Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengukuran dan analisa kinerja dengan menggunakan metode balanced scorecard di PT. “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : OCTAVIA, RENNY

Penelitian ini merupakan studi kasus tentang pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard di PT”X”. Penelitian ini dilakukan karena pengukuran yang ada selama ini hanya menggunakan pengukuran dari sudut pandang finansial. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membangun sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard (sistem pengukuran yang menggunakan pengukuran dari 4 perpective, yaitu financial, customer, Internal business process, dan learning and growth per (pective) dan menganalisa kinerja PT”X” untuk mengetahui faktor utama yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuatitatif bagian keuangan, penjua1an, produksi, personalia; wawancara dan metode pengamatan di bagian produksi dan manajemen. Penelitian dimulai dengan mentranslasikan visi dan strategi perusahaan kedalam setiap tujuan yang akan dicapai pada 4 pespective sehingga terbentuk sistem pengukuran yang terintegrasi, kemudian dilakukan perencanaan strategi untuk masing-masing perspective. Setelah itu dilakukan pembobotan pada masing-masing ukuran yang sudah ditetapkan, untuk membangun sjstem pengukuran kinerja. Berdasarkan pada hasil perancangan kinerja tersebut, dilakukan penilaian kinerja di PT”X” untuk tahun 1999 dan 2000, sehingga dapat diketahui kinerja untuk masing-masing ukuran maupun kinerja secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kinerja yang meningkat untuk financial, customer dan learning and growth perspective, sedangkan untuk internal busines~. process perspective menunjukkan kinerja yang tetap berada di level yang buruk. Berdasarkan analisa, faktor utama yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan adalah pada penyelesaian order tepat waktu untuk produk ekspor, perbaikan proses kualitas yang dipengaruhi oleh peningkatan %pemenuhan target produksi.

Keyword : production, planning, work, balanced scorecard

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1298/

Advertisements

Penjadualan dan inventory control produk-produk job order di PT. X Sidoarjo

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANGGRAENI, DEVY

PT. X merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pembuatan kemasan dengan bahan dasar biji plastik. Sifat pekerjaannya adalah job order yaitu memproduksi sesuai kebutuhan/permintaan pelanggan. Perkembangan PT. X dapat dilihat dari peningkatan jumlah permintaan dan jenis produk yang diminta oleh pelanggan setiap tahunnya. Dengan adanya peningkatan tersebut, diperlukan perluasan perusahaan yang juga menuntut tenaga kerja berkualitas dan sistem perusahaan yang lebih teratur dan baik karena permasalahan yang dihadapi juga semakin kompleks.

Keyword : job order, company spread, inventory control, production

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2569/

Penerapan petri nets pada perencanaan jangka pendek dan inisialisasi panjadwalan produksi di PT. Iga Abadi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HARVEY, WILLIAM

Optimalisasi produktifitas, efisiensi dan efektifitas sistem produksi tak bisa lepas dari perencanaan dan penjadwalan produksi. Setiap industri selalu berusaha mengoptimalkan produktifitas sistemnya, hal ini terutama terlihat dalam industri manufaktur. Industri manufaktur dengan sistem produksi job-shop seperti PT. IGA ABADI, seringkali mengalami kendala dalam melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi yang dapat mengoptimaikan inventori back logging , sekaligus makespan dengan memperhitungkan seluruh kemampuan dan batasan sumber daya yang ada. Penerapan Petri Net dalam perencanaan jangka pendek dan inisialisasi penjadwalan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu penentuan perencanaan jangka pendek yang dapat meminimumkan total bobot inventori dan backlogging, serta inisialisasi penjadwalan yang dapat meminimumkan makespan.

