Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Handy digital temp-humidity meter and data logger

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN, FREDY

Untuk kepentingan pemantauan temperatur dan kelembaban ruang dalam suatu proses industri dibutuhkan Temp-Humidity Meter portable yang dapat berfungsi sebagai data logger. Maka dari itu alat ukur yang dibuat memakai SHT11, yang merupakan sensor berteknologi digital, sangat presisi, tidak memerlukan kalibrasi dan stabil. SHT11 merupakan 2-wire interface sehingga mudah dikontrol oleh microcontroller AT89C4051 yang banyak beredar di pasaran. Handy Digital Temp-Humidity Meter and Data Logger yang dihasilkan berdimensi 9x 5.4x 6 cm dengan berat total 178.8 gram dan menggunakan baterai 9 V. Alat ukur ini mampu mengukur kelembaban (0 %RH sampai 100 %RH) dan temperatur (-40 ?C sampai 123.8 ?C).

Keyword : meter, data logger, humidity, temperature, handy

Alat pengukur kelembaban berbasis AVR menggunakan sensor RHK1AN

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LIMANTORO, DJOKO

Pengontrolan kelembaban udara sangat penting dalam penyimpanan bahan baku industri tertentu, karena kadar air yang berlebihan akan mempengaruhi kualitas bahan tersebut. Alat ukur kelembaban (higrometer analog) yang ada mempunyai banyak kelemahan, selain tidak dapat digabungkan dengan alat kontrol lain, juga mempunyai respon yang lambat. Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat alat pengukur kelembaban elektronik yang cukup presisi, namun ditinjau dari segi ekonomisnya lebih terjangkau. Disamping itu dapat digabungkan dengan alat kontrol lainnya untuk membantu kelancaran proses produksi. Sensor RHK1AN yang digunakan mempunyai output berupa resistansi, dimana sensor ini membutuhkan tegangan AC 1 Volt dan frekuensi 1 kHz. Oleh karena itu diperlukan rangkaian pengkondisi sinyal untuk menganalisa sensor. Konsep perancangan alat ini mengacu pada Mikrokontroler ATmega8535 yang di dalamnya terdapat ADC. Selain itu rancangan ini meliputi sensor suhu LM35 dan LCD sebagai tampilannya. Alat ukur kelembaban elektronik mampu mengukur kelembaban dari 20% RH sampai 80% RH untuk suhu 28 derajat C dengan ketelitian 1 %RH. Alat ini juga dapat mengukur suhu antara 0 derajat C sampai 100 derajat C dengan ketelitian 1 derajat C. Alat ukur yang dibuat mampu mendeteksi perubahan kelembaban lebih cepat dibanding dengan higrometer analog.

Keyword : humidity, sensor, resistance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/879/

Aplikasi digital temperature-humidity sensor pada mesin penetas telur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUGIARTO, OENTOENG

Temperatur dan kelembaban merupakan 2 faktor utama (selain sirkulasi udara dan pemutaran telur) yang menentukan keberhasilan penetasan telur. Berdasarkan referensi, temperatur optimal dalam mesin tetas yaitu 37,6 C dan kelembaban yang optimal yaitu 52%RH ? 55%RH. Namun kebanyakan mesin penetas telur konvensional yang berada di pasaran hanya memperhitungkan satu faktor saja yaitu temperatur. Dengan memperhatikan lebih banyak faktor seharusnya akan menghasilkan daya tetas telur yang lebih besar. Untuk alasan tersebut dibuat mesin tetas yang dilengkapi alat kontrol temperatur dan kelembaban yang akurat. Untuk mewujudkan sistem tersebut diperlukan pemilihan sensor dan microcontroller yang tepat karena 2 hal tersebut memberi dampak yang besar terhadap kualitas mesin ini. Sensor kelembaban and temperatur SHTxx memiliki banyak kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan tepat untuk aplikasi ini. Pemilihan microcontroller yang menjadi otak dari kontroler ini jatuh pada Atmel ATmega8 yang memiliki performa dan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan keluarga MCS-51. Untuk pemanas inkubator digunakan 8 buah lampu 40 Watt dan pelembabnya menggunakan ultrasonic water mister. Ruangan inkubator juga dilengkapi dengan 2 buah fan untuk sirkulasi udara. Desain layout kontroler yang kompak dan ruang inkubator modern yang dilengkapi mekanisme pembalik telur secara manual memberi kemudahan dalam pengoperasian mesin penetas ini. Mesin tetas yang memiliki kapasitas maksimal 576 butir ini telah diuji coba untuk menetaskan telur ayam dan memiliki prosentase keberhasilan sebesar 78,88%, sedangkan mesin tetas konvensional yang digunakan sebagai pembanding memiliki prosentase keberhasilan sebesar 76,22%.

Keyword : egg hatching machine, humidity, temperature, sensor, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3367/

Peningkatan unjuk kerja peralatan air washer dan evaporative cooler

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DWIPUTRA, FANDI

Air Washer dan Evaporative Cooler adalah peralatan pengkondisi udara yang bekerja berdasarkan prinsip pendinginan evaporative. Daya guna peralatan tersebut diukur berdasarkan efisiensi pendinginannya. Melalui perancangan alat dan penelitian yang dilakukan dalam skala laboratorium, diperoleh hasil bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi, yaitu: kecepatan udara, jumlah deret nozzle (hanya pada air washer), tekanan nozzle (hanya pada air washer), dan rasio laju alir air-udara. Dengan mempelajari pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap efisiensi, maka cara untuk meningkatkan efisiensi peralatan dapat diketahui.

Keyword : air washer, evaporative cooler, humidity

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4817/

Create a free website or blog at WordPress.com.