Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi keandalan pada SUTM 20 kV dengan menggunakan tinggi tiang 9 meter dan 11 meter di penyulang Mengare GI Manyar PLN UPJ Area Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AGUS, ANDREAS

Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok yang diperlukan oleh masyarakat setiap saat, baik itu sektor industri, sektor perkantoran maupun rumah tangga. Untuk menjamin mutu pelayanan yang baik kepada konsumen, dalam hal ini daerah Gresik yang banyak terdapat kawasan industri, memerlukan keandalan dan penyaluran kontinuitas energi listrik yang handal. Di PT. PLN (Persero) UPJ Area Gresik yang menggunakan system radial interkoneksi sering mengalami gangguan pada penyulang 20 kV (khususnya Penyulang Mengare), oleh sebab itu dengan menggunakan tinggi tiang yang baik akan diperoleh tingkat keandalan dari penyulang Mengare tersebut. Penyulang Mengare yang berlokasi di daerah Pulau Mengare melalui daerah tambak-tambak, jalan, dan daerah pedesaan. Dalam Studi Tugas Akhir ini akan dibahas Studi keandalan pada SUTM 20 kV yang menggunakan tinggi tiang 9 Meter dan 11 Meter di Penyulang Mengare GI Manyar PLN UPJ Area Gresik. Tinggi tiang 9 Meter untuk system Penyulang Mengare 20 kV dalam penyaluran energi listrik sangatlah tidak mendukung, karena sering kali terjadi gangguan dan andongan yang dipakai 1,5 meter membuat semakin rendah kawat penghantar. Dari hasil pengamatan di lapangan dan analisa perhitungan keandalan penyulang Mengare 20 kV dengan tinggi tiang dan SAIDI-SAIFI. Diperoleh nilai SAIDI-SAIFI yang dihasilkan dari perhitungan tidak memenuhi standart SPLN 68-2 :1986 yaitu sebesar 23,1 jam/ tahun (dalam perhitungan 203,8546 jam/ tahun) untuk SAIDI dan 3,52 kali/ tahun (dalam perhitungan 31,06356 kali/tahun) untuk SAEFI. Usulan untuk tinggi tiang yang memakai 9 meter perlu penambahan besi atau penggantian tiang, untuk menaikkan jarak aman andongan yang cukup besar (1,43 meter) dengan benda dibawahnya (seperti pohon, rumah dan lain-lain).

Keyword : electric power

Studi pengaruh ketidakseimbangan beban terhadap arus netral dan losses pada trafo distribusi PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ISNANTO, YANUAR

Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat dari ketidakseimbangan beban tersebut adalah munculnya arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa bila terjadi ketidakseimbangan beban yang besar, maka arus netral yang muncul juga semakin besar, akibatnya losses yang terjadi akan semakin besar pula.

Keyword : distribution, transformers, unbalanced load, neutral current, losses, electric power

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3947/

Studi perhitungan voltage drop dan losses per penyulang menggunakan Electric Transient Analyzer Program PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHARLES, WIN

Peranan listrik sangat vital seiring dengan perkembangan suatu daerah. Kebutuhan akan listrik juga dapat dikatakan sebagai tolak ukur kemajuan suatu daerah. Daerah Surabaya Selatan merupakan daerah yang terdiri dari perumahan, industri, pertokoan, mal dan hotel, serta sekolah dan universitas memerlukan efisiensi operasional yang optimal Program ETAP Power Station versi 4.0 merupakan program untuk membantu perhitungan voltage drop dan losses dengan mudah. Dengan memasukkan data dan gambar single line diagram pada program dan disimulasikan maka sudah didapat hasil perhitungan voltage drop dan losses berupa data dan gambar Sebagai media pembelajaran, perhitungan voltage drop dan losses dengan menggunakan ETAP 4.0 diterapkan pada 18 penyulang APJ Surabaya Selatan. Rata-rata voltage drop 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan adalah 0,43 kV (2,2 %) dengan tegangan operasi sebesar 20 kV. Losses total 18 penyulang PLN APJ Surabaya Selatan sebesar 893,3 kW dengan daya total 120491,80 kW maka % Losses adalah 0,7 %

Keyword : 20 kv feeders, voltage drop, losses, etap 4.0 version program, electric power, transmission, distribution