Keyword : production, planning, management, scheduling, iga abadi

Perancangan dan pembuatan sistem informasi administrasi pada perusahaan industri selep kopi Sumber Makmur

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WINOTO, CIPTO

UD. Sumber Makmur merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang industri selep biji kopi mentah. Sistem informasi administrasi pada perusahaan merupakan sistem manual atau paper based systems. Hal ini terlihat mulai dari pembelian, proses produksi hingga penjualan masih dilakukan pencatatan secara manual, dengan menggunakan media kertas. Adanya kelemahan- kelemahan yang dimiliki sistem tersebut yang mendorong perusahaan untuk mengganti sistem yang digunakan. Maka diharapkan dengan sistem yang baru, akan meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kinerja perusahaan. Perancangan sistem informasi administrasi pada perusahaan ini akan didasarkan dengan pengembangan basis data yang dimiliki perusahaan. Yang selanjutnya akan dibuat aplikasi yang akan menjadi pengganti sistem lama yang dimiliki perusahaan tersebut. Aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi 6 dan untuk sistem basis data-nya menggunakan Microsoft SQL Server 2000. Dengan adanya program yang menangani sistem administrasi pada UD. Sumber Makmur, kegiatan administrasi menjadi lebih terotomatisasi. Hal ini ditunjukkan adanya pencatatan mulai dari order dan transaksi baik pembelian maupun penjualan, pemakaian bahan dan hasil produksi, proses absensi dan pembayaran gaji karyawan, hingga pembuatan laporan-laporan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, yang dapat ditunjang oleh program ini.

Keyword : administration, information system, production, purchasing, sales, coffee seed, database, management, design

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4105/

Perencanaan produksi di UD Payung

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : BUDIMAN, ARIEF

UD. PAYUNG merupakan perusahaan yang menerapkan sistem “Customer Oriented” oleh karena itu kepuasan pelanggan sangat diutamakan. Perencanaan produksi harus dibuat sebaik mungkin, demikian pula dengan perencanaan persediaan bahan baku. Dalam membuat perencanaan produksi perlu meramalkan permintaan masa yang akan datang. Metode peramalan yang dipakai adalah Double Exponential Smoothing, dengan menggunakan bantuan software Minitab. Setelah itu juga perlunya diketahui waktu standart agar kapasitas produksi dan penentuan lead time produksi dapat ditentukan. Kesimpulan dari penelitian ini, kapasitas pabrik setiap harinya untuk Paving Stone dapat memproduksi 3.200 buah paving stone dan untuk genteng beton dapat memproduksi 650 buah Genteng Beton setiap harinya.

Keyword : production, lead time

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1350/

Desain dan implementasi sistem informasi pengadaan barang pada perusahaan PT ‘X’

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : HANDIANTO, AGUSTINUS

Pada suatu perusahaan, sistem informasi pengadaan barang mempunyai peranan yang sangat penting karena sebagian besar aktivitas produksi bergantung pada bagian pengadaan barang. Pada perusahaan PT `X? bagian pengadaan barang ditangani oleh departemen Purchasing. Agar sistem informasi pengadaan barang dapat lebih efisien dan teratur maka dibuat suatu aplikasi yang dapat menangani permintaan barang dari departemen yang meminta barang hingga barang diterima oleh departemen tersebut. Sebagai implementasinya, aplikasi ini dibangun berbasiskan komputer dalam bentuk interface berupa form yang menggunakan Borland Delphi 5.0 database yang menggunakan Microsoft Access 2000. Pada tiap-tiap departemen mempunyai form sesuai dengan kebutuhannya dan hanya memiliki satu database yang dapat diakses oleh seluruh departemen. Form-form yang dibuat antara lain: untuk tiap-tiap departemen menggunakan form Non Raw Material dan untuk departemen Produksi menggunakan form Raw Material, form persetujuan permintaan barang dari kepala departemen maupun Manager Operational, form pemilihan barang, form pengelompokan barang dan form pembuatan PO oleh departemen Purchasing, hingga form kedatangan barang yang ditangani oleh departemen Warehouse serta form pengecekan barang yang ditangani oleh departemen Quality Control. Hasil yang diperoleh dari sistem ini adalah : perpindahan form dari satu departemen ke departemen atau bagian lain menjadi lebih cepat, pengarsipan menjadi lebih mudah, nomor pada suatu form dibuat urut secara otomatis untuk menghindari kesalahan ketik atau penggandaan penomoran, masing-masing departemen menpunyai data sendiri tetapi tetap terintegrasi dengan bagian Purchasing sehingga departemen Purchasing dapat melakukan pemesanan barang dengan lebih mudah, dan Purchase Order untuk bagian Purchasing telah dilakukan kalkulasi secara otomatis sehingga kesalahan perhitungan dapat lebih diminimalkan.

