Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Analisa penerapan sistem penilaian kinerja dan hambatan-hambatan yang terjadi di Starbucks Coffee Surabaya

Author : SUDARSO, YUVINA

Sistem penilaian kinerja sanat penting untuk perkembangan kinerja karyawan di dalam sebuah perusahaan. Selain penggunaan sistem penilaian kinerja yang tepat juga dibutuhkan pelaksanaannya yang bebas dari hambatan agar dapat berfungsi dengan maksimal. jika di dalam pelaksanaan penilaian kinerja serta pemberian feedback tersebut terkontaminasi oleh hambatan-hambatan maka hasil penilaian kinerja tersebut menjadi tidak akurat karena tidak merepresentasikan tingkat kinerja karyawan yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Setelah melakukan penelitian dan analisa terhadap data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi maka penulis melihat bahwa terdapat beberapa hambatan yang terjadi di dalam penilaian kinerja yang dilaksanakan oleh pihak manajemen STARBUCKS Coffee di Surabaya.

Keyword : performance appraisal system, conducting performance appraisal interviews, the biases, hotel management, personnel

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2231/

Perancangan dan pembuatan sistem informasi HRD pada PT. Surabaya Wire

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EFENDY, LIEMING

Faktor manusia adalah merupakan faktor terpenting dalam kegiatan operasional suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri. PT. Surabaya Wire menyadari peranan faktor tersebut karena faktor tersebut menjadi subyek yang mendukung keseluruhan aktivitas dalam perusahaannya. Untuk itu diperlukan sistem untuk mengatur masalah personalia perusahaan. Sistem personalia yang ada di PT Surabaya Wire akan diimplementasikan dalam bentuk program aplikasi database berbasis komputer dengan menggunakan jaringan lokal dan internet. Sistem ini dibuat dengan menggunakan teknologi pemrograman Microsoft Visual Basic 6, Active Server Pages/ASP dan web server Internet Information Service yang merupakan salah satu komponen dalam sistem operasi Microsoft Windows 2000 Server. Untuk database server digunakan Microsoft Access 2000. Hasil dari perancangan program aplikasi ini meliputi beberapa modul, antara lain: modul database utama personalia yang digunakan untuk mencatat dan memproses segala kejadian yang berhubungan dengan masalah personalia perusahaan dan digunakan untuk memonitor masalah absensi dan produktivitas kerja karyawan, modul presensi karyawan menggunakan jaringan lokal yang akan ditempatkan pada komputer pada pos pintu masuk perusahaan dan aplikasi laporan personalia berbasis web yang ditujukan untuk kepentingan para karyawan perusahaan.

Keyword : database management, computer program, human resources departement, information system, personnel, aplication program

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3088/

Perancangan dan pembuatan sistem Informasi bagian personalia PT. X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DARMAWAN, HENDRA

Sistem informasi personalia yang diterapkan pada PT. X merupakan gabungan antara sistem manual dan sistem komputer sederhana. Hal ini terlihat dari sistem absensi karyawan yang menggunakan mesin check clock dan kartu absensi, sedangkan untuk penyimpanan data-data personalia menggunakan aplikasi Microsoft Excel karena bagian personalia tidak memiliki aplikasi database, dimana hal ini sangat memperlambat proses, tidak efisien, dan memperbesar resiko kesalahan manusia. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dihadapi oleh bagian personalia tersebut, maka dilakukan perancangan aplikasi berbasis database dengan menggunakan Borland Delphi 6 sebagai bahasa pemrograman dan desain interface, serta Microsoft SQL Server 7 sebagai fasilitas/tempat penyimpanan datanya. Desain dalam pembuatan aplikasi ini sengaja dirancang agar dapat menunjang penggunaan multi user, namun dibatasi hanya untuk pencatatan absensi kerja karyawan. Hasil akhir dari perancangan sistem informasi personalia adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data-data personalia perusahaan dan permintaan karyawan baru, mengolah data absensi dan penggajian karyawan, serta menghasilkan informasi dari hasil pengolahan data personalia dalam bentuk laporan personalia per periode yang ditujukan kepada manajer dan kepala divisi.

