Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penggunaan metode economic value added (EVA) sebagai alat pendukung di dalam pengukuran kinerja perusahaan pada PT. HM. Sampoerna Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DJOJO, BUDI

Latar belakang penelitian yang diambil penulis adalah pentingnya penilaian kinerja suatu perusahaan dalam usaha pengendalian kinerja perusahaan. Peran penilaian kinerja ini sangatlah penting baik bagi pihak internal niaupun bagi pihak ekstenal perusahaan dimana gunanya adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja PT . H M . Sampoerna. Maka dari itulah penulis mencoha mempergunakan analisis EVA sebagai alat pendukung di dalam menilai kinerja keuangan dari PT. HM Sampoerna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan studi kasus pada PT. HM Sampoerna. Sedangkan jenis datanya merupakan data kuantitatif yang berupa laporan keuangan, prospectus dari PT. HM. Sampoerna. Pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data dari perusahaan yang bersangkutan yang berupa laporan keuangan dari PT. HM. Sampoerna yang diambil dari literature-literatur di Bursa Efek Surabaya (BES). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah secara umum penulis dapat menyimpulkan bahwa kinerja PT. HM. Sampoerna jika dianalisa dengan menggunakan metode EVA adalah cenderung cukup baik karena menunjukan adanya Create Value, hanya saja pada tahun 1997 hasil perhitungan EVA dari PT. HM Sampoerna menunjukkan nilai negatif yang berarti destroy value.

Keyword : financial, statement, corporation, economic value added, hm.sampoerna

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1271/

Advertisements

Perhitungan PPh terutang dan penyusunan laporan keuangan konsolidasi pada perusahaan – perusahaan yang memiliki hubungan istimewa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TRISNAWATI, VERA

Dalam rangka kemajuan dunia usaha yang begitu pesat, banyak perusahaan yang mengadakan konglomerasi sehingga antar perusahaan terdapat hubungan istimewa. Antar perusahaan yang terdapat hubungan istimewa tersebut terdapat beberapa transaksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana perhitungan Pajak Penghasilan terutang antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa menurut Peraturan Perpajakan dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi menurut Standar Akuntasni Keuangan. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersedianya informasi bagi para pembaca tentang perhitungan Pajak Penghasilan terutang menurut Peraturan Perpajakan antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa dan penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi menurut Standar Akuntasni Keuangan. Penelitian ini berupa studi kasus dengan menggunakan data primer, yang berupa Laporan Keuangan (Neraca, Laporan Rugi Laba, dan Laporan Perubahan Laba Ditahan), yang mana sumber datanya berasal dari internal dan metode penelitian yang digunakan adalah wawancara langsung terhadap perusahaan yang bersangkutan. Dari hasil penelitian ini didapatkan perbedaan perlakuan antara Peraturan Perpajakan dengan Standar Akuntansi Keuangan untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan istimewa. Menurut Peraturan Perpajakan, pajak penghasilan yang terutang untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan istimewa tersebut dihitung berdasarkan laporan keuangan masing-masing perusahaan tersebut setelah dikoreksi secara fiskal. Sedangkan menurut Standar Akuntansi Keuangan, untuk transaksi antar perusahaan yang memiliki hubungan istimewa tersebut, harus dibuat Laporan Keuangan Konsolidasi, tetapi tidak diitung pajak penghasilan dari Laporan Keuangan Konsolidasi tersebut.

Keyword : income tax, consolidation, financial, statement, relationship

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4919/

Evaluasi terhadap metode pengakuan pendapatan yang diterapkan PT. Surya Kencana Adimas dan dampaknya terhadap laporan keuangan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJEN, MEE

Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Salah satunya ditandai dengan munculnya perusahaan – perusahaan yang mampu mempekerjakan sejumlah besar karyawan dengan tugas yang bervariasi, mulai dari pembuatan sampai pengemasan produk, bahkan sampai penjualan dan distribusi. Oleh sebab itu, pemilik perusahaan tidak mungkin dapat mengurusi semua fungsi yang ada dalam perusahaan secara individual. Sehingga, mereka melimpahkan wewenangnya kepada pihak – pihak lain, yaitu manajemen.

