Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pembuatan program scada berbasis web internet untuk PLC omron CPMI

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LESMANA, MEIRUDY

Perkembangan teknologi yang cukup pesat, menyebabkan banyak industri yang menggunakan teknologi automasi. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan membuat Man Machine Interface yang berbasis Web Internet, sehingga dapat diakses dari jarak jauh. PLC dihubungkan dengan PC menggunakan kabel serial RS-232. Plant berupa sebuah miniatur rumah sederhana, yang terdiri dari 3 buah lampu LED, sebuah fan, dan sebuah lampu dimmer. Plant dikontrol PLC OMRON CPM1 yang diprogram menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui software Syswin 3.0. Program yang digunakan adalah Microsoft Visual Basic 6.0, PHP, dan MySQL. Microsoft Visual Basic 6.0 berfungsi untuk menghubungkan PLC dengan PC. PHP berfungsi untuk menampilkan dalam bentuk web. MySQL berfungsi untuk menyimpan kondisi plant ke dalam suatu database. Sistem ini juga dilengkapi dengan sekuriti, sehingga pengguna harus melakukan “login” terlebih dahulu untuk dapat mengendalikan plant. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini dapat mengetahui apabila plant dinyalakan secara manual dengan switch. Sistem ini juga dapat digunakan oleh beberapa client dalam waktu bersamaan. Konsumsi daya total adalah 2,738 Watt.

Keyword : human machine interface, scada, plc, internet

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4297/

Alat uji kekuatan benang jahit dengan menggunakan plc tsx micro 3721

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DENY, SAMUEL

Era pasar bebas sekarang ini menimbulkan persaingan yang ketat antar pabrik benang. Hal ini disebabkan banyaknya benang jahit yang telah beredar di pasaran. Oleh karena itu setiap pabrik penghasil benang jahit harus memproduksi benang jahit yang mutunya benar-benar terjamin dan juga harga yang tidak mahal. Tujuan dari pembuatan alat uji kekuatan benang ini adalah untuk mengetahui kualitas benang jahit yang ditinjau berdasarkan gaya tarik yang diberikan Alat uji kekuatan benang jahit difungsikan sebagai plant dari sistem yang dikontrol oleh PLC MODICON TSX Micro 3721. Sistem ini menggunakan discreate input output (TSX DMZ 28 DR), analog input module (TSX AEZ 801), bahasa pemograman yang digunakan Ladder diagram. Dalam hal ini komputer akan menampilkan sebuah nilai gaya tarik yang diberikan untuk mengetahui kekuatan benang jahit tersebut dengan bantuan PL7 software (Runtime Screen). Sensor massa yang digunakan adalah strain gages coding sistem. Perancangan sistem ini menggunakan dua buah sensor strain gages yang diletakkan di atas dan di bawah permukaan pelat. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan sistem dapat berjalan tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan, yaitu dalam hal mempertahankan kestabilan dari sensor strain gages. Untuk mempertahankan kestabilan tergantung dari ?R pengukur strain gages itu sendiri. Alat uji ini mempunyai batas range pengukuran yang diijinkan (dengan pelat p=18cm, l=3cm, t=3mm) yaitu dengan memberikan beban berat timbal maksimal sebesar 4 kg atau pada saat pelat mendapatkan tarikan yang setara dengan beban berat timbal maksimal sebesar 4 kg. Pengujian penarikan benang yang dilakukan menggunakan 3 merk benang jahit (A, B, C). Hasil dari pengujian didapat bahwa kekuatan tarik benang untuk merk A (5.10929 Newton), merk B (4.08396 Newton), merk C (3.4589 Newton).

Keyword : strain gages cencor, measure of calibration, plc, runtime screen

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4401/

Pembuatan program man machine interface dengan simple database untuk plc omron

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TJAHYONO, RUDY

Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk membuat Man Machine Interface yang ber database dari suatu plan sederhana yang dikontrol oleh PLC dari vendor OMRON dengan menggunakan kabel serial RS-232 sebagai media komunikasi antara PC dengan PLC. Plant dibuat dalam bentuk miniatur rumah yang sederhana. Plan ini dikontrol oleh sebuah PLC OMRON CPM1 dan proses kerjanya ditampilkan pada sebuah software SCADA yang memakai Microsoft Visual Basic 6.0. Program PLC menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui software Syswin 3.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini sudah dapat menyalakan 3 LED, sebuah fan dan sebuah lampu dimmer dan juga mampu memonitor apabila dinyalakan dengan tombol dari luar. Adapun konsumsi daya total adalah 2.744 Watt. Kerusakan pada hardware di luar PLC tidak akan terdeteksi dikarenakan software hanya akan membaca kondisi PLC.

