Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan sistem perawatan mesin produksi dengan mempertimbangkan faktor biaya di PT Sri Intan Toki Industri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SUPRAPTO, PANG

Peralatan di industri dalam operasionalnya akan mengalami kerusakan. Begitu juga halnya peralatan produksi di PT Sri Intan Toki Industri yang memproduksi mug dan tea set. Selatna ini perusahaan menggunakan corrective maintanance dalam perawatan mesinnya. Penulisan ini menjelaskan analisis kerasakan untuk membandingkan corrective maintanance dengan preventive maintanance. Analisa ini juga meninjau faktor biaya perawatan sehingga mendapatkan nilai yang optimal. Preventive maintanance dapat memberikan nilai yang optimal untuk keandalan peralatan dibandingkan dengan corrective mainlanance yang diterapkan perusahaan sekarang ini.

Keyword : maintanance, corrective maintenance, preventive maintenance, spare parts replacement

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1071/

Perancangan sistem maintenance di PT. Mercu Gramaron

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KIANLI, YANTO

PT. Mercu Gramaron adalah sebuah perusahaan yang memproduksi marmer dan granit. Selama ini mesin yang paling sering rusak adalah mesin GangSaw dan mesin Brema, untuk mengatasi kerusakan mesin tersebut perusahaan menerapkan sistem perawatan korektif. Sistem perawatan yang ada sekarang ini dirasakan kurang ekonomis mengingat kerugian yang dialami perusahaan akibat terhentinya proses produksi. Karena hal tersebut perusahaan ingin melakukan perubahan dalam sistem perawatannya yaitu melaksanakan preventive maintenance. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang sistem yang tepat sesuai dengan kondisi pabrik agar terjadi peningkatan efektivitas fasilitas melalui penjadwalan perawatan dan pendokumentasian kerusakan-kerusakan yang sering terjadi. Hasi! yang didapatkan dari perumusan yang dilakukan adalah nilai efektivitas fasilitas untuk mesin GangSaw dan mesin Brema. Selain itu juga didapatkan perhitungan selang penggantian komponen yang optimal terhadap komponen yang sering rusak, serta menambah form-form yang dianggap perlu bagi perusahaan seperti: form catatan riwayat mesin, form checklist, dan form pelaksanaan preventive maintenance.

Keyword : marble, granite, preventive maintenance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1593/

Perancangan jadwal preventive maintenance yang optimal di PT. Gunawan Dianjaya Steel

Filed under: Uncategorized — Tags: — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, IWAN

PT. Gunawan Dianjaya Steel merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1988. Perusahaan ini memproduksi plat baja. Permasalahan yang sering terjadi di lantai produksi adalah adanya down time yang tinggi. Down time tersebut sebagian besar disebabkan karena adanya masalah pada mesin-mesin yang digunakan di mana mesin yang digunakan kadangkala mengalami kerusakan secara tiba-tiba sehingga proses produksi terpaksa dihentikan untuk melakukan perbaikan. Tujuan dari tugas akhir ini adalah merancang jadwal perawatan pencegahan dan melakukan pendokumentasian terhadap kerusakan-kerusakan tersebut, sehingga diharapkan dapat menekan down time yang terjadi. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan perhitungan selang waktu penggantian komponen yang optimal dengan menggunakan model penggantian komponen yang mempertimbangkan total biaya harapan minimum. Kemudian dilakukan analisa biaya untuk membandingkan jadwal perawatan komponen satu per satu atau jadwal perawatan komponen gabungan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa jadwal perawatan yang optimal diperoleh dengan menggunakan selang penggantian komponen secara gabungan.

Keyword : preventive maintenance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1602/

Perancangan sistem perawatan mesin produksi dengan mempertimbangkan produksi dengan faktor biaya di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DEBORA, FRANCISCA

PT. X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan lemak coklat (cocoa butter) sebagai produk utamanya dan produk sampingan berupa bubuk coklat (cocoa powder) dan cake hasil pengepresan (kible cake). Selama ini perusahaan menggunakan corrective maintenance (setelah mesin mengalami kerusakan) dalam perawatan mesin-mesin produksinya, sehingga perusahaan memerlukan penjadwalan penggantian komponen yang baik agar tidak menimbulkan biaya kehilangan produksi yang harus ditanggung oleh perusahaan. Penulis melakukan penjadwalan penggantian komponen terhadap komponen Feld Cord, Screen dan Slang Flexible yang terdapat pada mesin Cocoa Press 1 dan Cocoa Press II. Metode penelitian yang dilakukan adalah pengambilan data selang waktu antar kerusakan mesin untuk mendapatkan nilai mean dan standar deviasi, kemudian uji distribusi untuk mengetahui jenis distribusi tiap komponen serta nilai MTTF-nya. Dan juga perlu diadakan perhitungan biaya kehilangan produksi agar dapat menghitung nilai Cp dan Cf. Setelah itu akan didapatkan waktu optimal (tp) dan total biaya minimum (Tc) untuk penggantian komponen. Penulisan ini menjelaskan analisa kerusakan untuk membandingkan corrective maintenance dan preventive maintenance.

