Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Studi tentang efek harmonisa pada motor induksi 1 phasa 220 volt, 1/4 hp, 1400 rpm

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIONO, JOHAN

Pada sistem energi listrik terdapat gangguan yang menyebabkan perubahan bentuk gelombang dari suplai listrik yang mulanya berbentuk sinusoidal menjadi tidak la gi sinusoidal. Cacat gelombang yang disebabkan interaksi antara bentuk gelombang yang sinusoidal dengan komponen gelombang lain, dan mempunyai frekuensi kelipatan integer dari komponen gelombang fundamentalnya (50Hz) dapat merusak peralatan yang menggunaka n suplai listrik ini. Gangguan jenis ini kita sebut dengan harmonisa. Pengujian efek harmonisa pada motor induksi satu phasa ini mencoba untuk memberikan gambaran tentang harmonisa yang merusak tersebut. Pengujian efek harmonisa ini akan diujikan pada sebuah motor induksi dimana motor yang digunakan telah didesign untuk bekerja pada frekuensi 50 Hz. Kemudian motor tersebut akan diterapkan pada sebuah sumber yang berharmonisa dan besaran dari THD (Total Harmonic Distortion) dibuat melebihi dari standard yang telah ditentukan, yaitu 5%. Cara untuk mengkondisikan efek harmonisa ini adalah dengan mencampurkan frekuensi fundamental 50Hz dengan frekuensi lain yang lebih tinggi (150, 250,?,650 Hz) dan amplitudo harmonisanya lebih kecil dari amplitudo fundamentalnya. Kesimpulan yang didapat, motor yang diberi suplai berharmonisa akan mengalami penurunan efisiensi yang cukup besar. Dimana besar efisiensinya turun menjadi 10% saja. Sedangkan apabila dikondisikan pada kondisi suplai listrik yang tidak berharmonisa, efisiensi dari motor mampu mencapai 45%. Hal ini sangat kurang baik bagi motor yang diterapkan pada sumber berharmonisa, selain efisiensi dari motor berkurang, lifetime penggunaan motor menjadi lebih pendek. Selain dari pada itu harmonisa membuat motor induks i ini berputar pada putaran yang kurang stabil antara 1400-1480 Rpm, yang pada akhirnya putaran yang tidak stabil ini membuat torsi motor menjadi terganggu. Pada pengujian motor dengan sumber berharmonisa (harmonisa 3, 5,?13) dengan THD-tegangan sebesar 5%, 10%, dan 20%, mengindikasikan banyak kemunculan harmonisa yang ke-3 saat motor dijalankan. Sedangkan pada harmonisa 3 dan 5 dengan THD sebesar 50%, harmonisa yang dicampurkan akan tetap dominan.

Keyword : harmonisa, efisiensi , total harmonic distortion, electric machinery, induction, electric motor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3927/

Analisa starting motor induksi di pabrik Semen Gresik, Tuban

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKOPUTRANTO, AGNETHA

Penggunaan motor induksi didalam suatu sistem kelistrikan pembangkit listrik sangat dibutuhkan, dimana kegunaan dari motor induksi adalah sebagai penggerak. Kendala dari penggunaan motor induksi adalah pada saat starting. Hal tersebut dikarenakan arus starting yang terjadi pada motor induksi sangat besar. Untuk mengatasinya diperlukan starter agar nantinya tidak merusak peralatan dan mengganggu pada sistem kelistrikannya. Motor-motor yang dianalisa adalah motor 341 RM1 MO1 (4000 kW), motor 341 FN4 MO1 (4400 kW) dan motor 341 FN3 MO1 (4400 kW). Metode starting yang digunakan pada ketiga motor di atas adalah dengan menggunakan liquid. Dari hasil simulasi diketahui bahwa terjadi penurunan tegangan sebesar 2.299 kV pada bus HS 201 SS I atau 11.81% dari keadaan normal dan 1.234 kV pada bus MS 201 atau 19.93% dari keadaan normal untuk motor 341 FN3 MO1.

Keyword : electric machinery, induction, motor, startingv

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3970/

Studi perbandingan arus transient dengan menggunakan direct on line, star delta, autotransformer, inverter, dan soft starter pada motor induksi 1,5 HP, 380 V, 3 phasa, 1500 RPM, 50 Hz

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TEDJAKUSUMA, MONICA

Motor induksi adalah motor yang umumnya digunakan dalam perindustrian. Untuk menjalankannya dengan aman diperlukan alat bantu, dalam Tugas Akhir ini dipilih alat bantu Star Delta, Autotransformator, Inverter, dan Soft Starter yang dibandingkan dengan yang dihubungkan langsung dengan suplai (Direct On Line). Alat yang digunakan untuk mengukur datadata pembanding adalah Power Quality Analyzer Fluke 43. Pengukuran dilakukan pada motor induksi tiga phasa 1.5 Hp, 1500 RPM, 380 V, 50 HZ dan datadata pembanding itu adalah inrush, volts/amps/hertz, power, harmonics dan sags and swells. Dari percobaan dapat diketahui bahwa yang paling baik digunakan adalah Soft Starter karena arus start kecil sebesar 0 – 6 kali arus nominal. Dan yang arus startnya besar atau yang hasilnya kurang baik adalah direct On Line karena arus startnya 9 kali atus nominal.

Keyword : electric, motor, induction, electric inverters, soft starter, star delta, autotransformer

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1118/

Pengaturan kecepatan putaran motor penggerak pompa air 1,5 Pk, 3 phi, 380 v melalui pengaturan frekuensi dengan bantuan inverter omron 3G3IV dan otomatisasi PLC C28P

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARDANI, FANDY

Kebutuhan harian akan air adalah mutlak. Karena itu dibutuhkan peralatan bantu yang mampu menyuplai air sesuai dengan kapasitas kebutuhan. Pompa air dapat memindahkan air dari permukaan rendah ke permukaan lebih tinggi. Namun seringkali pemakaian pompa tidak sebanding dengan kapasitas kebutuhan dan pornpa seringkali dioperasikan terus menerus sehingga ada daya listrik dan air terbuang percuma. Dalam Tugas akhir ini, pemakaian pompa air akan dikontrol, dalam arti putaran motor penggerak pomp bisa diatur sehingga debit output pompa sesuai dengan beban pemakaian air. Pengaturan putaran motor dilakukan oleh Inverter dengan merubah frekuensi. Selain itu juga dirancang system otomatisasi dengan PLC dengan Limit Switch sebagai sensor ketinggian di Tandon air atas sebagai input variasi frekuensi pada inverter dan Pressure Switch sebagai On-off otomatis pompa dengan prinsip tekanan. Pada pengujian performansi alat, ternyata menunjukkan bahwa efisiensi total sistem cukup kecil. Untuk pengaturan frekuensi 35-50 Hz, efisiensi totalnya hanya mencapai 10-1 3%. Jadi efisiensi total sangat dipengaruhi oleh efisiensi motor, inverter, dan pornpa. jadi tidak terlalu dipengaruhi oleh perubahan frekuensi putaran motor.

Keyword : electric, motors, induction, controllers, plc c28p, omron 3g3iv, water, pump

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1145/

Blog at WordPress.com.