Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh oil sand pada green sand mold terhadap kualitas permukaan produk cor dan permeabilitas cetakan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SENGGONO, HERRCEY

Pada pengecoran cetakan pasir, kualitas permukaan produk cor yang dihasilkan dipengaruhi antara lain oleh kualitas cetakan dan komposisi cetakan pasir. Dengan kualitas permukaan cetakan pasir yang rendah akan mengakibatkan kualitas permukaan produk cor yang dihasilkan akan rendah pula. Pada komposisi cetakan pasir dengan kandungan air yang tinggi, mengakibatkan gas yang timbul saat penuangan logam cair dalam rongga cetakan semakin banyak dan kemungkinan untuk terperangkap semakin besar akibat permeabilitas cetakan yang rendah. Hal ini mengakibatkan kualitas permukaan produk cor yang dihasilkan menjadi rendah. Dengan mengurangi kadar air dan menggantikannya dengan minyak (oil sand) dalam komposisi cetakan pasir akan mengurangi timbulnya gas dan mengurangi kontak antara logam cair dengan cetakan pasir, sehingga akan meningkatkan kualitas permukaan produk cor. Disamping itu kekuatan cetakan akan meningkat. Komposisi cetakan pasir yang digunakan terdiri dari pasir silika, bentonit, gula tetes, minyak dan air. Unsur yang divariasikan adalah minyak, yaitu sebesar 1%, 2% dan 3%, sedangkan air sebagai penyeimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan kadar minyak dalam komposisi cetakan pasir, akan meningkatkan kualitas permukaan produk cor yang dihasilkan. Penambahan kadar minyak dari 1% hingga 3% meningkatkan kualitas permukaan sebesar 33,348%. Dengan semakin tinggi kadar minyak, permeabilitas cetakan akan semakin rendah dan kekuatan tekan akan meningkat.

Keyword : oil sand, green sand mold, surface quality, permeability, compressive strength

Analisa penambahan bentonit dan tepung tapioka terhadap kekuatan tekan dan permeabilitas cetakan pasir kering

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ARY, YOHAN

Pengecoran logam dengan cetakan pasir merupakan salah satu cara yang paling ekonomis dalam memproduksi suatu barang. Pengecoran logam dengan cetakan pasir basah mempunyai beberapa kelebihan, yaitu cocok digunakan untuk produksi dengan jumlah produk sedikit tetapi memiliki variasi banyak. Namun cara ini juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah kekuatan tekan cetakan yang kurang dan permeabilitas pasir yang buruk. Cetakan pasir kering merupakan pengembangan dari cetakan pasir basah, yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan cetakan pasir basah dalam hal kekuatan tekan dan permeabilitas. Pada penulisan ini, unsur pengikat yang digunakan adalah bentonit dan tepung tapioka.

Keyword : dry sand mold, compressive strength, permeability, bentonite, tapioca starch

Analisa pengaruh komposisi cetakan plaster terhadap kualitas permukaan produk pulley

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADIWISODO, BENTUR

Komposisi dan tebal cetakan plaster sangat mempengaruhi sifat mekanis dan permeabilitas produk cor, yang berhubungan erat dengan lamanya pembekuan yang dialarni logam cor. Salah satu kunci utama dalam mengeliminir terjadinya cacat blowhole pada produk cor aluminium yaitu cetakan harus mempunyai permeabititas yang baik sehingga kemungkinan terperangkapnya udara dan gas menjadi lebih kecil. Pada penelitian ini, secara geometri dengan komposisi cetakan plaster yang berbeda perlu dibuktikan apakah dengan komposisi cetakan terutama komposisi berat air yang berbeda akan memiliki pengaruh yang cukup signifikan bagi timbulnya cacat blowhole. Dari penelitian ini ternyata komposisi cetakan yang terbaik untuk mengeliminir terjadinya cacat blowhole adalah komposisi cetakan dengan perbandingan gypsum dan calsium sulfate terhadap berat air yaitu 3 :1 :2. Jika blowhole dapat dieliminir maka sifat mekanis produk cor akan menjadi lebih baik.

