Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Study penggunaan campuran fly ash dan tanah lempung sebagai material utama pada timbunan (embankment)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HUTOMO;, BUDI

Untuk membuat timbunan biasanya ada beberapa bahan material yang dapat digunakan seperti sirtu (pasir batu), tanah lempung, dan lain-lain. Dengan melakukan penelitian ini fly ash diharapkan dapat digunakan sebagai bahan alternative timbunan. Tanah lempung yang digunakan untuk penelitian ini diambil di kawasan Surabaya Utara, tanah lempung yang tersebut mempunyai kadar air ? 60-80%. Peralatan laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu penelitian ini antara lain: Proctor, Direct Shear Test, Unconfined Compression Test, California Bearing Ratio Test, Wetting and Drying. Ada 4 penelitian yang dilakukan dimana untuk mendapatkan kualitas terbaik sebagai campuran untuk timbunan. Penelitian pertama merupakan campuran komposisi 75% fly ash + 25% tanah lempung, penelitian kedua merupakan campuran komposisi 70% fly ash + 30% tanah lempung, penelitian ketiga merupakan campuran komposisi 65% fly ash + 35% tanah lempung, penelitian keempat merupakan campuran komposisi 60% fly ash + 40% tanah lempung. Berdasarkan percobaan komposisi 60% fly ash + 40% tanah lempung memiliki kekuatan dan kepadatan yang lebih besar dibandingkan komposisi lainnya.

Keyword : fly ash, cay, embankment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1422/

Study penggunaan fly ash sebagai material utama yang dicampurkan dengan tanah lempung untuk timbunan (embankment)

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDRO, DONALD

Untuk membuat timbunan biasanya ada beberapa bahan material yang dapat digunakan seperti sirtu (pasir batu), tanah lempung, dan lain-lain. Dengan melakukan penilitian ini fly ash diharapkan dapat digunakan sebagai bahan alternative timbunan. Tanah lempung yang digunakan untuk penilitian ini diambil di kawasan Surabaya Selatan, tanah lempung yang tersebut mempunyai kadar air ? 60-80%. Peralatan laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu penelitian ini antara lain: Proctor, Direct Shear Test, Unconfined Compression Test, California Bearing Ratio Test, Wetting and Drying. Ada 4 penelitian yang dilakukan dimana untuk mendapatkan kualitas terbaik sebagai campuran untuk timbunan. Penelitian pertama merupakan campuran komposisi 95% fly ash + 5% tanah lempung, penelitian kedua merupakan campuran komposisi 90% fly ash + 10% tanah lempung, penelitian ketiga merupakan campuran komposisi 85% fly ash + 15% tanah lempung, penelitian keempat merupakan campuran komposisi 80% fly ash + 20% tanah lempung. Berdasarkan percobaan komposisi 90% fly ash + 10% tanah lempung memiliki kekuatan dan kepadatan yang lebih besar dibandingkan komposisi lainnya.

Keyword : fly ash, cay, embankment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3417/

Studi perkuatan embankment dengan tiresoil untuk menahan erosi dan kelongsoran embankment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JONATHAN, JOEY

Embankment di dalam dunia teknik sipil dapat menimbulkan permasalahan tersendiri, banyak cara untuk menanggulanginya, salah satu alternatifnya adalah dibangun dinding penahan tanah. Dengan adanya penelitian ini merupakan suatu keuntungan tersendiri karena dapat membuktikan dan menemukan jawaban yang tepat, dimana kegunaan dari tiresoil dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif sebagai struktur yang dapat mencegah erosi dan kelongsoran pada embankment. Tanah pasir kelempungan yang digunakan untuk penelitian ini adalah campuran dari tanah pasir 80% dan tanah lempung 20%. Pengujian di laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu penelitian ini antara lain: Standard Proctor Test, Direct Shear Test dan program Plaxis. Ada dua jenis penelitian yang dilakukan untuk membuktikan tiresoil dapat menjadi struktur yang dapat mencegah erosi dari embankment. Penelitian pertama merupakan percobaan hujan buatan terhadap model embankment yang tidak menggunakan tiresoil, penelitian kedua merupakan percobaan hujan buatan terhadap model embankment yang menggunakan tiresoil, dimana tiresoil tersebut dipasang sampai batas bidang keruntuhan. Hasil-hasil percobaan yang telah dilakukan, menyerupai dengan hasil yang ditunjukkan oleh program perhitungan Plaxis. Model embankment yang memakai tiresoil mempunyai ketahanan terhadap keruntuhan dibandingkan model lereng yang tidak menggunakan tiresoil, selain itu tiresoil yang dipasang sampai batas bidang keruntuhan lebih efektif untuk mencegah bahaya erosi dan kelongsoran.

Keyword : tiresoil, clay sand, embankment, erotion

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3677/

Create a free website or blog at WordPress.com.