Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Implementasi module sales and distribution (sandd) enterprise resource planning (erp) dengan mfg pro ver. eb2 (qad) di pusat reparasi dan informasi (pri) PT. Akari Indonesia (ai)

Author : YUSANTO, RENIE

Implementasi ERP dengan menggunakan modul penjualan dan distribusi di unit Pusat Reparasi dan Informasi (PRI) Surabaya, Jakarta, dan Malang PT. Akari Indonesia, merupakan langkah yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengganti sistem teknologi informasi lama dengan sistem berbasis ERP sesuai dengan tuntutan era globalisasi sekarang ini. Dimulai dari pemilihan program yang sesuai, pemilihan konsultan, penyesuaian program dengan sistem perusahaan, pelatihan, proyek percontohan, evaluasi hasil, dan diakhiri dengan pengembangan dan perawatan sistem yang telah berjalan. Melalui implementasi ERP ini diharapkan kinerja perusahaan dapat ditingkatkan secara maksimal, serta visi perusahaan dapat dicapai.

Keyword : production planning, management, erp mplementation in akari indonesia, sales and distribution module, information technology system, service station

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2955/

Perencanaan dan pengendalian produksi di PT. Interkraft

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDHIPRAMANA, HENDRA

Perkembangan industri akhir-akhir ini sangat pesat dinegara kita, oleh karena itu persaingan yang adapun semakin ketat. Dalam menghadapi persaingan tersebut, perencanaan dan pengendalian produksi mutlak perlu dilakukan sehingga produksi yang ada dapat berjalan dengan lancar dan baik. Salah satu cara adalah pemberian tools tambahan yang dapat membantu kelancaran produksi. Route Sheet sebagai alat bantu perencanaan dan petunjuk standar proses apa saja yang harus dilalui suatu komponen. Job Sheet sebagai alat bantu pengontrolan terhadap jalannya produksi apakah yang kita rencanakan sudah berjalan dengan benar. Sehingga dengan kedua alat diatas, produksi dapat terencana dengan baik dan terkontrol pelaksanaannya.

Keyword : production planning, control, standarized process

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2564/

Perancangan sistem perencanaan dan pengendalian produksi di CV. Olympic Makmur Jaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EFFENDY, JOHNSON

CV. OLYMPIC MAKMUR JAYA merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang pembuatan air minum dalam kemasan (AMDK), di mana perusahaan ini masih belum memiliki sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang terintegrasi. Pada sistem yang lama perencanaan produksinya hanya berdasarkan pada permintaan tiap harinya atau sistem produksi dapat dikatakan make to order. Pada sistem produksi make to order ini sering terjadi set up mesin akibat dari permintaan yang mendadak, sehingga produktivitas dari mesin akan menurun. Sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut maka perlu dilakukan perancangan sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang baru, di mana dalam mengatasi masalah permintaan yang mendadak tersebut dapat dilakukan dengan pengendalian stock produk jadi atau sistem produksi make to stock . Sehingga perubahan penjadwalan produksi atau set up dari mesin akibat dari permintaan ya ng mendadak tersebut dapat dikurangi.

Keyword : production control, production management, production planning, olympic makmur jaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2808/

Perencanaan produksi dan pengendalian inventory di Jaya Metal Coating

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DANISWARA, DENIS

Jaya Metal Coating adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan frame kursi atau kerangka kursi. Permasalahan yang dialami perusahaan saat ini adalah sering terjadinya keterlambatan dalam pemenuhan order dan tidak adanya pengaturan persediaan bahan baku yang baik. Hal ini mengakibatkan kepercayaan terhadap perusahaan menurun. Untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam perusahaan maka diperlukan suatu perencanaan produksi yang baik. Dalam tugas akhir ini dibuat perencanaan produksi usulan dengan menggunakan minimum order dan safety stock sebagai peramalan permintaan di masa mendatang. Dengan menggunakan minimum order didapatkan total inventory cost yang paling rendah yaitu sebesar Rp. 32939. Kemudian hasil dari perencanaan produksi usulan digunakan sebagai input bagi MRP untuk merencanakan jumlah bahan baku yang diperlukan. Pada perencanaan persediaan bahan baku usulan digunakan metode Silver Meal, Least Unit Cost, dan Wagner Whitin. Biaya yang ditimbulkan oleh ketiga metode tersebut untuk bahan baku pipa oval 6 meter, 5.6 meter dan pipa bulat 6 meter sama yaitu sebesar Rp. 53271, Rp. 65089 dan Rp. 85541. Hal ini dikarenakan ketiga metode tersebut harus disesuaikan dengan minimum order yang ditetapkan oleh supplier. Sedangkan untuk bahan baku plat biaya yang paling kecil adalah dengan menggunakan metode Silver Meal dan Wagner Whitin yaitu sebesar Rp. 20200.

