Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh penggunaan fly ash pada beton ditinjau dari segi shrinkage

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARYANTO, DAVID

Fly-ash yang merupakan sisa-sisa pembakaran batu bara telah digunakan sebagai bahan campuran pada beton. Namun akhir-akhir ini, seringkali dijumpai kenyataan di lapangan yaitu timbulnya retak-retak pada beton yang komposisinya menggunakan fly-ash dimana mutu betonnya sudah memenuhi persyaratan mutu beton rencana. Penelitian ini meneliti bagaimana efek pemakaian fly-ash pada beton ditinjau dari segi shrinkage. Pengujiannya dilakukan pada dua mutu, yaitu mutu fc? 25 MPa dan mutu fc? 32 MPa, dengan masing ? masing mutu terdiri dari komposisi fly-ash 0%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, dan 50% dari berat semen. Beton tanpa fly-ash (0%) digunakan sebagai acuan akan baik-buruknya hasil pengujian shrinkage dan strength pada masing – masing komposisi mutu. Pemakaian fly-ash pada beton mutu fc? 25 MPa dan fc? 32 MPa mempunyai shrinkage yang lebih besar dibandingkan pada beton normal tanpa menggunakan fly-ash. Pada beton mutu fc? 25 MPa dan fc? 32 MPa, pemakaian fly-ash mempunyai pengaruh memperlemah kekuatan awal beton, namun pada umur 28 hari keatas, kekuatan beton yang didapat dapat lebih tinggi dibandingkan dengan beton tanpa menggunakan fly-ash.

Keyword : fly ash, pozzolanic, cementitius, durability, shrinkage, strength

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1415/

Studi tentang beton kedap air yang menggunakan metode kristalisasi dengan meninjau faktor air semen dan kadar semen

Author : , SUSANTO

Untuk struktur beton yang berhubungan dengan air seperti lift pit, sump pit, dinding basement, tangki penyimpanan air atau kolam renang, sifat permeabilitas beton lebih penting daripada kekuatannya itu sendiri. Permeabilitas beton berpengaruh terhadap durabilitas struktur beton dimana dapat menahan masuknya senyawa kimia yang dapat merusak beton. Permeabilitas beton dipengaruhi oleh antara lain faktor air-semen, kadar semen, kondisi lingkungan lokal dan material pembuat beton. Salah satu metode yang digunakan untuk menghasilkan beton yang kedap air yaitu metode kristalisasi dimana terjadi secondary hydration yang adalah hidrasi lanjutan pada beton. Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh faktor air-semen dan kadar semen dalam campuran beton yang menggunakan campuran Tamseal admix dalam kaitannya dengan beton kedap air Pada penelitian ini, dibuat 18 mix design beton dengan kadar semen 300, 350 dan 400 kg/m 3 dengan faktor air-semen 0,4, 0,45 dan 0,5. Sebanyak 9 mix design dengan metode kristalisasi, menggunakan aditif kristalisasi. Sampel beton dengan ukuran ?10?5 cm 3 , diuji permeabilitas beton dengan mengacu pada Standar Industri Jerman (DIN) dan Standart Industri Jepang (JIS) yang menggunakan tekanan udara untuk mengukur permeabilitas beton. Penambahkan aditif kristalisasi mempunyai efek yang signifikan dalam menguranggi permeabilitas dari beton dibandingkan dengan beton tanpa campuran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan faktor air-semen membuat beton semakin permeabel dan seiring dengan meningkatnya umur beton, permeabilitasnya berkurang.

Keyword : permeability, durability, penetration, water cement ratio, cement content, additive of crystallization, crystallization method

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2839/

Studi penetrasi ion klorida pada beton menggunakan metode percepatan dengan meninjau faktor air semen dan kadar semen

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIMANTARA;, FRANSISKA

Untuk struktur beton bertulang di daerah pantai, permeabilitas lebih penting daripada kekuatan beton itu sendiri. Permeabilitas beton berpengaruh terhadap durabilitas. Salah satu faktor penyebab menurunnya durabilitas adalah korosi tulangan. Lapisan pelindung tulangan yang terbentuk oleh sifat alkalinitas yang tinggi dari pasta semen dapat rusak oleh penetrasi ion klorida yang mencapai permukaan tulangan. Permeabilitas beton dipengaruhi oleh antara lain faktor air semen, kadar semen, kondisi lingkungan lokal dan material pembuat beton. Pada penelitian ini, dibuat 5 mix design beton dan mortar dengan kadar semen 350 kg/m 3 dan 400 kg/m 3 dan faktor air semen yang diambil dari range 0,3- 0,6. Sampel beton dan mortar dengan ukuran ?10?5 cm 3 , diuji penetrasi ion klorida dengan mengacu pada Metode NordTest (NTBuild 492-Non Steady State Migration Test) yang menggunakan arus listrik untuk mempercepat penetrasi. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi faktor air semen, beton dan mortar semakin permeabel dan koefisien migrasi semakin tinggi. Dalam range tertentu, beton lebih kedap dibandingkan dengan mortar

Keyword : durability, corrosion of reinforcing steel, chloride ion penetration, water cement ratio, cement content

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3490/

Peningkatan daya tahan tahu putih di Perusahaan Tahu Budi Purnomo dengan metode factorial design

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANDRIANA, LYDIA

Tahu putih merupakan makanan yang dibuat melalui proses pengendapan protein kedelai dengan menggunakan bahan penggumpal khusus. Tahu putih hasil produksi Budi Purnomo memiliki daya tahan relatif singkat karena perusahaan tidak memberikan campuran bahan penggumpal maupun bahan pengawet. Menurut pihak perusahaan penggunaan bahan yang tidak tepat terhadap pemberian campuran bahan penggumpal dan bahan pengawet justru akan merubah rasa tahu menjadi lebih pahit atau kecut. Metode factorial design digunakan untuk menemukan kombinasi faktor dan level yang optimal. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu campuran bahan penggumpal, jenis bahan pengawet dan lama pendidihan bubur kedelai. Dari hasil eksperimen yang telah dilakukan didapatkan komposisi yang dapat meningkatkan daya tahan tahu putih lebih lama dari sebelumnya tanpa mengubah rasa tahu tersebut yaitu campuran bahan penggumpal asam cuka dan jenis bahan pengawet asam sorbat.

Keyword : white tofu, durability, flavor, factorial design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3763/

Blog at WordPress.com.