Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah


Factors affecting Ciputra Waterpark customer perceived value and its relationship with customer satisfaction, customer repurchase intentions and customer recommendations


This research examines the relationship between quality, emotional response, monetary price, behavioral price and reputation variable of Ciputra Waterpark with its customer perceived value; and how this perceived value correlated with customer satisfaction, which is further correlated with customer repurchase intentions and customer recommendations. The relationship between perceived value variables of quality, emotional response, monetary price, behavioral price and reputation is evaluated using multiple regression analysis to determine their significance in determining the customer perceived value of Ciputra Waterpark, while the correlation between this perceived value with customer satisfaction and also customer satisfaction correlations with customer repurchase intentions and customer recommendations are also evaluated using the Kendall-tau correlation analysis. Results of this analysis show that there is significant relationship between the five variables of perceived value with the customer perceived value of Ciputra Waterpark and that these variables only explain 26% of the perceived value. This figure means that the other 74% of the perceived value is to be explained by other variables outside these five variables included in the research. These other variables are most likely consists of external variables in which the company has no control upon them. These external variables may include such things as unsupportive weather conditions, i.e. raining, emotional state of the customers and the personality of the customers. Meanwhile, Kendall-tau correlation shows that there is a correlation between the customers perceived value with customer satisfaction and there are also correlations between customer satisfactions with customer repurchase intentions and customer recommendations. Future research should include an in-depth analysis of each segment of Ciputra Water-park?s customers based on their occupation to better understand the emotional expectations of these customers in coming to the watepark.

Keyword : leisure, recreation, waterpark, quality, emotional response, monetary price, behavioral price, reputation, perceived value, customer satisfaction, customer repurchase intentions, customer recommendations

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2024/

Analisa kepuasan konsumen di Sekolah Musik

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am


Setiap konsumen pasti mempunyai harapan-harapan tertentu terhadap suatu sekolah musik pada saat mulai masuk dan harapan dari setiap konsumen pasti berbeda-beda. Harapan-harapan tersebut belum tentu akan terpenuhi dan sama dengan persepsinya di kemudian hari. Untuk itu, dengan mengetahui harapan dan persepsi dari setiap konsumen maka pihak sekolah musik dapat mengetahui tingkat kepuasan dari setiap konsumen terhadap mutu sekolah musik yang ada. Ada beberapa sekolah musik yang ada di Surabaya seperti Wisma Musik Melodia, Irama Mas, Yayasan Musik Indonesia, Yayasan Seni Musik Indonesia dan masih banyak lainnya. Untuk itu, mutu sekolah musik yang ada perlu ditingkatkan baik dalam segi fisik maupun segi non fisik. Dengan demikian, pihak sekolah musik tersebut harus dapat mengetahui harapan dan persepsi dari setiap konsumen terhadap mutu sekolah musik yang ada saat ini. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis crosstab, dan analisis Service Quality. Berdasarkan hasil analisis keunggulan yang dianggap penting oleh murid kursus sekolah musik adalah jumlah alat musik mencukupi, penampilan pengajar rapi dan bersih dan pengajar tanggap dalam memberi bantuan / solusi kepada murid. Sedangkan berdasarkan analisis kelemahan sekolah musik, variabel-variabel yang dianggap penting oleh murid kursus adalah interior dalam dan luar tempat kursus kurang rapi dan kurang enak dipandang, pengajar tidak on time dalam mengajar dan sikap pengajar kurang bersahabat. Faktor-faktor yang ada di sekolah musik yang dianggap penting oleh murid kursus dilihat dari mutu suatu sekolah musik adalah: pengajar tanggap dalam memberi bantuan / solusi kepada murid, penampilan pengajar rapi dan bersih, jumlah alat musik mencukupi, pendingin ruangan ada dan bekerja dengan baik, fasilitas tempat kursus duduk pengantar murid disediakan.

Keyword : quality, gap, expectation. perception, servqual score

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4080/

Penetapan metode taguchi dalam perancangan mutu produk di PT. ITI

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am


PT. ITI merupakan perusahaan tinta cetak yang memproduksi tinta cetak standar dan tinta cetak yang sesuai dengan permintaan pelanggan atau tinta order khusus. PT. ITI selama ini didalam merancang mutu produk untuk order khusus selalu menggunakan metode triall and error. Penelitian ini ditujukan untuk membantu PT. ITI di dalam perancangan mutu produk, yaitu dengan menerapkan metode Taguchi untuk memperoleh faktor-faktor penyusun tinta yang mempunyai efek terhadap output kualitas akhir yang diminta dan sekaligus menemukan level optimal dari faktor penyusun tinta. Adapun cara yang dilakukan pertama adalah merancang eksperimen dengan memilih faktor-faktor penyusun tinta yang akan dievaluasi dan ditempatkan ke dalam orthogonal array yang dikembangkan oleh Taguchi yaitu L27, kemudian melakukan eksperimen sesuai dengan rancangan yang ada dan menganalisa hasil eksperimen dengan analisa faktor, tabel ANOVA untuk tiap respon, plot efek faktor utama untuk mencari level optimal tiap faktor, dan perbandingan h a d analisa faktor dengan hasil analisa tiap respon. Dari hasil analisa yang dilakukan tersebut didapatkan faktor-faktor yang mempunyai efek untuk tiap respon yang ada, dan juga level optimal untuk masing-masing faktor, serta didapatkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap tinta adalah faktor Auenis resin) dan E(% resin) sehingga untuk order umum, yang mana tidak ada prioritas kualitas, maka cukup kedua faktor ini saja yang diperhatikan.

