Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisa riwayat waktu menggunakan gempa modifikasi dengan spektrum respons menurut konsep SNI 1726-1998

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIRAWAN;, BOBBY

Belum adanya rekaman gempa rencana yang disetujui untuk dipakai di Indonesia menyebabkan dalam analisa riwayat waktu harus digunakan minimal 4 (empat) rekaman gempa yang berbeda. Hal ini menimbulkan kesulitan-kesulitan tersendiri dalam melakukan penelitian atau perencanaan. Salah satu pemecahan yang dapat diambil adalah dengan memodifikasi rekaman gempa sesungguhnya untuk menghasilkan suatu gempa rencana yang menghasilkan spektrum respons yang konsisten dengan spektram respons dalam peraturan gempa, dalam hal ini Konsep SNI1726-1998(2). Penelitian ini mencoba untuk mencari satu gempa rencana yang sesuai persyaratan Konsep SNI 1726-1998. Gempa yang dipakai adalaih 10 buah gempa yaitu 5 buah gempa asli yaitu gempa Denpasar 1981, El Centro 18 Mei 1940 NS, Pacoima 9 Februari 1971 S16E, Parkfield 27 Juni 1966 N65E dan Pasadena 1952 serta 5 buah gempa yang dimodifikasi dari 5 buah gempa asli tersebut. Proses modifikasi dilakukan dengan menggunakan program RESMAT (6). Struktur yang ditinjau adalah 6 buah struktur sederhana dengan bentuk denah yang teratur dan sitnetris, dengan jumlah lantai 5, 10, 15, 20, 25 dan 30. Gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh gempa modifikasi dibandingkan dengan envelope gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh gempa menurut Konsep SNI 1726-1998. Selain itu gaya geser akibat gempa modiftkasi dibandingkan juga dengan envelope gaya geser akibat gempa asli yang keduanya diskala menurut Pedoman Perencanaan Ketahananan Gempa untuk Rumah dan Gedung SNI1726-1989 (3). Dari penelitan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk analisa riwayat waktu dapat digunakan salah satu dari lima buah gempa modifikasi.

Keyword : earthquake, modification earthquake, earthquake engineering

Perbandingan analisa statik nonlinier pushover dengan analisa dinamik nonlinier riwayat waktu secara tiga dimensi untuk struktur dengan setback

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUMALASARI;, CINDY

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah analisa pushover mampu mencerminkan perilaku nonlinier struktur dengan setback ketika mengalami gempa. Digunakan struktur tidak simetris tidak beraturan sepuluh lantai dengan setback lima lantai, struktur tidak simetris tidak beraturan 15 lantai dengan setback sepuluh lantai, dan struktur simetris tidak beraturan 15 lantai dengan setback sepuluh lantai yang direncanakan berdasarkan SKSNI T-15-1991- 03 untuk analisa. Sebagai analisa pembanding digunakan anahsa dinamik riwayat waktu dengan beban gempa El Centro 18 Mei 1940 N-S Modifikasi berdasarkan Konsep ke-3 SNI 1726-1999 dengan periode ulang 200, 500, 1000, 2000, 5000, dan 10000 tahun. Kurva kapasitas berupa base shear terhadap roof displacement dari kedua analisa dibandingkan. Selain itu juga ditentukan tingkat kinerja struktur menurut Asian Concrete Model Code berdasarkan performance index berupa interstory drift pada performance point. Diperoleh bahwa analisa statik nonlinierpushover cukup mendekati hasil analisa dinamik nonlinier riwayat waktu berdasarkan pencatatan base shear maksimum dan displacement maksimum, sehingga dapat disimpulkan bahwa analisa pushover cukup baik meramalkan perilaku nonlinier struktur ketika mengalami gempa. Kesimpulan lain yang diperoleh adalah struktur yang didesain berdasarkan peraturan di atas memiliki acceptable performance menurut Asian Concrete Model Code.

