Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan sistem informasi manajemen material pada proyek konstruksi gudang baja

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : NOVANA;, MARIA

Dewasa ini perusahaan-perusahaan yang telah maju pengelolaannya, pada umumnya melengkapi diri dengan sistem informasi manajemen (SIM), demikian juga perusahaan kontraktor membutuhkan SIM untuk mendukung operasi sistem manajemen material pada proyek konstruksi. Mengingat pada proyek konstruksi material merupakan bagian terbesar dari total biaya proyek, maka dibutuhkan sistem manajemen material untuk mengatur aliran material dari supplier sampai ke penggunaan akhir di lapangan proyek. Oleh karena itu untuk mencapai sistem manajemen material yang efektif diperlukan pengambilan keputusan manajemen material yang tepat pada perusahaan kontraktor. Tujuan perancangan adalah memberikan suatu usulan berupa model Sistem Informasi Manajemen Material pada proyek konstruksi gudang baja untuk perusahaan kontraktor. Perancangan sistem usulan ini menggunakan metodologi pengembangan terstruktur yang inengikuti system development cycle yang mempakan metodologi analisa dan perancangan sistem yang menggunakan perangkat dan teknik yang sistemastis dan terintegrasi imtuk membuat analisa dan perancangan usulan sistem informasi manajemen material. Perancangan ini merupakan suatu usulan yang dirancang berdasarkan gabungan dari data-data yang didapat dari pengambilan model sistem pada tiga perusahaan kontraktor baja dengan teori manajemen material dari sumber-sumber literatur. Dari analisa data-data tersebut akan dibuat perancangan usulan berupa model sistem informasi berbentuk suatu diagram yang menggambarkan aliran data pada sistem manajemen material yaitu Data Flow Diagram atau disingkat DFD. Dari hasil perancangan usulan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tahapan perancangan suatu sistem informasi manajemen material pada proyek konstniksi gudang baja tidak terlalu berbeda dengan tahapan perancangan sistem informasi pada umumnya, pemodelan DFD ini sangat berguna untuk merancang sistem informasi manajemen material pada proyek konstuksi gudang baja yang dapat digunakan untuk semua perusahaan kontraktor, tidak melihat ukuran besar kecilnya proyek.

Keyword : management information systems, material

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1380/

Pengaruh materi dan metode training I-IV terhadap manfaat training I-IV bagi mahasiswa program Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FRANCISCA, MARIA

Training I-IV yang diadakan oleh Program Manajemen Perhotelan didesain sebagai bentuk peningkatan kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan dalam industri hotel dan restoran, seperti knowledge, skill dan attitude. Pembentukan karakter mahasiswa yang berjiwa perhotelan adalah tujuan utama diadakannya training I-IV. Oleh karena pentingnya tujuan tersebut, dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya training. Materi dan metode merupakan dua faktor penting diantara beberapa faktor lain yang mempengaruhi pemberian manfaat dari training I-IV tersebut, dimana keduanya harus berjalan beriringan agar mencapai manfaat training I-IV secara maksimal.

Keyword : training, material, method, hotel management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1797/

Studi kasus pengendalian biaya terhadap tenaga kerja, material dan peralatan pada proyek pabrik “X” di Gresik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUSANTO;, AGUSTINUS

Pelaksanaan proyek sering mengalami banyak masalah salah satunya adalah pengeluaran biaya proyek yang berbeda dengan biaya pada perencanaan awal, sehingga manajer proyek harus melakukan usaha pengendalian biaya terhadap proyek. Untuk pengendalian biaya yang baik maka yang perlu lebih diutamakan adalah pengendalian biaya langsung yang meliputi biaya tenaga kerja, material dan peralatan dimana ketiganya mempunyai porsi yang besar dalam biaya proyek. Studi kasus ini akan melakukan penelitian pada proyek pabrik “X” di Gresik. Untuk analisa digunakan metode Konsep Nilai Hasil dimana metode ini merupakan suatu metode yang mengintegrasikan hubungan antara biaya dan waktu pada suatu proyek dan memberikan gambaran tentang kondisi dari kelangsungan proyek. Hasil dari penelitian ini memberikan keterangan bahwa biaya material mempunyai porsi yang terbesar yaitu sekitar ? 75% dari biaya total sehingga pengendalian terhadap biaya material perlu lebih diperhatikan.

