Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Penjadwalan di PT. Intertrend Utama

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, YOPI

PT. Intertrend Utama yang berlokasi di desa Buduran Sidoarjo, adalah perusahaan yang memproduksi garden furniture, dimana produk-produknya terbuat dari kayu. Perusahaan ini bersifat job order dan perusahaan ini memiliki konsumen yang semuanya berasal dari luar negeri. Perusahaan ini sudah memiliki sistem penjadwalan yang didasarkan atas due date produk, dan proses re-scheduling dilakukan tiap minggu sekali. Jadwal yang disusun dapat segera dilaksanakan pada proses produksi, tapi pada divisi drilling yang terdiri dari beberapa buah mesin, jadwal yang telah disusun tidak dapat langsung diterapkan, disebabkan divisi drilling memiliki lingkungan mesin openshop, dimana penjadwal tidak dapat menentukan urutan proses yang baku. Hal tersebut menyebabkan waktu total proses yang terjadi bertambah besar dan adanya mesin yang menganggur yang menyebabkan utilitas mesin menurun. Berdasarkan keadaan tersebut, maka dilaksanakan analisa penjadwalan pada divisi drilling untuk membuat suatu jadwal yang meminimumkan makespan, dimana semakin kecil nilai makespan, maka semakin tinggi utilitas mesin-mesin yang digunakan dan waktu menganggur semakin kecil. Jadwal yang akan disusun menggunakan Evolutionary Algorithm, dimana metode ini mencari kromosom(kandidat solusi) dari suatu populasi kromosom yang sesuai dengan fitness function-nya, yaitu memiliki nilai makespan yang paling minimum. Hasil yang didapatkan dari Evolutionary Algorithm merupakan solusi (jadwal) yang paling optimal bila dibandingkan dengan solusi-solusi yang lain dalam satu populasi. Solusi atau jadwal yang paling optimal adalah jadwal yang memiliki makespan paling minimum. Hasil dari tugas akhir ini menunjukkan terjadi penurunan makespan sebesar 12.76% dari jadwal perusahaan.

Keyword : evolutionary algorithm, schedule, makespan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2010/

Pendekatan hybrid genetic algorithm pada penjadwalan produksi di PT. Alas Petala Makmur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SULISTIO, HARTONO

PT Alas Petala Makmur adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri moulding (pembentukan profil kayu). Pembentukan profil kayu berbagai ukuran bentuk dan jumlah yang dibuat berdasarkan pesanan dari pembeli (Job Order). Proses transformasi produksinya berdasarkan flowshop. Proses pembentukan suatu produk, tidak dilakukan secara kontinu ( terputus-putus ), sehingga terjadi banyak set up mesin. Satu order dari pembeli yang terdiri dari berbagai jenis ukuran produk, dapat dikirimkan apabila keseluruhan produk telah selesai dikerjakan. Penjadwalan perusahaan mengakibatkan waktu penyelesaian order menjadi semakin lama, walaupun order dapat terpenuhi. Usulan sistem penjadwalan mempertimbangkan pengurutan jobs dengan menggunakan Hybrid Genetic Algorithm, dilakukan juga penggabungan beberapa job berdasarkan kesamaan ukuran lebar setiap produk sehingga dapat meminimasi jumlah set up mesin yang berulang-ulang. Hasil perbandingan antara metode penjadwalan usulan dengan metode penjadwalan perusahaan/kondisi perusahaan adalah dengan metode penjadwalan usulan dengan mengurangi jumlah set up mesin yang berulang-ulang, pengurangan jumlah set up untuk produk solid sebanyak 2 kali dari 10 kali menjadi 8 kali, untuk produk finger joint sebanyak 4 kali dari 6 kali menjadi 2 kali, dan mengurangi waktu penyelesaian order (makespan), untuk produk solid sebesar 2.13% dan untuk produk finger joint sebesar 13.81% dari metode penjadwalan perusahaan.

Keyword : production engineering, scheduling, management, hybrid genetic algorithm, flowshop, makespan, set up machine

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2806/

Penjadwalan produksi dengan algoritma ant colony di FSCM Manufacturing Indonesia Plant 4

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LINA, ONG

PT FSCM Manufacturing Indonesia Plant 4 adalah perusahaan yang memproduksi filter dengan lingkungan manufaktur bersifat flow shop. Metode penjadwalan produksi selama ini berdasarkan kesamaan proses produksi, tanpa mempertimbangkan waktu siklus penyelesaian seluruh job. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) menjadi lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka di dalam Tugas Akhir ini diberikan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan algoritma Ant Colony untuk meminimumkan makespan. Algoritma Ant Colony diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Visual Basic dengan kombinasi parameter berdasarkan dua kriteria, yaitu makespan dan waktu running. Kombinasi parameter berdasarkan makespan adalah 50 siklus, 8 semut, a =10, ? =10, dan ? =0,1, sedangkan kombinasi parameter berdasarkan waktu running adalah 20 siklus, 4 semut, a =10, ? =1, dan ? =0,1. Penjadwalan produksi dengan penerapan algoritma Ant Colony dapat meminimumkan makespan sebesar 7,2632 %.

Keyword : production scheduling, ant colony algorithm, makespan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4074/

Evaluasi kinerja metode heuristik untuk meminimumkan makespan dalam penjadwalan fleksible flowshop

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JACKLYN, ALEXANDRA

Tugas Akhir ini bertujuan ingin membandingkan performance antara metode MIP dengan metode Heuristik hasil penelitian dari David HE dan Astghik Babayan (2002). Hasil makespan dari model MIP dibandingkan dengan hasil makespan dari model heuristik. Metode heuristik diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Borland Delphi dengan pengaplikasian pada 2 kasus yang berbeda, sedangkan untuk metode MIP diiplementasikan dalam software Lingo. Data-data yang digunakan berasal dari data yang dibangkitkan dengan menggunakan software excel. Penjadwalan produksi dengan penerapan metode Heuristik akan mencapai hasil yang mendekati optimal. Selain itu rentang variasi rata-rata persentase selisih makespan untuk kasus pertama adalah sebesar 0,312 – 2,076. Sedangkan untuk kasus kedua sebesar 0 – 2,293. Untuk kasus pertama metode MIP memiliki waktu running lebih cepat jika dibandingkan metode heuristik (100 persen), dan untuk kasus kedua metode MIP memiliki waktu running yang lebih cepat hanya sebesar 13,33 persen jika dibandingkan dengan metode heuristik.

Keyword : production scheduling, MIP method, heuristic method, makespan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4186/

Blog at WordPress.com.