Keyword : taguchi, methods, quality, control, product

Sumber : http://repository.petra.ac.id/909/

Total quality management of service in the Star Restaurant in Spandershoeve, family owned Indonesian Restaurant, Hilversum, the Netherlands

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am


The decade of the 1990s began with renewed emphasis in business by improving service quality to the customer. The emphasis was upon delivering the best service possible that is delighting customers by providing services, wliich exceed their expectations. Firm after firms embraced this idea and revamped the processes they utilize when interacting with the customer. In improving the quality of service delivery processes, many businesses consider this newfound orientation to quality customer service to be one of the dominant competitive methods making up their entire strategy. This thesis aims to integrate between Total Quality Management that had been succeed implement into manufacture factory for many years brought over to service industry. Since quality is holding an important part in competitive methods in every organization whether it is big, small company, or many company characteristics in orders to deliver best service to customers. In order to examine the implementation program of Total Quality Management into service industry based on service standard of Spandershoeve, family owned Indonesian restaurant, for improving quality of management and service of the company, the writer divide this thesis into 5 parts: a. First part is an introduction part about standard research and writer-working frame that is will be conducted through seeking the answer of the main problem statement. b. Second part same with chapter two is review a diverse range of Total Quality Management literatures. Every aspect of the company will be discussed in several points, which connected to Total Quality Management. c. Third part poured into chapter three is purely company condition that observed, in order knowing the field where TQM program put into action. d. Fourth part consist of chapter four is consist of final result of tliis thesis; from analyzing some points that affected company performance in \ delivering service. e. Fifth part, is about appendices, which some relevance theory philosophy of three gurus’ presented in gaining more understandable of TQM, and some questionnaires that writer used to research situation in the working place where the mam object is draw on ‘service quality’. Seeing TQM as a new era of management fashion that time by time always changing adopting the situation of world globalization and company structure, is very good reason as a tool, which company can use for make quality happen to meet customer expectation. For Spandershoeve as family owned business restaurant, it is depending on the matter of owner’s commitment in running the business, TQM program can be a valuable tool to make quality of service happen. Critical factors and further research is needed in this thesis, linked to the topic that is relatively new in the field, followed by quality of service has started in era 1990s.

Keyword : quality, customer service, management, restaurant

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2457/

Perancangan komunikasi visual promosi produk ledre “Dua Bidadari” Bojonegoro

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TAN, YOEL

Sebagai kota ledre, kota Bojonegoro memiliki banyak produsen-produsen ledre. Perusahaan ledre “Dua Bidadari” di Bojonegoro merupakan salah satu perusahaan ledre yang menghasilkan ledre dengan rasa dan kualitas yang baik, namun yang menjadi masalah adalah munculnya banyak pesaing tersebut akan menimbulkan rasa bingung bagi orang awam yang ingin membeli ledre dengan rasa dan kualitas yang baik. Maka dari itu perlu adanya perancangan komunikasi visual promosi produk agar ledre “Dua Bidadari” dapat memposisikan dirinya di tengah kerumunan pesaing yang ada sebagai ledre yang memiliki rasa dan kualitas yang lebih baik. Target audience dari ledre “Dua Bidadari” meliputi masyarakat Bojonegoro dan masyarakat pendatang khususnya, dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan brand awareness di benak masyarakat yang akan diikuti dengan meningkatnya penjualan.

Keyword : taste, quality, target audience, brand awareness

Sumber : http://repository.petra.ac.id/5390/

Analisis biaya kualitas di PT. Nusantara Plywood

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am


Pemenuhan tuntutan terhadap kualitas yang tinggi memerlukan adanya penanganan dan perhatian yang serius terhadap biaya kualitas yang terbesar yang pada akhirnya akan dapat menurunkan biaya produksi. Biaya produksi yang rendah akan memberikan dampak pada penurunan harga jual sehingga pada akhirnya perusahaan dapat menguasai pangsa pasar dari produk yang dihasilkan. PT. Nusantara Plywood adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu yang sangat peduli terhadap kualitas produk Namun dalam pelaksanaan proses produlisinya masih terdapat kesalahan-kesalahan yang berakibat terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Sampai saat ini perusahaan belum melakukan perhitungan yang detail dari biaya-biaya yang ada, khususnya penerapan biaya kualitas. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menghitung dan menganalisa biaya kualitas yang terjadi di PT. Nusantara Plywood. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa total biaya kualitas terbesar disebabkan rata-rata biaya kegagalan internal sebesar 94,65 % dari total biaya kualitas. Hal ini terjadi karena rata-rata biaya scrap yang besar yaitu 74,73 % dari total biaya kegagalan internal. Rata-rata perbandingan antara total biaya kualitas terhadap total penjualan sebesar 50,54 % menunjukkan tingginya biaya kualitas yang terjadi di PT. Nusantara Plywood yang jauh melebihi standar, yaitu 9,20 % dari total penjualan.