Keyword : information system, design, production

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2881/

Integrasi perencanaan produksi agregat dan perencanaan kebutuhan mesin di PT. Nusantara Plywood

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : KRISNAWATI, SELIA

Masalah biaya produksi merupakan masalah yang dihadapi oleh semua perusahaan dimana biaya produksi tersebut meliputi dua faktor penting yaitu faktor tenaga kerja dan mesin. Semakin perusahaan dapat mengoptimalkan biaya dari penggunaan tenaga kerja dan mesin maka biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dapat semakin ditekan. Pada umumnya perusahaan melakukan perencanaan dari kedua faktor tersebut secara terpisah seperti menghitung kebutuhan tenaga kerja dengan menggunakan model perencanaan produksi agregat kemudian kebutuhan mesinnya dihitung menyesuaikan ataupun sebaliknya. Model integrasi perencanaan produksi agregat dan perencanaan kebutuhan mesin memperhitungkan kedua faktor tersebut, yaitu faktor tenaga kerja dan mesin secara bersamaan sehinga diharapkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dapat menjadi lebih kecil. Namun hal ini juga sangat bergantung pada karakteristik masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang menganggap lebih menguntungkan jika mengoptimalkan tenaga kerja daripada mengoptimalkan mesin, ada juga yang sebaliknya, serta ada juga yang menganggap lebih menguntungkan jika kedua faktor tersebut dioptimalkan secara bersamaan. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan perhitungan dari ketiga model perencanaan tersebut untuk melakukan perbandingan pada P.T. Nusantara Plywood. Adapun tujuan dari perbandingan tersebut adalah untuk mengetahui manakah dari ketiga model tersebut yang paling sesuai dengan karaberistik P.T. Nusantara Plywood. Dari hasil perhitungan diperoleh hasil bahwa perhitungan total biaya dengan menggunakan model integrasi perencanaan produksi agegat dan perencanaan kebutuhan mesin menghasilkan total biaya yang paling minimum yaitu sebesar Rp28.86 1.743.180,- apabila dibandingkan dengan total biaya model perencanaan produksi agregat yaitu sebesar Rp -25.474.282.430,- dan total biaya model perencanaan kebutuhan mesin yaitu sebesar Rp -28.446.3 17.550,- dimana nilai negatif di sini diperoleh dari hasil penjualan mesin pada akhir periode ke 8.

Keyword : production, planning, industrial, engineering, nusantara plywood, integrasi

Perancangan dan pembuatan sistem informasi proses produksi pada perusahaan keramik PT. Golden Potterindo Industri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : EVALANI, DIANA

Sistem Informasi Proses Produksi yang diterapkan pada PT. Golden Potterindo Industri masih dilakukan dengan sistem manual. Penyimpanan data hasil produksi juga dilakukan dengan cara manual yaitu dicatat pada buku. Hal ini tidak efisien dan memperbesar resiko kesalahan manusia, serta membutuhkan waktu yang cukup banyak dalam pencatatan dan penyimpanan data hasil produksi. Laporan-laporan yang disajikan juga tidak lengkap karena data yang diperlukan untuk membuatnya tidak tersusun dengan baik sehingga kesulitan dalam pembuatannya. Laporan yang dibuat masih dengan cara manual. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka dilakukan perancangan aplikasi sistem informasi proses produksi yang meliputi pembuatan laporan-laporan yang diperlukan, penjadwalan proses produksi secara otomatisasi dan penyimpanan data yang terkomputerisasi dengan menggunakan Borland Delphi 7.0 dan database Paradox 7 Kesimpulan dari Tugas Akhir ini adalah sistem informasi proses produksi yang terkomputerisasi dapat menyimpan dan menyajikan data hasil produksi tiap bagian dan hasil produksi para pegawai. Penjadwalan proses produksi secara otomatisasi mempercepat dalam menentukan jadwal proses produksi. Menghasilkan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk membantu mengambil keputusan. Nilai pada hasil pengujian adalah 3,557 yang berarti penggunaan program secara keseluruhan adalah baik.