Keyword : pushover, setback, earthquake

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1523/

Kinerja bangunan tahan gempa yang didesain menurut SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 di wilayah 6 peta gempa Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHANDRA;, JIMMY

SNI 03-2847-2002 diterbitkan untuk menggantikan SNI 03-2847-1992 dengan disertai beberapa perubahan. Salah satu perubahan yang cukup signifikan adalah pada faktor perbesaran jumlah momen nominal kolom terhadap jumlah momen nominal balok. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) yang didesain dengan SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 pada wilayah 6 peta gempa Indonesia untuk jenis tanah lunak sesuai dengan SNI 03-1726-2002. Struktur beton bertulang yang ditinjau pada penelitian ini berupa bangunan 6 dan 10 lantai dengan denah simetris, tinggi antar lantai 3,5 m. Pemeriksaan kinerja struktur dilakukan dengan analisa statis pushover nonlinier dan analisa dinamis time history nonlinier. Untuk analisa pushover, pola pembebanan yang dipakai adalah sesuai dengan respons struktur ragam pertama (mode 1), sedangkan beban gempa dalam analisa time history adalah gempa satu arah dengan menggunakan gempa El Centro 18 Mei 1940 komponen North-South yang dimodifikasi sesuai dengan respons spektrum berdasarkan SNI 03-1726-2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa displacement dan drift dari struktur yang didesain menggunakan SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 tidak jauh berbeda. Secara umum, bangunan 6 lantai tidak memenuhi persyaratan “kolom kuat balok lemah”, baik bangunan yang didesain berdasarkan SNI 03-2847-1992 maupun SNI 03-2847-2002. Sedangkan untuk bangunan 10 lantai, secara umum kinerja bangunan memenuhi persyaratan “kolom kuat balok lemah”, kecuali untuk bangunan yang didesain berdasarkan SNI 03-2847-2002, yang dianalisa dengan metode time history.

Keyword : pushover analysis, performance, earthquake

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3829/

Kinerja bangunan tahan gempa yang didesain menurut SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 di wilayah 4 peta gempa Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN;, YONGKY

Pergantian SNI 03-2847-1992 menjadi SNI 03-2847-2002, menimbulkan beberapa perubahan dalam desain bangunan. Salah satunya adalah faktor perbandingan jumlah kuat momen nominal kolom terhadap jumlah kuat momen nominal balok dalam perencanaan gedung tahan gempa, yang besarnya pada SNI 03-2847-2002 lebih kecil daripada SNI 03-2847-1992. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar perubahan faktor tersebut mempengaruhi kinerja bangunan. Dalam penelitian ini ditinjau dua buah model bangunan yaitu 6 lantai dan 10 lantai dengan bentuk denah yang teratur dan simetris. Masing-masing model bangunan didesain menurut SNI 03-2847-1992 dan SNI 03-2847-2002 dengan beban gempa sesuai SNI 03-1726-2002. Hasil desain tersebut dianalisa menggunakan dua metode, yaitu analisa statis pushover dengan pola pembebanan lateral sesuai dengan mode pertama dan analisa dinamis riwayat waktu nonlinier dengan gempa El-Centro 15 Mei 1940 N-S yang dimodifikasi agar respon spektrumnya sesuai wilayah 4 peta gempa Indonesia dengan periode ulang 500 dan 1000 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kolom bangunan menurut SNI 03-2847-2002 menghasilkan tulangan lentur yang lebih sedikit dan tulangan geser yang lebih rapat. Sedangkan dari hasil kedua analisa di atas didapatkan letak sendi plastis selain pada kolom bagian dasar. Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan strong column weak beam tidak terpenuhi.

Keyword : earthquake, performance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3830/

Perancangan iklan layanan masyarakat tentang gempa dan tsunami yang diadaptasi dari puisi “Aku” karya Chairil Anwar di Yogyakarta

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , WELLY

Perancangan Iklan Layanan Masyarakat mengenai gempa dan tsunami yang diadaptasi dari puisi “Aku” karya Chairil Anwar merupakan salah satu upaya nyata untuk mendorong semangat untuk terus berjuang bertahan hidup para korban bencana alam. Perancangan ini dilakukan dengan menyusun suatu kampanye Iklan Layanan Masyarakat terpadu yang menggunakan berbagai macam media dengan pertimbangan keefektifan penyampaian pesan terhadap khalayak sasarannya. Melalui perancangan ini diharapkan mampu membangkitkan rasa ingin terus berjuang untuk bertahan hidup para korban bencana gempa dan tsunami.