Keyword : nusantara, plywood, quality, control, cost, management, industry

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1278/

Analisa perbaikan kualitas layanan di Unit Y Universitas Y

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am


Unit X merupakan salah satu unit pelayanan di universitas Y yang menangani masalah administrasi dan kepegawaian. Adanya keluhan dari customer mendorong unit X untuk memperbaiki kualitas pelayanannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kepuasan dan harapan customer serta kesenjangan (gap) kualitas layanan yang terjadi di Unit X dengan menggunakan metode servqual yang terdiri dari lima dimensi kualitas yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, emphaty. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat gap pada gap5. Penyebabnya adalah kurangnya pemahaman mengenai keinginan customer (gap1) dan belum ditetapkannya standar yang sesuai dengan persepsi manajemen (gap2). Selain itu berdasarkan penelitian juga diketahui kepuasan karyawan unit X saat ini belum maksimal. Penyebab utamanya adalah karyawan merasa beban kerja melebihi kemampuan mereka. Usulan perbaikan yang diberikan difokuskan pada 10 variabel yang memiliki nilai gap terbesar pada gap 5 untuk meningkatkan kepuasan customer. Usulan perbaikan juga diberikan untuk meningkatkan kepuasan karyawan agar kinerja mereka maksimal sehingga dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi customer.

Keyword : quality, metode servqual, gap

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2548/

Pandangan konsultan perencana mengenai kualitas dokumen desain dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , — dvanhlast @ 7:31 am


Kualitas dari dokumen desain dapat mempengaruhi keefektifan proses konstruksi. Sebuah studi mengenai pekerjaan ulang pada proyek konstruksi di Surabaya (Hendarlim dan Winata, 2004) menemukan bahwa salah satu penyebab diperlukannya pekerjaan ulang yaitu adanya kesalahan pada dokumen desain. Studi lain (Santoso, 2004) menyebutkan bahwa kesalahan pada dokumen desain merupakan resiko yang memiliki tingkat kepentingan cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pandangan konsultan perencana terhadap kualitas dokumen desain dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Surabaya. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada beberapa perusahaan konsultan di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang kurang mendapat perhatian dari konsultan yaitu life cycle cost dan kepastian. Sedangkan faktor utama yang mempengaruhi kualitas dokumen desain adalah kurangnya informasi dari owner, waktu yang tidak mencukupi, dan upah yang diterima konsultan. Selain itu kualitas dokumen desain juga dipengaruhi oleh aspek-aspek lain yang saling berkaitan, seperti karakteristik proyek, faktor manusia, organisasi, dan manajemen yang terlibat di dalamnya.

Keyword : design, document, quality, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/4747/

Analisis pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian harian pagi Surya secara eceran di Surabaya

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ANGKO;, NANCY

Setiap hari, informasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi manusia. Sampai hari ini, surat kabar menjadi media informasi paling populer di masyarakat. Tanpa keberadaan surat kabar, sebagian dari masyarakat seolah-olah menjadi buta akan informasi. Surat kabar dalam kehidupan manusia bahkan tidak hanya sekedar memberi informasi. Ada kalanya pembaca dapat terpengaruh dengan berita yang dimuat di surat kabar. Berita-berita tersebut tidak hanya dapat membentuk opini masyarakat tetapi juga dapat menggerakkan masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Keyword : marketing, research, consumer, newspaper, surya, quality, surabaya

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1314/

Perancangan sistem pengendalian kualitas di PT “X”

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am


Laporan Tugas akhir ini bertujuan merancang suatu sistem pengendalian kualitas di PT. “X”. PT. “X” merupakan pabrik manufaktur yang memproduksi sekop dan gergaji. PT.”X” melakukan prosesnya secara mass production. Sistem pengendalian kualitas yang dirancang akan ditujukan untuk menentukan kriteria cacat; mencari penyebab cacat dengan diagram sebab-akibat dan menganalisanya dengan diagram pareto; penggunaan peta kendali p untuk pengendalian proses pada awal maupun akhir proses; serta pengujian proporsi. Tugas akhir ini mengidentifikasi penyebab cacat utama dan dilakukan perbaikan berdasarkan identifikasi. Identifikasi yang dilakukan menunjukkan proses memiliki tingkat kecacatan antara 10%-37% dengan penyebab utama bahan baku dan kesalahan manusia. Proses perbaikan difokuskan pada faktor bahan baku dan kesalahan manusia, selanjutnya proses akan diukur untuk mengetahui apakah terjadi penurunan kecacatan atau tidak. Pada bagian akhir tugas akhir dibuat Quality Plan untuk mempermudah pelaksanaan dan kelancaran proses yang akan dilakukan.

Keyword : quality, defect, p-chart, quality plan, control

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2567/

Older Posts »

Blog at WordPress.com.