Keyword : cost control, manhour, material, equipment, earned value concept

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1931/

Program perhitungan tebal perkerasan dan penyiapan data harga satuan pekerjaan perkerasan jalan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DARMANTO;, MARGARETHA

Estimasi biaya pada proyek perkerasan jalan dapat diperoleh dengan menghitung masing-masing komponen harga satuan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan program perhitungan tebal perkerasan dan penyiapan data harga satuan pekerjaan perkerasan jalan. Program tersebut meliputi perhitungan tebal perkerasan untuk lapis permukaan, lapis pondasi atas, dan lapis pondasi bawah, dan komponen harga satuan pekerjaan, yang terdiri dari bahan, upah pekerja, dan biaya alat. Data-data tersebut dikumpulkan dan disimpan dalam suatu database menggunakan Microsoft Access. Penelitian ini juga memakai software Visual Basic untuk membuat program yang dinamakan Flexi-Man 2, dimana untuk mendapatkan perhitungan tebal perkerasan sampai dengan data harga satuan pekerjaan. Dengan menggunakan program Flexi-Man 2, penelitian ini menyiapkan data harga satuan pekerjaan, dimana terdiri dari bahan, upah pekerja dan biaya alat, untuk berbagai jenis pekerjaan perkerasan. Hasil akhir dari penelitian ini dapat digunakan untuk estimasi biaya proyek perkerasan jalan raya.

Keyword : material, labour cost, equipment cost, computer program

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3680/

Pengaruh geometri struktur terhadap biaya material baja pada bangunan industri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SAMUEL, HANDY

Material baja merupakan komponen utama pada bangunan indsutri, yang mengakibatkan sebagian besar biaya pembangunan bangunan industri ada pada material bajanya. Karena itu estimasi biaya awal konstruksi dapat diperkirakan dengan melihat biaya material bajanya. Ragam geometri struktur, yaitu bermacam-macamnya panjang bentang dan sudut kemiringan atap suatu portal sangat mempengaruhi dimensi material baja yang akan dipakai pada portal bangunan industri tersebut. Dalam skripsi ini dibuatkan grafik yang menunjukkan hubungan antara geometri struktur yang dinyatakan dalam ukuran bentang dan sudut kemiringan atap dengan profil baja kerangka utama bangunan industri, yang kemudian dibuat grafik-grafik yang juga menunjukkan hubungan antara berat material baja per meter bentang yang digunakan dengan bentang dan sudut kemiringan atap bangunan.

Keyword : building, estimates, geometri, steel, material

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4739/

Program p3-tc untuk perhitungan waktu efektif penggunaan tower crane pada konstruksi bangunan bertingkat

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA;, BUDI

Di dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat, Tower Crane (TC) sering digunakan sebagai alat bantu pemindahan material secara vertikal dan horisontal. Untuk efisiensi biaya proyek, perkiraan jadwal dan waktu penggunaan TC perlu dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi. Perkiraan penggunaan TC yang mencakup gerakan vertikal (hoist), horisontal (trolley) dan berputar (swing) dapat dihitung secara matematis untuk setiap jenis pekerjaan TC beserta beberapa faktor yang mempengaruhinya, antara lain: faktor kondisi alat, kondisi pekerjaan, dan kondisi manajemen proyek. Jenis pekerjaan TC memiliki karakteristik teknis yang berbeda-beda, misalnya untuk: pekerjaan pengecoran kolom, dinding geser, pengangkatan tulangan, scaffolding, batu bata, dan lain-lain. Banyaknya pekerjaan yang dapat dilakukan TC maka dibutuhkan program yang dapat menghitung produktivitas TC. Dengan mempelajari karakteristik dan spesifikasi TC beserta observasi di lapangan, di proyek Darmo Trade Centre (DTC) yang berlokasi di jalan Raya Wonokromo Surabaya, maka dibuatlah program P3-TC (Program Perhitungan Penggunaan Tower Crane). P3-TC adalah sebuah program yang dapat membantu kontraktor dalam mendapatkan durasi dari setiap pekerjaan TC. Hasil dari program ini dapat dipakai dalam perencanaan skedul harian dan dapat dipakai sebagai informasi utilitas TC, yaitu perbandingan waktu penggunaan TC terhadap waktu pelaksanaan proyek secara keseluruhan.

