Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Peningkatan laba dengan retrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang pada perusahaan perorangan Pandowo Jaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIMAN;, CINTA

Dari segi keuangan, setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu menambah kekayaan pemegang saham. Banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya dengan restrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang, akan tetapi banyak perusahaan perorangan yang menghindari cara ini. Hal ini mendorong pembuatan suatu analisa penerapan hutang jangka panjang pada perusahaan perorangan yang berkaitan dengan peraturan pajak dan sistematika perbankan di Indonesia. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran kepada perusahaan perorangan mengenai pengaruh penggunaan hutang jangka panjang terhadap laba bersih perusahaan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus pada laporan keuangan perusahaan perorangan Pandowo Jaya. Hasil akhir penelitian berupa usulan bagi perusahaan untuk melakukan restrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang, dengan tetap memperhatikan pola besar profisi, selisih bunga back to back, besar pemberian bunga deposito dan besar pemberian kredit.

Keyword : corporation, financial, capital, profit, loan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1583/

Penerapan standar akuntansi keuangan nomor 46 dalam penyajian laporan keuangan di PT.X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIANGCY, DAVID

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK no 46 tentang pajak tangguhan pada laporan keuangan agar dapat mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang, serta membantu perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan sesuai dengan PSAK no 46. Hasil yang didapat dari penelitian adalah bahwa sebelum menerapkan PSAK no 46, perusahaan menggunakan metode hutang pajak (tax payable). Jadi beban pajak penghasilan untuk tahun berjalan sama dengan hutang pajak yang disetorkan kepada negara, PSAK no 46 menghendaki metode yang digunakan berubah, yaitu menggunakan asset/Liabilities method, dimana perusahaan harus mengakui adanya pajak tangguhan sebagai konsekuensi pajak pada periode mendatang, sehingga perusahaan dapat memberikan informasi tentang konsekuensi pajak dimasa depan akibat transaksi-transaksi yang telah diakui dalam laporan keuangan dan SPT.

Keyword : accounting, financial, report, deferred tax, standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1987/

Studi kelayakan tentang pendirian perusahaan bakery di Kupang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, DAFID

Tugas akhir ini membahas mengenai analisa kelayakan tentang pendirian perusahaan bakery didaerah kodya Kupang, tepatnya adalah disekitar wilayah Kupang Pusat. Ada tiga aspek yang harus dianalisa, yaitu aspek pasar, aspek teknik, dan aspek keuangan. Investasi ini dikatakan layak apabila analisa dari ketiga aspek tersebut menyatakan layak. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari suatu investasi dengan mempertimbangkan atau meninjau dari segi aspek pasar, segi aspek teknik dan segi aspek keuangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan tetap berada dijalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan dan menghindari resiko kegagalan bisnis. Hasil analisa pada aspek pasar dan aspek keuangan yang didasarkan pada hasil rancangan teknik menunjukkan bahwa analisa kelayakan pendirian perusahaan bakery di kodya Kupang layak untuk didirikan.

Keyword : feasibility of bakery company, aspects of market, technique, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2006/

Penerapan PSAK No. 52 pada PT. Nusa Sastratara Utama di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OKTIN, YENNY

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US$ yang relatif cepat, berakibat tidak baik bagi prusahaan yang mata uang fungsionalnya berbeda dengan mata uang pelaporannya. Laporan keuangan akan relevan bila disajikan menurut mata uang fungsionalnya. Mata uang fungsional yang dimiliki oleh badan usaha tidak harus selalu dalam rupiah. Misalnya, US$. Apabila badan usaha akan memakai mata uang fungsional untuk menyusun Laporan keuangan, badan usaha tersebut harus mengubah Laporan Keuangan sesuai dengan mata uang fungsional yang baru. Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif aplikasi dengan menggunakan data kuantitatif. Sedangkan sumber data merupakan data internal yaitu dari PT. Nusa Sastratara Utama di Surabaya. Data yang diperoleh yaitu Laporan Keuangan tahun 1997 dan 1996. Dari hasil penelitian yang diperoleh ternyata menunjukkan bahwa penggunaan mata uang fungsional sebagai mata uang pelaporan akan lebih menguntungkan. Karena Laporan Keuangan yang nampak akan mencerminkan kinerja yang sesungguhnya dan dapat diperbandingkan dengan periode sebelumnya. Serta yang lebih penting bahwa pihak perusahaan tidak akan merasa dirugikan dengan adanya kerugian dari transaksi selisih kurs.

