Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Peningkatan kualitas layanan stasiun radio ‘SKFM’ di kediri dengan metode servqual dan quality function deployment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : YUNITA, INDAH

Menghadapi tingkat persaingan yang ketat di antara perusahaan stasiun radio, Radio SKFM Kediri memiliki kelemahan yang dikeluhkan oleh pendengarnya. Ada keluhan yang terkait dengan peralatan (fisik) dan ada pula yang terkait dengan layanan. Radio SKFM berkeinginan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pendengar. Menyadari paradigma tersebut maka Radio SKFM menganggap perlu melakukan penelitian terhadap kualitas layanannya. Tujuannya adalah mengetahui kesenjangan antara harapan dan persepsi pendengar. Metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan adalah metode service quality (Servqual) dan Quality Function Deployment (QFD). Dalam penelitian ini dilakukan analisa gap untuk mencari gap antara persepsi dan harapan pendengar terhadap kualitas layanan Radio SKFM. Hasil penelitian gap menunjukkan adanya kesenjangan negatif pada semua dimensi layanan. Hal ini berarti bahwa harapan pendengar lebih tinggi daripada kenyataan layanan yang diterimanya. Hasil analisa House of Quality merekomendasikan usulan perbaikan kualitas layanan untuk dilakukan oleh Radio SKFM. Perbaikan-perbaikan tersebut adalah training SDM, membuat jadwal perawatan tetap (tower, mesin dan perangkat), menambah fasilitas komunikasi, dan membuat kebijakan stasiun radio dalam bidang siaran.

Keyword : servqual, quality function deployment, house of quality, total quality management, qualty control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2948/

Quality system improvement of decoration to despatch department PT. Doulton

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SANJAYA, FONI

Now quality become very important in competition to get customer. In order to always give best quality to the customer, PT. Doulton use quality system in its production processes. This report is about evaluation and improvement of the current quality system. There are some problem in the current quality system, such as what priority to reduce defect and what customer need. What unknown requirements that needed by customer. Between company perception and customer perception about quality of products is different or not. How company can fullfill the customer requirements in its production processes. How to improve quality control to enhance effectiveness and efficiency. First step to improve the current quality system is to use ‘pareto/SPC, and have been found that biggest causes of pitcher (too bad quality of product) and second (2 nd class of quality) is not the same. Then, to know priority which kind of defect more important to reduce first will be used QFD methods, the QFD methods also will get the voice of the customer, its important rating and also how the company can fullfill the voice of the customer (The Technical Requirements). The result from QFD the highest ‘voice of customer’ is ‘perfection of ceramic body shape/no body fault’ and the most important ‘technical requirements’ is ‘do quality control in all production processes’.

Keyword : statistical process control, quality function deployment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/678/

Desain pembuatan alat penggiling daging berdasarkan metode quality function deployment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANSON, CHARLES

Daging merupakan bahan pangan yang penting dalam memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu proses untuk mengolah daging adalah penggilingan. Alat penggiling yang umum digunakan adalah penggiling yang digerakkan secara manual yang terbuat dari bahan besi cor. Besi cor sangat mudah mengalami korosi dan dapat menyebabkan kerusakan lemak pada daging, sehingga perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap desain alat tersebut. Metode Quality Function Deployment (QFD) adalah suatu metodologi pengembangan yang kuat dengan cakupan aplikasi yang luas. Tujuan utama QFD dalam studi ini adalah untuk menerapkan konstruksi suatu metode desain yang berorientasi kepada pelanggan dan menguji kemampuan aplikasi QFD dalam perencanaan desain dan proses suatu alat penggiling daging. Pengumpulan data suara konsumen dilakukan mengawali metode QFD, dirangkum dan diterjemahkan dalam bahasa teknis, kemudian dianalisa dalam 3 fase QFD yaitu desain, detail, dan proses. Hasil analisa berupa spesifikasi teknis produk tersebut. Prototipe yang dibuat adalah bagian ulir/screw yang merupakan bagian utama dari alat penggiling. Proses pembuatan yang dilakukan adalah pengecoran dengan cetakan pasir. Setelah itu, dilakukan pengujian kekasaran permukaan dan pengujian visual cacat permukaan. Dari produk ulir/screw yang telah dibuat ditunjukkan hasil yang dicapai berupa perbaikan kehigienisan, tercatat pada pemilihan material yang tahan korosi yaitu aluminium paduan 514.0 dan menurunnya kekasaran permukaan yang mencapai 62,2% tanpa finishing dari 8,128 ?m menjadi 4,1 ?m dengan target sebesar 1,654 ?m, dan dapat diturunkan lagi sampai pada 1,43 ?m dengan finishing.

