Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Aplikasi SNI-03-2847-1992 dalam disain struktur rangka dan dinding bangunan tinggi di daerah gempa

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KANDANI, YONDY

Dalam Tugas Akhir ini disajikan langkah-langkah perencanaan suatu model bangunan bertingkat tinggi dengan menggunakan kombinasi struktur rangka dan dinding di daerah gempa. Perencanaan dimulai dari tahapan estimasi awal sampai pada tahap analisis struktur tahap akhir yang menggunakan program ETABS, kemudian dikembangkan didalam disain elemen baik elemen struktur rangka maupun elemen struktur dinding dengan berdasarkan pada SNI-03-2847- 1992. Di dalam standar tersebut terdapat persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan dalam disain bangunan tinggi di daerah gempa. Beberapa hal khusus mengenai perencanaan struktur rangka dan dinding yang tidak dijelaskan dalam SNI-03- 2847-1992 diambil dari usulan T. Paulay dan M.J.N Priestley.

Keyword : earthquakes

Program untuk membuat accelerogram gempa yang disesuaikan dengan respon spektrum tertentu

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANGELO, MARTIN

Kesulitan utama dalam melakukan analisa riwayat waktu adalah ketidak pastian dalam memilih riwayat waktu gempa yang sesuai. Hal ini disebabkan tidak tersedianya hasil pencatatan gempa di Indonesia yang memuaskan. Cara mengatasi kesulitan tersebut adalah memodifikasi hasil pencatatan gempa kuat yang pernah terjadi, El Centro 15 Mei 1940 N-S, Taft 21 Juli 1952 N-S, Alraedo Park 19 Mei 1962 E-W dan Aomori 16 Mei 1968 E-W sehingga setara dengan gempa di Indonesia. Gempa yang sudah dimodifikasi tersebut mempunyai respon spektrum yang sama dengan spektrum rencana Indonesia. Cara yang cukup sederhana untuk memodifikasi catatan gempa adalah time domain method. Metode ini juga memberikan hasil yang lebih memuaskan dibanding metode yang lain, frequency domain. Time domain method mempunyai anggapan, sedikit penyesuaian pada catatan gempa setempat tidak akan mempengaruhi karakteristik dari gempa tersebut.

Keyword : earthquakes, spectrum, accelerogram, computer programs

Studi parameter balok beton bertulang ditinjau terhadap kombinasi beban gravitasi dan gempa berdasarkan SKSNI T-15-1991-03

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN;, SONY

Dalam tahap awal perencanaan, perencana struktur umumnya dituntut untuk memperkirakan dimensi awal balok terutama tinggi balok (h) yang diperkirakan mampu menahan beban lentur, beban geser dan memenuhi syarat lendutan, sebagai masukan bagi arsitek guna mendisain bangunan. Sebuah studi dilakukan untuk mempelajari dimensi balok beton bertulang, yaitu balok portal. Dalam tugas akhir ini, beban lentur yang ditinjau berupa kombinasi beban gravitasi (beban mati dan beban hidup) dan beban gempa. Beban gempa dihitung dengan cara analisa beban statik ekivalen. Adapun parameter yang diperhatikan dalam studi ini adalah sebagai berikut: panjang bentang (L), panjang bentang tegak lurus (L#), lebar balok, dan jumlah tingkat. Dari hasil studi ini disajikan alat bantu perencanaan urrtuk memperkirakan dimensi awal balok beton dengan cepat dan mudah, tanpa perlu melakukan perhitungan lengkap.

