Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Gedung exploratorium di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : X, F.

Gedung Exploratorium merupakan suatu pusat bermain dan belajar. suatu museum ilmu pengetahuan, seni dan persepsi manusia. Gedung Exploratorium ini berdiri di barisan terdepan dari gerakan “museum sebagai pusat pendidikan”, gedung ini menyediakan akses dan informasi mengenai ilmu pengetahuan, alam, seni, dan teknologi. Didalamnya dipamerkan bermacam macam alat explorasi yang dapat langsung digunakan oleh pengunjung, untuk membantu mereka mengenal lebih baik tentang fenomena ? fenomena alam yang ada. Di dalam ilmu pengetahuan, umumnya orang banyak mengunakan simbol-simbol untuk menandai unsur-unsur di ala mini atau untuk menandai penemuan-penemuan orang. Oleh karena itu konsep design dari gedung ini berdasar pada ke-4 elemen alam, yaitu api, udara, air, dan tanah. Penggunaan ke-4 elemen ala mini akan di aplikasikan pada bangunan, termasuk didalamnya warna, sirkulasi, texture, bentuk, zoning, material bangunan dan desain interiornya.

Keyword : exploratorium, science center, museum, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3582/

Museum sejarah dan budaya tiga kerajaan Jawa Timur di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : CENDIYAWATI, YENI

Penulisan laporan perancangan Tugas Akhir ini merupakanpertanggung- jawaban atas proses perancangan proyek tugas akhir berjudul Museum Sejarah dan Budaya Tiga Kerajaan Jawa Timur di Surabaya yang dikerjakan selama 1 (satu) semester. Museum ini merupakan fasilitas pendidikan dan rekreasi yang memberikan infomasi mengenai kebudayaan dan sejarah yang ada di Jawa Timur. Tujuan penulisan laporan perancangan adalah memberikan laporan lengkap tentang bagaimana penulis menyelesaikan tahap-tahap perancangan yang dituangkan dalam bab Pendahuluan, Perancangan Tapak, dan Perancangan Bangunan. Konsep dasar yang digunakan adalah ?Arsitektur Jawa? dengan mengambil bentuk bangunan dan atap dari arsitektur tradisional candi di Jawa Timur. Dan konsep dasar tersebut dipresentasikan ke dalam bentukan arsitektur, penataan massa, pengaturan ruang, penampilan bangunan, dan lain-lain.

Keyword : museum, buildings, design, culture, east java, surabaya, empire

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1009/

Museum seni lukis bali modern di Ubud

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LAKSMI, PUTU

Museum Seni Lukis Bali Modern di Ubud ini merupakan proyek milik swasta. Proyek bangunan komersial ini bertujuan untuk mengembangkan seni lukis Bali dan memperkenalkan perkembangan seni lukis Bali kepada masyarakat luas. Fasilitas yang direncanakan, selain ruang pamer lukisan, dan sanggar, juga terdapat auditorium, perpustakaan, cafetaria, toko souvenir,serta paviliun seniman untuk pelukis yang ingin menginap. Museum ini menekankan konsep keseimbangan antara Bhuwana Alit dan Bhuwana Agung yang diimplementasikan ke dalam filosofis Tri Hita Karana dalam diri pelukis pada desain bangunannya. Pada museum ini pengunjung diajak untuk dapat memahami proses melukis, serta menikmati alam sebagai obyek lukisan secara langsung melalui konsep Tri Hita Karana.

Keyword : art painting, bhuwana alit and bhuwana agung, tri hita karana, nature, object, art galleries, museum

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3688/

Museum pesawat terbang di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIARTO, FELIX

Museum Pesawat Terbang di Surabaya ini merupakan suatu proyek yang bergerak di bidang pendidikan dan terletak di daerah Juanda. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang pameran tertutup, ruang pameran terbuka, ruang kantor untuk pengelola museum, bengkel, kafe, area bermain, ruang diorama, dan ruang foto. Sebagai wujud pencerminan ekspresi lokal dari daerah tersebut dimana pesawat terbang mempunyai karakter yang kuat (ikon), maka konsep perancangan mengacu pada Pesawat Terbang dan Terbang. Oleh karena itu di dalam perancangannya direncanakan bengunan terdiri atas massa tunggal dengan mengambil bentukan berdasarkan pesawat terbang dan memiliki ekspresi terbang.

Keyword : museum, flight, facilities, design concepts

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1098/

Perancangan interior museum gempa Jawa Tengah di Yogyakarta

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YAHYA, FELIX

Museum gempa merupakan sarana umum yang bersifat historial. Museum ini menyediakan dan menampilkan pendokumentasian tentang sejarah bumi, alam, dan kronologi- kronologi gempa. Dalam perancangan museum gempa ini banyak hal yang akan ditonjolkan, dimulai dari inovasi fasilitas museum dengan diberikannya sarana pelatihan penanggulangan gempa serta penataan sistem display yang terstruktur dan berurutan sesuai dengan alur cerita sejarah bumi dan didukung pula dengan pola penataan sirkulasi yang terarah dan jelas agar para pengunjungnya dapat dengan mudah memperoleh informasi serta mempermudah dalam proses pembelajaran .