Keyword : composition and is thick of plaster mold, defect of blowhole, permeability

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1246/

Penelitian mengenai peningkatan kekuatan awal beton pada self compacting concrete

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN;, TEDY

Self Compacting Concrete High Early Strength merupakan sebuah fenomena baru dalam dunia teknologi beton, dimana material baru ini merupakan perkembangan dari Self Compacting Concrete biasa yang mulai umum digunakan. Sebagai material generasi terbaru dari Self Compacting Concrete, Self Compacting Concrete High Early Strength menawarkan banyak keuntungan untuk dunia usaha konstruksi khususnya dunia pre-cast concrete, yaitu tingkat workabilitas yang tinggi, tingkat permeabilitas yang rendah dan ketahanan terhadap segregasi dan bleeding serta kekuatan awal yang tinggi. Sifat dan keunggulan yang dimiliki oleh Self Compacting Concrete High Early Strength di dalam penelitian ini didapat dengan penggunakan admixture Hyperplasticizer dan fdler berupa Silica Fume. Untuk mendapatkan kriteria Self Compacting Concrete yang baik maka dilakukan pengujian workabilitas dengan menggunakan alat- alat yaitu Slump Cone, V-Funnel dan L-Shaped Box. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kekuatan awal Self Compacting Concrete High Early Strength dilakukan tes kuat tekan ( compression test) pada umur 1, 3, 7, 14, 28 hari, dimana tes kuat tekan ini diutamakan untuk umur 1 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian dapat dilihat dengan penggunaan silica fume 2 % dan hyperplasticizer sebesar 2.5 % sudah mampu mencapai kriteria self compactible sekaligus kuat tekan awal ( High Early Strength ) yang baik pula, karena nilai water-binder ratio tetap dijaga pada nilai yang rendah. Penelitian mengenai Self Compacting Concrete High Early Strength masih perlu dikembangkan lebih lanjut agar dikemudian hari dapat diaplikasikan secara luas.

Keyword : workability, permeability, segregation, bleeding, water-binder ratio, pre-cast concrete, hyperplasticizer, friler.

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2306/

Studi tentang beton kedap air yang menggunakan metode kristalisasi dengan meninjau faktor air semen dan kadar semen

Author : , SUSANTO

Untuk struktur beton yang berhubungan dengan air seperti lift pit, sump pit, dinding basement, tangki penyimpanan air atau kolam renang, sifat permeabilitas beton lebih penting daripada kekuatannya itu sendiri. Permeabilitas beton berpengaruh terhadap durabilitas struktur beton dimana dapat menahan masuknya senyawa kimia yang dapat merusak beton. Permeabilitas beton dipengaruhi oleh antara lain faktor air-semen, kadar semen, kondisi lingkungan lokal dan material pembuat beton. Salah satu metode yang digunakan untuk menghasilkan beton yang kedap air yaitu metode kristalisasi dimana terjadi secondary hydration yang adalah hidrasi lanjutan pada beton. Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh faktor air-semen dan kadar semen dalam campuran beton yang menggunakan campuran Tamseal admix dalam kaitannya dengan beton kedap air Pada penelitian ini, dibuat 18 mix design beton dengan kadar semen 300, 350 dan 400 kg/m 3 dengan faktor air-semen 0,4, 0,45 dan 0,5. Sebanyak 9 mix design dengan metode kristalisasi, menggunakan aditif kristalisasi. Sampel beton dengan ukuran ?10?5 cm 3 , diuji permeabilitas beton dengan mengacu pada Standar Industri Jerman (DIN) dan Standart Industri Jepang (JIS) yang menggunakan tekanan udara untuk mengukur permeabilitas beton. Penambahkan aditif kristalisasi mempunyai efek yang signifikan dalam menguranggi permeabilitas dari beton dibandingkan dengan beton tanpa campuran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan faktor air-semen membuat beton semakin permeabel dan seiring dengan meningkatnya umur beton, permeabilitasnya berkurang.