Keyword : concrete, gravitation, earthquakes, beam

Perilaku seismik struktur rangka beton bertulang yang didesain dengan perencanaan pseudo elastis untuk wilayah gempa 1 dan 4 Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : STEPHEN;, WIDJAJA

Pemakaian cara kapasitas di dalam perencanaan suatu struktur dengan beban gravitasi sebagai beban utama (gravity Ioad dominated structure) di mana momen negatif balok akibat dari beban gravitasi jauh lebih besar dari momen negatif akibat beban gempa, keadaan ini akan mengakibatkan kekuatan kolom yang berlebihan. Kelemahan lain dari konsep kapasitas ini adalah perencanaan kolom baru dapat dilakukan setelah perencanaan balok selesai dilakukan, di mana dalam praktek hal ini dapat menghambat kelancaran perencanaan karena sering kali perlu dilakukan penentuan penulangan kolom sebelun penulangan balok. Penelitian ini mengemukakan suatu studi mengenai cara perencanaan untuk gravity load dominated structure dengan menggunakan prosedur perencanaan Pseudo Elastis, dimana perencanaan kolom-kolom terlepas dari perencanaan balok. Kolom-kolom tepi (eksterior) direncanakan secara elastis terhadap beban gempa besar sedangkan kolom-kolom dalam (interior) direncanakan dengan cara biasa. Untuk menguji prosedur perencanaan tersebut secara keseluruhan ditinjau 12 buah portal, yang terdiri dari portal 4 lantai dengan 4, 5, 6 dan 7 bentang serta portal 5 dan 6 lantai dengan 4 bentang, dengan tinjauan wilayah 1 dan 4. Untuk tiap wilayah portal tersebut direncanakan dengan kekuatan kolom tepi yang berbeda. Portal-portal tersebut dibebani dengan gempa buatan yaitu gempa Pacoima Dam 1971 S16E yang disesuaikan dengan spektrum gempa Indonesia periode ulang 200 tahun untuk wilayah 1 dan 4 (Pacima Dam 1971 S16E Modifikasi). Pengujian ini menunjukkan perencanaan Pseudo Elastis mempunyai perilaku yang baik untuk portal di bawah 7 bentang terhadap gempa 200 tahun.

Keyword : buildings, earthquakes

Evaluasi “gempa rencana” yang dihasilkan program resmat untuk analisa respons riwayat waktu

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUTANTO;, KURNIAWAN

Kesulitan utama dalam perhitungan analisa respons riwayat waktu adalah tidak adanya riwayat waktu gempa rencana yang telah ditentukan di Indonesia. Dengan tidak adanya kepastian tersebut, proses perhitungan analisa riwayat waktu memerlukan waktu yang lama karena pada peraturan gempa di Indonesia disyaratkan untuk menggunakan minimal 4 riwayat waktu gempa yang berbeda. Salah satu solusi adalah digunakannya suatu riwayat waktu gempa rencana yang dibuat dengan program RESMAT. Program RESMAT menggunakan time domain method yang dapat memodifikasi suatu riwayat waktu gempa sedemikian rupa sehingga respon spektrum modifikasinya setara dengan target respon spektrum rencana yang ditentukan tanpa mempengaruhi karakteristik gempa tersebut. Untuk mengetahui apakah riwayat waktu gempa yang dihasiikan oleh program RESMAT dapat digunakan sebagai gempa rencana dilakukan perbandingan antara gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh gempa rencana dengan gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh envelope gaya geser tingkat dari gempa Elcentro 15 Mei 1940 N-S, Denpasar 1981, Pacoima 9 Pebruari 1971 S16E dan Park Field 27 Juni 1966 N-E terhadap suatu model struktur yang terdiri dari 5, 10, 15,20,25 dan 30 lantai. Dari evaluasi yang dilakukan untuk model struktur bangunan yang teratur dan simetris, didapatkan kesimpulan bahwa gempa rencana yang didapat dari modifikasi gempa Pacoima 9 Pebruari 1971 S16E merupakan gempa rencana yang secara konsisten menghasilkan pembagian gaya geser yang selalu lebih aman dibandingkan pembagian gaya geser yang dihasilkan envelope dari gempa-gempa sesungguhnya..

