Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh getaran pada pengecoran gravitasi silinder pejal

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MARSETIOADI, DEDY

Silinder pejal merupakan bahan yang dapat digunakan dalam proses produksi, baik sebagai raw material produksi maupun sebagai produk jadi. Namun dari kedua fungsi dalam proses produksi tersebut, silinder pejal tersebut harus mempunyai kualitas dengan cacat porositas yang minimum. Porositas adalah suatu cacat (void) pada produk cor yang dapat menurunkan kualitas benda tuang. Salah satu penyebab utama terjadinya porositas pada penuangan paduan aluminium silikon adalah gas hidrogen. Maka itu digunakan metode pengecoran dengan getaran. Getaran merupakan suatu agitasi pada logam cair saat pembekuan, dimana akan mempengaruhi gerakan atomatom. Sehingga jika diberi getaran akan menyebabkan gerakan atom-atom lebih besar. Akibatnya gerakan atom-atom tersebut dapat mengeluarkan hidrogen yang terperangkap keluar dari logam cair saat pembekuan, sehingga dapat mengurangi jumlah cacat porositas produk cor. Silinder cor dengan pengecoran getaran mempunyai jumlah cacat porositas yang lebih sedikit dibandingkan dengan pengecoran tanpa getaran. Bentuk butir yang dihasilkan pada silinder cor dengan pengecoran getaran menghasilkan bentuk equiaxed, baik untuk bagian pusat, tengah dan tepi silinder cor.

Keyword : porosity, aluminium silicon, vibration casting

Pembuatan keramik alumina dengan proces slip casting

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EKO, DENNY

Penelitian ini mempelajari pengaruh variasi % berat alumina terhadap penyusutan, porositas, kekerasan, dan bulk density yang dihasilkan pada pembuatan keramik alumina. Metode pembuatan keramik alumina dilakukan dengan proses slip casting dengan variasi berat alumina dalam slip, yaitu 40%, 50%, dan 60% berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bulk density maupun kekerasan yang dihasilkan sampel dengan 60% berat alumina paling tinggi yaitu 49,56% berat jenis teoritis dan 334,67 Kgf/mm? dibanding sampel dengan 50% berat alumina yaitu 46,72% berat jenis teoritis dan kekerasan 282,67 Kgf/mm?. Sampel dengan 40% berat alumina memiliki berat jenis teoritis paling rendah yaitu 40% berat jenis teoritis. Hal ini didukung oleh pangamatan struktur mikro dengan SEM yang menunjukkan porositas paling rendah pada 60% berat alumina. Hal yang sama diperoleh pada penyusutan yang juga menunjukkan paling rendah pada sampel dengan 60% berat alumina. Hasil diatas dikarenakan oleh sampel dengan 60% berat alumina memiliki kontak antar partikel paling banyak dibanding 50% dan 40% berat alumina sehingga proses difusi selama proses sinter terjadi paling efektif.

Keyword : sintering temperature, alumina, slip casting, shrinkage, porosity, hardness, bulk density

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3035/

Blog at WordPress.com.