan listrik terutama di sisi pelanggan. Salah satu cara meningkatkan keandalan tersebut adalah dengan menggunakan Cubicle Double Incoming. Perencanaan untuk mengubah setting pada Penyulang satu ke Penyulang dua diperlukan untuk mencapai efektifitas yang lebih baik, hal ini dikarenakan dengan menggunakan setting Penyulang 1 dan Penyulang 2 maka pelanggan hanya akan mengalami padam sekali saja untuk gangguan satu kali Load Faktor dibutuhkan untuk setting Penyulang 1 dan Penyulang 2 sehingga waktu gangguan tidak ada masalah jika sewaktu-waktu akan pindah di suatu penyulang. Load Faktor Penyulang Siwalankerto adalah 0.3519 sedangkan Penyulang Jemursari adalah 0.4665. Dengan penerapan setting Penyulang 1 dan 2 diperoleh bahwa optimalisasi keandalan Penyulang Siwalankerto menjadi lebih tinggi, yaitu dari SAIDI 6.7364 jam / tahun dan SAIFI 1.026 kali / tahun menjadi SAIDI 6.2605 jam / tahun dan SAIFI 0.954 kali / tahun. Sedangkan untuk Penyulang Jemursari yaitu dari SAIDI 3.7402 dan SAIFI 1.026 menjadi SAIDI 2.808 dan SAIFI 0.954. Standar SAIDI adalah 21 jam / tahun sedangkan SAIFI-nya adalah 3.2 kali / tahun.

Keyword : automatic transfer switch, cubicle double incoming, said, saifi, electric power, distribution, transformer

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3935/

Studi perencanaan penyediaan catu daya 10,3 MVA bandara internasional Juanda Surabaya dengan sistim 2 penyulang 20 kV PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YAPI, WELLY

Jawa Timur merupakan pusat perdagangan dan pariwisata yang sedang berkembang pesat. Salah satu obyek pengembangan adalah Bandara Internasional. Dalam pengembangannya diperlukan faktor-faktor pendukung, salah satunya adalah catu daya listrik ke Bandara Internasional. Beban listrik diperkirakan akan naik mencapai 2x beban semula, yaitu 5540 kVA menjadi 10300 kVA. Oleh sebab itu akan ditambah suplai listrik baru untuk memenuhi keperluan Bandara Internasional tersebut. Suplai listrik di catu dari Gardu Induk (GI) Rungkut dengan sistim 2 penyulang 20 kV menggunakan Cubicle Double Incoming dengan Automatic Transfer Switch (ATS). Penyulang Utama adalah Penyulang Rencana Bandara Juanda (SKTM sepanjang 2,097 kms) dan Penyulang Standby adalah Penyulang Eksisting Angkasa Pura (SUTM sepanjang 2,614 kms). Voltage Drop Penyulang Angkasa Pura sebesar 0,21 (1,05 %) dan Penyulang Rencana Bandara Juanda sebesar 0,2 (1 %), terjadi perbedaan 0,05 % lebih bagus di Penyulang Rencana Bandara Juanda (Voltage drop lebih kecil), sedangkan Losses untuk Penyulang Rencana Bandara Juanda lebih kecil dibandingkan dengan Penyulang Angkasa Pura dengan selisih 0,1 %. Ditinjau dari segi keandalan dengan standar, Penyulang Rencana Bandara Juanda memiliki keandalan SAIDI sebesar 2,04 jam / tahun (standar SKTM = 4,36 jam / tahun) dan SAIFI sebesar 0,56 kali / tahun (standar SKTM = 1,2 kali / tahun), berarti untuk SAIDI dan SAIFI masih memenuhi standar.

Keyword : planning, international airport, feeder 20 kV, juanda, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3990/

Studi tentang kualitas daya listrik di PT. Sorini Towa Berlian Corporation

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , HADIANTO

Permasalahan kualitas energi listrik smakin mendapat perhatian akhir-akhir ini, baik dari sisi pelanggan maupun dari sisi pengelola sistem kelistrikan. Salah satu aspek dari penurunan kualitas energi listrik adalah efisiensi energi. Dengan demikian kualitas energi listrik merupakan salah satu parameter yang perlu dipertimbangkan dalam suatu pabrik. Kualitas daya di suatu pabrik ditentukan oleh arus, tegangan, frekuensi, harmonisa, faktor daya dan pengetanahan (grounding) di pabrik tersebut. Kualitas daya listrik dapat dikatakan baik jika arus, tegangan, dan frekuensi yang terdapat di pabrik selalu konstan. Tetapi pada kenyataanya arus, tegangan dan frekuensi di pabrik tidak selalu bernilai konstan, tergantung pada peralatan listrik yang dipakai dan pengaturan sistem distribusi listrik pabrik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan, serta penjelasan dari kepala maintenance di PT. Sorini Towa Berlian Corporation. Setelah itu dilakukan analisa terhadap data yang telah dikumpulkan. Analisa itu dilakukan untuk mengetahui apakah besaran-besaran yang ada telah sesuai dengan standar yang diijinkan, yaitu tegangan: 330.6-402.8 Volt, frekuensi: 49.7-50.3 Hz, %VTHD: 5%, %ITHD tergantung pada arus beban dan arus hubung singkat dari titik pengukuran yang ada, arus grounding maksimum 3 mA dan faktor daya ( cos j) ? 0.85. Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa kualitas daya listrik di PT. Sorini Towa Berlian Corporation secara keseluruhan adalah baik (masih dalam batas standar yang diinginkan). Walaupun ada dua SDP yang faktor dayanya berada dibawah standar yang diijinkan yaitu SDP Starch Feeder (0.76) dan SDP Hydrogen MCC SP-14 (0.83). Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan ulang besar daya reaktif kapasitor bank pada MDP Back Up dan MDP No Back Up.

