Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penggunaan teknik ray tracing untuk penggambaran objek 3D dengan anti-aliasing

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, WIRANTONO

Pada era teknologi sekarang, peranan multimedia sangat berpengaruh dalam penyampaian informasi. Informasi tersebut ada yang berupa visualisasi dari objek-objek 3 dimensi. Untuk menghadapi hal tersebut, maka dibutuhkan suatu teknik penggambaran visualisasi objek 3 dimensi yang dinamakan sebagai raytracing. Teknik ini akan memperhitungkan nilai warna sinar dan nilai koefisien pantul dari benda dalam penentuan warna penggambaran pada layar. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah perangkat lunak yang dapat menggambarkan objek seperti keadaan sesungguhnya yang dibuat dengan mencari titik tabrak sinar dengan objek. Setelah titik tabrak ditemukan maka akan diberi warna sesuai dengan warna objek dengan memperhitungkan unsur-unsur pencahayaan, yaitu warna lampu, posisi lampu dan koefisien pemantulan benda. Pada saat objek sudah terbentuk maka dapat dilakukan anti aliasing untuk menghaluskan warna penggambaran objek yang dibuat dengan menggunakan metode supersampling. Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan OpenGl dan bahasa pemrograman yang digunakan adalah Microsoft Visual C++ 6.0. Perangkat lunak yang dihasilkan ini dapat menggambarkan objek-objek yang sederhana yaitu bidang datar, kubus, bola, kerucut, dan tabung. Perangkat lunak ini menggunakan lampu omni yaitu lampu yang berupa titik pencahayaan dalam penggambarannya dan memperhatikan efek-efek pencahayaan seperti bayangan, pemantulan diffuse,dan pemantulan specular.

Keyword : raytracing, object, lighting

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1478/

Stage beam controller by music

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUTARMIN, FELLIX

Lighting memiliki banyak fungsi selain untuk penerangan, juga dibutuhkan pada dunia entertaiment (diskotik, pub, dll). Pada lighting ini dikontrol dengan sensor suara, dimana lighting ini mengikuti lagu yang sedang diputar oleh seorang disc jokey dari CD atau kaset atau piringan hitam. Pada lighting ini hanya menggunakan 1 (satu) buah lampu, dan menggunakan 2 buah piringan, dimana tiap-tiap piringan digerakkan oleh sebuah motor DC dengan gearbox yang dikontrol oleh microcontroller AT89S51. Masing-masing piringan dibuat 8 buah pola warna dan 8 buah pola bentuk, sehingga diperoleh 64 variasi pola. Lighting ini akan bereaksi (arah putaran piringan akan berubah) saat adanya peak off sebanyak 15 x dari VU meter. Pada pengujian lighting diperoleh jarak jangkau output 3 meter hingga 4 meter dengan menggunakan lampu 50 Watt. Sedangkan untuk kecepatan perubahan pola bentuk sekitar ? 116 pola/menit dan untuk perubahan pola warna ? 123 pola/menit.

Keyword : lighting, stage beam, music controller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1846/

Pemanfaatan MCS-51 pada pengaturan posisi lampu untuk efek sudut pencahayaan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NOVIANTO, MULYO

Untuk mendapatkan hasil pemotretan yang baik di dalam studio foto, dibutuhkan sinar yang merata. Untuk mencapai tujuan tersebut para fotografer mengarahkan lampu-lampu kilat ke arah obyek sehingga hasil yang didapat lebih baik. Dalam mengarahkan lampu para fotografer harus melakukan secara manual yaitu mengatur posisi lampu dan payung ke arah obyek setelah itu fotografer mengukur intensitas cahaya dengan menggunakan light meter. Tetapi tidak mudah bagi seorang fotografer untuk mengatur posisi lampu kilat sehingga menghasilkan sudut efek cahaya yang baik. Dengan adanya permasalahan di atas maka pada tugas akhir ini di buat suatu sistem untuk mengarahkan lampu secara otomatis menuju obyek. Pada sistem ini terdapat tiga bagian utama yaitu mekanik, hardware dan software. Mekanik terdiri dari dua motor stepper, payung, lampu kilat, dan tempat sensor. Pada hardware terdiri dari sensor LDR, instrumentation amplifier multiplexer, ADC, minimum system 89C5 1. Software didesain untuk membaca sensor dan menggerakkan motor stepper sampai Iampu mengarah pada obyek. Berbagai pengujian telah dilakukan untuk menguji kemampuan dari sistem. Error rata-rata dari sistem ini adalah 12%. Error terkecil yang dicapai adalah 3,3% dan error terbesar adalah 26%.