Keyword : tax, accounting, financial, report, suraya kencana adimas, income

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1284/

Penggunaan informasi keuangan untuk memprediksi keuntungan investasi bagi investor di pasar modal

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KARINA, LEA

Maraknya pasar modal di Indonesia mendorong banyaknya analisis yang muncul berkaitan dengan efisiensi informasi. Hal ini boleh terjadi karena pasar modal memiliki sejumlah sifat khas apabila dibandingkan dengan pasar lainnya. Salah satu sifat tersebut adalah adanya ketidakpastian nilai perusahaan di masa yang akan datang. Karena itu investor memerlukan informasi keuangan untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan investasinya, untuk memperkirakan aliran kas di masa yang akan datang serta memprediksi kondsi-kondisi untuk merealisasikan aliran kas tersebut.

Keyword : financial, corporation, financial, investasi

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1292/

Peningkatan laba dengan retrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang pada perusahaan perorangan Pandowo Jaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIMAN;, CINTA

Dari segi keuangan, setiap perusahaan memiliki tujuan yang sama yaitu menambah kekayaan pemegang saham. Banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut salah satunya dengan restrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang, akan tetapi banyak perusahaan perorangan yang menghindari cara ini. Hal ini mendorong pembuatan suatu analisa penerapan hutang jangka panjang pada perusahaan perorangan yang berkaitan dengan peraturan pajak dan sistematika perbankan di Indonesia. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran kepada perusahaan perorangan mengenai pengaruh penggunaan hutang jangka panjang terhadap laba bersih perusahaan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus pada laporan keuangan perusahaan perorangan Pandowo Jaya. Hasil akhir penelitian berupa usulan bagi perusahaan untuk melakukan restrukturisasi modal melalui hutang jangka panjang, dengan tetap memperhatikan pola besar profisi, selisih bunga back to back, besar pemberian bunga deposito dan besar pemberian kredit.

Keyword : corporation, financial, capital, profit, loan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1583/

Penerapan standar akuntansi keuangan nomor 46 dalam penyajian laporan keuangan di PT.X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIANGCY, DAVID

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK no 46 tentang pajak tangguhan pada laporan keuangan agar dapat mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang, serta membantu perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan sesuai dengan PSAK no 46. Hasil yang didapat dari penelitian adalah bahwa sebelum menerapkan PSAK no 46, perusahaan menggunakan metode hutang pajak (tax payable). Jadi beban pajak penghasilan untuk tahun berjalan sama dengan hutang pajak yang disetorkan kepada negara, PSAK no 46 menghendaki metode yang digunakan berubah, yaitu menggunakan asset/Liabilities method, dimana perusahaan harus mengakui adanya pajak tangguhan sebagai konsekuensi pajak pada periode mendatang, sehingga perusahaan dapat memberikan informasi tentang konsekuensi pajak dimasa depan akibat transaksi-transaksi yang telah diakui dalam laporan keuangan dan SPT.

Keyword : accounting, financial, report, deferred tax, standard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1987/

Studi kelayakan tentang pendirian perusahaan bakery di Kupang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, DAFID

Tugas akhir ini membahas mengenai analisa kelayakan tentang pendirian perusahaan bakery didaerah kodya Kupang, tepatnya adalah disekitar wilayah Kupang Pusat. Ada tiga aspek yang harus dianalisa, yaitu aspek pasar, aspek teknik, dan aspek keuangan. Investasi ini dikatakan layak apabila analisa dari ketiga aspek tersebut menyatakan layak. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kelayakan dari suatu investasi dengan mempertimbangkan atau meninjau dari segi aspek pasar, segi aspek teknik dan segi aspek keuangan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan tetap berada dijalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan dan menghindari resiko kegagalan bisnis. Hasil analisa pada aspek pasar dan aspek keuangan yang didasarkan pada hasil rancangan teknik menunjukkan bahwa analisa kelayakan pendirian perusahaan bakery di kodya Kupang layak untuk didirikan.

Keyword : feasibility of bakery company, aspects of market, technique, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2006/

Penerapan PSAK No. 52 pada PT. Nusa Sastratara Utama di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OKTIN, YENNY

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap US$ yang relatif cepat, berakibat tidak baik bagi prusahaan yang mata uang fungsionalnya berbeda dengan mata uang pelaporannya. Laporan keuangan akan relevan bila disajikan menurut mata uang fungsionalnya. Mata uang fungsional yang dimiliki oleh badan usaha tidak harus selalu dalam rupiah. Misalnya, US$. Apabila badan usaha akan memakai mata uang fungsional untuk menyusun Laporan keuangan, badan usaha tersebut harus mengubah Laporan Keuangan sesuai dengan mata uang fungsional yang baru. Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif aplikasi dengan menggunakan data kuantitatif. Sedangkan sumber data merupakan data internal yaitu dari PT. Nusa Sastratara Utama di Surabaya. Data yang diperoleh yaitu Laporan Keuangan tahun 1997 dan 1996. Dari hasil penelitian yang diperoleh ternyata menunjukkan bahwa penggunaan mata uang fungsional sebagai mata uang pelaporan akan lebih menguntungkan. Karena Laporan Keuangan yang nampak akan mencerminkan kinerja yang sesungguhnya dan dapat diperbandingkan dengan periode sebelumnya. Serta yang lebih penting bahwa pihak perusahaan tidak akan merasa dirugikan dengan adanya kerugian dari transaksi selisih kurs.