Keyword : quality function deployment, the house of quality, meat grinder

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3034/

Analisa kinerja unit rawat jalan RS “X” Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : , JULIANI

Penelitian ini dilakukan untuk mengukur dan menganalisa kinerja Unit Rawat Jalan RS “X” dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, konsumen, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Dari hasil analisa kinerja ini diberikan usulan perbaikan yang memungkinkan untuk diimplementasikan guna memperbaiki kinerja . Data yang diperlukan diperoleh dari dokumentasi RS, wawancara, dan kuisioner yang selanjutnya dianalisa dengan Balanced Scorecard. Data perspektif konsumen dianalisa dengan Quality Function Deployment yang menghasilkan matriks House of Quality yang membantu RS “X” dalam memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen. Dasar penilaian untuk Balanced Scorecard adalah 1,00-1,40 yang berarti kinerjanya buruk, 1,41-2,00 yang berarti kinerjanya baik. Hasil penilaian keseluruhan adalah 1,75 yang berarti kinerja Unit Rawat Jalan RS “X” adalah baik. Hanya saja untuk perspektif konsumen menunjukkan hasil penilaian 1,15 yang berarti kinerjanya masih kurang baik, karena itu perlu ditingkatkan.

Keyword : performance measurement, balanced scorecard, quality function deployment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1013/

Studi tentang weighting scale pada QFD product dan QFD service

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : THERESIA, ELLYZABET

Perusahaan manufaktur maupun jasa dalam meningkatkan kualitas produk atau layanannya dengan menggunakan metode QFD, seringkali menggunakan weighting scale 1-3-9 dalam perhitungan bobot kolom. Padahal masih ada weighting scale lain yang mungkin bisa digunakan, seperti misalnya 1-2-3, 1-2-4, 1-3-5, 1-4-7, dan 1-4-16 (Jong, Kwang, 2000). Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan technical importance ratings pada product dan service, mengetahui perubahan mana yang lebih banyak terjadi antara product dan service, serta mengetahui apakah hasil penelitian mendukung teori adanya perubahan dalam jurnal tersebut atau tidak. Pembuatan HoQ product dan HoQ service ini melibatkan suara konsumen yang dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dihubungkan dengan parameter-parameter teknis dari pihak industri. Selanjutnya dilakukan perhitungan bobot kolom dengan menggunakan weighting scale yang berbeda serta pengujian korelasi rank Kendall?s tau. Hasil dari studi ini menunjukkan tidak adanya perubahan technical importance ratings yang terjadi pada respon teknis product dan juga service, setelah melalui pengujian korelasi rank. Selain itu antara kasus product dan kasus service ini tidak ada yang menunjukkan perubahan mana yang lebih banyak sehingga hasil penelitian yang didapat tidak mendukung teori dalam jurnal.