Keyword : personnel, information system, request new employee, salary, attendance, report, databse, management

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4048/

Analisis beban kerja dan kebutuhan tenaga kerja dalam usaha meningkatkan mutu pelayanan restoran Padi hotel the Ritz-Carlton

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HARTANTO;, JUWITA

Penulis melakukan penelitian tentang beban kerja pramusaji dan mutu pelayanan yang diberikan kepada tamu selama periode Januari 2001-Juni 2001 pada Restoran Padi di Hotel The Ritz-Carlton, Bali. Adapun tujuan penulis di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui junilah pramusaji yang seimbang sehingga beban kerja yang diemban seimbang dengan kemampuan yang dimilikinya sesuai dengan standar produktivitas yang telah ditetapkan. Adapun manfaat dari adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berguna dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkanoleh pihak Hotel The Ritz-Carlton, Bali. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik wawancara langsung dengan manajer dan pramusaji Restoran Padi dan juga melakukan pengamatan langsung selama penulis menjalani training di Hotel The Ritz-Carlton, Bali. Untuk dapat mengetahui junilah pramusaji yang seimbang dengan waktu kerja 8 jam termasuk istirahat 1 jam per hari maka penulis menggunakan analisis beban kerja dan kebutuhan teriaga kerja dengan memasukkan semua data yang diperoIeh oleh penuIis.

Keyword : restaurant, management, hotel, personnel, service, padi hotel the ritz-carlton

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1417/

Analisa perbedaan faktor-faktor ekstrinsik dan faktor-faktor intrinsik dalam motivasi karyawan berstatus kontrak dan apprentice di departemen housekeeping hotel Westin Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WANGSA;, LISIANA

Hotel adalah salah satu industri jasa yang berkembang sangat pesat pada masa sekarang ini. Secara abstrak hotel adalah suatu tempat yang menyediakan akomodasi secara lengkap. Salah satu faktor penting dalam industri perhotelan adalah sumber daya manusia, hal ini dikarenakan pelaku dari jasa itu sendiri adalah manusia. Faktor motivasi karyawan sangat penting dalam industri perhotelan, karena karyawan dituntut untuk dapat melayani tamu dengan ramah dan hangat. Apabila karyawan memiliki motivasi (yang sejalan dengan tujuan perusahaan) dalam bekerja, maka kepuasan bagi para tamu melalui karyawan-karyawan tersebut dapat diwujudkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada-tidaknya perbedaan faktor-faktor ekstrinsik (gaji, bonus, tunjangan, promosi dan penghargaan perorangan) dan faktor-faktor intrinsik (completion, autonomy, achievement dan perkembangan pribadi) yang signifikan antara karyawan kontrak dengan karyawan apprentice. Karyawan kontrak disini berarti karyawan yang direkrut dari statusnya sebagai apprentice, sedangkan karyawan apprentice adalah karyawan yang direkrut dari statusnya sebagai casual (karyawan yang dipekerjakan pada saat tingkat hunian hotel sedang tinggi). Adapun analisa dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan sembilan variabel yang turut membedakan motivasi antara karyawan kontrak dengan apprentice; yaitu : gaji, bonus, tunjangan, promosi dan penghargaan perorangan (faktor-faktor ekstrinsik) serta completion, achievement, autonomy dan perkembangan pribadi (faktor-faktor intrinsik). Skala yang dipergunakan adalah Semantic Differential Scale untuk mengukur sikap seseorang terhadap suatu objek, subjek atau kejadian, berpedoman pada kata-kata yang bersifat bipolar. Sedangkan jenis ukuran varibel yang digunakan adalah ordinal yaitu suatu ukuran yang hanya menyatakan ranking dan tidak menyatakan nilai absolut. Alat statistik yang dipergunakan adalah uji U Mann-Whitney dengan memakai program SPSS Windows Version 7.5 untuk menguji beda mean dari 2 sampel (karyawan kontrak dan apprentice). Hasil uji U untuk kesembilan faktor tersebut adalah : faktor-faktor ekstrinsik yang terdiri dari gaji = 0,000 < 0,05 ; bonus = 0,006 0,05; penghargaan perorangan = 0,340 > 0,05; promosi = 0,007 < 0,05; juga faktor-faktor intrinsik yang terdiri dan completion = 0,000 < 0,05; achievement = 0,046 0,05; perkembangan pribadi = 0,488 > 0,05. Lima variabel yang terdiri dari gaji, bonus, promosi, completion dan achievement memiliki probabilitas yang lebih kecil dari a = 0,05 (5%), yang berarti bahwa kelima variabel tersebutlah yang membuat motivasi karyawan kontrak dan apprentice menjadi berbeda, dengan kata lain Hi diterima; yaitu ada perbedaan motivasi antara karyawan kontrak dan upprent ice dalam departemen Housekeeping di hotel The West in Surabaya yang disebabkan oleh faktor-faktor ekstrinsik (gaji, bonus dan promosi) dan faktor-faktor intrinsik (completion dan achievement).