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3994/

Studi tentang kedip tegangan di PT. Semen Kupang dengan daya 5 MVA dan tegangan 380 V

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FLANTINE, YOANNE

PT. Semen Kupang merupakan salah satu industri yang didirikan untuk melayani kebutuhan pasar berupa semen. Dalam proses produksi, PT. Semen Kupang mendapat suplai listrik langsung dari PLN dengan kapasitas daya yang dipakai yaitu 5 MVA. Untuk memenuhi kebutuhan pasar maka suplai listrik tidak boleh berhenti atau terputus. Tetapi dalam kenyataannya banyak hal-hal yang tidak diperkirakan dapat terjadi, misalkan terlambatnya daya yang dikirim dari PLN (PLN hanya menyuplai listrik ke PT. Semen Kupang mulai jam 06.00 sampai jam 17.00), terjadi kerusakan pada motor atau karena gangguan-gangguan lain baik intern maupun ekstern. Dalam Tugas AJkhir ini akan dibahas mengenai kedip tegangan yang terjadi di PT, Semen Kupang, yang disebabkan oleh karena adanya gangguan dari luar dari jaringan transmisi PLN. Dari data-data yang diperoleh akan dianalisa mengenai persentase kedip tegangan yang berhubungan dengan asutan motor, juga dianalisa penyebab kedip tegangan yang disebabkan karena gangguan dari jaringan transmisi PLN yang berpengaruh terhadap PT. Semen Kupang. Dari hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan standard dari fluktuasi tegangan yang berhubungan dengan kedip tegangan. Dari hasil analisa terhadap asutan motorl 1000 KW didapatkan bahwa perubahan tegangan pada waktu start sebesar 32,08%, untuk motor2 460 KW didapatkan nilai sebesar 20,43 %, untuk motor3 460 KW sebesar 23%-Analisa gangguan dari jaringan transmisi diperoleh nilai perubahan tegangan sebesar 5,07%. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedip tegangan yang terjadi pada PT. Semen Kupang dapat diakibatkan oleh karena asutan motor dan juga karena gangguan dari luar.

Keyword : electric power, electric supply, voltage sags, cement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1962/

Studi penentuan service area penyulang-penyulang dari GI Rungkut dengan batasan sistim radial interkoneksi menggunakan peta digital dengan autocad 2002 pada PLN UJ Rungkut APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PEBRIYANTI, GRACE

Daerah pelayanan jaringan Gardu Induk Rungkut adalah daerah yang terdiri dari perumahan, industri, pertokoan dan bangunan untuk fasilitas umum, jadi daerah ini adalah daerah berkembang yang penggunaan listriknya pun akan terus meningkat. GI Rungkut memiliki penyulang-penyulang untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah ini. Dengan peta jaringan distribusi penyulang-penyulang 20 kV dalam bentuk digital dengan menggunakan Autocad 2002 akan mempermudah operasional pelayanan dan penentuan service area penyulang-penyulang dengan batasan sistim radial interkoneksinya. Penentuan service area penyulang-penyulang menggunakan analisa voltage drop maksimum 5%.

Keyword : electric power, distribution, transformer, service area feeder, digital map

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3951/

Analisis pengaruh induksi sambaran petir tak langsung terhadap tegangan pada kawat saluran udara tegangan menengah 20 kV

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANTO, YANUAR

Sambaran petir dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sambaran petir langsung dan sambaran petir tak langsung. Ketinggian tiang saluran distribusi maupun kawat salurannya yang rendah menyebabkan saluran 20 kV tidak pernah terkena sambaran petir langsung. Bagi Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV sambaran petir tak langsung dapat mengakibatkan timbulnya tegangan induksi pada kawat saluran distribusi. Tegangan induksi ini dapat menyebabkan terjadinya tegangan berlebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan listrik dan berbahaya bagi manusia. Dari hasil simulasi dengan menggunakan program MATLAB didapatkan hasil grafik yang menggambarkan respon perambatan tegangan dan arus pada saluran. Ketinggian saluran distribusi sangat berpengaruh terhadap besarnya tegangan yang dapat menginduksi saluran.

