Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pembuatan perangkat lunak untuk mengimplemantasikan hierarchical bounding volume pada ray tracing

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARGARETHA, MARIA

Ray tracing adalah metode yang realistik untuk me-render image atau frame yang dibuat dalam suatu lingkungan grafik komputer 3D. Cara kerjanya adalah dengan men-trace jalur cahaya pada sebuah scene dan menghitung refleksi, refraksi dan penyerapan sinar ketika berbenturan dengan obyek. Akan tetapi, banyaknya perhitungan matematis yang perlu dilakukan dan permintaan akan algoritma yang dapat menghasilkan gambar dan frame berkualitas tinggi dalam waktu sesingkat mungkin berarti perlu dicari cara untuk mengurangi waktu rendering sementara mempertahankan kualitas hasil. Pada kesempatan ini, diterapkan metode bounding volume untuk mengurangi waktu rendering dengan cara mengeliminasi sinar-sinar yang tidak menyentuh suatu bounding volume. Sinar yang tidak menyentuh bounding volume tidak diteruskan dan pixel pada layar yang berkorespondensi dengannya diberi warna sesuai dengan latar belakang. Sebaliknya, sinar yang menyentuh bounding volume akan diteruskan hingga menyentuh sebuah obyek, pixel yang berkorespondensi dengannya diberi warna sesuai dengan warna obyek atau dalam kasus tidak menyentuh obyek sama sekali, diberi warna latar belakang. Setelah diuji, ternyata ray tracing dengan menggunakan bounding volume berhasil mengurangi waktu pemrosesan jika dibanding dengan tanpa bounding volume. Perbedaan akan tampak semakin nyata jika scene yang dirender mengandung banyak obyek.

Keyword : ray tracing, render, image, frame, scene, bounding volume, pixel

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1407/

Frames necessary for the readers to comprehend A-Mild advertisements published in billboards

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , HERLINA

An advertisement should be creative, simple, attractive, and communicative. It is made to communicate something to the society. The properties of an advertisement – such as the language, signs, and symbols – positively mean something. Readers must have some knowledge that helps them figure out what the advertisement designers intend to say. If readers do not comprehend the intended meaning of an advertisement, then, it means that the advertisement designers fail to deliver the important message they have in their minds. As comprehending the intended meaning of an advertisement is very important to the success of an advertisement, the writer was being interested in investigating the intended meaning of A-Mild advertisements since they were confusing. She was also to identify the frames possessed by the readers to comprehend the advertisement designers? intended meaning and to compare whether the readers? interpretation is the same as the designers? intended meaning. The writer used the theory of frames proposed by Minsky to help her find the knowledge that were used by the readers to comprehend A-Mild advertisements. This theory was also used by the writer to help her conclude whether the frames influence the readers to come to the A-Mild advertisement designers? intended meaning. A qualitative approach was used in conducting this research. The writer, in this research, analyzed five A-Mild advertisements ever published in billboards. After collecting and analyzing the data she gathered from a seminar “Bedah Habis Iklan A-Mild” in Universitas Muhammadiyah Malang at April 29, 2004 and from the questionnaires distributed to 20 Petra Christian University students, the writer found out that there were only two of five A-Mild advertisements whose intended meaning could be comprehended by the readers. Although the readers? meaning was not directly the same with the advertisement designers?, the writer concluded that the frames they used had brought them to comprehend what was in the advertisement designers? minds.

Keyword : coherence, frame, denotation, connotation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2190/

Evaluasi kinerja inelastik struktur rangka beton bertulang terhadap gempa dua arah

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HIDAYAT, CHONDRO

Analisis statik non- linier pushover merupakan analisis non-linier yang cukup sederhana, namun diharapkan dapat meramalkan perilaku seismik struktur secara akurat. Studi ini mempelajari tingkat keakuratan analisis pushover dalam meramalkan perilaku seismik struktur rangka beton bertulang simetris secara 3 dimensi bila terjadi gempa dua arah, karena pada kenyataannya sebagian besar gempa yang terjadi memiliki dua komponen arah yang saling tegak lurus dan tidak dapat diramalkan arah terjadinya. Makalah ini memberikan gambaran pemeriksaan kinerja struktur bangunan 6 dan 10 tingkat, yang dianalisa dengan analisis pushover dan analisis riwayat waktu sebagai pembandingnya. Beban gempa yang dipakai dalam analisis riwayat waktu adalah gempa El Centro 18 Mei 1940 komponen North – South dan komponen East – West yang dimodifikasi sesuai dengan konsep ke-5 SNI 1726-2002 dengan periode ulang 27, 67, 135, 260, 500 dan 1050 tahun. Perbandingan besar kedua gempa modifikasi yang saling tegak lurus tersebut adalah sama dengan perbandingan besar peak ground acceleration dari kedua gempa asli tersebut, yakni 0.615. Pembebanan gempa modifikasi dilakukan dalam arah sudut pembebanan 0 o , 22.5 o dan 45 o , berlawanan arah jarum jam terhadap sumbu global bangunan. Data output yang digunakan dalam membandingkan kedua analisis di atas adalah kurva kapasitas, posisi sendi plastis, simpangan antar tingkat dan evaluasi tingkat kinerja struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pushover masih bisa diandalkan untuk meramalkan perilaku inelastik struktur rangka beton bertulang yang simetris akibat pembebanan gempa dua arah yang ditinjau secara tiga dimensi.

Keyword : non- linear, static, pushover analysis, dynamic time history, analysis, earthquake, symmetrical, reinforced, concrete, frame, structure

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4606/

Perancangan mountain bike rigid body dengan menggunakan metode elemen hingga

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KURNIAWAN, EDWIN

Mountain bike adalah jenis sepeda yang paling umum beredar dipasaran, karena diinginkan desain yang kuat maka dipilih jenis rigid body. Dalam pendesainan sebuah sepeda sering kali membuat terlebih dahulu desain yang diinginkan, baru kemudian dilakukan proses pengujian, dan jika hasil yang didapat kurang maksimal, maka akan dilakukan desain ulang yang menyebabkan cost meningkat. Oleh karena itu dalam proses desain dilakukan dengan menggunakan software yang berbasis pada metode elemen hingga, agar model yang akan diuji tidak perlu dibuat terlebih dahulu, karena hasil percobaan yang didapatkan cukup akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya tegangan maksimum yang didapatkan dari pengujian beban statis dan pengujian CEN standar. Selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui besarnya pergeseran pada head tube pada pengujian CEN standar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan ANSYS yang merupakan software berbasis metode elemen hingga. Berdasarkan hasil penelitian dengan model-model frame yang ada (lima model frame), didapatkan tegangan maksimum dan juga pergeseran head tube pada tiap-taip model frame, untuk kemudian di tes keamanannya. Lalu dievaluasi dengan matrix pemilihan, dengan kriteria frame yang telah ditentukan, dan didapatkan frame model pertama adalah paling baik.

Keyword : mountain bike, rigid body, frame, head tube, finite element methode

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5096/

Blog at WordPress.com.