Keyword : permeability, durability, penetration, water cement ratio, cement content, additive of crystallization, crystallization method

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2839/

Variasi konduktivitas tanah pasir kelempungan (10% lempung) yang mengalami siklus drying-wetting

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SETIAWAN;, NURCAHYA

Beberapa masalah dalam bidang rekayasa geoteknik banyak diakibatkan oleh perubahan volume dan kadar air akibat tegangan air pori negatif, yang mana masalah ini sering kali menjadi penyebab utama kerusakan pondasi rumah, pondasi jalan, keruntuhan lereng serta struktur tanah yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara daya serap tanah terhadap air pada percobaan yang menggunakan alat permeability dengan teori Brooks and Corey untuk tanah yang tidak jenuh. Untuk mengetahui dan memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan suatu riset di laboratorium mekanika tanah, dalam hal ini ada 3 macam percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : Pengujian pemadatan (Standart Proctor), pengukuran tegangan air pori negative (Suction) menggunakan kertas filter dan pengujian daya serap air (Permeability). Hasil percobaan menunjukan bahwa daya serap air yang terjadi sama besarnya dengan daya serap air pada teori Brooks and Corey.

Keyword : standard proctor, suction, permeability

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3416/

Permeabilitas material campuran fly ash dengan tanah lempung (10% lempung) yang mengalami siklus drying – wetting

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRIBADI, ANDREW

Beberapa masalah dalam bidang rekayasa geoteknik banyak diakibatkan oleh perubahan volume dan kadar air akibat tegangan air pori negatif, yang mana masalah ini sering kali menjadi penyebab utama kerusakan pondasi rumah, pondasi jalan, keruntuhan lereng serta struktur tanah yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara daya serap tanah terhadap air pada percobaan yang menggunakan alat permeability dengan teori Brooks and Corey untuk tanah yang tidak jenuh. Kendala dalam penelitian ini disebabkan karena alat percobaan yang ada diperuntukkan untuk tanah yang jenuh, sedangkan percobaan ini dilakukan pada tanah yang tidak jenuh, sehingga hanya memperhitungkan daya serap tanah terhadap air. Untuk mengetahui dan memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan suatu riset di laboratorium mekanika tanah, dalam hal ini ada 3 macam percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : Pengujian pemadatan (Reduced Proctor), pengukuran tegangan air pori negative (Suction) menggunakan kertas filter, serta pengujian permeabilitas air yang menggunakan metoda falling head tes. Kondisi tanah tidak jenuh menuju kondisi tanah jenuh mengalami penurunan nilai koefisien permeabilitas. Hasil perbandingan percobaan metoda falling head tes dengan hasil perhitungan empiris menurut teori Brooks and Corey yang pada akhirnya menunjukkan hasil yang sama.

Keyword : reduced proctor, suction, permeability

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3810/

Konduktivitas tanah pasir kelempungan yang memiliki variasi derajat kejenuhan yang berbeda

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HIENDARTO;, BENNY

Beberapa masalah dalam bidang rekayasa geoteknik banyak diakibatkan oleh perubahan volume dan kadar air akibat tegangan air pori negatif, yang mana masalah ini seringkali menjadi penyebar utama kerusakan pondasi rumah, pondasi jalan, keruntuhan lereng serta struktur tanah yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara daya serap airdengan tegangan air pori negatif akibat proses naik turunnya air tanah. Untuk mengetahui dan memperoleh hasil yang diharapkan, diperlukan suatu riset di laboratorium mekanika tanah, dalam hal ini ada 4 macam percobaan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu : pengujian kepadatan relatif (Casagrande), pengujian pemadatan (Reduced Proctor), pengukuran tegangan air pori negatif (Suction) menggunakan kertas filter dan pengujian daya serap air (Permeability). Hasil percobaan menunjukkan bahwa daya serap air maksimum terjadi pada kadar air dibawah kondisi tanah inisial.

Keyword : casagrande, reduced proctor, suction, permeability, soil, sand

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4594/

Create a free website or blog at WordPress.com.