Keyword : public service, earthquake, tsunami, poem

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3946/

Alternatif perencanaan struktur rangka beton bertulang dengan pseudoelastis

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHANDRA;, ALEX

Konsep yang digunakan dalam mendesain struktur rangka beton bertulang pada umumnya adalah konsep desain kapasitas. Di dalam konsep desain kapasitas, kolom direncanakan lebih kuat daripada balok (Strong Column Weak Beam) sehingga sendi plastis terjadi pada ujung-ujung balok bukan pada kolom kecuali bagian bawah kolom dasar. Agar hal tersebut dipenuhi, perencanaan kolom didasarkan oleh besarnya momen nominal aktual balok dengan penambahan over strength factor sehingga perencanaan kolom baru dapat dilakukan setelah perencanaan balok selesai. Studi ini memaparkan suatu alternatif perencanaan yang lebih praktis, yang dinamakan Pseudo Elastis, di mana perencanaan kolom tidak bergantung pada kapasitas lentur balok. Pada konsep perencanaan ini, portal-portal eksterior dari suatu bangunan, baik balok maupun kolom direncanakan secara elastis pada taraf gempa sedang (moderate) sedangkan pada bagian interior baik pada balok maupun kolom diperkenankan terjadi sendi plastis. Makalah ini memberikan gambaran bagaimana perilaku struktur rangka beton bertulang dan di mana letak sendi plastis yang terjadi, untuk struktur 4 lantai, 6 lantai dan 10 lantai yang direncanakan dengan konsep Pseudo Elastis, kemudian dibandingkan apabila struktur yang sama tersebut direncanakan dengan desain kapasitas. Adapun target gempa yang digunakan adalah gempa periode ulang 200 tahun. Analisa yang digunakan adalah Analisa Pushover dengan program ETABS v 7.2. dan Analisa Dinamik Nonlinear Riwayat Waktu dengan program Ruaumoko 3D. Perilaku bangunan dapat dilihat dari simpangan maksimum yang terjadi pada setiap bangunan. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada struktur dengan beban gempa 200 tahun yang direncanakan dengan desain kapasitas, sendi plastis hanya terjadi pada balok. Sedangkan pada struktur yang direncanakan dengan konsep Pseudo Elastis, sendi plastis terjadi pada balok dan kolom interior, pada bagian eksterior tidak terjadi sendi plastis. Di samping itu, perilaku pada stuktur yang direncanakan dengan Pseudo Elastis dilihat dari simpangan maksimum (drift) dan damage index (DI) yang terjadi ternyata sebagian besar lebih kecil dibandingkan dengan yang direncanakan desain kapasitas. Kekurangan daripada Pseudo Elastis adalah bangunan membutuhkan tulangan yang lebih banyak daripada desain kapasitas. Bangunan Pseudo Elastis membutuhkan 30-48% tulangan lentur lebih banyak daripada desain kapasitas, sedangkan untuk volume beton tidak berbeda jauh.

Keyword : pseudo elastic, capacity, plastic hinge, drift, damage index, earthquake

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4573/

Contoh aplikasi desain struktur rangka beton bertulang berdasarkan konsep berbasis kinerja

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LOKOSASMITO;, FEBYANA

Perencanaan struktur terhadap beban gempa yang umum digunakan di Indonesia adalah strength based design dengan konsep capacity design. Desain ini mengutamakan kekuatan struktur tetapi kurang memperhatikan kontrol terhadap kerusakan yang terjadi akibat gempa. Oleh karena itu dikembangkan konsep baru yang memperhatikan tingkat kinerja struktur pasca gempa, seperti kontrol terhadap tingkat kerusakan bangapunan (damage control), yang dikenal sebagai performance based design. Untuk wilayah Asia ada suatu standar yang menjadi acuan bagi standar masing – masing negara yaitu Asian Concrete Model Code (ACMC). ACMC mengatur tentang pemeriksaan performance suatu struktur ditinjau dari tingkat kerusakan serta drift yang terjadi. Standar ACMC ini dalam pengaplikasiannya disesuaikan dengan kondisi dan peraturan yang berlaku di masing ? masing negara Asia. Studi ini membahas tentang pemeriksaan kinerja struktur rangka beton bertulang 10 lantai berdasarkan performance based design sesuai ACMC dengan meninjau dua jenis struktur yaitu struktur dengan daktilitas penuh dan struktur dengan daktilitas terbatas. Kedua jenis struktur, baik struktur dengan daktilitas penuh maupun struktur dengan daktilitas terbatas, didesain sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia menurut Badan Standardisasi Nasional tentang ?Tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung? (Badan Standardisasi Nasional, 2002). Analisa perilaku struktur yang digunakan adalah Analisa Statik Non-Linier Pushover dan Analisa Dinamik Non-Linier Riwayat Waktu. Tingkat kinerja bangunan diukur dari drift dan tingkat kerusakan yang terjadi. Dari hasil pemeriksaan kinerja struktur rangka beton bertulang untuk ke-2 jenis struktur yaitu daktilitas penuh dan daktilitas terbatas, terlihat bahwa tingkat kinerja (drift dan tingkat kerusakan yang terjadi) tidak jauh berbeda. Dalam studi ini juga terlihat bahwa struktur rangka beton bertulang dengan daktilitas penuh menggunakan jumlah tulangan yang lebih sedikit bila dibandingkan struktur rangka beton bertulang dengan daktilitas terbatas.