Keyword : tower, crane, hoist, trolley, swing, construction, management, material

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4755/

Perencanaan mesin pengaduk dan pengangkut bahan cor beton

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LO, HERMAN

Sampai saat ini masih banyak proses manual yang digunakan untuk membangun rumah-rumah sederhana khususnya dalam mencampur dan mengangkut bahan cor beton. Dengan proses manual membutuhkan waktu lama dan tenaga kerja yang banyak Untuk mempermudah proses pencampuran dan pengangkutan bahan cor beton, maka direncanakan alat pengaduk dan pengangkut bahan cor beton. Alat pengaduk yang direncanakan menggunakan wadah tabung pengaduk yang dapat dibalik arah putarannya untuk mengaduk dan mengeluarkan bahan campuran cor beton. Alat pengangkut yang direncanakan menggunakan sistem pneumatic untuk mendorong bahan campuran cor beton didalam tabung hingga ketinggian yang ingin dicapai. Untuk memvalidasi hasil rancangan, dibuat model mekanisme pengaduk dan pengangkut campuran beton dengan perbandingan skala 1 : 10. Hasil perencanaan mesin pengaduk dan pengangkut bahan campuran cor beton dapat mengaduk bahan campuran cor beton dengan kapasitas 200 liter dan mengangkutnya hingga ketinggian kurang lebih 5 meter. Hasil uji model menunjukkan bahwa mekanisme dapat mengaduk bahan campuran cor beton dengan kapasitas 20 liter dan mengangkut bahan campuran cor beton tersebut dengan ketinggian yang sama dengan hasil perencanaan karena volume tidak mempengaruhi ketinggian pengangkutan.

Keyword : concrete, material, machine

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4818/

Kajian dan evaluasi pelaksanaan konstruksi jalan dan perbaikan jalan di kota Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YUDISTIRA;, ANANDA

Usaha melakukan perbaikan-perbaikan dengan tujuan untuk memperpanjang umur rencana biasa disebut dengan pekerjaan pemeliharaan jalan. Dari survey kondisi jalan didapatkan hasil prioritas pemeliharaan jalan yang dapat berupa peningkatan jalan, overlay atau pemeliharaan rutin berupa penambalan-penambalan saja. Dengan terbatasnya dana dari pemerintah, maka hasil dari survey kondisi jalan dapat berbeda dengan cara perbaikan yang dilakukan. Seperti contoh, satu ruas jalan dari hasil survey kondisi jalan ditentukan harus dilakukan overlay, tetapi karena terbatasnya dana dari pemerintah, maka perbaikan yang dilakukan hanya penambalan-penambalan saja. Hal ini tentu saja tidak memberikan hasil yang maksimal. Akan tetapi, jika dalam pelaksanaannya benar-benar memperhatikan pedoman pelaksanaan ( Spesifikasi Teknik ) yang ada, maka hasil yang didapatkan akan mendekati maksimal Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana standart pelaksanaan perbaikan jalan yang ditetapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sudah diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan di lapangan dan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan antara pelaksanaan di lapangan dan standart yang telah ditetapkan. Pengawasan pekerjaan perbaikan jalan terdiri dari dua hal yaitu pengawasan terhadap bahan material yang dipakai dan pengawasan terhadap cara pelaksanaan yang telah ditentukan oleh pihak DPU Bina Marga . Bahan material seperti HRS, ATB dan sand sheet yang datang dan akan digunakan tidak diperiksa oleh pihak konsultan pengawas. Hal ini terjadi karena pada saat bahan material datang, konsultan pengawas tidak berada di tempat. Demikian juga surat jalan dari material aspal tidak diserahkan pihak kontraktor ke konsultan pengawas di lapangan, sehingga konsultan pengawas tidak mengetahui jumlah maupun jenis serta mutu bahan material aspal yang datang. Demikian juga halnya dengan suhu material aspal yang sama sekali tidak diukur pada waktu sampai di lapangan setelah melakukan perjalanan dari asphalt mixing plant. Kualitas pekerjaan yang dilakukan terkesan hanya secara asal-asalan tanpa memperhatikan spesifikasi pelaksanaan pekerjaan yang telah ada. Sering sekali pihak konsultan pengawas terlambat datang ke lapangan hingga pekerjaan perbaikan selesai dilakukan. Pengawasan pekerjaan perbaikan yang hanya dilakukan satu orang konsultan pengawas untuk satu paket, menyebabkan hasil pengawasan yang tidak maksimum. Padahal pekerjaan perbaikan kadang dilakukan bersamaan di lain tempat pada paket yang sama. Pekerjaan patching, pembersihan, pelaburan tack coat, penghaparan, pemadatan serta perawatan tidak dilaksanakan dengan sempurna. Belum lagi adanya ketidaksesuaian antara jenis kerusakan dan cara perbaikannya, misalnya yang seharusnya dilakukan patching ternyata dilewati dan langsung dilapisi dengan HRS. Pihak konsultan pengawas lapangan juga tidak melakukan pengukuran langsung terhadap volume pekerjaan yang telah dikerjakan oleh pihak kontraktor . Kondisi drainase pada pekerjaan perbaikan jalan ini juga sama sekali tidak ditinjau. Padahal sistem drainase jalan yang tidak berfungsi merupakan salah satu faktor perusak jalan.