Keyword : earthquakes

Studi perbandingan perencanaan gempa bangunan baja menurut konsep peraturan Indonesia dengan peraturan New Zealand

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SILVY, ANTONIUS;

Indonesia merupakan daerah gempa aktif, untuk itu didalam merencanakan bangunan baja dibutuhkan peraturan yang menjamin kekuatan struktur tersebut terhadap beban gempa yang terjadi. Untuk saat ini Indonesia telah mengeluarkan konsep peraturan bangunan baja Indonesia yang didalammya terdapat peraturan terhadap perencanaan gempa. Skripsi ini membahas dan mengevaluasi “Perencanaan Gempa” pada konsep peraturan Indonesia dengan membandingkannya terhadap peraturan New Zealand. Serta mengaplikasikannya pada kasus Ductile Moment Resisting Frames (DMRFs). Dari hasil analisa didapat bahwa beberapa hal dalam konsep peraturan Indonesia yang harus ditinjau kembali untuk pelaksanaannya.

Keyword : earthquakes

Perencanaan bangunan bertingkat dengan struktur beton bertulang di daerah rawan gempa berdasarkan SKSNI T-15-1991-03

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TETELEPTA;, JULIUS

Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung atau lebih di kenal dengan SKSNI T-15-1991-03, telah menyempurnakan kekurangan pada Peraturan Beton Indonesia 1971 dalam prinsip perencanaan struktur suatu bangunan. Didalam Tugas Akhir ini, diuraikan dengan jelas perencanaan struktur bangunan Rumah Toko 4 lantai di kotamadya Ambon. Berdasarkan SKSNI T-15-1991-03, jenis bangunan yang dipakai dalam perencanaan ini adalah bangunan Type [D] dengan menggunakan prinsip dan konsep Desain Kapasitas [ Capacity Design] yang menggunakan Daktilitas Penuh [ tingkat 3 ] Konsep Disain kapasitas ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jelas tentang tata cara perhitungan struktur bangunan rumah dan gedung sekaligus dapat mengantisipasi pengaruh gempa terhadap suatu bangunan. Pengecekan tata letak struktur merupakan hal yang penting dalam perencanaan dimana bagi seorang perencana dapat mengetahui serta menentukan dengan jelas denah dan jenis struktur yang akan di rencanakan sehingga ada kepastian dalam pemilihannya. Dengan demikian untuk mendukung pemerataan penggunaan peraturan ini dianjurkan kiranya mempelajari secara seksama kriteria dan ketentuan-ketentuan dalam perencanaan struktur serta batasan perencanaan pada SKSNI T-15-1991-03.

Keyword : buildings, earthquakes, earthquake effects

Evaluasi perilaku seismik struktur rangka beton bertulang di wilayah gempa 1 dan 2 Indonesia yang direncanakan dengan dan tanpa cara kapasitas

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGIJOPRANOTO;, ALBERT

Perencanaan struktur dengan konsep kapasitas menuntut proses yang cukup rumit dibandingkan dengan perencanaan tanpa konsep kapasitas. Penelitian ini ingin memeriksa perilaku struktur rangka beton bertulang yang direncanakan tanpa konsep kapasitas (cara biasa) serta membandingkan kemampuan struktur tersebut dengan struktur yang direncanakan dengan konsep kapasitas. Model bangunan yang dipakai adalah struktur rangka beton bertulang bertingkat 4 dan bertingkat 8 yang terletak di wilayah gempa 1 dan 2 Indonesia, memiliki bentuk dan ukuran denah yang sama. Struktur tersebut dibebani dengan gempa El Centro 1940 M-S dan gempa 200 tahun. Akibat gempa El Centro 1940 N-S, hampir semua model struktur masih bersifat elastis. Hal ini terjadi karena gempa El Centro 1940 N-S termasuk gempa kecil sampai sedang di wilayah gempa 1 dan 2 lndonesia. Dari pembebaman gempa 200 tahun terlihat bahwa model struktur yang direncanakan dengan Cara Kapasitas memberikan hasil yang memuaskan. Mekanisme terjadinya sendi plastis sesuai dengan yang diinginkan. Daktilitas balok maupun kolom yang tersedia cukup untuk memancarkan energi gempa. Model struktur yang direncanakan dengan Cara Biasa mengalami keruntuhan akibat tidak tersedianya daktilitas dan kapasitas geser yang cukup.