Keyword : building, earthquake, concrete, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4595/

Evaluasi kinerja inelastik struktur rangka beton bertulang terhadap gempa dua arah

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HIDAYAT, CHONDRO

Analisis statik non- linier pushover merupakan analisis non-linier yang cukup sederhana, namun diharapkan dapat meramalkan perilaku seismik struktur secara akurat. Studi ini mempelajari tingkat keakuratan analisis pushover dalam meramalkan perilaku seismik struktur rangka beton bertulang simetris secara 3 dimensi bila terjadi gempa dua arah, karena pada kenyataannya sebagian besar gempa yang terjadi memiliki dua komponen arah yang saling tegak lurus dan tidak dapat diramalkan arah terjadinya. Makalah ini memberikan gambaran pemeriksaan kinerja struktur bangunan 6 dan 10 tingkat, yang dianalisa dengan analisis pushover dan analisis riwayat waktu sebagai pembandingnya. Beban gempa yang dipakai dalam analisis riwayat waktu adalah gempa El Centro 18 Mei 1940 komponen North – South dan komponen East – West yang dimodifikasi sesuai dengan konsep ke-5 SNI 1726-2002 dengan periode ulang 27, 67, 135, 260, 500 dan 1050 tahun. Perbandingan besar kedua gempa modifikasi yang saling tegak lurus tersebut adalah sama dengan perbandingan besar peak ground acceleration dari kedua gempa asli tersebut, yakni 0.615. Pembebanan gempa modifikasi dilakukan dalam arah sudut pembebanan 0 o , 22.5 o dan 45 o , berlawanan arah jarum jam terhadap sumbu global bangunan. Data output yang digunakan dalam membandingkan kedua analisis di atas adalah kurva kapasitas, posisi sendi plastis, simpangan antar tingkat dan evaluasi tingkat kinerja struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pushover masih bisa diandalkan untuk meramalkan perilaku inelastik struktur rangka beton bertulang yang simetris akibat pembebanan gempa dua arah yang ditinjau secara tiga dimensi.

Keyword : non- linear, static, pushover analysis, dynamic time history, analysis, earthquake, symmetrical, reinforced, concrete, frame, structure

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4606/

Studi tentang faktor pengali gaya dalam kolom portal eksterior berdasarkan kapasitas daktilitas struktur untuk perencanaan pseudo elastis

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANDREAS, HARRYANTO;

Dalam konsep Pseudo Elastis diperkenankan mengalami keruntuhan berupa Partial Beam Side-Sway Mechanism. Untuk mencapai mekanisme keruntuhan seperti ini, kolom eksterior direncanakan agar tetap elastis pada saat gempa besar. Dalam studi ini kolom portal eksterior direncanakan dengan suatu faktor pengali yang besarnya ditentukan berdasarkan daktilitas struktur yang akan dicapai. Dalam studi ini ditinjau sutu bangunan tingkat 6 yang direncanakan mempunyai daktilitas 5.3, 4 dan 2. Struktur ini kemudian diperiksa dengan menggunakan gaya gempa dengan periode ulang 100, 200, 500 dan 1000 tahun. Analisa yang digunakan adalah Analisa Static Non-Linear Pushover dengan program ETABS v 7.2 dan Analisa Dinamik Non-Linear Riwayat Waktu dengan Ruaumoko 3D. Hasil analisa menunjukkan bahwa struktur yang direncanakan berdasarkan daktilitas 5.3 dan 4, menunjukkan kinerja seismik yang memuaskan pada semua tingkat seismik. Berbeda dengan struktur yang direncanakan dengan daktilitas 2, hasil yang diperoleh menunjukkan kinerja seismik kurang memuaskan saat gempa di atas 500 tahun.

Keyword : pseudo elastic, partial beam side-sway mechanism, coefficient factor, building, earthquake

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4730/

Blog at WordPress.com.