Keyword : maintenance, spare parts replacement, corrective maintenance, preventive maintenance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1701/

Analisa efisiensi produksi di PT. Sakata Angkasa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KHO, MELIAERLINA

PT. Sakata Angkasa merupakan perusahaan yang memproduksi base caps dengan bahan baku awal yaitu aluminium dan kuningan. Hasil produksinya terdiri dari komponen lampu TL dan lampu pijar dengan berbagai ukuran. Tujuan yang hendak dicapai dalam pengerjaan Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisa penyebab ketidakefisiensian produksi yang terjadi di perusahaan, karena pengukuran efisiensi dapat digunakan untuk menganalisa seberapa baik kondisi suatu proses produksi yang dipandang dari segi pemakaian sumber daya (input) dalam menghasilkan output produksi. Pada PT. Sakata Angkasa ini yang menjadi indikator pengukuran efisiensi produksi yaitu efisiensi material dan efisiensi mesin. Pengolahan data yang dilakukan akan menghasilkan usulan perbaikan berkaitan dengan efisiensi material dan efisiensi mesin. Pada efisiensi material diberikan usulan perbaikan berupa Process FMEA untuk memperbaiki proses produksi empat tipe base caps yang dibahas secara kontinu, dengan penetapan tindakan perbaikan untuk mengurangi jumlah produk cacat yang dihasilkan, dan dapat mendeteksi kegagalan proses yang terjadi. Sedangkan pada efisiensi mesin diberikan usulan perbaikan berupa penjadwalan perawatan/ penggantian preventif komponen mesin produksi setelah jam produksi perusahaan/ pada jam lembur perusahaan untuk mengurangi prosentase delay/ aktivitas nonproduktif mesin selama jam produksi, dengan biaya perawatan yang minimum.

Keyword : efficiency, production planning, material Efficiency, machine efficiency, fmea, preventive maintenance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2640/

Peran daily check dan preventive maintenance dalam program TPM di PT. Spindo unit I

Author : SUPRAYITNO, TONY

PT. SPINDO adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan pipa baja. PT. SPINDO Unit I telah memulai pelaksanaan TPM ( Total Productivity Maintenance ) sejak Desember 2003. Penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk melihat apakah TPM yang sudah dijalankan sudah efektif. Adapun cara yang dipakai untuk melihat apakah TPM yang dijalankan sudah efektif atau belum adalah dengan membandingkan nilai OEE ( Overall Equipment Effectiveness ) saat ini dengan OEE tahun lalu, serta target yang sudah ditentukan untuk tahun 2004. Usulan untuk mengefektifkan TPM adalah dengan jalan mengefektifkan daily check dan preventive maintenance yang sudah ada. Untuk itu perlu menganalisa pelaksanaannya dan meneliti guna melihat apakah daily check dan preventive maintenance yang ada sudah efektif. Penulisan Tugas Akhir ini juga memberikan beberapa usulan untuk mengefektifkan daily check dan preventive maintenance, yang pada akhirnya mengefektifkan TPM.

Keyword : maintenance, spindo, total productivity maintenance, overall equipment effectiveness, daily check, preventive maintenance

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2893/

Penjadwalan perawatan mesin-mesin produksi di PT. Alam Kayu Sakti

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRAKOSO, AGUNG

P.T. Alam Kayu Sakti adalah sebuah perusahaan yang bergerak di industri mebel. Perusahaan ini menerapkan perawatan korektif. Perawatan Korektif bukanlah jalan yang baik, karena dengan perawatan korektif akan timbul biaya kehilangan produksi. Biaya kehilangan produksi merupakan biaya yang terbesar pada struktur biaya. Perlu dilakukan perubahan pada aktifitas perawatan. Perubahan dari perawatan korektif ke perawalan preventif. Penjadwalan akan dilakukan terhadap 10 komponen kritis. Pemilihan komponen kritis lersebut menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Langkah pertama kemudian dilakukan uji distribusi kerusakan unluk menentukan distribusi yang cocok dengan data, lalu menentukan nilai keandalannya lalu menghitung nilai biaya total optimal. Langkah berikutnya adalah dilakukan penjadwalan berdasarkan niiai total biaya optimal.

Keyword : machine maintenance, preventive maintenance, planned maintenance, mainlenance scheduling

Penerapan sistem preventive maintenance dengan modularity design di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , LINAWATI

PT “X” yang memproduksi tepung ikan, mempunyai masalah dalam hal maintenance. Perusahaan tidak bisa melakukan preventive maintenance karena belum adanya sistem preventive maintenance yang baik di perusahaan tersebut. Selama ini perusahaan hanya melakukan penggantian setelah komponen tersebut mengalami kerusakan (corrective maintenance). Dalam tugas akhir ini dirancang suatu sistem preventive maintenance dengan modularity design yang dapat membantu PT “X” mengatasi permasalahannya. Pengolahan data ini mencakup penghitungan selang waktu penggantian yang optimal dengan memperhitungkan keandalan dan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan seminimal mungkin. Setelah itu dilakukan analisa biaya antara sistem corrective, preventive dan preventive dengan modularity design. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan menerapkan preventive maintenance dengan modularity design akan menurunkan biaya dari keadaan awal (corrective) sebesar Rp. 53.393.251,6 menjadi Rp. 39.266.097,9 (-35,98 %).

Keyword : preventive maintenance, modularity design, minimum cost

Sumber : http://repository.petra.ac.id/944/

Blog at WordPress.com.