Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pembuatan kontrol alat bor otomatis dengan menggunakan mikrokontroler MCS 51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA, GIOVANNI

Alat bor otomatis ini diatur pergerakannya oleh mikrokontroler MCS-51 berdasarkan informasi koordinat letak pad yang diperoleh dari fasilitas CAMtastic pada software PROTEL DXP. Informasi tersebut diolah (diurutkan) dengan menggunakan software BORLAND DELPHI 7.0. Hasil dari proses pengolahan input ini dikirimkan dari PC ke mikrokontroler MCS-51 dengan menggunakan komponen serial COMPORT 2.2. Pengujian dilakukan pada 4 buah PCB dengan jumlah dan posisi hole yang berbeda. Dari hasil pengujian didapat bahwa waktu yang dibutuhkan pada sistem baru cukup singkat yaitu kurang lebih 2 menit untuk PCB 16 hole, 3 menit untuk PCB 21 hole, 4 menit untuk PCB 34 hole, dan 11 menit untuk PCB 90 hole. Dibandingkan dengan sistem yang sebelumnya telah dibuat pada Tugas Akhir No. 01/E/EL/020/534 (sistem A), No. 02/610/ELK/2003 (sistem B), dan No. 02010706/ELK/2004 (sistem C), sistem yang baru mempunyai nilai ketelitian yang lebih baik. Dari ketiga sistem yang lama, sistem A mempunyai nilai error rata-rata terkecil untuk motor stepper sumbu X yaitu sebesar 0.331 mm (2.2214%). Sedangkan sistem yang baru mempunyai nilai error rata-rata.terkecil untuk motor stepper sumbu X sebesar 0.3288 mm (2.2066%). Untuk motor stepper sumbu Y, ketiga sistem yang lama mempunyai nilai error rata-rata terkecil pada sistem B yaitu sebesar 0.221 mm (1.904%). Sedangkan sistem yang baru mempunyai error rata-rata terkecil sebesar 0.168 mm (1.702%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa perbaikan yang dilakukan untuk alat bor otomatis ini sudah berhasil.

Keyword : DELPHI, automatic drilling machine, MCS 51 microcontroller, PCB, PC, PROTEL DXP

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1857/

Kontrol mesin bor otomatis menggunakan PLC

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, DAVID

Mesin bor otomatis dibuat dengan tujuan agar dapat dilakukan pengeboran PCB secara otomatis. Pengeboran PCB otomatis ini menggunakan kamera sebagai sensor pendeteksi koordinat pad atau via. Kamera berfungsi menangkap gambar print out sebuah PCB kemudian dengan metode image processing dapat diketahui dan diambil koordinat pengeborannya. Tugas akhir ini dibuat untuk mengetahui bagaimana hasil pengeboran apabila mesin bor otomatis tersebut dikontrol sepenuhnya menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Proses pengambilan koordinat akan dilakukan pada PC (Personal Computer) dengan menggunakan tiga macam metode yaitu metode image processing, metode file text, dan metode manual. Hasil dari proses pengambilan koordinat ini akan dikirimkan oleh PC ke PLC menggunakan prosedur Host Link. Pengujian telah dilakukan pada 3 buah PCB dengan jumlah dan posisi hole yang berbeda-beda. Dari hasil pengujian didapat bahwa waktu pengeboran yang dibutuhkan pada sistem ini cukup lama yaitu kurang lebih 28 menit untuk PCB pengujian 16 hole, 19 menit untuk PCB pengujian 21 hole, dan 29 menit untuk PCB pengujian 34 hole. Ini disebabkan adanya keterbatasan pada PLC dan motor stepper yang dipakai. Sedangkan tingkat ketelitian dari sistem ini cukup baik, hal ini diketahui dari nilai rata-rata error yang didapat selalu kurang dari 1 milimeter. Jadi dapat disimpulkan bahwa PLC dapat dipakai untuk mengontrol mesin bor otomatis ini.

Keyword : image processing, automatic drilling machine, pcb, plc, pc

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3483/

Perancangan dan pembuatan embedded web cam dengan mikrokontroller MCS-51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JAYADI, SAPTO

Dewasa ini teknologi internet berkembang sangat pesat sehingga mendukung kemunculan peralatan yang embedded. Dengan teknologi embedded ini akan memudahkan untuk menghubungkan berbagai macam peralatan ke jaringan internet. Salah satunya aplikasinya adalah peralatan monitoring untuk tempat kerja. Umumnya pada jaman ini pada gedung-gedung perusahaan, baik pabrik maupun kantor sudah terpasang jaringan ethernet untuk menghubungkan komputer-komputer yang ada di perusahaan itu. Dengan memanfaatkan jaringan itu bisa digunakan untuk memasang embedded web cam untuk memudahkan monitoring suatu tempat. Embedded Web Cam itu terdiri dari embedded web server SitePlayer, kamera CMUcam, dan mikrokontroler MCS-51. SitePlayer digunakan untuk menghubungkan mikrokontroler ke jaringan ethernet. Akses ke peralatan tersebut menggunakan komputer untuk memudahkan interface dan fleksibilitas. Pengguna mengakses web pages di embedded web server SitePlayer melalui web browser. Dari browser yang terdapat Java Applet untuk interface dengan sistem. Embedded Web Cam ini dapat menampilkan gambar dalam satu subnet (pada jaringan lokal) dengan menggunakan protokol UDP dengan waktu sekitar 56 detik. Bila digunakan untuk aplikasi keamanan yang membutuhkan pengamatan secara kontinyu, sistem ini kurang dapat diandalkan karena jeda waktu antar pengambilan gambar cukup lama.

Keyword : internet, embedded web cam, site player, ethernet, pc, browser, local network, java applet, microcontroller

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3807/

Blog at WordPress.com.