Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Perancangan dan pembuatan perangkat lunak untuk perencanaan produksi PT. Borobudur Citra Perkasa

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SIOK, LAUW

PT. Borobudur Citra Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang makanan. Selama ini sistem produksi yang dilakukan berdasarkan inventori atau stok gudang, dimana produksi terus berlangsung tanpa melihat permintaan penjualan. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian apabila permintaan penjualan jumlahnya lebih sedikit dari hasil produksi maka terdapat sisa barang produksi yang belum terjual sehingga bisa mengakibatkan barang tersebut kadaluarsa. Hal ini disebabkan, kurang akuratnya data permintaan penjualan karena pencatatan yang dilakukan secara manual. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu sistem baru untuk memperbaiki sistem yang dipakai saat ini. Pembuatan perangkat lunak untuk sistem yang baru menggunakan Borland Delphi 6 untuk bahasa pemrogramannya, Microsoft Access 2000 untuk menyimpan database-nya, dan Microsoft Windows 1998 sebagai sistem operasinya. Untuk mendesain sistem dimulai dengan merancang Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan flowchart. Flowchart digunakan untuk menggambarkan alur perhitungan peramalan weighted moving average. DFD dan ERD dibuat dengan menggunakan Power Designer 6.1 sedangkan flowchart menggunakan Microsoft Visio 2000. Perangkat lunak yang dihasilkan dapat menangani input data seperti data barang, prosesor, dan aktifitas; mencatat permintaan penjualan, produksi; meng-update jumlah barang jika terjadi penjualan; dan mencatat koreksi jumlah barang. Dari hasil uji coba, perangkat lunak ini dapat mengetahui jumlah stok barang, jumlah permintaan penjualan, hasil peramalan dimana MAPE yang didapat mencapai 3.36% untuk barang tertentu, hasil penjadwalan produksi tiap bulan, dan hasil produksi.

Keyword : selling system, production forecasting, production scheduling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/905/

Analisa perbandingan algoritma kombinasi genetic and tabu search dengan metode Ant Colony pada permasalahan penjadwalan flowshop

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YUANITA, FENA

Tugas Akhir ini bertujuan ingin membandingkan performa antara Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search dengan Algoritma Ant Colony, Tugas Akhir karya Ong Lina Pranata. Data-data yang digunakan berasal dari Tugas Akhir karya Ong Lina Pranata. Hasil demand program Algoritma Ant Colony diinputkan dalam program Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search. Hasil makespan dari program Ong Lina Pranata dibandingkan dengan hasil makespan dari program Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search. Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Visual Basic dengan kombinasi parameter berdasarkan kriteria makespan. Kombinasi parameter yang digunakan dalam Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search adalah 50 iterasi, tabu list = 9, dan probabilitas mutasi sebesar 0,3. Penjadwalan produksi dengan penerapan Algoritma kombinasi Genetic and Tabu Search dapat meminimumkan makespan sebesar 1,3696%.

Keyword : production scheduling, combination genetic and tabu search algorithm

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2174/

Perancangan dan pembuatan sistem informasi penjadwalan produksi permen pada UD “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TRIYONO, SONNY

Pada UD “X” ini bergerak pada bidang industri makanan khususnya pada pembuatan permen. Tidak adanya sistem informasi produksi serta penjadwalan produksi yang terkontrol dengan baik menyebabkan terjadinya banyak maslaah yang timbul, seperti untuk mengetahui stok yang ada pada produk dan bahan baku, kebutuhan bahan baku yang sesuai untuk memproduksi permen dalam jumlah tertentu, waktu perkiraan pada penjadwalan produksi, serta laporan-laporan yang diperlukan untuk perusahaan. Dari sebab itu, maka tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah untuk membuat program yang mampu membantu perusahaan dalam mengambil keputusan dari permasalahan yang ada. Pembuatan perangkat lunak untuk sistem yang baru pada perusahaan menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 7.0, penyimpanan database-nya menggunakan Microsoft Access 2003, dan sistem operasinya menggunakan Microsoft Windows XP. Untuk mendesain sistem dilakukan dengan merancang Data Flow Diagram (DFD) serta Entity Relationship Diagram (ERD). DFD dan ERD dibuat dengan menggunakan Power Designer 6.1. Perangkat lunak yang dihasilkan dapat menangani input data master seperti data mesin, pegawai, bahan baku, produk; setting hari dan jam kerja, hari libur; mencatat data penjualan aktual, produksi; meng-update jumlah produk jika terjadi pengeluaran maupun produk masuk; melakukan peramalan perkiraan jumlah yang harus diproduksi dan memberikan perencanaan penjadwalan produksi dalam bentuk laporan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dari aplikasi yang telah dibuat, diperoleh bahwa aplikasi tersebut memberikan kemudahan secara keseluruhan pada melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi. Dengan adanya laporan-laporan yang dihasilkan serta perkiraan data-data kebutuhan bahan baku yang dapat diperoleh dari peramalan serta perencanaan penjadwalan yang dapat diolah akan membantu dalam mengambil keputusan untuk perusahaan.