Keyword : quality function deployment, weighting scale, product, service sector

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3866/

Perancangan peningkatan kualitas layanan Java Jmmy’s Pub dengan metode servqual, kano dan quality function deployment

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : WILAR, JAYANTI

Kualitas layanan merupakan faktor yang sangat penting pada sebuah pub. Apabila kualitas layanan tidak memenuhi harapan konsumen, maka konsumen akan mencari alternatif pub lain. Pemenuhan harapan konsumen akan mendatangkan kepuasan konsumen dan keuntungan bagi pub. Mengetahui tingkat kepuasan konsumen saja tidak cukup, karena fenomena baru menunjukkan bahwa tingkat kepuasan konsumen dapat dibedakan lagi menjadi kategori onedimensional, must be, attractive. Untuk memahami harapan konsumen maka perlu dilakukan perancangan peningkatan kualitas layanan dengan pengintegrasian model Kano dan Servqual pada QFD. Penggunaan metode tersebut membantu pub memfokuskan perbaikan yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi harapan konsumen tersebut. Informasi yang dibutuhkan diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan respondennya adalah konsumen yang mengunjungi Java Jimmy?s Pub. Pertama-tama, data-data yang telah terkumpul diolah dengan menggunakan metode Servqual yang terdiri dari lima dimensi kualitas yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Kedua, hasil dari pengolahan Servqual dikelompokkan ke dalam kategori Kano. Kemudian menggunakan QFD sebagai rancangan perbaikan untuk mengurangi gap yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harapan konsumen pada semua kriteria kualitas layanan belum terpenuhi, terutama pada tiga kriteria yang memiliki nilai gap terbesar. Ketiga kriteria tersebut serta kategori Kano dari kriteria tersebut adalah: jumlah meja dan kursi yang memadai (kategori must be), harga yang wajar/bersaing (kategori one dimensional), dan dance floor yang lapang (kategori one dimensional). Respon teknis yang mempunyai prioritas tertinggi, adalah: melakukan training operasional setiap hari, mengontrol kebersihan ruangan dan toilet, dan melakukan training hospitality.

Keyword : quality function deployment, servqual, kano, customer satisfaction

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1469/

Perbandingan antara QFD klasik dengan QFD fuzzy dengan studi kasus di PT Bank Central Asia

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TIPAWAEL, FRANSISKA

Bank Central Asia berusaha terus meningkatkan kualitas pelayanan yang sesuai dengan voice of customer supaya tercapai customer satisfaction. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan peningkatan kualitas Bank BCA cabang Dharmahusada dengan menggunakan QFD (Quality Function Deployment) klasik dan QFD Fuzzy. QFD Fuzzy muncul untuk mengatasi masalah penilaian yang samar dan ambigu. Perancangan dimulai dengan pembuatan model 9 langkah (9 step model) untuk kemudian disusun menjadi HoQ (House of Quality) dengan menggunakan 1) Crisp number 2) Fuzzy number. Dari kedua HoQ ini akan didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas layanan yang ada di Bank BCA cabang Dharmahusada untuk kemudian diajukan beberapa usulan-usulan perbaikan layanan pada Bank BCA cabang Dharmahusada. Ternyata tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara QFD klasik dan QFD Fuzzy.

Keyword : quality function deployment, house of quality, symmetrical triangular, fuzzy number, service

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3867/

Penerapan quality function deployment dalam usaha peningkatan layanan di Travel Mutiara

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : AULIAWAN, ATTHAR

Quality Function Deployment merupakan metode yang dimulai dari mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan atau suara konsumen, dilanjutkan dengan bagaimana cara merespon keinginan dan kebutuhan tersebut. Permasalahan dalam Tugas Akhdr ini adalah menerapkan Ouality Function Deployment berupa pembuatan matriks House Of Ouality, dengan tujuan untuk peningkatan layanan jasa travel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada konsumen untuk matriks bagian horisontal, serta analisa penulis dan wawancara dengan pihak perusahaan untuk matriks bagian vertikal. Terdapat 20 suara konsumen dibagi menjadi lima kategori yaitu: kendaraan, kelancaran perjalanan, pengemudi, pegawai, dan lain-lain. Suara konsumen yang harus lebih dibenahi ialah ‘mobil bersih’, ‘mobil tidak berisik’, ‘AC dingin’, ‘umur mobil tidak tua’, ‘tidak mengoperkan penumpang’, ‘jalur yang dilalui sesuai rute’, ‘penjemputan tepat waktu’, dan ‘fasilitas snack’. Respon teknis yang digunakan untuk memenuhi suara konsumen berjumlah 11. Dari analisa dan nilai pada submatriks bobot kolom, respon teknis yang perlu mendapat perhatian adalah : pemeliharaan kebersihan kendaraan, perawatan dan pengontrolan kendaraan, perbaikan bagian kendaraan yang rusak, pembaharuan kendaraan, kebijakan mengenai perjalanan, kebijakan mengenai rekrutmen karyawan, penjadualan dan peraturan kerja pengemudi, serta kebijakan mengenai snack. Pada tugas akhir ini digunakan analisa SWOT untuk menganalisa matriks House OfOuality.