Keyword : museum, display system, circulation, innovation

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5401/

Perancangan interior museum replika dan fosil dinosaurus di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RUSLY, HUSIN

Museum Replika dan Fosil Dinosaurus merupakan suatu wadah yang berperan sebagai sarana pendidikan sekaligus berperan sebagai sarana rekreasi, dimana secara tidak langsung wadah ini mampu memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan khususnya makhluk hidup. Di dalam museum terdapat beberapa fasilitas utama seperti mini theatre, ruang pamer, dan beberapa fasilitas penunjang museum seperti mini book store, dan mini bar. Perancangan Museum Replika dan Fosil Dinosaurus ini dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat akan pentingnya melakukan kegiatan rekreasi dan bertujuan untuk menyediakan sarana pendidikan yang sekaligus berperan sebagai sarana rekreasi. Melihat peranan museum tersebut, jadi konsep yang di ambil adalah Formal dan Dinamis, yang diaplikasikan dalam setiap elemen ruang.

Keyword : museum, replica, dinosaur fossil, facility, conception design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1210/

Perancangan interior museum tokoh pahlawan kemerdekaan Indonesia di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUSUMA, LIDIAWATI

Museum Tokoh Pahlawan kemerdekaan Indonesia di Surabaya merupakan proyek yang idealnya milik pemerintah dalam usahanya melestarikan sejarah dengan menanamkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perjuangan pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang informasi, ruang pamer benda-benda sejarah, perpustakaan, dan toko souvenir. Konsep perancangan berangkat dari materi eksibisi yaitu mengenai pahlawan, dimana terbentuk dari hubungan dua hal yang bertentangan, yaitu penindasan dan merdeka sehingga melahirkan sifat kontradiksi, yang kemudian ditampilkan dalam desain. Oleh karena itu, dalam aplikasi bentuknya berasal dari perpaduan bentuk yang dinamis dan tegas, dengan bentuk yang tidak kaku tetapi bermaterial hi-tech, ataupun dengan perpaduan aplikasi antara finishing yang terkesan alami dan modern. Sedangkan secara keseluruhan atmosfer museum Tokoh Pahlawan Kemerdekaan Indonesia menghadirkan gaya post modern.

Keyword : museum, the indonesian independence hero, facilities, contradictive, postmodernism

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5513/

Perancangan interior galeri grandfather clock di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KUMALA, IVANNY

Galeri Grandfather Clock di Surabaya merupakan tempat yang khusus menyimpan koleksi-koleksi Grandfather Clock dan sekaligus sebagai tempat yang dapat memudahkan bagi para kolektor maupun orang-orang awam dari kelas menengah sampai dengan kelas atas untuk mengetahui lebih jelas dan lebih jauh mengenai Grandfather Clock.Grandfather Clock merupakan benda seni yang memiliki nilai historis yang tinggi yang perlu untuk dipamerkan dan membutuhkan tempat khusus serta perawatan yang khusus. Fasilitas yang direncanakan meliputi galeri, lobby, ruang pengelola, dan gift shop. Sesuai dengan elemen penting yang mengawali adanya Grandfather Clock dan sekaligus merupakan awal mula perhitungan waktu dengan sistem mekanik, maka konsep perancangan mengacu pada “Pendulum”. Sehingga muncul karakter desain yang dinamis dan simetris, dengan pengulangan yang saling terkait.

Keyword : museum, decoration, grandfather clock gallery, facilities, pendulum

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3169/

Evaluasi persepsi pengunjung terhadap pencahayaan Museum Perjuangan 10 Nopember 1945

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN, JEMMY

Museum Sepuluh Nopember merupakan tempat yang mengabadikan perjuangan para pahlawan pada bulan November 1945 dalam rangka meraih kebebasan. Ini adalah sebuah museum yang menimbulkan rasa ingin tahu dan mendorong peneliti untuk meneliti pengalaman pengunjung dalam menyerap tatanan cahaya dalam ruang. Dalam hal ini, wawancara sangat penting. Wawancara telah dilakukan secara bebas untuk menggali pengalaman manusia untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung museum terhadap pencahayaan yang ada di dalamnya ada yang tidak bertentangan dan bertentangan dengan konsep yang digunakan oleh desainer.

Keyword : perception, lighting, museum

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5565/

Perancangan interior kafe galeri Teh Sosro di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YOEWONO, AUDREY

Surabaya merupakan kota terbesar ke 2 yang penuh kesibukan dalam beraktifitas dan penuh dengan sarana informasi. Oleh sebab itu butuh sarana santai yang informatif. Perancangan Interior Kafe Galeri Teh Sosro dan Surabaya merupakan jawaban menjawab kebutuhan santai dan informatif, Teh Sosro adalah tema yang akan diangkat sebab “apapun makanannya minumnya Teh Botol Sosro”. Kafe Galeri dibentuk berdasarkan ide dasar “Kebun Teh” dengan menampilkan kontur tanah di perkebunan sebagai pola lantai dan mengkombinasikan warna teh dan daun teh itu sendiri pada elemen ruang. Dengan menyatukan dua kegiatan berbeda menjadi kegiatan yang saling berinteraksi dan mendukung. Kafe Galeri Teh Sosro ini akan membawa pengunjung menikmati santai setelah beraktifitas, bentuk dinamis akan diterapkan dalam desain.

Keyword : gallery cafe, tea garden, designing concept, museum, restaurant, interior design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3190/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.