Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Pengaruh rasio profitabilitas dan solvabilitas terhadap likuiditas saham blue chip yang tercatat pada bursa efek Surabaya dalam periode 1993-1996

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WIDJAYA, FIFI

Penelitian ini merupakan penelitian inferensial yang bersifat causal research, yang meneliti perusahaan yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Surabaya dan sahamnya termasuk kategori saham Blue Chip dalam periode 1993-1996. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh faktor-faktor dari rasio profitabilitas dan solvabilitas terhadap likuiditas saham Blue Chip serta apakah benar faktor EPS yang paling dominan. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor-faktor rasio profitabilitas dan solvabilitas serta apakah memang benar faktor EPS yang paling dominan pengaruhnya terhadap likuiditas saham Blue Chip. Untuk memecahkan masalah tersebut, teknik analisa yang digunakan adalah analisa model regresi linier berganda dengan menggunakan alat bantu software minitab versi 1 1. Dari hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa faktor-faktor rasio profitabilitas dan solvabilitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap likuiditas saham Blue Chip. Dari hasil uji yang dilakukan terbukti bahwa faktor Leverage Ratio (LR), dan Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap likuiditas saham Blue Chip jadi hanya faktor Earning Per Share (EPS), Dividend Pet Share (DPS), Price Earning Ratio (PER), dan Dividend Payout Ratio (DPR) yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap likuiditas saham Blue Chip, dimana EPS dan DPR berpengaruh positif sedangkan DPS dan PER berpengaruh negatif terhadap likuiditas saham Blue Chip Dan EPS merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap likuiditas saham Blue Chip.

Keyword : acounting, profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, saham, bursa efek

Analisis pengendalian biaya kualitas di dalam membantu pengambilan keputusan tentang peningkatan kualitas dan pengaruhnya terhadap profitabilitas PT.”X” di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : PANGESTU, JIMMY

Dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis, perusahaan tersebut khususnya PT. “X”, yang bergerak dibidang perakitan dan pembuatan rangka sepeda, dituntut untuk lebih kompetitif agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya. Untuk i tu, perusahaan harus mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimilikinya melalui informasi yang diperoleh baik secara formal maupun informal yang cepat, tepat, akurat dan relevan serta berdaya guna untuk digunakan dalam pengambilan putusan dan peningkatan kinerja. Salah satu aspek yang harus diperhatikan adalah meningkatkan daya saing harga dan kualitas, yang dimulai dari pengendalian biaya. Pengendalian biaya yang baik harus ditunjang dengan perencanaan yang baik pula, yang berdampak pada peningkatan keakuratan yang tinggi ini akan menyebabkan perusaham mampu melakukan pengendalian lebih mendalam atas biaya-biaya tersebut, yang pada akhirnya akan mencegah pada Total Quality Control Dalam menciptakan produk berkualitas yang harus dilakukan adalah melaksanakan proses produksi dengan benar sejak pertama kali. Hal ini akan mengakibatkan pengehematan penggunaan sumber daya, yang berarti biaya produksi lebih rendah sehingga harga produk dapat bersaing dan profitabilitas perusahaan meningkatkan. Keadaan ini dapat dicapai melalui pengeluaran sejumlah biaya yang disebut biaya kualitas. besarnya biaya tersebut perlu dikendalikan dan pengeluarannya diarahkan pada usaha pencegahan terbadap terjadinya produk cacat, melalui pelaksanaan program pengendalian biaya kualitas. agar pelaksanaan program tersebut dapat mengklasifikasikan, pengukuran dan penyusunan laporan biaya kualitas secara akurat dan konsisten. Informasi yang diperoleh melalui laporan biaya kualitas dapat digunakan sebagai masukan dalam proses pengembalian putusan peningkatan kualitas dan dapat memotivasi pihak manajemen untuk mengendalikan biaya kualitas. Dari hasil penelitian, perusahan sudah melaksanakan pengendalian biaya kualitas tetapi masih digabung dengan pengendalian biaya produksi sehingga informasi yang diperoleh kurang akurat. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat melaksanakan pengukuran dan pengendalian biaya kualitas dengan baik, yang pelaksanaannya diarahkan untuk mencapai target 2,5 % dari defect. Pada saat itu, biaya kualitas yang terjadi hanya prevention cost dan appraisal cost karena zero defect berarti meniadakan failure cost meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Keyword : cost, accounting, profitabilitas

Create a free website or blog at WordPress.com.