Kumpulan Skripsi & Artikel Jurnal Ilmiah

2009

Evaluasi perilaku seismik struktur rangka beton bertulang di wilayah gempa 1 dan 2 Indonesia yang direncanakan dengan dan tanpa cara kapasitas

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SOEGIJOPRANOTO;, ALBERT

Perencanaan struktur dengan konsep kapasitas menuntut proses yang cukup rumit dibandingkan dengan perencanaan tanpa konsep kapasitas. Penelitian ini ingin memeriksa perilaku struktur rangka beton bertulang yang direncanakan tanpa konsep kapasitas (cara biasa) serta membandingkan kemampuan struktur tersebut dengan struktur yang direncanakan dengan konsep kapasitas. Model bangunan yang dipakai adalah struktur rangka beton bertulang bertingkat 4 dan bertingkat 8 yang terletak di wilayah gempa 1 dan 2 Indonesia, memiliki bentuk dan ukuran denah yang sama. Struktur tersebut dibebani dengan gempa El Centro 1940 M-S dan gempa 200 tahun. Akibat gempa El Centro 1940 N-S, hampir semua model struktur masih bersifat elastis. Hal ini terjadi karena gempa El Centro 1940 N-S termasuk gempa kecil sampai sedang di wilayah gempa 1 dan 2 lndonesia. Dari pembebaman gempa 200 tahun terlihat bahwa model struktur yang direncanakan dengan Cara Kapasitas memberikan hasil yang memuaskan. Mekanisme terjadinya sendi plastis sesuai dengan yang diinginkan. Daktilitas balok maupun kolom yang tersedia cukup untuk memancarkan energi gempa. Model struktur yang direncanakan dengan Cara Biasa mengalami keruntuhan akibat tidak tersedianya daktilitas dan kapasitas geser yang cukup.

Keyword : reinforced concrete, earthquakes

Aplikasi SKSNI T-15-1991-03 dalam perencanaan struktur dinding beton bertulang di daerah rawan gempa

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : ADI, JEFFREY;

Dalam tugas akhir ini dipelajari suatu bentuk perencanaan struktur dinding beton bertulang baik dengan daktilitas penuh maupun terbatas berdasarkan SKSNI T-15-1991-03. Standar tersebut hanya memuat persyaratan-persyaratan saja, tidak ada prosedur atau langkah-langkah perencanaan. Sehingga seorang pemula akan kesulitan didalam penerapannya. Untuk itu dipelajari usulan T.Paulay dan M.J.N.Priestley mengenai prosedur perencanan struktur dinding beton bertulang yang baik dengan mengacu pada ketentuan standar tersebut. Ada beberapa bagian yang tidak disebutkan pada standar, seperti pengecekan tata letak struktur dinding, kestabilan dinding, daerah pengekang, pemutusan tulangan dan Iain-lain yang menunjang langkah-langkah perencanaan struktur dinding yang baik. Selain mempelajari usulan tersebut juga dilakukan pembuatan contoh-contoh perhitungan struktur dinding beton bertulang baik dengan daktilitas penuh maupun terbatas. Disini dipilih wilayah gempa dua, untuk mendapatkan pengaruh dari gaya gempa lebih dominan.

Keyword : reinforced concrete, earthquakes

Sumber : http://repository.petra.ac.id/161/

Studi literatur mengenai beberapa perbandingan antara RSNI 2002 (sni 03-xxxx-2002) dan SNI no. 03-2847-1992 dalam perencanaan elemen struktur beton bertulang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : DWISUKMAWATI;, EDITA

Dalam merencanakan suatu bangunan diperlukan suatu standar, salah satu diantaranya adalah standar perencanaan elemen struktur beton bertulang. Di Indonesia standar tersebut telah mengalami beberapa perubahan, diantaranya Peraturan Beton Indonesia atau disingkat dengan PBI 1955, PBI 1971, Standar Nasional Indonesia atau SNI No.03-2847-1992 dan yang terakhir adalah Rancangan Standar Nasional Indonesia 2002. Dengan adanya perubahan standar peraturan yang terjadi, hendaknya dilakukan upaya untuk mensosialisasikannya kepada perencana atau pengguna peraturan dalam merencanakan elemen struktur beton bertulang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membandingkan standar lama dan baru, untuk memudahkan proses pemahaman standar yang baru. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan perbedaan utama yang ada antara standar SNI No.03-2847-1992 dengan RSNI 2002 beserta teori yang mendasari perbedaan tersebut.

Keyword : reinforced concrete, RSNI 2002, SNI No.03-2847-1992

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1416/

Desain dan analisis kinerja struktur rangka beton bertulang berdasarkan konsep perencanaan seismik berbasis perpindahan

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : TEJOKUSUMO;, HANNY

Sebuah studi tentang aplikasi konsep perencanaan seismik berbasis perpindahan dipaparkan dalam rangka mencapai suatu sasaran kinerja tertentu untuk struktur rangka beton bertulang. Dua macam bangunan rangka beton bertulang, bangunan 5 dan 10 tingkat, yang berdiri di atas tanah lunak pada Wilayah 3 Peta Gempa Indonesia menurut RSNI-1726-2001, digunakan sebagai contoh. Kedua bangunan ini dikenai tiga macam rekaman gempa buatan yang mewakili intensitas gempa pada wilayah tersebut dengan perioda ulang 50, 500, dan 1000 tahun. Pemeriksaan kinerja meliputi simpangan, drift, dan gaya-gaya dalam, serta tingkat kerusakan elemen-elemen struktur. Hasil pemeriksaan menunjukkan konsistensi simpangan dan drift antara perencanaan dan analisis. Suatu kinerja seismik yang baik dikenali dari terjadinya mekanisme goyang dengan pembentukan sendi plastis pada ujung-ujung balok dan kaki-kaki kolom lantai dasar, juga tidak terjadi kegagalan geser pada elemen-elemen balok dan kolom.