Keyword : accounting, functional currency, statement currency, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2313/

Eksplorasi daya tarik kartu kredit dilihat dari aspek enviromental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational, financial

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN;, DANIEL

Potensi pasar kartu kredit di Indonesia sangat besar dengan bukti jumlah kartu kredit yang beredar, jumlah transaksi dan volume transaksi dari tahun ke tahun meningkat. Namun potensi pasar yang relatif besar ini tentu tidak mudah diraih tanpa upaya eksplorasi dari perusahaan kartu kredit. Pada dasarnya, kartu kredit itu bukanlah sebagai instrumen kemudahan untuk berutang, melainkan harus diperlakukan sebagai alat untuk memudahkan dan keamanan dalam melakukan transaksi. Karena pengguna kartu kredit di Indonesia memiliki ciri-ciri dan selera yang berlainan, dan semakin banyaknya pesaing yang bermunculan, maka agar suatu perusahaan tersebut bisa tetap eksis dan bisa memenangkan persaingan maka perusahaan tersebut harus bisa melakukan eksplorasi terhadap daya tarik kartu kredit dilihat dari aspek environmental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational dan financial. Dengan menggunakan ketujuh aspek di atas maka dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam lingkungan. Persaingan yang semakin kompetitif, sehingga tidak hanya dapat membentuk nilai pelanggan, tetapi juga dapat menjadi keunggulan yang dimiliki perusahaan tersebut dibanding para pesaingnya. Berdasarkan penelitian di dapatkan hasil bahwa yang menjadi daya tarik kartu kredit adalah aspek deliverable dan aspek informational. Hal ini disebabkan keseluruhan responden menyatakan setuju terhadap kedua aspek tersebut. Aspek deliverable meliputi: kemudahan dalam membayar, dapat digunakan di berbagai tempat dan adanya pelayanan ekstra. Sedangkan untuk aspek informational meliputi: informasi fasilitas yang disediakan, informasi tempat-tempat pembayaran, dan informasi tentang hal- hal lain yang diperlukan.

Keyword : environmental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2648/

Pengelolaan laporan keuangan unit pelaksana pusat pertokoan dan pembelanjaan (UP-4) Pasar Turi menuju akuntabilitas dalam rangka otonomi daerah kota Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOPHIE;, NORA

This research is carried out to evaluate the accountability of government agencies, emphasizing the completeness of financial information in providing financial report. Due to the implementation of regional autonomy, accountability becomes one of the most important principles. The accountability principle requires transparent and complete information in every aspect, especially in managing funds, as reported in the financial report. The main research is the financial report of Unit Psat Pertokoan dan Perbelanjaan (UP-4) Pasar Turi. The methods used are, deskriptive analysis and the comparison of Pasar Turi as a Central Store and shoping unit (Unit Pusat Pertokoan dan Perbelanjaan (UP-4) with Pasar Turi as an Ideal Regional Company (Perusahaan daerah Imajinasi). The out come of the research shows that the accounting method used in recording financial transactions for Pasar Turi as a Perusahaan Daerah Imajinasi can give more detail information in the financial report than the information provided by the financial report of pasar Turi as a UP-4. The reference used to rearrange the financial statement of Perusahaan daerah Pasar Turi Imajinasi is the financial statement of Perusahaan Daerah Pasar Surabaya. Based on this research, the financial statement of UP-4 Pasar Turi can reflect a higher level of accountability by implementing accrual basis accounting in recording every economic transaction which occurrs. The conclusion is that the used of the accrual basis accounting in recording economic transactions provides a higher level of accountability than the uses of the cash basis accounting does. It supports the implementation of regional autonomy which regards the accountability as one of the most important principles in running a country.

Keyword : financial, corporation, shop, centre, pasar turi

Pendapat mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen angkatan 1999 Universitas Kristen Petra Surabaya terhadap lapangan pekerjaan di bidang keuangan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , YULIANNI

Keyword : financial, opinion, job field

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3000/

Penerapan akuntansi pajak pertambahan nilai (PPN) dan pengaruhnya terhadap penyajian laporan keuangan pada perusahaan jasa konstruksi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, VERA

Perusahaan adalah pengusaha kena pajak yang bergerak di bidang jasa kontraktor atau jasa pemborong bangunan, yang mengerjakan berbagai proyek antara lain proyek pembangunan gedung-gedung, rumah tinggal, jembatan dan lain-lain. Sebagai pengusaha kena pajak, perusahaan mempunyai kewajiban perpajakan yang berhubungan dengan pajak pertambahan nilai (PPN), yaitu PPN atas kegiatan penyerahan jasa yang dilakukan kepada pihak pemberi kerja dan PPN atas pembelian barang kena pajak yang digunakan dalam penyelesaian suatu proyek. Selama ini, perusahaan selalu melaporkan SPT Masa PPN-nya secara periodik ke KPP. Dari laporan SPT Masa PPN tersebut ternyata PPN yang dilaporkannya selama ini hanya atas transaksi penyerahan jasa kena pajak yang merupakan pajak keluaran bagi perusahaan. Sedangkan atas transaksi yang berhubungan dengan pembelian material untuk penyelesaian proyek yang merupakan barang kena pajak/ BKP (yang dalam hal ini merupakan pajak masukan bagi perusahaan) tidak nampak pada SPT Masa PPN. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak dapat mengkreditkan pajak masukan untuk mendapatkan kompensasi atau restitusi pajak. Dari kejadian tersebut kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut dalam mencari penyebabnya, yang akhirnya menemukan permasalahan yang dihadapi perusahaan dan memberikan saran sebagai jalan keluar yang sebaiknya dilakukan perusahaan untuk memecahkan masalah tersebut. Dari hasil penelitian ternyata penyebab dari tidak adanya pengkreditan atas pajak masukan tersebut adalah perusahaan selama ini dalam melakukan transaksi pembelian material yang merupakan BKP tidak menerima faktur pajak standar, meskipun perusahaan membeli BKP tersebut dari supplier yang merupakan PKP. Sehingga perusahaan kehilangan haknya untuk mengkredit- kan pajak masukannya, karena tidak adanya faktur pajak. Oleh karena perusahaan tidak dapat mengkreditkan pajak masukannya, maka perusahaan memperlakukan PPN tersebut sebagai bagian dari harga perolehan barang, di mana hal ini menyebabkan biaya menjadi lebih besar. Selain itu perusahaan dalam meyajikan pendapatan pada laporan laba rugi tetap mernasukkan unsur PPN, sehingga pendapatan disajikan terlalu besar.