Keyword : mcs-51, microcontroller, automatic, control, computer, programs, lighting, exposure, photo studio

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1959/

Pembuatan dan perancangan program untuk rendering gambar dengan ray tracing

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSANTO, TOMI

Dalam dunia grafik yang semakin berkembang kadang kala dibutuhkan suatu perangkat lunak yang dapat menampilkan gambar berupa objek dengan memperhatikan efek pencahayaan, selain itu objek tersebut juga perlu digambar ulang dengan menggunakan media komputer agar dapat diubah sesuai dengan keinginan dari sang pengguna. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah perangkat lunak yang dapat menggambarkan objek seperti keadaan sesungguhnya. Penggambaran objek ini akan dibuat dengan cara mencari titik tabrak sinar dengan objek. Setelah titik tabrak ditemukan maka akan diberi warna sesuai dengan warna objek yang terkena cahaya. Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan OpenGl. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Microsoft Visual C++ 6.0. Perangkat lunak yang dihasilkan ini dapat menggambarkan objek-objek sederhana seperti bidang datar, kubus, bola, kerucut, tabung dan poligon. Perangkat lunak ini menggunakan lampu yang berupa titik dalam penggambarannya serta memperhatikan efek-efek pencahayaan seperti bayangan, diffuse,dan specular.

Keyword : computer graphic, computer programs, design, object, lighting , software, rendering, ray tracing

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4117/

Studi sistem pencahayaan ruang studio P.703 dan P.704 Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NUGROHO, MICHAEL

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam desain dan operasionalisasi untuk sarana pendidikan. Tingkatan cahaya pada bidang kerja yang dibutuhkan untuk berbagai macam kegiatan ditentukan oleh standar pencahayaan. Permasalahan utama adalah luminasi cahaya yang sesuai dengan standar pencahayaan untuk ruang studio sudah tercapai pada ruang studio Universitas Kristen Petra.

Keyword : lighting, luminance, drawing studio

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4175/

Evaluasi persepsi pengunjung terhadap pencahayaan Museum Perjuangan 10 Nopember 1945

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN, JEMMY

Museum Sepuluh Nopember merupakan tempat yang mengabadikan perjuangan para pahlawan pada bulan November 1945 dalam rangka meraih kebebasan. Ini adalah sebuah museum yang menimbulkan rasa ingin tahu dan mendorong peneliti untuk meneliti pengalaman pengunjung dalam menyerap tatanan cahaya dalam ruang. Dalam hal ini, wawancara sangat penting. Wawancara telah dilakukan secara bebas untuk menggali pengalaman manusia untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung museum terhadap pencahayaan yang ada di dalamnya ada yang tidak bertentangan dan bertentangan dengan konsep yang digunakan oleh desainer.

Keyword : perception, lighting, museum

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5565/

Music light indicator

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CHRISTIANTI, DEBBY

Pencahayaan memegang peranan yang penting dalam dunia entertainment. Menarik atau tidaknya suatu acara yang ditampilkan di atas panggung sedikit banyak dipengarahi oleh tata lampu yang digunakan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka otomatisasi diperlukan dalam segala bidang. Tujuan dari tugas akhir ini adalah merencanakan dan membuat sebuah alat pengatur lampu secara otomatis yang dikontrol melalui musik. Alat ini akan menunjukkan nyala lampu sesuai dengan frekuensi yang ada. Dengan menggunakan bandpass filter, frekuensi musik yang masuk dipisahkan menurut frekuensi yang ditentukan yaitu 64 Hz, 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz. 1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, 8 KHz. Hasilnya akan dikeluarkan melalui keluaran 8 channel pada lampu, driver digunakan untuk menghidupkan 8 lampu dengan driver sebesar 5 W. Dari percobaan yang ada didapati bahwa lampu dapat menunjukkan indicator frekuensi musik yang masuk dalam 8 channel, yaitu 64 Hz, 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1 KHz, 2 KHz, 4 KHz, dan 8 KHz.

Keyword : lighting, music

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1111/

Blog at WordPress.com.