Keyword : reinforced concrete, earthquakes

Evaluasi "gempa rencana" yang dihasilkan program resmat untuk analisa respons riwayat waktu

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUTANTO;, KURNIAWAN

Kesulitan utama dalam perhitungan analisa respons riwayat waktu adalah tidak adanya riwayat waktu gempa rencana yang telah ditentukan di Indonesia. Dengan tidak adanya kepastian tersebut, proses perhitungan analisa riwayat waktu memerlukan waktu yang lama karena pada peraturan gempa di Indonesia disyaratkan untuk menggunakan minimal 4 riwayat waktu gempa yang berbeda. Salah satu solusi adalah digunakannya suatu riwayat waktu gempa rencana yang dibuat dengan program RESMAT. Program RESMAT menggunakan time domain method yang dapat memodifikasi suatu riwayat waktu gempa sedemikian rupa sehingga respon spektrum modifikasinya setara dengan target respon spektrum rencana yang ditentukan tanpa mempengaruhi karakteristik gempa tersebut. Untuk mengetahui apakah riwayat waktu gempa yang dihasiikan oleh program RESMAT dapat digunakan sebagai gempa rencana dilakukan perbandingan antara gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh gempa rencana dengan gaya geser tingkat yang dihasilkan oleh envelope gaya geser tingkat dari gempa Elcentro 15 Mei 1940 N-S, Denpasar 1981, Pacoima 9 Pebruari 1971 S16E dan Park Field 27 Juni 1966 N-E terhadap suatu model struktur yang terdiri dari 5, 10, 15,20,25 dan 30 lantai. Dari evaluasi yang dilakukan untuk model struktur bangunan yang teratur dan simetris, didapatkan kesimpulan bahwa gempa rencana yang didapat dari modifikasi gempa Pacoima 9 Pebruari 1971 S16E merupakan gempa rencana yang secara konsisten menghasilkan pembagian gaya geser yang selalu lebih aman dibandingkan pembagian gaya geser yang dihasilkan envelope dari gempa-gempa sesungguhnya..

Keyword : earthquakes

Aplikasi SKSNI T-15-1991-03 dalam perencanaan struktur dinding beton bertulang di daerah rawan gempa

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, JEFFREY;

Dalam tugas akhir ini dipelajari suatu bentuk perencanaan struktur dinding beton bertulang baik dengan daktilitas penuh maupun terbatas berdasarkan SKSNI T-15-1991-03. Standar tersebut hanya memuat persyaratan-persyaratan saja, tidak ada prosedur atau langkah-langkah perencanaan. Sehingga seorang pemula akan kesulitan didalam penerapannya. Untuk itu dipelajari usulan T.Paulay dan M.J.N.Priestley mengenai prosedur perencanan struktur dinding beton bertulang yang baik dengan mengacu pada ketentuan standar tersebut. Ada beberapa bagian yang tidak disebutkan pada standar, seperti pengecekan tata letak struktur dinding, kestabilan dinding, daerah pengekang, pemutusan tulangan dan Iain-lain yang menunjang langkah-langkah perencanaan struktur dinding yang baik. Selain mempelajari usulan tersebut juga dilakukan pembuatan contoh-contoh perhitungan struktur dinding beton bertulang baik dengan daktilitas penuh maupun terbatas. Disini dipilih wilayah gempa dua, untuk mendapatkan pengaruh dari gaya gempa lebih dominan.

Keyword : reinforced concrete, earthquakes

Sumber : http://repository.petra.ac.id/161/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.