Keyword : quality function deployment, house of quality

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1916/

Peningkatan kualitas layanan pendidikan PT X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SAPUTRA;, WILLIAM

Perguruan Tinggi (PT) X merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Timur yang terdapat di Surabaya. Terkadang PT X masih menghadapi beberapa keluhan dari para pengguna jasa pendidikan dan melihat masalah tersebut sebagai kendala yang menghambat perguruan tinggi untuk berkembang. Tugas Akhir ini bertujuan mengetahui keinginan dan persepsi siswa-siswi SMA (prospective customer), mengetahui tingkat kepentingan aspek layanan, mengetahui positioning PT X dibandingkan dengan pesaingnya, menentukan aspek layanan yang masih kurang, mengidentifikasi aspek layanan PT X ke dalam kategori Kano, dan menganalisa hasil yang diperoleh dari customer dengan prospective customer. Metode yang digunakan adalah Model Kano untuk mengidentifikasi aspek layanan pendidikan PT X, metode Servqual untuk mengukur kepuasan konsumen, dan Quality Function Deployment (QFD) untuk mengetahui keinginan dan persepsi prospective customer serta tingkat kepentingan terhadap aspek layanan pendidikan. Faktor pertimbangan terpenting prospective customer dalam memilih suatu perguruan tinggi adalah jaminan/prospek kerja setelah lulus. Dimensi layanan yang memiliki gap terbesar yang menyebabkan customer merasa kurang atau tidak puas dengan layanan PT X adalah dimensi reliability sedangkan aspek layanan yang dinilai masih kurang adalah kecepatan dan ketanggapan staff dalam memberikan pelayanan administrasi.

Keyword : kano model, servqual, quality function deployment

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3891/

Peningkatan kualitas melalui implementasi filosofi six sigma di CV. X

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANITASARI;, SUSAN

Tingkat Siqma Quality Level (SQL) perusahaan saat ini umumnya berada pada level 3-4s. Tingkat mutu kelas dunia menghendaki level kualitas 6s. Peningkatan level kualitas ke arah 6s di CV. X dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui karakteristik kualitas kritis (CTQ) konsumen terhadap produk speaker, melalui quality function deployment. CTQ ini diperbaiki dengan meminimalkan kecacatan tertinggi yang terkait, yang dicari dengan bantuan pareto diagram. Usaha perbaikan dilakukan terhadap faktor penyebab dominan yang dinyatakan dalam fishbone diagram. Indikator keberhasilan yang dipakai antara lain DPMO, SQL, Cpk, yield dan analisa biaya kualitas, yang diukur sebelum dan sesudah implementasi perbaikan. Perbandingan indikator keberhasilan menyatakan peningkatan kualitas proses produksi speaker CV. X. Saran yang diberikan, termasuk perbaikan sistem pengendalian kualitas, diharapkan dapat diterapkan untuk meningkatkan level kualitas perusahaan, dimana keinginan dan harapan pelanggan dapat senantiasa dipenuhi sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Proyek peningkatan kualitas harus dijalankan secara kontinu sehingga dapat mencapai level kualitas yang lebih tinggi di waktu mendatang.

Keyword : quality function deployment, ctq, pareto diagram, fishbone diagram, dpmo, sql, cpk, yield, quality costing, quality control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2017/

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.