Keyword : database, design, management, computer programs, production, information system, schedulling, reports

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4236/

Penjadwalan produksi menggunakan algoritma genetika di PT. Sinar Angkasa Rungkut

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : IRAWAN, ERVAN

Pl. Sinar Angkasa Rungkut (SAR) adalah perusahaan rnanufaktur yang memproduksi incandescent lamp, fluorescent lamp sebagai produk utama, selain itu P.T. Sinar Angkasa Rungkut saat ini juga telah mernproduksi sendiri ? 90 % dari bahan baku dan bahan penunjang yang diperlukan untuk pembuatan lampu. Dalam kegiatan produksinya, pihak perusahaan tidak menggunakan penjadwalan produksi dengan metode tertentu dan bagian produksi melakukan produksi secara terus menerus dan massal untuk memenuhi kapasitas gudang, sehingga penjadwalan produksinya kurang diperhatikan. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan makespan. Tujuan dari penelilian ini adalah untuk membuat penjadwalan produksi yang meminimumkan makespan dengan menggunakan metode Algoritma Genetika, sehingga dapat memberikan altematif kepada pihak perusahaan. Hasil yang didapat dari penjadwalan mula-mula perusahaan adalah Cmax = 10.235.360 detik, sedangkan Algoritma CDS dan Random berturut-turut Cmax = 8.374.405 detik dan Cmax = 8.496.810 detik, Algoritma Genetika menghasilkan Cmax = 8.180.020 detik. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penjadwalan dengan Algoritma Genetika menghasilkan makespan yang lebih kecil dari penjadwalan mula-mula yang dilakukan di perusahaan.

Keyword : production, genetic algorithm

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1351/

Perancangan dan pembuatan sistem informasi penjadwalan produksi untuk PP Payne Indonesia

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : GUNAWAN, ALVARON

PP Payne Indonesia merupakan anak perusahaan dari PT. Filtrona Indonesia yang berlokasi di Jalan Rungkut Industri III/32. PP Payne Indonesia memproduksi filter dan dipasarkan ke industri-industri lokal maupun mancanegara. Kekacauan penjadwalan produksi yang selama ini dibuat secara manual sering terjadi disebabkan oleh keterbatasan kemampuan karyawan dalam memantau keseluruhan jadwal produksi dan hal-hal lain yang terkait. Hal ini mempengaruhi kinerja karyawan PP Payne Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, PP Payne Indonesia membutuhkan suatu sistem informasi penjadwalan produksi yang lebih efektif dan efisien daripada sistem manual yang selama ini dijalankan. Sistem informasi yang dibuat menitikberatkan pada kegiatan administrasi divisi production dan divisi sales yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti penerimaan order, pembuatan order position, pembuatan production plan dan pembuatan production record beserta laporan-laporan yang terkait. Sistem informasi penjadwalan produksi ini dibuat menggunakan Macromedia Dreamweaver MX dan HTML sebagai penunjang interfacenya, memakai bahasa pemrograman PHP dan memakai fasilitas-fasilitas yang ada pada MySQL sebagai database server. Berdasarkan hasil pengujian dengan cara questionnair yang dibagikan kepada 4 orang manager dan 6 orang supervisor diperoleh kesimpulan bahwa sistem telah di desain dengan desain interface yang bagus dan mendapat respon dari user sebesar 83,33%, sistem ini telah di desain dengan user friendly sebesar 94,38%, cara sistem ini memproses data memperoleh respon sebesar 87,50%, dan nilai untuk sistem ini mendapat respon sebesar 91,88% dalam memenuhi kebutuhan user; sehingga user dapat memakai sistem ini dengan mudah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi penjadwalan produksi dapat memenuhi kebutuhan yang ada.

Keyword : production scheduling information system, personal home page (php), scheduling, production

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2908/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.