Keyword : lightning, induced, overvoltages, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4059/

Studi tentang pengali tegangan arus searah sistem Cockcroft-Walton, 2000 volt

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SING, TAN

Ada banyak pilihan (= alternatif), cara mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah disertai pengalian tegangan. Kegunaan raksasa, ialah transmisi arus searah, dan hal ini telah dilakukan. Kegunaan kecil, ialah dalam TV cathode ray tube, pembunuh insek dan lain lain. Di antaranya ialah Sistem Pengali Cockcroft-Walton. Keuntungan terbesar, ialah tidak mempergunakan inti magnetis, yang biasanya adalah besi inti yang berat, dan juga tidak mengakibatkan adanya pengaruh medan magnet, Kegunaannya, ialah dapat membuat arus searah dengan berbagai tegangan yang dikehendaki. Kerugiannya, ialah tidak dapat menghasilkan perkalian besar yang dikehendaki, karena ternyata ada penurunan dari angka perkalian bulat, yaitu rendemen hasil perkalian. Juga, volumenya besar. Dengan masukan tegangan bolak-balik 127Vrms didapat keluaran tegangan searah 4020V. Dengan alat yang dipakai karena terlalu kecil, kehilangan tenaga sangat mengecilkan effisiensi pengalian tegangan, didapat 21,6-44,8%.

Keyword : electric power, volt meter, cockcroft-walton

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3921/

Studi analisa gangguan Gardu Trafo Tiang (GTT) distribusi 20kV di PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJOANDA, RONALD

Gardu Trafo Tiang (GTT) merupakan peralatan yang vital dalam sistem distribusi tenaga listrik dikarenakan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada GTT akan mengakibatkan dampak kerugian bagi pihak pelanggan maupun PLN. Penyebab gangguan pada GTT dikelompokan menjadi gangguan akibat hubung singkat / overload, kegagalan minyak trafo, bushing pecah, loss contact pada terminal bushing, sambaran petir dan gangguan yang sumber gangguannya tidak diketahui. Gangguan GTT yang paling banyak terjadi di Surabaya Selatan adalah gangguan GTT akibat hubung singkat / overload, yaitu sebanyak 184 gangguan (92%) pada tahun 2002 dan 168 gangguan (87,56%) pada tahun 2003.

Keyword : distribution, transformer, electric power, distribution, control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3952/

Studi tentang penggunaan water resistor untuk pengetesan beban yang diberikan secara mendadak kepada genset 300 KVA

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BENVIS, TJIANG

Diesel generator yang digunakan pada gedung lama petra berjumlah 3 buah yang masing-masing mempunyai daya 300 KVA. Sumber listrik yang digunakan berasal dari PLN sebagai sumber listrik utama dan genset sebagai sumber listrik cadangan. Pada saat terjadi pemutusan mendadak dari PLN maka sumber listrik diambil dari ketiga genset tersebut. Besar beban mendadak yang diperbolehkan pada saat genset dijalankan sangat berpengaruh pada kerja genset. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian untuk mencari beban yang aman. Percobaan dilakukan dengan menggunakan water resistor sebagai beban simulasi. Water resistor adalah alat yang menggunakan tahanan air garam sebagai beban simulasi. Dari percobaan ini didapatkan besar beban mendadak yang diperbolehkan pada genset 300 KVA yaitu sebesar 17 KW atau 7,08 % dari daya genset 240 KW.

Keyword : water resistor, diesel, electric power, generator

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3924/

Studi perencanaan sistem operasi penyulang 20 kv akibat penambahan tiga GIS baru di PLN APJ Surabaya Selatan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANTOSO, YUDI

Dengan penambahan tiga GIS baru menyebabkan sistem operasi penyulang berubah, karena penyulang yang semulanya panjang dipotong menjadi pendek. Hal ini menyebabkan voltage drop semakin kecil demikian juga losses-nya, karena jarak antar penyulang semakin pendek. Tiga GIS baru yang ditambahkan adalah GIS Wonokromo, GIS Simpang, GIS Kupang. Dengan penambahan tersebut maka voltage drop rata-rata turun dari 5,6% menjadi 3,75% dan losses rata-rata turun dari 1,97% menjadi 1,26%. Dengan Voltage Drop yang lebih kecil pada jaringan Penyulang, maka kontinuitas pendistribusian listrik kepada konsumen dapat terlayani lebih baik.

Keyword : 20 kV feeder, substation, electric power, distribution, transmission

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3953/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.