Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi perencanaan KWH meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV di PLN UPJ Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , TONNY

Perencanaan KWH Meter elektronik berbasis SCADA pada pelanggan tegangan menengah 20 KV ini dipilih pada PLN UPJ area pelayanan Gresik, dimana terdapat GI Segoromadu, GI Petrokimia, GI Manyar, GI Cerme, GI Altaprima, dan GI Lamongan yang sebagian besar mencatu kecamatan KIG (Kawasan Industri Gresik) dan KIM (Kawasan Industri Maspion Manyar) serta kawasan industri tersebar di Segoromadu-Kebomas. Untuk meningkatkan keakuratan pembacaan KWH meter sehingga timbul costumer satisfaction, maka direncanakan penggunaan KWH meter elektronik berbasis SCADA, yang merupakan AMR (Automatic Meter reading). Perencanaan KWH Meter elektronik ya ng merupakan Automatic Meter Reading diperuntukkan memantau pelanggan potensial sebanyak 23 pelanggan dengan daya antara 1110 KVA sampai dengan 14230 KVA, dimana kesemuanya termasuk dalam pelanggan industri (I3 dan I4) dan bisnis (B3).

Keyword : electronic, kwh meter, scada, computer program, electric meter

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3929/

Studi perbandingan penggunaan 3CT dan 2CT pada kwh meter 3 fasa di pelanggan tegangan menegah 20 kV PLN distribusi Jawa Timur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANDOKO, EDDY

Jawa Timur merupakan salah satu pusat perdagangan, perindustrian, pariwisata yang sedang berkembang. Dalam pengembangannya diperlukan adanya sarana pendukung, salah satunya adalah sumber energi listrik yang kebutuhannya diprediksi dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur energi listrik diperlukan alat yang dinamakan KWh meter. Dalam industri besar terutama untuk Pelanggan Tegangan Menegah (TM) 20 kV memakai KWh meter 3 fasa yang sistemnya didukung dengan keberadaan CT dan PT. CT terpasang seri sedangkan PT terpasang paralel. Ada 2 metode yang dipakai yaitu sistem 3 kawat (2 CT dan 3 PT) dan sistem 4 kawat (3CT dan 3PT). Dari kedua metode inilah akan dibandingkan penggunaannya baik dari kondisi normal maupun abnormal. Dalam kondisi yang normal, kedua metode tersebut memberikan hasil perhitungan yang sama, tetapi dalam kondisi abnormal dalam arti salah satu CT mengalami gangguan, sistem 3 kawat memberikan resiko kerugian energi yang lebih besar bila dibandingkan dengan sistem 4 kawat.

Keyword : kwh meter, current transformer, potential transformer, electric meter, watt meter

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3948/

Create a free website or blog at WordPress.com.