Keyword : production prediction, production scheduling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3835/

Penjadwalan produksi dengan algoritma ant colony di FSCM Manufacturing Indonesia Plant 4

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : LINA, ONG

PT FSCM Manufacturing Indonesia Plant 4 adalah perusahaan yang memproduksi filter dengan lingkungan manufaktur bersifat flow shop. Metode penjadwalan produksi selama ini berdasarkan kesamaan proses produksi, tanpa mempertimbangkan waktu siklus penyelesaian seluruh job. Hal ini menyebabkan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) menjadi lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka di dalam Tugas Akhir ini diberikan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan algoritma Ant Colony untuk meminimumkan makespan. Algoritma Ant Colony diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Visual Basic dengan kombinasi parameter berdasarkan dua kriteria, yaitu makespan dan waktu running. Kombinasi parameter berdasarkan makespan adalah 50 siklus, 8 semut, a =10, ? =10, dan ? =0,1, sedangkan kombinasi parameter berdasarkan waktu running adalah 20 siklus, 4 semut, a =10, ? =1, dan ? =0,1. Penjadwalan produksi dengan penerapan algoritma Ant Colony dapat meminimumkan makespan sebesar 7,2632 %.

Keyword : production scheduling, ant colony algorithm, makespan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4074/

Perancangan sistem pemenuhan order PT XYZ di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SINATRA, WENAS

Pemenuhan Order merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu perusahaan. Pada bulan juni 2006 terdapat sekitar 37% order terlambat dalam perusahaan. Keterlambatan atau kegagalan dalam Pemenuhan Order akan menimbulkan pandangan negatif customer terhadap perusahaan dan menjadi masalah yang besar bagi perusahaan. Oleh karena perlu adanya Perancangan Sistem Pemenuhan Order. Sistem ini menjadi bagian dari Departemen Production Planning and Inventory Control (PPIC) yang memiliki peranan dalam Pemenuhan Order yaitu dalam hal Pengendalian Inventori, Perencanaan Produksi serta Pengontrolan Produksi dan Inventori. Pada akhirnya Sistem Pemenuhan Order ini dapat memberikan kontribusi bagi Perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan.

Keyword : inventory system, ppic, production scheduling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4182/

Evaluasi kinerja metode heuristik untuk meminimumkan makespan dalam penjadwalan fleksible flowshop

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : JACKLYN, ALEXANDRA

Tugas Akhir ini bertujuan ingin membandingkan performance antara metode MIP dengan metode Heuristik hasil penelitian dari David HE dan Astghik Babayan (2002). Hasil makespan dari model MIP dibandingkan dengan hasil makespan dari model heuristik. Metode heuristik diimplementasikan dalam bahasa pemrograman Borland Delphi dengan pengaplikasian pada 2 kasus yang berbeda, sedangkan untuk metode MIP diiplementasikan dalam software Lingo. Data-data yang digunakan berasal dari data yang dibangkitkan dengan menggunakan software excel. Penjadwalan produksi dengan penerapan metode Heuristik akan mencapai hasil yang mendekati optimal. Selain itu rentang variasi rata-rata persentase selisih makespan untuk kasus pertama adalah sebesar 0,312 – 2,076. Sedangkan untuk kasus kedua sebesar 0 – 2,293. Untuk kasus pertama metode MIP memiliki waktu running lebih cepat jika dibandingkan metode heuristik (100 persen), dan untuk kasus kedua metode MIP memiliki waktu running yang lebih cepat hanya sebesar 13,33 persen jika dibandingkan dengan metode heuristik.

Keyword : production scheduling, MIP method, heuristic method, makespan

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4186/

Penjadwalan produksi dengan mempertimbangkan bottleneck di PT. Lestari Karya Makmur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SIU, MEI

Dalam tugas akhir ini akan dibahas permasalahan bottleneck yang terjadi di setiap prosesnya. Selain itu, juga dibahas apakah dengan pertambahan mesin yang dilakukan hasil yang diperoleh lebih efisien atau tidak. Selama ini rata-rata bottleneck yang terjadi dari Corrugating ke Flexo, dan Flexo ke Finishing masing-masing sebesar 9 jam dan 16 jam. Ada 2 faktor utama penyebab bottleneck yang terjadi, yaitu dari faktor penjadwalan produksi yang dibuat dan kapasitas mesin yang tidak dapat mengimbangi output proses sebelumnya. Oleh karena itu, ada 2 alternatif yang dibuat, yaitu dengan penambahan 1 lagi mesin Glue serta membuat penjadwalan produksi dengan Microsoft Excell untuk memudahkan perhitungan dan analisa jadwal dengan mempertimbangkan bottleneck.

Keyword : bottleneck, promodel, production scheduling

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5259/

Blog at WordPress.com.