Keyword : electric power, distribution, sorini towa berlian, quality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3936/

Studi perhitungan voltage drop dan losses per penyulang menggunakan Electric Transient Analyzer Program PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHARLES, WIN

Peranan listrik sangat vital seiring dengan perkembangan suatu daerah. Kebutuhan akan listrik juga dapat dikatakan sebagai tolak ukur kemajuan suatu daerah. Daerah Surabaya Selatan merupakan daerah yang terdiri dari perumahan, industri, pertokoan, mal dan hotel, serta sekolah dan universitas memerlukan efisiensi operasional yang optimal Program ETAP Power Station versi 4.0 merupakan program untuk membantu perhitungan voltage drop dan losses dengan mudah. Dengan memasukkan data dan gambar single line diagram pada program dan disimulasikan maka sudah didapat hasil perhitungan voltage drop dan losses berupa data dan gambar Sebagai media pembelajaran, perhitungan voltage drop dan losses dengan menggunakan ETAP 4.0 diterapkan pada 18 penyulang APJ Surabaya Selatan. Rata-rata voltage drop 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan adalah 0,43 kV (2,2 %) dengan tegangan operasi sebesar 20 kV. Losses total 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan sebesar 893,3 kW dengan daya total 120491,80 kW maka % Losses adalah 0,7 %

Keyword : 20 kv feeders, voltage drop, losses, etap 4.0 version program, electric power, transmission, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3994/

Studi perencanaan penambahan (double) jumper SUTM 20 kV pada penyulang Pondok Chandra GI Rungkut PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MESTIKO, YUDO

Pondok Candra merupakan suatu wilayah/kawasan perumahan yang cukup padat. Oleh karenanya harus direncanakan suatu sistem kelistrikan yang baik dari PLN agar pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani dengan sebaik – baiknya. Analisa data menunjukkan perbedaan nilai tahanan pada double jumper lebih kecil sebesar 16% daripada tahanan pada single jumper. Dengan perbedaan nilai tahanan tersebut, pemakaian double jumper pada sistem jaringan penyulang Pondok Candra bisa menekan 0.30% losses yang terjadi, khususnya pada jumperan yang masih memakai sistem single jumper. Dengan losses yang lebih kecil pada jaringan Penyulang Pondok Candra, maka kontinuitas pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani lebih baik.

Keyword : jumper, electric power, distribution, transmission, transformer, pondok chandra, rungkut, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3944/

Analisis pengaruh induksi sambaran petir tak langsung terhadap tegangan pada kawat saluran udara tegangan menengah 20 kV

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANTO, YANUAR

Sambaran petir dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sambaran petir langsung dan sambaran petir tak langsung. Ketinggian tiang saluran distribusi maupun kawat salurannya yang rendah menyebabkan saluran 20 kV tidak pernah terkena sambaran petir langsung. Bagi Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV sambaran petir tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya tegangan induksi pada kawat saluran distribusi. Tegangan induksi ini dapat menyebabkan terjadinya tegangan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan berbahaya bagi manusia. Dari hasil simulasi dengan menggunakan program MATLAB didapatkan hasil grafik yang menggambarkan respon perambatan tegangan dan arus pada saluran. Ketinggian saluran distribusi sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan yang dapat menginduksi saluran.

Keyword : lightning, induced, overvoltages, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4059/

Studi analisa sistem distribusi dan instalasi di Hotel Majapahit Mandarin Oriental

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, GUNTUR

Tugas akhir ini membahas tentang sistem distribusi dan instalasi listrik di Hotel Majapahit Mandarin Oriental Surabaya yang mana diperlukan suplai listrik yang kontinyu sehingga semua kegiatan didalam hotel tidak terganggu. Untuk itu sistem distribusi dan instalasi listrik perlu dievaluasi. Untuk mengevaluasi sistem tersebut diperlukan data-data yang pengumpulannya dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran menggunakan power harmonics analyzer fluks 4.1B. Sistem distribusi di Hotel Majapahit Mandarin Oriental Surabaya menggunakan system distribusi radial yang sumber listriknya disuplai dari PLN dan sebagai cadangan menggunakan generator set sehingga listrik dapat disuplai secara kontinyu. Dari hasil analisa diperoleh bahwa pada tegangan terdapat perubahan naik dan turun namun kenaikan dan penurunan tegangan tersebut masih dalam batas toleransi yang diijinkan (?10%) sehingga sistem tegangan dapat dikatakan baik. Hampir semua pengaman yang ada dilihat dari rating pengamannya dapat mengatasi gangguan yang ada sehingga pengaman dikatakan baik dan aman. Hampir semua kabel yang terpasang dilihat dari arus beban terpasang masih dapat memenuhi kebutuhan sehingga dapat dikatakan kabel yang digunakan masih baik dan aman. Pentanahan yang terpasang hampir semua dapat memenuhi kebutuhan yang ada sehingga pentanahan yang digunakan dapat dikatakan baik dan aman. Jadi sistem distribusi dan instalasi listrik di Hotel Majapahit Mandarin Oriental secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan aman.

Keyword : distribution, instalation

Studi pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan losses pada trafo distribusi PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ISNANTO, YANUAR

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat dari ketidakseimbangan beban tersebut adalah munculnya arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa bila terjadi ketidakseimbangan beban yang besar, maka arus netral yang muncul juga semakin besar, akibatnya losses yang terjadi akan semakin besar pula.

Keyword : distribution, transformers, unbalanced load, neutral current, losses, electric power

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3947/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.