Keyword : production planning, material requirement planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3965/

Perancangan sistem perencanaan dan pengendalian produksi di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEKAMTO, NICO

PT. “X” adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan ringan. PT. “X” belum memiliki sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang terstruktur dengan baik. Selama ini proses perencanaan dan pengendaliannya seringkali dilakukan secara trial and error saja. Akibatnya performa produksinya menjadi tidak maksimal, sehingga sering terjadi kegagalan dalam memenuhi target pengirimannya. Berdasarkan hal tersebut, disusunlah sistem perencanaan dan pengendalian produksi yang mengacu pada sistem Manufacturing Resource Planning, dimulai dari pengukuran kapasitas perusahaan sampai perancangan sistem penjadwalan dan pengontrolannya. Sistem penjadwalannya menggunakan metode First Come First Served, dengan penerapan tool penjadwalan berbasis Excel. Sementara sistem pengontrolannya berbasis Production Activity Control dan dilengkapi dengan Shop Information Packet (SIP). Dari penelitian diketahui bahwa dengan dasar yang kuat dalam proses perencanaan dan pengendaliannya, PT. “X” dapat meningkatkan kemampuan perencanaan dan pengendalian produksinya. Kini perencana dapat menetapkan target pengirimannya dengan tepat; selain itu, beban produksi teralokasikan dengan lebih baik, lebih sesuai kebutuhan. Sementara penggunaan SIP membantu proses penelusuran kinerja produksinya, termasuk dalam pelacakan keborosan penggunaan materialnya. Hal ini dapat dilakukan karena sistem yang ada memungkinkan PT. “X” untuk melakukan proses pelaporan dan pengumpanan balik.

Keyword : production planning, control, manufacturing resource planning, scheduling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2589/

Identifikasi penyebab keterlambatan pengiriman produk jadi di PT Bahari Mitra Surya dengan analisa manufacturing resource planning (MRP II)

Author : CHANDRA, LYDIA

PT Bahari Mitra Surya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi mebel. Keterlambatan dalam melakukan pengiriman produk jadi ke konsumen dapat menyebabkan tingkat kepuasan konsumen menurun. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja MRP II yang ada di perusahaan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari tiap bagian, mengetahui bagian mana yang lemah, dan memberikan usulan perbaikan. Dari hasil perhitungan kinerja tiap indikator, ada kelemahan di bagian release reability dan schedulle performance pada pengiriman produk jadi yang disebabkan oleh keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier. Usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dengan cara memperpendek lead time pesanan diterima atau dengan membuat inventori bahan baku. Hasil yang didapat melalui cara inventori adalah pengurangan keterlambatan bahan baku sebesar 81,24%.

Keyword : inventory control, manufacturing, production planning, manufacturing resource planning, performance analysis, production planning and inventory control (ppic)