Keyword : road nursing, road condition, contractor group, material

Perencanaan persediaan dan sistem database inventori bahan baku di PT. Akzo Nobel Raung Resins

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SWANDAYANIE, SOESY

Seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, dunia perindustrian juga semakin berkembang. Demikian pula dengan sumber daya manusia. Dunia industri yang didukung oleh perkembangan teknologi telekomunikasi mendapat perhatian yang cukup serius dari masyarakat. Selain itu dunia industri juga cukup banyak menyerap tenaga kerja dari jurusan teknik industri. Begitu juga dengan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan juga tidak kalah. Jika dulu orang menggunakan ilmu MRP untuk mengontrol inventori barang yang dimilikinya, sekarang ilmu MRP semakin berkembang. Dari MRP berkembang menjadi MRP II. Lalu menjadi JIT (Just In Time). Tapi sangat disayangkan karena masih belum semua industri mampu menerapkan sistem JIT. Sampai saat ini, industri baru dapat menerapkan sistem MRP. Dengan bantuan teknologi komputer sistem MRP disempurnakan menjadi MRP II dengan bantuan database komputer untuk merencanakan dan mengendalikan persediaan. Akan tetapi karena berdasarkan peramalan, perusahaan tidak dapat menggunakan hasil perhitungan dari database komputer sebagai pedoman. Perusahaan harus tetap melakukan update/pembaharuan terhadap stok produk maupun bahan baku untuk mengetahui perkembangan bahan baku di gudang. Persediaan yang terlalu banyak akan menyebabkan kas perusahaan berkurang dan banyak persediaan yang tertimbun di gudang.

Keyword : material, inventory, control, akzo nobel raung resins, database

Sumber : http://repository.petra.ac.id/965/

Kontrol material pada proyek konstruksi perumahan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUSUMA;, ADE

Sumber daya material dalam suatu proyek dapat mencapai 40% – 60% dari biaya proyek. Pemakaian material yang tidak terkontrol akan membuat biaya proyek membengkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses manajemen kontrol material dilakukan oleh kontraktor yang bergerak dalam bidang real estate. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada kontraktor-kontraktor yang bergerak dalam bidang real estate di kawasan Surabaya Timur. Di samping itu dalam penelitian ini juga dipakai sebuah proyek sebagai studi kasus, dimana penelitian dilakukan pada proyek Regency 21. Analisa kuesioner dilakukan dengan menggunakan analisa distribusi frekuensi, sedangkan untuk studi kasus analisa dilakukan dengan cara menggunakan analisa dua faktor. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa proses manajemen kontrol material tidak sepenuhnya diterapkan dalam proyek real estate. Kontrol material lebih diarahkan pada kontrol kuantitas, skedul dan biaya, sedangkan untuk kontrol kualitas dalam pelaksanaannya kurang diperhatikan.

Keyword : control, material, construction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/997/

Blog at WordPress.com.