Keyword : seismic design, displacement-based, performance, reinforced concrete, frames structure

Sumber : http://repository.petra.ac.id/1928/

Analisa defleksi balok beton bertulang yang diperkuat dengan cfrp-laminate pada jembatan penghubung terminal peti kemas

Filed under: Uncategorized — Tags: , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : RAHARDJA, STEFANUS

Skripsi ini membahas tentang defleksi dan regangan dari balok beton bertulang yang diperkuat dengan carbon fibre reinforced polymer (CFRP). Objek penelitian yang akan dipakai ialah jembatan penghubung PT. Terminal Peti Kemas Surabaya. Struktur utama pada tiap bentang jembatan penghubung ini berupa plat beton yang didukung 9 buah balok T yang menumpu pada poer dari pondasi tiang pancang sebagai perletakan. Dengan banyaknya retak yang terjadi pada balok T maka dilakukan perbaikan dengan menginjeksi retak dan diperkuat dengan CFRP. Metode perhitungan defleksi beton bertulang dengan CFRP yang sudah ada akan dibuktikan dengan adanya data yang diperoleh dari percobaan yang dilakukan di jembatan penghubung PT. Terminal Peti Kemas Surabaya oleh PT. Wahana Teknologi Pakaryasa. Data utama yang diperoleh berupa data regangan dan data defleksi yang terjadi di lapangan. Perhitungan defleksi dilakukan secara analisa dari regangan yang terjadi menurut teori yang sudah ada, dan membuat model fmite-element dengan program SAP2000. Hasil dari penelitian ini ialah defleksi yang diukur di lapangan rata-rata lebih besar 6,4 kali bila dibanding dengan defleksi hasil analisa regangan yang terjadi, hal ini berlaku untuk hampir setiap balok. Defleksi hasil perhitungan program SAP 2000 lebih mendekati defleksi hasil pengukuran lapangan tapi tetap masih lebih kecil.

Keyword : reinforced concrete, carbon fibre reinforced polymer

Sumber : http://repository.petra.ac.id/2263/

Program komputer untuk perhitungan momen redistribusi dan penulangan lentur balok beton bertulang

Filed under: Uncategorized — Tags: , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : SAMUDAYA, TOMMY;

Penggunaan komputer pada proses pembelajaran menjadi salah satu alternatif yang dapat memudahkan penyampaian dan pemahaman materi. Oleh karena itu dalam studi ini dilakukan pengembangan program komputer untuk membantu proses pembelajaran untuk mata kuliah Desain Struktur Beton, yakni tentang pemutusan tulangan lentur dan redistribusi momen. Perhitungan pemutusan tulangan lentur dan redistribusi momen pada balok beton bertulang memerlukan proses yang berulang untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan. Program komputer yang diberi nama MRBC ini dapat membantu perhitungan pemutusan tulangan dan redistribusi momen. Program direncanakan dapat membaca output file program analisa struktur, melakukan perhitungan tulangan, melakukan perhitungan redistribusi momen dan melakukan perhitungan pemutusan tulangan. Program MRBC mampu memberikan hasil yang cepat dan memiliki ketelitian yang baik. Selanjutnya berdasarkan hasil pengujian kemampuan yang tersedia, program ini diharapkan dapat memenuhi keperluan mahasiswa untuk belajar secara mandiri.

Keyword : bar cutoff, moment redistribution, reinforced concrete

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3418/

Studi penetrasi ion klorida pada beton menggunakan metode percepatan dengan meninjau faktor air semen dan umur beton

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , — dvanhlast @ 7:31 am

Author : MEGAWATI, VIVI

Penetrasi klorida pada struktur beton bertulang dipengaruhi beberapa faktor misalnya faktor air semen, kadar semen, serta umur beton dan kondisi lingkungan. Pada penelitian ini digunakan tes non-steady state migration sesuai standart NordTest 492 dengan material lokal. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi faktor air semen, maka beton akan menjadi semakin porous karena semakin banyak alur-alur yang menjadi jalan keluar air ke permukaan beton sehingga ion-ion klorida akan mudah masuk ke dalam beton. Dengan bertambahnya umur beton, difusitas terhadap ion-ion klorida akan semakin berkurang karena beton telah mengalami proses hidrasi yang cukup. Penggunaan agregat halus yang banyak dapat meningkatkan difusitas ion-ion klorida karena luas area yang melingkupi agregat halus lebih luas jika dibandingkan dengan agregat kasar. Kadar semen yang lebih tinggi dapat menurunkan difusitas karena semen dapat mengikat ion-ion klorida dalam bentuk garam klorida.

Keyword : reinforced concrete, chloride ion, penetration, age of concrete, water cement ratio

Sumber : http://repository.petra.ac.id/3488/

Blog at WordPress.com.