Keyword : automation, plc, scada

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4465/

Pembuatan software scada pada proses produksi minuman berbasis wonderware intouch 9.0

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIJAYA, HENDRI

Tugas akhir ini dibuat sebagai salah satu bentuk simulasi dari proses produksi minuman yang terjadi dalam dunia industri. Tugas akhir ini juga dilengkapi dengan SCADA sistem, yang akan memberikan gambaran lebih nyata tentang proses yang dimaksud. Untuk lebih memudahkan proses kontrol dan monitoring, maka bentuk dan ukurannya-pun dibuat menyerupai plant yang ada di dalam dunia industri. Plant produksi minuman yang digunakan adalah pengembangan dari tugas akhir Sdr. Ricky Subagio (Tugas akhir No.0201076/ELK/2005). PLC yang digunakan sebelumnya adalah dua buah PLC Schneider TSX Micro 37-21. Sekarang digunakan satu buah PLC Omron Sysmac C-40H. Software SCADA yang digunakan dalam plant tersebut adalah Wonderware Intouch 9.0. Untuk membuat ladder diagram digunakan software SSS (Sysmac Support Software). Plant tersebut mengalami perbaikan di Valve A (Valve ini untuk mengalirkan air dari tangki A ke tangki C), Valve B (Valve ini untuk mengalirkan air dari tangki B ke tangki C) dan Valve filler (Valve ini mengisi air dari tangki D ke dalam gelas). Serta ada penambahan satu limit switch. Dari pengujian yang dilakukan, dengan penggantian Valve A dan Valve B debit air yang keluar dari tangki A dan tangki B lebih banyak. Sedangkan dengan penggantian Valve filler dan dengan adanya penambahan limit switch, air yang keluar lebih merata. Dengan menggunakan software Wonderware Intouch 9.0. kita dapat lebih mudah untuk memonitor keadaan plant sebenarnya serta dapat mengontrol plant.

Keyword : plc, scada software, valve, limit switch

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4939/

Modul editor dan parameter monitor PLC FESTO berbasis mikrokontroler MCS51

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , HENDRA

Operator alat kontrol industri seringkali harus mengubah parameter program alat kontrol mereka. Umumnya operator akan menghubungi programmer, yang biasanya akan menggunakan laptop untuk mengubah parameter program tersebut. Modul Editor dapat mengatasi masalah tersebut. Operator dapat mengubah parameter program mereka langsung dari Modul Editor. Modul Editor ini juga dapat difungsikan sebagai display, yang secara aktif akan membaca kondisi parameter-parameter penting dari alat kontrol industri. Modul Editor mempunyai empat mode, yaitu User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode. Pengujian dilakukan dengan tiga kategori uji, yaitu Error Handling, Modes Switching dan Editing. Tiap kategori uji akan dibagi lagi dalam beberapa sub-kategori uji dimana masing-masing pengujian akan dilakukan dalam empat mode, yaitu User Mode, Command Interpreter Mode, Monitor Mode dan User Monitor Mode. Untuk kompatibilitas, masing-masing pengujian dilakukan pada tiga tipe PLC FESTO, yaitu FC30, FC34 dan FC640. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Modul Editor cukup layak operasi.

Keyword : plc, microcontroller, modul editor

Sumber : http://repository.petra.ac.id/785/

Piranti uji kelayakan alat pabrik terhadap temperatur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BASUKI, HARI

Pada tugas akhir ini dibuat piranti uji kelayakan alat pabrik terhadap temperatur. Piranti tersebut dapat mensimulasikan kondisi suhu ruang pada pabrik sehingga uji coba peralatan elektronik pabrik dapat dilakukan di luar area pabrik. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dalam perawatan dan pembelian suku cadang elektronik mesin pabrik. Piranti uji tersebut menggunakan PLC festo FEC-30 dengan metode fuzzy yang dikenal sebagai FuzzIPC. Dimensi piranti uji kontrol suhu 30cm x 30cm x 45cm dengan bahan tripleks dan pintu kaca. Sumber panas yang digunakan adalah 4 buah lampu 100 Watt, 2 buah kipas sebagai pendingin serta sensor suhu PT100 dengan RI Transmiter yang berkomunikasi dengan ADC. Piranti uji mampu mensimulasikan suhu dari 25 derajat C-60 derajat C. Interval suhu ini cukup mewakili suhu pabrik pada kondisi mesin dingin maupun panas. Kemampuan piranti uji untuk menstabilkan suhu terhadap gangguan luar cukup baik yaitu berkisar ?1 derajat C. Untuk perubahan ekstrim misal dari suhu 25 derajat C ke suhu 60 derajat C, alat ini membutuhkan waktu 23 menit pada pemanasan maksimum.

Keyword : PLC, STL festo, fuzzy, temperature, fuzzIPC

Sumber : http://repository.petra.ac.id/875/

Pengendalian level air menggunakan PLC berbasis jaringan internet dengan memanfaatkan windows socket

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ELISAFAN, ANDREAS

Sistem pengendalian dan monitoring yang terdapat pada sistem kendali konvensional biasanya berada di sekitar plant. Pada sistem kendali modern, proses pengendalian dan monitoring dapat dilakukan dari jarak jauh melalui internet. Tugas akhir ini adalah salah satu contoh aplikasi sistem kendali modern. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk membuat software yang dapat melakukan proses monitoring, setting pada memory PLC. Software ini juga dapat digunakan untuk megendalikan level ketinggian air melalui komputer server maupun melalui komputer client yang terhubung dengan komputer server di dalam suatu Local Area Network (LAN) ataupun melalui internet. Proses dikendalikan menggunakan PLC Omron CPM-1 yang terhubung dengan komputer server melalui kabel serial port RS-232. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini sudah dapat berjalan dengan baik beserta dengan fitur-fiturnya yaitu monitoring, setting dan aplikasi pengendalian level ketinggian air.