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2822/

Perancangan supply chain management di PT Sinar Unigrain Indonesia

Author : JAYA, CHANDRA

PT Sinar Unigrain Indonesia merupakan perusahaan yang mengolah bahan baku jagung menjadi tepung jagung. Permasalahan yang dialami perusahaan saat ini adalah belum adanya suppliers utama yang dapat memberikan bahan baku dengan kualitas bagus. Selain itu adanya kutu yang muncul pada bahan baku maupun produk jadi disebabkan karena bahan baku dan produk jadi yang ada disimpan terlalu lama. Dengan demikian perusahaan memerlukan adanya perancangan supply chain management dengan melakukan pemilihan supplier dan adanya perencanaan serta penjadwalan produksi yang memperhatikan periode munculnya kutu. Pemilihan supplier menggunakan metode AHP dan pengamatan secara langsung, sehingga akan didapatkan urutan suppliers mulai dari yang terbaik sampai yang terjelek. Sedangkan untuk mengatasi masalah kutu dilakukan dengan perencanaan produksi berdasarkan probabilistic model dan penjadwalan produksi berdasarkan metode first come first serve. Hasil dari perancangan supply chain management di PT Sinar Unigrain Indonesia adalah urutan supplier mulai dari yang terbaik sampai yang terjelek dan adanya penghematan biaya inventory sebesar 81,247 %.

Keyword : ahp, probabilistic models, supply chain management, rank of suppliers, production planning, production schedulling, first come first serve

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4015/

Pengukuran kinerja operator packer di divisi B III untuk menunjang perencanaan kerja yang lebih efektif di PT. xXx

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOETOMO, MARCUS

PT Rexplast merupakan perusahaan yang telah lama berdiri, namun dalam perkembangannya tentu saja mengalami masalah selayaknya perusahaan yang lain. Dimana salah satunya adalah masalah yang terkait dengan ketenagakerjaan, maka masalah ini diangkat menjadi topik sehingga nanti perencanaan kerja yang terjadi dapat menjadi lebih optimum.

Keyword : work measurement, production planning

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2593/

Upaya meminimasi bottle-neck di lini produksi PT. Halimjaya Sakti dengan pendekatan simulasi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , YENNY

Dalam tugas akhir ini dibahas mengenai upaya untuk mengatasi penimbunan barang setengah jadi di lantai produksi. Masalah ini dikenal dengan nama bottle-neck. Penyebab bottle-neck adalah ketidakseimbangan kecepatan proses-proses produksi yang ada dan pengaturan unit sumber daya yang kurang tepat. Pada umumnya, jika masalah bottle-neck dapat diatasi, maka output produksi juga akan meningkat. Cara yang digunakan adalah pendekatan simulasi dan dibantu oleh software Pro Model. Pertama-tama, dilakukan pengumpulan data waktu dan jarak yang akan menjadi input pada software. Dari general report simulasi didapatkan informasi mengenai bagian-bagian proses yang mengalami bottle-neck. Bagian-bagian proses yang bermasalah akan dianalisa untuk menentukan jumlah operator dan mesin yang dibutuhkan, sehingga dapat tercapai kesetimbangan lintasan. Bagian lokasi lain yang juga perlu dianalisa adalah conveyor. Berdasarkan model awal, disusunlah suatu usulan yang kemudian dikembangkan menjadi tiga usulan lain. Model usulan yang dipilih akan menjadi acuan untuk menentukan jumlah unit kerja di lokasi proses produksi yang mengalami masalah bottle-neck. Dengan upaya kesetimbangan lintasan, maka diperoleh penurunan jumlah antrian sebesar 1.4% dan peningkatan output produksi mingguan sebesar 4.05%

Keyword : production planning, simulation, bottleneck

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2849/

Penjadwalan produksi divisi wood processing dan laminating di CV Sinar Baja Electric

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PRIYO, JUGO

CV Sinar Baja Electric adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri speaker box. Permasalahan yang dialami saat ini adalah tidak adanya penjadwalan produksi yang khusus untuk divisi wood processing dan laminating sehingga menyebabkan proses produksi yang kurang lancar pada 2 divisi ini. Untuk mengejar target produksi maka pada 2 divisi ini sering terjadi overtime yang dapat menimbulkan biaya produksi yang besar bagi perusahaan. Metode yang digunakan untuk melakukan penjadwalan produksi pada divisi wood prcessing dan laminating adalah penjadwalan produksi dengan menggunakan metode Shortest Processing Time (SPT) yang dimodifikasi. Dimana dengan menggunakan metode tersebut diperoleh efisiensi sebesar 6.86% bila dibandingkan dengan metode penjadwalan perusahaan yang menyesuaikan assembly datenya.

Keyword : production planning, shortest processing time, assembly date

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5454/

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.