Keyword : tax, accouting, financial, report

Perancangan dan pembuatan sistem informasi administrasi dan keuangan di Pelangi Kristus International Seminary

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DERMAWAN, DAVID

Informasi yang akurat dan tepat merupakan salah satu sarana pendukung proses belajar mengajar dewasa ini. PK INRY mengalami kesulitan untuk mengetahui atau mencari data-data sehubungan dengan proses administrasi dan keuangan secara tepat dan tepat. Sehubungan dengan administrasi, jumlah siswa yang mengalami peningkatan per tahunnya merupakan tantangan tersendiri bagi penyediaan informasi yang tepat dan akurat. Untuk ini penulis mencoba mendesain dan membuat suatu sistem informasi yang dapat mengatasi persoalan di bagian administrasi dan keuangan. Perancangan sistem komputer yang akan dibuat, dibagi dalam empat tahap yaitu pengumpulan data, pemodelan sistem database, pembuatan program dan pengujian program. Bagian penting dalam perancangan sistem komputer ini adalah perancangan sistem database dan perancangan program interface. Pada tahap pengujian, program yang telah dibuat disimulasikan dengan memasukkan data-data (input) dan melihat keluaran (output) yang dihasilkan oleh program. Beberapa fasilitas tambahan yang tersedia pada program seperti pencarian data dan lain- lain juga disimulasikan. Terdapat empat entitas utama yang mempengaruhi sistem ini secara umum, yaitu siswa, guru, karyawan, dan presiden direktur. Aliran data pertama bermula dari siswa dan berakhir pada presiden direktur. Setelah pengujian dilakukan, hasil yang didapat adalah kecepatan pengaturan dan pencarian data serta pengolahan data, dan keamanan pada akses data, sehingga waktu yang digunakan menjadi lebih singkat dan biaya lebih rendah.

Keyword : administration, financial, information, database, management, pelangi kristus, seminary

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4064/

Pengaruh perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan (RandD) terhadap penyajian laporan keuangan pada PT HM Sampoerna Tbk di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARIYANI, ANNI

PT HM Sampoerna Tbk adalah salah satu perusahaan besar di Surabaya yang bergerak di bidang industri rokok. Sebagai perusahaan yang sudah go public, PT HM Sampoerna Tbk selalu melakukan terobosan baru untuk menghasilkan produk-produk yang lebih unggul. Oleh karena itu kegiatan riset dan pengembangan dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan penjualan produknya. Biaya Riset dan Pengembangan yang dikeluarkan PT HM Sampoerna Tbk sangat besar jumlahnya. Perusahaan selama ini membebankan seluruh pengeluaran riset dan pengembangan sebagai biaya pada periode terjadinya dengan alasan kepraktisan. Perusahaan tidak menggolongkan biaya riset dan biaya pengembangan secara terpisah dan tidak memperhatikan masa manfaat yang diterima dari kegiatan riset dan pengembangan tersebut. Hal itu tidak sesuai dengan PSAK No.20 yang mengakui biaya pengembangan sebagai aktiva apabila dipenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria-kriteria tersebut adalah: Produk atau proses didefinisikan dengan jelas dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan kepada produk atau proses dapat diidentifikasi secara terpisah dan diukur secara andal; kelayakan teknis dari produk atau proses dapat ditunjukkan; perusahaan bermaksud untuk memproduksi dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut, adanya pasar untuk produk atau proses tersebut, atau jika akan digunakan sendiri, kegunaannya untuk perusahaan dapat ditunjukkan; terdapat sumber daya yang cukup, atau ketersediannya dapat ditunjukkan, untuk menyelesaikan proyek dan memasarkan atau menggunakan produk atau proses tersebut. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa biaya-biaya untuk pengembangan produk memenuhi syarat untuk dikapitalisasi. Dampak penerapan perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan menurut PSAK No.20 pada perusahaan ialah laba pada tahun 1999 meningkat sebesar Rp 9.3 52.000.000,00. Meskipun jumlah penghematan tersebut tidak cukup material jika dibandingkan dengan total aktiva perusahaan namun penghematan tersebut sejalan dengan program ?cost saving? yang dicanangkan oleh perusahaan sejak tahun 1998.

Keyword : accounting, financial, report, cost, riset, hm sampoerna, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1227/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.