Keyword : hotel, management, personnel, apprentice, housekeeping, westin, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1961/

Analisa proses seleksi penerimaan calon mahasiswa baru terhadap standar kriteria mahsiswa Program Manajemen Perhotelan Univesitas Kristen Petra Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ONGGARA;, DAVID

Proses seleksi penerimaan calon mahasiswa baru merupakan bagian yang sangat penting dan dominan didalam menunjang operasional program Manajemen Perhotelan. Bagian ini merupakan aktivitas awal dari aktivitas di dalam Universitas Kristen Petra secara keseluruhan. Aktivitas ini merupakan aktivitas yang harus dilaksanakan guna memperoleh mahasiswa yang sesuai dan memenuhi standar kriteria yang telah ditetapkan oleh program Manajemen Perhotelan. Sehingga dapat memberikan dampak positif pada kelangsungan operasional akademis, yang akan mencetak lulusan profesional yang handal dan siap kerja di dalam industri perhotelan. Berdasarkan fakta yang telah ditemukan oleh penulis bahwa tidak adanya perbedaan khusus yang membedakan proses seleksi calon mahasiswa baru program Manajemen Perhotelan dengan jurusan lainnya, di dalam hal tes ujian masuk bagi calon mahasiswa baru jurusan Manajemen Perhotelan dan pelaksanaan wawancara awal calon mahasiswa baru yang kurang selektif dan masih dipengaruhi oleh subyektifitas yang tinggi, sehingga sumber daya manusia yang didapat tidak mempunyai kemampuan standar yang pada kelanjutannya akan berpengaruh pada kualitas sarjana lulusan Manajemen Perhotelan. Menyajikan sebuah sistem proses seleksi penerimaan mahasiswa baru itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Namun di dalam penulisan skripsi ini, penulis telah berusaha dengan semaksimal mungkin untuk menyajikan suatu alternatif proses penerimaan calon mahasiswa baru, dengan peranan berbagai pihak baik dari dalam dan luar Universitas Kristen Petra demi penyempurnaan proses alternatif penerimaan calon mahasiswa baru tersebut. Didalam alternatif proses seleksi penerimaan mahasiswa baru ini penulis menggunakan beberapa bentuk tes antara lain : tes wawancara awal, tes kepribadian lisan dan tertulis, tes tertulis Petra, dan tes kesehatan. Dalam penelitian ini, penulis menemukan bahwa proses seleksi yang selama ini telah diterapkan Manajemen Perhotelan tidak dapat memenuhi kriteria standar calon mahasiswa secara maksimal dan mempunyai tingkat penilaian subyektifitas yang tinggi. Keberadaan Biro Bimbingan dan Konseling yang kurang dimanfaatkan untuk berperan sebagai penguji didalam proses seleksi calon mahasiswa baru. Secara keseluruhan, saran-saran yang dapat diberikan oleh penulis adalah pembenahan pada proses seleksi dengan memenuhi standar kriteria yang telah ditetapkan melalui tes kepribadian, tes kesehatan, tes bahasa inggris maupun tes tertulis universitas. Pemberdayaan dosen bahasa inggris, dosen operasional dan Biro Bimbingan Konseling sebagai tim penguji di dalam proses seleksi calon mahasiswa baru. Serta pemberlakuan proses seleksi bagi semua mahasiswa yang melalui jalur prestasi. Sehingga diharapkan mahasiswa yang diterima memenuhi dan sesuai dengan standar kriteria seorang insan perhotelan, yang selanjutnya akan berdampak bagi nama baik Program Studi Manajemen Perhotelan Universitas Kristen Petra.

Keyword : hotel, management, personnel, employees, selection, appointment, student, collage, petra christian universities

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1968/

How Indonesian trainees deal with the culture shock toward the Dutch culture in Golden Tulip Schiphol

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGIANTO;, ERIC

Every nation has its own culture, which influences the way of how they live their life everyday. Problems start to occur when certain people with certain culture meet with different cultures. These problems are well known as Culture Shock. It can cover, not just the way of living, but also the way of working. This is what Petra Christian University students batch 2000 – 2001 are experiencing at present. Within the writers? final year of study, the writers have the opportunity to have a traineeship at Golden Tulip Schiphol, Holland.

