Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Wacana perempuan yang menjalani hidup poligami dalam film “Berbagi Suami”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RESTY, KHANDAR

Poligami adalah ikatan perkawinan yang salah satu pihak (suami) mengawini beberapa (lebih dari satu) istri dalam waktu bersamaan. Film “Berbagi Suami” adalah film Indonesia yang bertema poligami yang melihat dari perspektif perempuan. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana wacana perempuan yang menjalani hidup poligami disampaikan dalam film “Berbagi Suami”. Untuk mengetahui bagaimana wacana perempuan yang menjalani hidup poligami disampaikan dalam film “Berbagi Suami”, peneliti menggunakan metode analisa wacana dengan teori Teun A van Dijk. Elemen-elemen yang digunakan adalah strukutur makro, superstruktur dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Berbagi Suami” ingin menyampaikan bahwa kehidupan poligami adalah hal tidak diinginkan oleh perempuan (istri).

Keyword : woman, patriarchy, polygamy

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5231/

Advertisements

Film dan poligami: gambaran poligami dalam film “Berbagi Suami”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WICAKSONO, AGUNG

Film “Berbagi Suami” adalah sebuah film yang mengangkat tema poligami dari sudut pandang perempuan Indonesia. Film yang bercerita tentang poligami ini berpusat pada tiga perempuan dari latar belakang kelas sosial, status ekonomi, dan etnis yang berbeda. Menggunakan metode semiotika televisi John Fiske dengan level ideologi dan unit analisis setting, karakter, dialog dan konflik, peneliti ingin mengetahui bagaimana poligami digambarkan dalam film “Berbagi Suami”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa poligami dapat terjadi pada perempuan manapun dengan latar belakang dan status sosial ekonomi yang beragam. Karakter perempuan, peran dan kedudukan perempuan, seksualitas menggambarkan bahwa poligami adalah praktik pernikahan dimana laki-laki adalah yang `mendominasi?, `berkuasa?, dan “harus dipuaskan”, sementara perempuan sebaliknya. Pada akhirnya perempuan terpaksa menerima praktik poligami, terutama ketika diatasnamakan agama. Poligami merupakan bentuk praktik ideologi patriarki yang terdapat dimasyarakat. Patriarki menyentuh pada seluruh praktik kehidupan manusia tanpa membedakan agama, etnis, status sosial ekonomi dan pendidikan. Patriarki yang terbentuk dalam masyarakat bermula dari pola pendidikan dalam ruang lingkup masyarakat terkecil yaitu keluarga, yang pada akhirnya memposisikan perempuan sebagai subordinat dan laki-laki sebagai superior.

Keyword : film, women, portrayal, polygamy, patriarchy

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5232/

Create a free website or blog at WordPress.com.