Keyword : accounting, functional currency, statement currency, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2313/

Eksplorasi daya tarik kartu kredit dilihat dari aspek enviromental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational, financial

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN;, DANIEL

Potensi pasar kartu kredit di Indonesia sangat besar dengan bukti jumlah kartu kredit yang beredar, jumlah transaksi dan volume transaksi dari tahun ke tahun meningkat. Namun potensi pasar yang relatif besar ini tentu tidak mudah diraih tanpa upaya eksplorasi dari perusahaan kartu kredit. Pada dasarnya, kartu kredit itu bukanlah sebagai instrumen kemudahan untuk berutang, melainkan harus diperlakukan sebagai alat untuk memudahkan dan keamanan dalam melakukan transaksi. Karena pengguna kartu kredit di Indonesia memiliki ciri-ciri dan selera yang berlainan, dan semakin banyaknya pesaing yang bermunculan, maka agar suatu perusahaan tersebut bisa tetap eksis dan bisa memenangkan persaingan maka perusahaan tersebut harus bisa melakukan eksplorasi terhadap daya tarik kartu kredit dilihat dari aspek environmental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational dan financial. Dengan menggunakan ketujuh aspek di atas maka dapat meningkatkan daya saing perusahaan dalam lingkungan. Persaingan yang semakin kompetitif, sehingga tidak hanya dapat membentuk nilai pelanggan, tetapi juga dapat menjadi keunggulan yang dimiliki perusahaan tersebut dibanding para pesaingnya. Berdasarkan penelitian di dapatkan hasil bahwa yang menjadi daya tarik kartu kredit adalah aspek deliverable dan aspek informational. Hal ini disebabkan keseluruhan responden menyatakan setuju terhadap kedua aspek tersebut. Aspek deliverable meliputi: kemudahan dalam membayar, dapat digunakan di berbagai tempat dan adanya pelayanan ekstra. Sedangkan untuk aspek informational meliputi: informasi fasilitas yang disediakan, informasi tempat-tempat pembayaran, dan informasi tentang hal- hal lain yang diperlukan.

Keyword : environmental, sensory, interpersonal, procedural, deliverable, informational, financial

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2648/

Pengelolaan laporan keuangan unit pelaksana pusat pertokoan dan pembelanjaan (UP-4) Pasar Turi menuju akuntabilitas dalam rangka otonomi daerah kota Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOPHIE;, NORA

This research is carried out to evaluate the accountability of government agencies, emphasizing the completeness of financial information in providing financial report. Due to the implementation of regional autonomy, accountability becomes one of the most important principles. The accountability principle requires transparent and complete information in every aspect, especially in managing funds, as reported in the financial report. The main research is the financial report of Unit Psat Pertokoan dan Perbelanjaan (UP-4) Pasar Turi. The methods used are, deskriptive analysis and the comparison of Pasar Turi as a Central Store and shoping unit (Unit Pusat Pertokoan dan Perbelanjaan (UP-4) with Pasar Turi as an Ideal Regional Company (Perusahaan daerah Imajinasi). The out come of the research shows that the accounting method used in recording financial transactions for Pasar Turi as a Perusahaan Daerah Imajinasi can give more detail information in the financial report than the information provided by the financial report of pasar Turi as a UP-4. The reference used to rearrange the financial statement of Perusahaan daerah Pasar Turi Imajinasi is the financial statement of Perusahaan Daerah Pasar Surabaya. Based on this research, the financial statement of UP-4 Pasar Turi can reflect a higher level of accountability by implementing accrual basis accounting in recording every economic transaction which occurrs. The conclusion is that the used of the accrual basis accounting in recording economic transactions provides a higher level of accountability than the uses of the cash basis accounting does. It supports the implementation of regional autonomy which regards the accountability as one of the most important principles in running a country.

Keyword : financial, corporation, shop, centre, pasar turi

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.