Keyword : hotel, management, personnel, golden tulip schiphol, training

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1976/

Pengaruh antara pemberian pelatihan dan pemberian kompensasi terhadap motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : FANI, LOEKITO;

Penulis melihat fenomena yang tejadi sewaktu penulis menjalani training di restoran “X”, The Westin Surabaya ada pernyataan bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan kurang meinadai sehingga dapat menyebabkan penurunan terhadap motivasi kerja karyawan, selain itu karyawan juga kurang termotivasi untuk mengkuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh perusahaan yang sifatnya tidak wajib. Pelatihan sendiri menurut Linda Jerris dibagi menjadi 2, yaitu: off The Job Training dan On The Job Training, Sedangkan kompensasi menurut Dittmer and Griffin dibagi menjadi 4 bagian, yaitu: Kompensasi finansial secara langsung, kompensasi fianansial secara tidak langsung, kompensasi non finansial yang berhubungan dengan pekerjaan, dan kompensasi non finansial yang berhubungan dengan lingkungan keja. Teori Motivasi itu sendiri menurut Dessler terbagi atas: motivasi finansial dan motivasi non finansial. Pada penelitian ini, sampel diambil berdasarkan teknik probability sampling tipe purposive random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak dan jumlah minimal sampel yang diambil berdasarkan jumlah keseluruhan populasi (karyawan) yang ada. Penelitian ini menggunakan riset konklusif deskriptif, yaitu penelitian yang menguraikan secara spesifik pola hubungan variabel-variabel yang mempengaruhi dan dipengaruhi dan dikembangkan atas dasar sampel random yang mewakili seluruh populasi. Untuk mengetahui faktor mana yang lebih dominan diantara kedua variabel bebas tersebut, maka digunakan uji F dan uji t. Uji F fungsinya untuk mengetahui pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap variabel tergantung secara serempak. Uji t fungsinya untuk mengetahui salah satu dari kedua variabel bebas tersebut yang leblh dominan pengaruhnya terhadap variabel tergantung secara parsial. Dan analisis data tersebut didapat F hitung (78,840) > F tabel (3,093), maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berarti secara simultan atau keseluruhan variabel bebas yaitu pelatihan (X1) dan kompensasi (X2) berpengaruh secara nyata terhadap variabel tergantung yaitu motivasi kerja (Y). Dan perhitungan didapat t hitung sebesar 7,299. Karena t hitung 7,299 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Sehingga secara parsial pelatihan (X1) berpengaruh secara nyata terhadap motivasi (Y). Dari perhitungan. juga didapat t hitung sebesar 8,170. Karena t hitung 8,170 > t tabel 1,984, maka Ho ditolak pada level of significant 5 %. Dengan demikian secara parsial kompensasi berpengaruh secara nyata terhadap motivasi . Motivasi kerja karyawan The Westin Surabaya dapat dilihat dari kontribusi variabel kompensasi sebesar 40,70 %, dimana pengaruhnya lebih besar daripada variabel pelatihan sebesar 35,40 % dan sebanyak 41% responden mengnginkan adanya outbond training Iagi dihubungkan dengan pertanyaan yang ada di kuisioner mengenai prioritas yang paling utama bagi responden dalam bekerja sebanyak 5 1% menganggap lingkungan kerja adalah yang paling utama.

Keyword : hotel, personnel, management, westin, training, motivation, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1982/

Analisa pengaruh hygiene factors dan satisfier factors terhadap kepuasan karyawan hotel Mirama Balikpapan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status pernikahan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : INDRIANI, CLARA

Industri pariwisata dianggap mempunyai prospek yang cerah di masa yang akan datang, sedangkan hotel adalah salah satu penunjang paling penting di industri ini. Persaingan di bidang perhotelan semakin lama juga semakin ketat. Untuk itu diperlukan usaha-usaha tertentu dari pihak pengelola hotel agar tingkat turnover karyawan dapat ditekan. Untuk tetap dapat bersaing, Hotel Mirama Balikpapan berusaha untuk meningkatkan kepuasan karyawan mereka. Menurut Herzberg (1959), kepuasan karyawan dapat dibagi menjadi kepuasan dari terpenuhinya hygiene factors dan kepuasan dari terpenuhinya satisfier factors. Kepuasan karyawan akan faktor-faktor ini akan mendorong motivasi kerja, yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas pelayanan yang baik (Richard Sihite:2000). Model analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Dari hasil analisis dan pengujian hipotesis, diketahui Fhitung sebesar 103,464 dan lebih besar dari Ftabel yaitu 3,074. Hal ini menunjukkan bahwa hygiene factors dan satisfier factors memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan karyawan. Sedangkan nilai thitung hygiene factors sebesar 9,245 (lebih besar dari thitung satisfier factors yang sebesar 5,490) menunjukkan bahwa hygiene factors memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kepuasan karyawan dibandingkan dengan satisfier factors. Nilai rata-rata tingkat kepuasan karyawan terhadap hygiene factors dan satisfier factors yang diatas angka 3,5 menunjukkan bahwa karyawan sudah cukup puas dengan faktor-faktor tersebut.

Keyword : hotel, management, personnel, mirama balikpapan, hygiene factors, satisfier factors

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2219/

Blog at WordPress.com.