Keyword : automation, PLC, wndows socket

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2524/

Aplikasi komunikasi plc micro TSX 37-21 dan V5.0 dan variable speed drives ATV 31 HU15M2A 1,5 KW/2HP menggunakan protokol modbus

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KURNIAWAN, YOHANES

Tugas akhir ini menggunakan MODBUS sebagai protokol komunikasinya karena kelebihannya dalam konfigurasi sistem yang memerlukan satu master dan beberapa slave. Koneksi dari master ke slave dengan MODBUS sangat mudah. Cukup dengan men-set address masing-masing slave yang berbeda dan dihubungkan dengan hubungan daisy chain yang sederhana. Selain itu MODBUS terdapat fasilitas error checking yang memungkinkan data yang dikirim sampai ketujuan. Juga karena MODBUS menggunakan RS-485 sebagai physical interface-nya sehingga MODBUS dapat dipakai pada tempat-tempat dengan interferensi gelombang elektromagnetik yang tinggi. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk mengaplikasikan protokol MODBUS yang ada di terminal port TER PLC Micro TSX 37-21 untuk mengontrol dan memonitor Variable Speed Drives ATV 31, dengan menggunakan konfigurasi MODBUS master-slave, PLC sebagai master dan ATV 31 sebagai slave. Program PLC menggunakan ladder diagram yang dibuat melalui Software PL7 Pro 4.3. Kabel yang digunakan adalah serial RS-485. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini sudah dapat berjalan dengan baik pada 5 buah ATV 31 untuk 5 buah motor AC. Hal ini ditunjukkan dengan PLC dapat memonitor kelima ATV 31 dengan perintah READ, dan dapat mengontrolnya dengan perintah WRITE.

Keyword : automation, plc

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3329/

Kontrol mesin bor otomatis menggunakan PLC

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, DAVID

Mesin bor otomatis dibuat dengan tujuan agar dapat dilakukan pengeboran PCB secara otomatis. Pengeboran PCB otomatis ini menggunakan kamera sebagai sensor pendeteksi koordinat pad atau via. Kamera berfungsi menangkap gambar print out sebuah PCB kemudian dengan metode image processing dapat diketahui dan diambil koordinat pengeborannya. Tugas akhir ini dibuat untuk mengetahui bagaimana hasil pengeboran apabila mesin bor otomatis tersebut dikontrol sepenuhnya menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Proses pengambilan koordinat akan dilakukan pada PC (Personal Computer) dengan menggunakan tiga macam metode yaitu metode image processing, metode file text, dan metode manual. Hasil dari proses pengambilan koordinat ini akan dikirimkan oleh PC ke PLC menggunakan prosedur Host Link. Pengujian telah dilakukan pada 3 buah PCB dengan jumlah dan posisi hole yang berbeda-beda. Dari hasil pengujian didapat bahwa waktu pengeboran yang dibutuhkan pada sistem ini cukup lama yaitu kurang lebih 28 menit untuk PCB pengujian 16 hole, 19 menit untuk PCB pengujian 21 hole, dan 29 menit untuk PCB pengujian 34 hole. Ini disebabkan adanya keterbatasan pada PLC dan motor stepper yang dipakai. Sedangkan tingkat ketelitian dari sistem ini cukup baik, hal ini diketahui dari nilai rata-rata error yang didapat selalu kurang dari 1 milimeter. Jadi dapat disimpulkan bahwa PLC dapat dipakai untuk mengontrol mesin bor otomatis ini.

Keyword : image processing, automatic drilling machine, pcb, plc, pc

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3483/

Simulasi kontrol lift menggunakan PLC berbasis fuzzy logic

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DAVID, ALBERTUS

Dalam perkembangan teknologi saat ini, mengakibatkan muncul bangunan-bangunan pencakar langit ataupun bangunan bertingkat yang tinggi. Untuk mendukung keberadaan bangunan-bangunan tersebut diperlukan suatu sistem transportasi vertikal yang mempunyai kecepatan tinggi, tingkat kenyamanan tinggi serta keamanan dan stabilitas yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan ini, salah satu pengontrol yang bisa digunakan adalah PLC Omron C200HG. Dalam perencanaan sistem ini selain menggunakan digital I/O, juga menggunakan beberapa spesial unit PLC Omron seperti analog output, fuzzy logic unit, dan high speed counter. Metode fuzzy logic digunakan untuk mengontrol posisi sangkar. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dapat dilihat bahwa respon sistem yang dihasilkan cukup baik, dimana steady state error-nya lebih kecil dari 1 % dan settling time per lantainya mencapai 3.0 s/d 5.3 detik dengan jarak simulasi per lantai adalah 37 cm.

Keyword : elevator, programable logic controller, plc, fuzzy logic

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3808/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.